memaknai ‘berpayungan’

pengen reblog beberapa tulisan lama. yang ini juga. walau teman berbagi payung saya yang saya tulis di sini sudah bukan teman berbagi payung lagi, namun saya menyadari tulisan ini masih relevan juga yah sama apa yang sedang saya jalani sekarang dengan seseorang.
tentang memaknai berpayungan.

terlalu malas untuk mengedit. ya. sudahlah.

dan terlalu bengong untuk menyadari: KOK BISA SAYA NULIS TULISAN INI? GIMANA CARANYA DULU INI???

dramaLand

Payung dan maknanya,

###

Di depan saya, dua orang kawan saya berusaha menerobos rintik hujan dengan payung berwarna merah. Jalanan becek, dan terkadang ada kubangan air yang harus mereka lewati. Saya di belakang mereka tertawa pelan melihat arah jalan mereka yang tidak menentu. Kawan yang di sebelah kiri berusaha menyeret langkah si kawan yang di sebelah kanan untuk mengikutinya. Karena, sang kawan yang di sebelah kanan berjalan seenaknya, bermain dengan kubangan, bercanda dengan si becek. Tapi kawan sebelah kiri tidak mau celananya yang baru diganti sore tadi menjadi kotor.

Lalu saya berpikir, susah juga yah berjalan ber payungan bila dua orang di bawah naungannya punya jalan yang di pilih berbeda, walaupun tujuan perjalanan sama. Dan untuk dua orang teman saya itu (dan juga jutaan orang pengguna payung di luar sana)…memiliki satu maksud menggunakan payung; agar tidak basah.
ya toh?

###

pikiran saya kemudian berlari ke hubungan saya dan si dia…

View original post 315 more words

Leave a comment

Filed under [drama] lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s