happy birthday Unun!!

Assalamu’alaikum, Nuwun,

Lumaraping serat punika minangka pisowan kula kekalih, ngaturi uninga bilih keparenging Gusti Ingkang Maha Asih aparing lestantun, kulo badhe gadhah khajatan palakrami (ngunduh mantu) benjing ing:

Dinten             : Ahad kliwon,

Sura kaping     : 26 Februari 2012

Wanci tabuh    :11.00 – paripurna

Panggenan      : Tumiyang RT 01 RW 03 kec. Kebasen Banyumas

Dhaup suci:

Rebo manis, 22 Februari 2012 Ing Mlipak RT 02 RW 01 Kec. Wonosobo, Wonosobo.

Nun inggih saking punika, mugi wontena berkah saking Gusti Ingkang Murbeng Gesang lan dhanganing penggalih,  panjenengan kula aturi rawuh paring pangestu dhumateng kula kekalih sumrambah ing samudyanipun.

Sedaya kekirangan ugi kalepatan kula kekalih, mawantu wantu mugi wontena lubering samudra pangaksami

Rahayu, rahayu, rahayu

Wassalamu’alaikum wr.wb

Atur pangabekti kula,

Wawan

 

ngerti gak sama kata-kata di atas? saya enggak. hahahahaha.

kata-kata itu ada di sms yang  saya terima dari Wawan atau yang sering saya panggil unun. Masih inget gak sih gerombolan C3 yang beberapa kali saya ceritakan di dramaLand ini? nah salah satu dari mereka yaitu Unun, akan melangsungkan pernikahan di hari Rabu besok.

sebenarnya kabar dia menikah memang sudah santer terdengar waktu saya ketemuan sama Budi dan Sendy bulan Agustus kemarin.

nah, beberapa minggu yang lalu si unun ini sms saya, dia bilang kalau dia mau nikah tanggal 22 Februari ini. saya ngeledekin dia habis2an, saya bilang kalau saya gak ngeliat di pelaminan dengan mata kepala sendiri, saya gak percaya dia nikah.

hahahahaha… jahat ya.

saya kenal Unun ini di kelas satu SMA, kami sama-sama ikut Kemah Bakti Bina Laksana-nya Ambalan kami. sama-sama mau jadi penegak Bantara. tapi sebenarnya jauh sebelumnya saya pernah ngeliat dia maen basket sore-sore di lapangan basket SMA kami.

kesan pertamangeliat dia: keren *gubrak* kalau anaknya baca dia bakalan ngakak sejadi-jadinya. serius. saya sempet mikir nih anak keren juga (ingat: SEMPAT MIKIR).

tapi semua itu hancur berantakan, imej cool dia luluh lantak saat kami sama-sama  jadi pengurus di Dewan Ambalan Gugus Depan SMA kami. seperti organisasi lain yang membuat sesama pengurus bertemu secara intens dan saling mengenal sifat masing-masing, begitu juga dengan saya dan si Unun ini.

saya akhirnya tahu kalau dia takut gelap gara-gata waktu itu saya dan dia serta ada satu teman kami harus di Sanggar (sekret-nya Pramuka kami) hingga larut malam. kami bertiga : dua wanita dan satu pria duduk-duduk di depan Sanggar, menanti kepulangan kawan-kawan kami yang sedang bertugas mengantar adek-adek kelas satu yang kehabisan angkot selepas pulang latihan pramuka. tiba – tiba si Unun ini bilang;

‘aduh aku pengen pipis lagi’

awalnya saya dan teman saya gak nanggepin. maksud kami, yah pipis tinggal pipis gitu kan?!? ternyata eh ternyata si Unun ini takut akan gelap sodara-sodara. dan dia MINTA DITEMENIN ke kamar mandi sama kami.

baiklah, sebagai wanita saya juga takut kalau disuruh kamar mandi sendirian. secara sekolah saya kan bangunan jaman dulu, bangunan Belanda yang punya beberapa kisah misteri. Tapi si Unun kan priaaaa. satu-satunya pria di antara kami.

itu merupakan kenangan yang gak pernah saya lupakan soal si Unun.

dulu kami ini hitungannya pejabatlah di Dewan Ambalan, saya Pradana dan si Unun ini Pemangku Adat. (bingung? lihat di sini). tapi di antara pejabat teras laen di Dewan Ambalan, saya dan dia-lah pejabat yang paling tidak bisa dipercaya. dia dengan selenge’an, cengar-cengirnya bisa jadi Pemangku Adat menggantikan mas-mas yang penuh wibawa senior kami. dan saya? saya yah dengan si anak baru yang gak tahu apa-apa soal pramuka bisa jadi Pradana, heran juga kan orang-orang.

disamping itu, kelakuan dari si Unun memang gak ada beresnya. berulang kali dia melanggar dan gak hadir saat ada latihan, atau acara-acara ambalan lainnya. saya juga heran gemana dia bisa jadi Pemangku Adat. tapi karena waktu itu pemilihan pejabat berdasarkan suara terbanyak, bisa ditebak: Unun punya syarat mutlak untuk jadi pemenang, dia punya banyak teman.

oh iyah! ada lagi keajaiban si Unun ini. dia dulu seneeeng banget sama Marshanda dan Sherina. dan suka tiba-tiba masuk ke Sanggar dengan bernyanyi lagu-lagu mereka, lengkap dengan gaya dua penyanyi (yang waktu itu masih) cilik. poko’nya enggak banget deh si unun ini sebagai sosok pria di mata saya. makanya agak malu juga ngaku pernah melekatkan imej ‘cool’ dulu.

yang lainnya adalah: sama seperti tiga temennya si Budi, Sendy dan Ferri, si Unun juga hobi cari makan gratisan. yang gratis-gratis juara lah mereka.

makanya, pas denger dia mau nikah, saya ketawa gak percaya sebenarnya (jujur aja, dulu waktu denger si Sendy, Budi dan Unun punya pacar aja saya ngakak sejadi-jadinya. ngakak gak percaya)

ya ampun… maksud saya: mereka bertiga itu kan suka heboh sendiri, suka nyari gratisan, gak mau rugi, kerjaannya maen game sama baca komik doang,dan sederet kelakuan mereka yang menurut saya gak mungkin mereka bisa punya pacar.

itulah jeleknya saya, padahal selain itu mereka adalah pria-pria cerdas yang punya ambisi. lihat saja mereka sekarang. saya-nya aja yang terlalu meng-underestimatekan mereka,

eh iyah. alasan saya menulis soal si Unun ini adalah karena dia ulang tahun hari ini. selamat ulang tahun Unun, si Pak Lurah Gaul. semoga lancar yah persiapan buat pernikahannya, nanti kami datang ke Desa Tumiyang, dan kami nantikan juga kiprahmu menjadi Bupati

:mrgreen:

happy birhday Lurah Gaul!!!

***

see u next post!

🙂

***

P.S : oh iya, ini postingan juga dalam rangka #kamisManis yak, hihihihi.

oh iya lagi, saya belum bisa BW2 nih. maap yak. ASAP kalau udah agak selo sata segera ke rumah kawan-kawan deh 🙂

 

ulang Janji

SMA adalah masa jaya-jayanya sebagai seorang pemuda (cieee…). Masanya mencari jati diri (yang ternyata ampek setua ini belon ketemu), masanya jatuh cinta pertama kalinya, masanya belajar mengenai komunitas dengan segala konflik di dalamnya, masanya belajar bertanggungjawab pada pilihan-pilihan.

Heleh ngemeng apa coba si ais.

Pengantar ceritanya aneh banget deh. Padahal hari ini saya mau cerita soal hari Pramuka. Yup, tepat hari ini, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka. Saya tidak akan pernah melupakan itu, sama seperti saya tidak melupakan tanggal 17 Agustus sebagai hari kelahiran saya hari kemerdekaan RI maksudnya 😉

Terus hubungannya masa SMA sama tanggal 14 Agustus sebagai hari pramuka apaan Is? Karena, pertama kali tahu hari pramuka itu jatuh pada tanggal 14 Agustus, pas saya SMA. Harap maklum, di Ibu Kota keknya sepahaman saya ekskul Pramuka tidak membahana seperti di daerah. Di Purwokertolah saya belajar mengenal Pramuka. Awalnya sempet gondok waktu tahu ekskul Pramuka wajib buat siswa kelas satu. Gondoknya karena: what? Pramuka? Terakhir kali ‘pramuka’an itu waktu SD, masih Siaga, masih belajarnya Dwi Dharma, masih belajar simpul-simpulan yang gampang-gampang itu. Eh ini kok pas SMA suruh ngapalinnya Dasa Dharma, terus tali temalinya emang udah gak ada yang ada belajar masang dragbar (ini nulisnya pegimane sih?), terus rasanya semua orang sekitar saya pada bisa sandi Morse, sandi rumput dan atau Semaphore!

Owemji… Pramuka adalah horor bagi saya. Gak seperti kebanyakan anak-anak kelas satu laennya yang males berangkat latihan pramuka, saya tidak malas, saya hanya takut. Takut karena saya gak hafal Dasa Dharma, takut karena saya gak bisa bahasa jawa, takut karena saya gak bisa semaphore, pokoknya ketakutan-ketakutan atas ketidakmampuan saya sebagai seorang Pramuka.

Tappppi… bagian yang paling konyol dari keaktifan saya di Pramuka pas SMA adalah: si anak baru yang tidak bisa apa-apa, yang ngapalin Dasa Dharma pas Kemah Bakti Bina Laksana (ini bener bukan kepanjangan dari KBBL?), yang ujian SKU (Syarak Kecakapan Umum, isn’t it?) untuk Penegak Bantara-nya bisa dirapel dalam waktu singkat, yang  ngeloncatin dragbar ini terpilih sebagai Pradana. Kamu gak tahu Pradana? Coba cek di sini buat mengetahui struktur kepengurusan Dewan Ambalan.

Konyol menurut saya adalah karena itu  pertama kalinya sifat sok ngatur dan sok tahu saya diakui dalam struktur (Hahahahahahaha….).

Sepanjang karir saya sebagai Pradana *tsaah saya mengalami banyak peristiwa yang membuat saya belajar bahwa: tidak selamanya kawan yang mendukung secara politik  atas kepemimpinan kamu mendukung setiap keputusan kamu. Dan mereka bisa jadi merupakan kritikus handal dalam setiap langkah kepemimpinan kamu. Politik itu hebat loh, bisa menjadikan kamu musuh publik sekaligus dicintai oleh publik. Jadi, buat adek-adek yang pengen belajar politik praktis, masuklah organisasi. Gak usah Pramuka kalau kamu bersin-bersin pas pake baju cokelat itu. Kamu bisa ikut Pencinta Alam, PMR, atau Paskibra atau OSIS.

FYI aja nih… Pramuka menurut saya mencakup semua ekskul. Kamu bisa jadi anak pencinta alam di Pramuka (saya nyicip rapling juga di Pramuka), kamu bisa jadi anak PMR di Pramuka (hei,kan udah dibilang: belajar bikin dragbar), terus kamu bisa belajar baris bebaris juga di pramuka, dan yang pasti: kamu bisa belajar mengenai Organisasi di Pramuka.

dan, kamu bisa belajar mengenai cinta di Pramuka. Huahahahhahaha…..

***

Salah satu prosesi yang tidak dilupakan saat memperingati hari Pramuka pas SMA adalah: Ulang Janji. Ulang janji biasanya dilakukan di malam 14 Agustus, biasanya tanggal 13 malem. Ulang janji pertama saya itu tanggal 13 Agustus 2001, saat itu saya sudah dilantik menjadi Penegak Bantara, tapi belum menjadi Dewan Ambalan. Kami berbaris memutari semacam api unggun lalu ada sepuluh petugas yang membawa obor dan mengucap Dasa Dharma Pramuka:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Dan entah kenapa, setelah itu saat berkumandang lagu Syukur saya merinding. Haru. Saya mencintai masa-masa keaktifan saya di Dewan Ambalan Pandawa Srikandi tempat saya bernaung dulu. Itu adalah masa-masa penuh kenangan, penuh pengalaman, penuh pembelajaran dari masa SMA saya.

Walaupun sangat sedikit kawan-kawan saya sekarang yang percaya kalau saya ini Pradana Dewan Ambalan (jangankan mereka, hlahwong saya ajah juga kadang gak percaya…).

Selamat Hari Pramuka wahai Pramuka Indonesia

🙂

Salam Pramuka!!

 

***

Postingan kali ini didukung oleh kenangan tahun-tahun saya di Dewan Ambalan Pandawa dan Srikandi GuDep 02.456-02.457 (yang kalau ditulis di sini bakalan jadi ber part-part), dukungan dari Wikipedia untuk Dasa Dharma Pramuka-nya (it’s been 10 years! udah lupa banyak saya. Hahahhahaha).

PS: Foto yang saya punya cuman ini, maklum jaman saya SMA belon ada teknologi kamera digital, dan saya terlalu malu buat ‘nyuri’ foto di sanggar, dan ini juga hasil tag-tag an di FB. Hehhehehehe…Gak akan ketebak juga saya yang mana. Hlahwong burem ngono kuwi og