#12HariMenulis #11

Selamaaat Hari Jumaaaaat

🙂

hai kawans.. apa kabarnyo? gak nyangka, tinggal dua tulisan lagi sebelum saya menutup tantangan buat diri saya sendiri. eh tapi ternyata seru juga loh ya.. ‘menantang’ diri sendiri begini. walopun… walopun sempet satu hari absen. hehehehehe..

ada beberapa hal yang saya dapatkan dari ‘menantang’ diri sendiri, tapi satu hal yang pasti pengen saya ungkapkan disini, dan juga catatan bagi diri saya sendiri: menulislah, menulislah untuk dirimu sendiri dulu.

Ya.. karena saya punya kegemaran menulis yang saya mulai sejak 8 Oktober 1997, di buku harian saya yang bekas buku kerja Bapak saya. Saya juga pernah bilang di buku harian saya laennya edisi 23 Juni 2008. disitu saya bilang:

untuk diriku di masa depan,buku ini memang aku persembahkan untukmu. Semoga, bermanfaat nantinya. Gak tahu juga ya… apa diriku di masa depan masih suka menulis seperti ini atau tidak.. yang perlu kamu tahu (diriku di masa depan), saat ini kamu benar-benar mencintai ide : ‘ bebas berpendapat, jujur tehadap diri sendiri mengenai apa yang kamu rasakan tanpa takut untuk dipersalahkan’. diriku di masa depan, mungkin saat membaca ini kamu sidah lebih pintar dari diriku saat menulis ini (lebih cerdas, lebih bijak, lebih segala-galanya), tapi jangan sekali – sekali mencemooh apa yang ada di buku ini.

Karena, saat ini saat kamu menulis ini hal-hal yang tertulis disini adalah hal-hal yang cukup penting dalam hidupmu. Jangan penah lelah untuk terus belajar, jangan pernah merasa cukup untuk merasa pintar. Semakin kamu banyak tahu akan sesuatu, semakin dikit rasanya apa yang kamu tahu (klise memang, tetapi yakin deh, sesuatu yang klise bisa bertahan karena memang begitu adanya…)

Jadi.. jadi.. jadi… saya diingatkan kembali waktu membuka buku harian dan tulisan itu: belakangan ini saya suka lupa dan suka dihadapkan pada keinginan untuk ‘dikomentari’ keinginan untuk ‘dibaca’ waktu menulis. well, gak ada yang salah sama itu. Namuuuun… belakangan ini tulisan – tulisan saya kebanyakan saya tulis untuk memenuhi dan membentuk image yang ingin saya bangun (rasanya loh).

dan terhambat oleh : ketakutan akan apa yang dipikrkan orang. nanti kalau aku nulis begini, si itu mikir tentang aku bagaimana ya. aku bakal dibilang ababil gak ya? Aku bakal dibilang lebay gak yah? Aku bakal dicap negatif gak ya.

ini ni gara-gara mulut juga kebanyakan ngomentarin kelakuan orang, makanya jadi suka sok waspada dan sok jaga image.

padahal kalau dipikr lebih jauh: so? What? kalau mereka bilang kamu Ababil, kalau mereka bilang kamu lebay? Emang dunia kamu runtuh Is? gak juga kan? Lagian itu cuman cap… Kalau ada yang berkomentar negatif, so what? Kembalikan tujuanmu dulu menulis apa. Itu aja.

eheeem… malem ini saya nulis postingan kagak kelar-kelar dari siang tadi dan agak-agak ngelantur kesana kemari, karena terpesona sama tampilan Facebook Timeline. Udah pada nyobain belon tampilan baru itu? Seru dan kocak. kocak karena kita jadi bisa melihat semua postingan dan semua komen dan semua status di wall kita dari jaman kita mbuat Facebook. entah mengapa, itu lucu dan menyenangkan buat saya. SAmpek terpingkal – pingkal saya ngebaca status yang dikomenin sama mantan dan pacar pada saat yang bersamaan. Hahahahahaha…. Dan sukses mengakui diri sendiri pernah jadi bagian dari alay (hanya saja dulu istilah itu belon ada sepertinya) setelah melihat wall saya tahun 2007 ini:

jamannya baru FB an

 

saYa nuLisnYa maSiH paKe uRup gEdHe keCiL geDhe keCiL giTu deH, dan saYa piKir duLu saYa keRen

:mrgreen:

:))

huehehehhehe… bagaimana dengan kawan-kawan, apakah sudah mencoba Facebook Timeline ini?

see u next post!

penampilan baru

buruk sekali produktifitas saya belakangan ini. Banyak kebimbangan yang harus di pikirin, setelah dilihat-lihat… tulisan saya kemarin-kemarin memang sedikit emosian yah. dan sangat membosankan. huahahahahahaha…

sebelum membuka cerita saya, saya mau menceritakan sedikit kesibukan saya belakangan ini. Saya bisa dibilang banyak memulai sesuatu yang baru dalam hidup ini. Ada beberapa keputusan besar yang saya ambil, termasuk masalah penampilan saya. Bingung? Pasti. Kebingungan itu sebenarnya sudah ada sejak tahun kemaren, bulan ramadhan tahun kemaren saya sempat mendapatkan tamparan keras dalam perjalanan rohani saya. Dan, tamparan itu hilang ditelan kesibukan mengejar banyak hal. Dan, tamparan itu datang sekali lagi, lewat sebuah mimpi. Di mimpi itu ada seorang tua berjalan ke arah saya, dia bertanya “katanya kamu mau pake jilbab? Kapan kamu mau memulainya?” dengan PD nya saya menjawab, “nanti kalau sudah menikah..” Lalu bapak tua itu menjawab, ” lah..kamu kan sudah menikah, itu suami mu ada disebelah mu..” jeng..jeng..jeng.. *seperti bunyi Quintom dan snare dipadukan dengan bass drum*

saya langsung terbangun dari mimpi itu. Deg..deg..deg…

saya terus berpikir keras dan merasa gelisah sepanjang sisa minggu. berulang kali suara di kepala teriak2, “APA YANG KAMU TUNGGU?!?!”

iyayah, apa yang saya tunggu?

saya buka-buka lagi file2 yang sempat saya kumpulkan tentang jilbab. mentok, pada satu keputusan; saya harus memulai ini. Atau, saya akan menunda nya entah sampai kapan.

pertanyaan-pertanyaan kecil muncul di kepala saya , buaanyaak banget. Tapi saya memantapkan hati. Bismillahirrahmanirrahim, saya berpegang pada Mu Ya Allah,

saya jarang membuatkan keputusan sendiri dalam hidup saya, tapi untuk yang satu ini, keputusan yang benar2 saya ambil sepenuhnya dari dorongan hati saya sendiri, tanpa paksaan dari orang tua, pacar, teman, ustadz, dosen, guru… atau siapapun itu. karena selama ini, setiap orang yang mengusik penampilan saya, saya selalu tutup kuping. Karena saya mau, saat keputusan menggunakan jilbab saya ambil, itu benar-benar datang dari diri saya sendiri, yang Insya Allah Lillahita’ala. Makanya saya juga bingung kalau ditanya ; “kenapa e pake jilbab?” hmph… hmph… hmph… semua orang kan udah tau jawabannya kan?

dulu, saya berkeputusan akan menggunakan jilbab saat hati saya sudah saya gunakan jilbab dulu dan pengetahuan saya tentang agama sudah jauh lebih berkembang. Tapi sejak keputusan itu dibuat setahun lalu, gak banyak yang berubah dari itu semua.

Makanya, saya kadang meminta maaf sama kerudung saya ini. Saya belum banyak memahami maknanya, masih suka ngawur dalam bertindak, masih suka ketawa ngakak, masih suka teriak2 kalau ngomong, masih suka ngebohong, masih suka gak bisa ngatur emosi, masih suka gak bisa jaga body language kalau di depan umum, masih banyak lah yang perlu dibenahi, masih belum paham benar….

masih suka bermuka aneh
masih suka bermuka aneh

ini cuma sedikit curahan hati ajah, buat kamu-kamu yang tiba2 bertanya gravatar saya kemana.. karena saya gak bisa ganti gravatar blog saya ini!!!
*gaptek mode : on*