tangisan pelangi


Vita bingung menghadapi pertanyaan nya Teh Sofi. Apakah kawan – kawan bingung membaca cerita ini? Kalau begitu,  baca dulu  pelangi di atas panti – nya Jasmine Amira

***

Haduh! Bagaimana ini? Teh Sofi bertanya tentang Ali. Ali yang tadi pagi habis kumarahi (lagi). Ali yang tadi pagi sudah kuusir dari panti. Ali yang tadi malam baru kujemput dari Polres, karena dia ketangkap tangan sedang mengutil. Mengutil! Coba kalau Teh Sofi tahu.  Ali yang anak kesayangannya itu ketangkap tangan mengutil di pasar swalayan terkemuka di kota. Duh Gusti, apa yang harus aku bilang sama Teh Sofi?

Sudut mataku menangkap A’ Fadli yang menggenggam tangan Teh Sofi. Aih, A’ Fadli ini ganteng juga yah? Mirip sama Arian, kawan sekampusku. Hush, Vita! Fokus! A’ Fadli itu suaminya Teh Sofi. Aku mengomeli diri sendiri. Coba Nurvita Agustina, kamu cari cara untuk mengalihkan perhatian Teh Sofi dari keingintahuan mengenai Ali. Cari akal … cari akaal … cari akaaal….

Vit … Ali kenapa?”

“Begini, Teh, sebenernya….” Aku menunduk. Tidak sanggup melanjutkan kalimatku.

“Sebenarnya bagaimana, Vit?” Suara bening Teh Sofi malah membuatku semakin grogi untuk menjelaskan mengenai Ali.

Diam.

“Ali sudah gak di panti ini, Teh….” Akhirnya aku berani juga ngomong itu!

“Loh? Kenapa, Vit? Memangnya Ali kemana? Apa dia sudah mendapatkan keluarga baru?”

“Bukan, Teh….”

***

Malam sebelumnya,

“Kamuuu! Kammmu itu maunya apa sih, Li? Baru kemaren kamu mendapat surat teguran dari guru BP-mu di sekolah! Terrruusss, ini kamu masuk kantor polisiii?!”

Ali hanya tertunduk diam. Tapi gaya duduknya tidak menunjukkan penyesalan sama sekali. Dia masih dengan gaya congkak dan sombongnya itu.

“Kantor polisi, Li! Apa, sih, yang kamu cari?”

Aku tahu, di ruang sebelah teman-teman pasti menguping pembicaraan ini. Mereka sama terkejutnya ketika beberapa jam yang lalu ada telepon dari kantor polisi yang mengabarkan Ali ada di sana. Ia ketahuan mengutil.

Mengutil.

Astaghfirullah. Apa yang harus aku bilang sama Bu Surti kalau beliau tahu? Apa yang harus kuceritakan pada Bu Surti tentang Ali saat beliau pulang dari luar kota? Terakhir mengetahui Ali berulah, Bu Surti menampar Ali. Itu pun karena Ali sudah keterlaluan. Tiga malam ia tak pulang. Aku pun sudah melapor ke kantor polisi. Pada malam keempat, Ali pulang dengan lusuh dan malah membalas pertanyaan Bu Surti dengan berteriak keras, “Peduli apa Ibu sama anak gembel kayak saya?”

Para penghuni panti khawatir, tetapi Ali tampak takpeduli. Kamar mandi selalu bau rokok sepeninggalnya. Jadwal piket sudah tidak dipedulikan lagi. Baju-baju kotornya berserakan. Udin, teman sekamarnya pun kerap protes karena taktahan pada sikapnya setiap malam. Pihak sekolah berulangkali melaporkan Ali yang sering membolos. Dan yang membuatku naik pitam, aku pernah menemukan botol minuman keras di bawah tempat tidurnya!

Ali berubah sejak …

entah sejak kapan.

Aku pun tidak tahu.

***

“Astaghfirullah.. Ali….”

Air mata Teh Sofi turun. Aku bisa melihatnya.

Inilah yang membuatku ragu untuk bercerita mengenai Ali.

Aku tidak ingin membuat Teh Sofi sedih.

Teh Sofi adalah idola ku. Walau sudah 10 tahun Teh Sofi meninggalkan panti,aku tidak mungkin melupakan Teh Sofi.

Karena Teh Sofi lah akhirnya aku bisa kuliah, karena Teh Sofi bukan hanya mengajarkan pelajaran untuk kognitif kami.

Tapi Teh Sofi juga memberikan pelajaran secara psikologis untuk kami.

Teh Sofi memupuk rasa percaya diri kami,

ia pernah menyatakan bahwa kami adalah anak – anak yang cerdas.

Bagai.. mentari, bersinar di indahnya pagi

adalah hidupmu, siap memancarkan sinar

Lihat lah hidup mu.. penuh dengan kesempatan,

walau beban hidup menghalang,

jangan lari dari beban mu…

Kami harus mau mengejar cita – cita kami.

Walau kami anak panti asuhan, kami tidak berbeda dengan anak – anak lain. Itu yang Teh Sofi ajarkan kepada kami 10 tahun yang lalu. Teh Sofi adalah contoh nyata apa yang dinamakan kerja keras, bukti nya ia berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negri.

Dan, Ali adalah salah seorang anak di sini yang juga memuja Teh Sofi. Tapi kenapa Ali bisa menjadi nakal seperti itu??

Isak tangis Teh  Sofi terdengar, aku bingung harus berbuat apa.

A’ Fadli di sebelah Teh Sofi mencoba untuk menenangkan Teh Sofi.

Aku tahu Teh Sofi kecewa. Tapi Aku benar – benar tidak tahu bagaimana caranya agar semua itu tersampaikan dengan baik, tersampaikan dengan tidak membuat kecewa.

Duh Gusti, Apa yang harus aku lakukan?

“Assalamu’alaikum...”

Terdengar suara salam dari luar. Aku tersenyum ke arah A’ Fadli sebelum  aku menuju teras depan. Nampak dua orang wanita. Yang satu sudah tampak berumur, yang satu nya mungkin seumuran ku. Raut wajah mereka menampak kan wajah panik.

Wa’alaikumsalam.”

“Mbak, maaf… saya mau tanya.. Apakah benar Ali tinggal di sini?”

Wanita yang lebih berumur itu bertanya padaku sebelum aku sempat bertanya siapa mereka.

” Ali yang bersekolah di SMA Tunas Harapan Mbak, Ali yang.. Ali yang….”

Sebelum sempat Aku menjawab dan mencerna semua perkataan nya, wanita tersebut jatuh pingsan.

” Ibuu…!!!!”

Wanita yang lebih muda histeris, memegang wanita yang ternyata Ibu nya. Dan Aku reflek ikut membantu di sebelahnya.

“Vita.. ada apa?”

Teh Sofi dan A’ Fadli keluar ke teras, Aku bingung dan hanya mampu menjawab;

“Teh, bantu Vita memapah Ibu ini ke dalam Teh…”

Aku dibantu A’Fadli memapah Ibu tersebut ke ruang tamu. Sementara Teh Sofi membantu wanita yang lebih muda yang sedang cukup histeris itu.

Sebenarnya cukup lucu melihat dua wanita itu, karena yang satu masih terlihat bekas air matanya, sedangkan yang lain menangis tersedu entah karena apa.

Siapa kah wanita yang pingsan dan wanita yang menangis tersedu di sebelah Teh Sofi?

Dan dimanakah Ali yang dicari Teh Sofi?

Jangan kemana – mana..  tapi pergilah ke tempat Bang Aswi.

Karena dia pasti tahuuu jawaban nya

🙂

*Artikel ini diikutsertakan dalam Pagelaran Kecubung 3 Warna di newblogcamp.com*

40 Comments

Filed under [drama] tambahan

40 responses to “tangisan pelangi

  1. ngetekin tempat dulu ah.. bacanya ntar setelah baca diktat.. *balik buka ms word*

    — hahahhaha.. gayyyaaa.. gayyyaaa… —

  2. ikut kontes ni ye…. ane susah kali dapet groupnya😦

    — oh yaaa? jangan nunggu di lamar, tapi berani ajah ngelamaar. hehehehhehe —

  3. sundul, gan! ^_^

    — yoooo…. gek dirampungke yo bang. ntar bang Aswi selaku manager yang ndaptarin lohh.. —

  4. wulan

    hey hey hey…
    Udah separo perjalanan aku bacanya…
    Makin penasaraaann…:p
    mau menuju kerumah bang aswi…
    Semoga menang buat kalian🙂

    — hiaaaah.. satu pembaca dari tempat putri yang udah nunggu yak?
    *sambil sms bang Aswi : baang.. cepet lanjutiin ceritanya lohhh..*
    maap yah lammma. makasssih doanya😀 —

  5. Wew…,

    ali…, ali,

    kenapa y dia bgitu…,

    n.n

    — tunggu lanjutan nyaaaa yaaah..😀 —

  6. Pingback: Pelangi di Atas Panti « a PRINCESS story

  7. akhirnya lanjutannya udah di posting!
    tinggal nunggu bang aswi. hihihihi😉

    — *menghela nafas lega karena sudah di buru pembaca nya putri*😀 —

  8. ddooohhh wis podo mulai yo lakone.

    aku mesih clingak clinguk nggolet foto sing ayu🙂

    — hiahahahhaha.. mbakyuneee… kiye.. photo jejer karo inyong baen apa?
    punya fotografeeer ebaaat gitttuuu.. mosok ndak ada sing ayuuu?? —

  9. Bagus is ceritanya, semoga sukses ya is….

    — Alhamdullillah, di bilang bagus😀
    makassih mbakDev.. —

  10. pasti menaaanggg…..selamat semangat yah… 🙂

    — hehehehhehe.. terimakasih. amiiiin..
    nanti kalau menang dapet traktiran deeh
    *nggayaaa* —

  11. julianusginting

    waduh..maaf koment sebelum selesai bacanya..habis lumayan panjang euy..hehe

    — semoga juri tidak sependapat dengan bang julian😦 —

  12. aduh,,,penasaran..penasaran..
    hmmmmm

    — duduk yang sabar yah dek. manager aku tadi barusan sms. dia bilang saat ini lagi menggodok si bang aswi biar bisa menghasilkan cerita yang memuaskan🙂 —

  13. Waduh, sepertinya postingan ini lanjutan ya, hehe

    salam kenal saja deh, aziz hadi

    — salam kenal aziz hadi🙂
    bukan temen sekampus kan yah? heheheheh. namanya mirip.. —

  14. Hujan mulu…ngabsen dulu, ach..

    — sini.. tanda tangan di bawah sini yah.. —

  15. bintang

    komeng duluu ahhh,
    bacanya tar an :mrgreen:

    — gakk boleeeeeeh.. —

  16. walah walah.. Ali…Ali…
    kenapa yg dipilih nama Ali to? knp g Franky atau John misalnya yg mengutil…😀

    salam

    semoga sukses di kecubungnya

    — karena Ali nama yang everlasting
    *Saaahhh*
    amiin.. makasihhh🙂 —

  17. is is ajaran bikin fiksi dunk🙂

    — hehehehe. gampang itu mbak. pertama kali bikin fiksi; BIASA nya, ambil dari cerita nyata dulu
    alias pengalaman pribadi. jauh lebih mudah😀 —

    • ajarin bab ngayal dot com nya ituloh. aku kl klamaan nrawang mlh keturon loh. hahaha

      — iahahahahahhaha. banyak baca buku fiksi mbak Mey, pasti uhuy cihuyy deh ngayal nya😀 —

  18. sukseeeessss untuk kontesnya ya mbak Ais !!!😀

    *kok dho iso melu kontes ki piye to?, aku kok rung tau melu je*:mrgreen:

    — terimaksssih mas wien.. mbok yao sekali – sekali turun gunung, biar tahu ada kontess. maen no ke newblogcamp😀 —

  19. aku duduk dipinggir lapangan sambil ngasi semangat ama mbak ais aja yaa..😀

    — ngasih semangat tuh sama ngasih minum juga loh kalau aku aus😀 —

  20. waaaaaaaaahh…..kemaren udah dibikin penasaran sama putri…sekarang mba ais bikin nambah penasarann >.<"

    hwaaahh..bagus deh ceritanyaa….tulisan putri dan tulisan ma ais juga bagus…ditulis dengan gaya yang sama..🙂

    kayaknya bakal menang neh tim kalian..🙂

    semangat!!

    mudah mudahan bang aswi ga bikin penasaran lagi…hehehe:mrgreen:


    — iihh indaaah aku jadi jumawaah
    *ciee…
    makasssih yaaah 🙂 —

  21. waowww… para penulis handal sedang berkumpul!
    semoga sukses ya Kecubungnya!

    — waaawwww.. dapet pujian sekaliggus semangaat
    makasssih banyaak bundaa🙂 —

  22. Saya (kemarin) belum baca artikel ini udah tahu duluan ceritanya lho, soalnya didongengi sama si Prit.. Wah jadi larut..

    — aku nyanyiin lagu yo mas..
    ku larut luluh dalam keheningan hatimuuu
    (lagu sopo yo kuwi sakjanne? —

  23. Pingback: Sang Wajah Pelangi « Mari Berbagi Bacaan …

  24. Aiiiiiiiiissssssss, sosok itu dah selesai nulisnya. Silakan cek dan ricek di blognyah. Oh ya, link sambungannya diperbaharui ya, biar semua pembaca tidak nyasar. Link-nya ke http://bangaswi.wordpress.com/2011/03/12/sang-wajah-pelangi/ … tinggal berdoa saja ^_^

    Dan … sudah didaftarkan pula!

    — hatur nuhun bang aswi buat menutup dengan manis🙂 —

  25. Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Saya akan melanjutkan perjalanan ke kisah selanjutnya
    Daftar seluruh peserta dapat dilihat di page Daftar Peserta Kecubung 3 Warna
    di newblogcamp.com
    Salam hangat dari Markas BlogCamp Group – Surabaya

    — Alhamdulillah, sudah didaftarkan sekalian sama Manager saya. makasih yah dhe🙂 —

  26. wah ceritanya apik tenan…^^moga sukses ya ais,,,

    — terimakasih mbak puteri🙂 —

  27. Ah, semoga Ali dibukakan hatinya untuk bertaubat dan mencari kehidupan lebih baik, trus siapa dua wanita itu? lanjut ke pos 3, hehehe…

    Sip, walaupun agak terlambat, Juri Kecub datang,, untuk mengecup karya para peserta,, mencatat di buku besar,, semoga dapat mengambil hikmah setiap karya dan menyebarkannya pada semua…

    sukses peserta kecubung 3 warna..🙂

    — iyyaaah mbak iyha, semoga ada hikmaah bagi aku dan kedua kawanku yang keren – keren ituuu😀 —

  28. Lho, kayaknya aku dah komen disini kok gada ya?
    Ditelan spam kah?

    —😦 gak ada bu pieet. di spam juga ndak adooo.. —

  29. juri kecub 2

    ada apa dengan ali? semakin menjadi misterius ketika akan beralih ke tempat sosok itu. Saya juga ikut penasaran dengan kelanjutan ceritanya
    Ceritanya sudah dicatat di buku besar juri. Terima kasih ya.

    — terimakassssih juri sudah berkenan hadir😀
    *semoga menaaang.. semoga menaaang*😀
    aki-aki nya nakaalll niii.. —

  30. mandor tempe

    Komenku langsung disandera oleh aki-aki *halah*

  31. Kenakalan kadangkala merupakan bentuk pelarian dari ketidakpuasan akan sesuatu. Kehilangan sosok panutan juga seringkali menjadi alasan utama.

    Kisah telah disimpan dalam memori untuk dinilai.
    Salam hangat selalu.

    — terimakasssih bu pieeet….😀 —

  32. Tuh kaaaaan, ada yang nelen komenku😥

    Rianiiii, suruh si Aki Ismet lepeh lagiiii…..

    — hiahahahhahaa.. bu Piet.. coba bu piet ngasih sogokan sama si satpam itu😉 —

  33. Usup Supriyadi

    judulnya bikin sedih…😥

    — hikss.. mbaca komen nya jadi ikut sedih … —

  34. Lah..aku udah baca sejak kapaaan gituh tapi kok blm komen ya😛
    Hey Rival, semoga menang ya! *ga ikhlas hihihihi*

    — hiahahahhaha.. teteh ihh.. smeoga kita berdua yang menang yah teh😀 —

  35. Pingback: behind the scene : kembang 3 setaman « dramaLand

  36. Pingback: Episode Pelangi: Behind the Scene « Mari Berbagi Bacaan …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s