(cerita) kopdar yang tertinggal

hai kawans!

selamat pagi, siang, sore dan malam… apa kabarnya? sehat? hati gimana hati? masih hancur? apa perlu tambalan? *iki salam pembukaan sekaligus curhat loh. hehehehe…

sebagai blogger yang jarang update dan jarang bergaul dan jarang blog walking dan jarang-jarang lainnya, saya teteup merasa bangga, karena memasuki bulan ketiga, kalok ditotal, saya udah tiga kali kopdar! :mrgreen:

mau tahu sama siapa aja? here we go!!!!

 

Kopdar Pontianak

Kalok ngomongin Pontianak, so pasti ngomongin anak paling gaul seantero Pontianak lah yaaaah… Siapa Is? Siapa lagi kalau bukan calon mempelai wanita kitaaaah yang akan melepas masa lajang dalam hitungan hari lagi.

Ceritanya Januari kemaren saya dapet Surat Perintah dari kantor buat dateng ke Pontianak. Ngapain Is? Tujuan utamanya sih On the Job Training atau OJT. Tapi as we know lah kalok maen ke daerah itu pasti kita sekalian jalan-jalan dan sebagai seorang blogger, saya ngelist siapa yang bisa saya hubungin di kota itu.

dan gak mungkinlah yaaaa ke Pontianak tanpa ketemu anak paling gaul se Pontianak ini. hahahahahha…

kopdar with irni

Tapi pertemuannya cuman bisa dilakukan sekali, walopun saya di Pontianak dua minggu lamanya. Soalnya pas saya tiba di Pontianak, pas si Irni nya malah ke Jawa 😦

irni ngejemput saya di Hotel, dan dia ngejemput saya bareng sama si Abang-nya. dan saya diajak puter-puter kota Pontianakdan diajak makan kuliner Pontianak gitu. Sampek dianterin beli gorengan buat temen-temen yang lain.

yang paling saya inget adalah mobilnya si Abang yang muterin lagu-lagu Kahitna, musisi favorit saya yang ternyata favoritnya si Abang. dan muternya pakek CD loh! Aseli! bukan bajakaaan :mrgreen:

Kopdar  Bandung

kalau yang ini baru beberapa hari yang lalu, saya disuruh nemenin si boss yang ada rapat di Bandung. Secara Bandung yah book…udah lama gak ke Bandung. jadi seneng-seneng aja diajak ke sana barengan sama temen-temen satu ruangan.

Selesai rapat, besokan paginya saya dijemput sama si blogger satu itu yang saya gak pernah baca blognya *ngumpet* hahahahah. kok bisa Is?

hlah dia anak twitter banget og. saya juga kenal dia di twitter.

saya diajak puter-puter Bandung sama dia. tapi actually, saya galau-galauan aja sih berdua sama dia, karena kami berdua baru patah hati parah. dan sialnya dia  aja ketemu saya yang malem sebelumnya baru….  *sinyal ilang, ketelen aer mata* eaaaaa.

ps: kopdar yang ini gak ada bukti foto barengnya, soalnya si dikung pemalu gituh katanya (bhuahahahahaha)

Kopdar Bogor

naaaah..kalok ini baru kemaren kejadiannya. saya (lagi-lagi) ikut bos rapat di Bogor. begitu dapet perintah diajak ke Bogor, saya langsung kepikiran si Princess satu ini udah mimpi lama banget ketemu sama dia, sejak kita sering curhat lewat YM maupun lewat wasap.

daaaaan kemarin si Ibu Guru mungil satu ini nyampirin saya, dan karena saya masih in da middle of meeting, saya titipkan dia di kamar. hahahahha… maaf yah Put kemaren jadi nunggu gitu.

kelar acara, saya lari ke kamar dan ngajak Putri makan di sebelah hotel. dan ngobrol-ngobrol lah disitu. tapi keknya saya yang lebih banyak curhat yah Put?

kopdar with putri jasmine

daaaaan… dari putri jugalah saya tahu soal gawenya Warung Blogger, wadah komunitasnya para Blogger. Iya, WB lagi bikin gawe loh. Ikutan yuuuk! Info lebih lanjutnya bisa dibuka di sini (saya gak gaul ah baru tahu sekarang!) dan waktunya masih panjang, jadi yang laen kalok mau ikutan, cuss ah jangan malu-malu. kapan lagi bisa nerbitin buku bareng blogger-blogger okeh? hehehehe…

***

begitulah cerita kopdar awal tahun saya. sekali lagi, selamat menanti hari H buat Irni, selamat mencari pangganti si mantan buat dikung, dan selamat mencari calon suami buat saya dan Putri (huahahahahahahaha!).

kopdar yang (ceritanya) tertunda: part 2

Nah.. seperti janji saya kemarin (kemarin dan kemarinnya, hihihihihi..)… saya akan menceritakan sosok yang saya temui juga di hari minggu ceria itu. Namanya Ghariza, saya biasa memanggil dia Gher. dia ini di bawah saya satu tahun. Jadi sewaktu saya kelas dua SMA, dia jadi adek kelas saya. Sebenarnya yang teman seangkatan saya justru mbakyunya Gher. Tapi dengan proses yang simpel dan tiba – tiba aja gitu, saya dan Gher malah jadi akrab banget. Bahkan lebih sering saya curhat sama dia, sama kakaknya aja gak pernah cerita – cerita gitu. hihihihihi…

dari dulu, dari jaman SMA, Gher ini memang sudah terlihat dewasa. baik dari tingkah laku maupun dari pola pikir. kenapa saya berani bilang begitu? karena saya dulu lumayan sering curhat sama dia, dan dia memberikan advice yang bikin saya bilang; ‘iya juga ya’

dan pssst… jangan kasih tahu dia yah, saya pernah beberapa kali menulis nama dia di buku harian saya sebagai salah satu teman yang membangkitkan semangat saya, hihihihihihihi.

Jadi, minggu itu saya memang merencanakan juga bertemu dengan Gher. kangen mendengarkan dan didengarkan si Ibu dokter itu. Maka, saya mengirim message ke dia, mengajak bertemu. ternyata dia ada acara hingga sore. ah saya pikir waktu yang pas adalah setelah saya bertemu dengan Ne,  saya bisa bertemu dengan Gher. iya, tempatnya masih sama, di chocoklik juga (lama – lama minta dibayar nih sama chocoklik karena sering menyebutkan nama itu di sini).

dan mendekati Maghrib, Gher menepati janjinya untuk ‘nyamperin’ saya di chocoklik. dan karena obrolan saya dan Ne tak kunjung usai, jadilah saya mengenalkan Ne dengan Gher. dan memang Purwokerto itu kota kecil,  ternyata eh ternyata… Gher dan Ne ini memiliki beberapa teman yang saling mengenal. Teman sekantor Gher ternyata sahabatnya Ne. Dan ohiya lupa, setelah dirunut – runut juga ada beberapa orang kenalan saya yang dikenal oleh Ne juga. see?? kebayangkan kecilnya kota Purwokerto itu? Tapi itu membuktikan juga soal teori six degrees yang entah dari kapan itu pengen saya tulis di sini.

Nah, gak berapa Ne pulang. dan saya melanjutkan chitchat dengan Gher. seperti yang biasa saya lakukan saat bersama Gher: saya hampir dipastikan selalu bercerita soal kehidupan percintaan saya dan juga hal – hal penting dalam hidup. Entah kenapa, itu seperti menjadi kebiasaan yang sangat menyenangkan saat bersama Gher. Saya bercerita soal captain, soal friendship life saya yang pernah kisut, dan masih banyak lagi. Seperti sebuah jawaban untuk pertanyaan singkat: how’s life?

Ah Gher itu saya rasa cocok banget kuliah di Psikologi. bawaannya mau curhat kalok ketemu dia (bawaan saya doang kali yak?!?!?)

hahahahha… namun disamping itu, Gher juga bercerita soal pekerjaan, calon suami, keluarga dan beberapa hal lainnya.

so, kenapa saya bilang berkualitas hari minggu kemaren? Karena saya bertemu dengan dua wanita hebat yang mampu membuat saya tersenyum di akhir hari. mereka, tanpa melakukan apa – apa, mereka… hanya dengan menjadi teman mengobrol di sore hari dan di temani secangkir cokelat, mampu membawa pikiran saya berkelana liar (Jadi, kamu bengong dan melamun is waktu ngobrol sama mereka?!?! gàk… gak gituuu!!!)

dan itu membuat saya menyadari bahwa manusia pada hakikatnya adalah juga makhluk sosial. manusia butuh untuk didengar, dan butuh untuk mendengar. kita harus melakukan kedua hal tersebut (mendengar dan didengar) itu secara seimbang agar bisa tersenyum  di akhir hari. terkadang manusia hanya belum bisa mendengar dan di dengar dengan porsi yang pas. atau kita memang sudah mulai terbiasa untuk selalu minta didengar tanpa mau mendengar. Padahal telinga saja lebih banyak daripada mulut.

Anyway, akhir kata saya mengucapkan terimakasih kepada dua wanita yang menginspirasi tulisan ini, dan semoga ada waktu lain buat kita chitchat lagi yah. terimakasih Ne, terimakasih Gher.

 

terimakasih 🙂

Kopdar yang (ceritanya) tertunda

Hai kamuu… kamuu.. dan kamuuuu… yang sedang nungguin cewek manis ini posting :mrgreen: (hihihihihi….) Akhirnya saya datang membawa postingan istimewah!

Wait.. kenapa istimewah? karena, karena… minggu lalu saya Kopdar. setelah sekian lama gak kopdar – kopdar, setelah sekian lama tidak aktif di dunia perblog-an, setelah rasanya saya seperti drama queen yang mau pensiun (etdah…ada gitu?!?), akhirnya saya KOPDAR!!!

jeng jeng.. dan siapakah blogger beruntung yang bertemu dengan drama Queen yang mau pensiun ini? *heleh.. bahasanya! Sebelum bertemu dengan blogger tersebut, ada baiknya kita simak cerita berikut ini.

*Backsound: namaku cinta, ketika kita bersamaaaaa (Butiran Debu by Rumor à itu lagu lagi happening banget yah. di kuping saya. ) aku terjatuuuh dan tak bisa bangkiiit lagiiih!! *

Hari : Minggu Ceria.  Tanggal : 20 mei 2012.

Minggu siang itu, saya yang lagi jadi pengangguran di Purwokerto bergerak ceria ke rumah oom saya. Rumah oom saya dan rumah kostan saya itu jaraknya satu gang. saya di Blok G, oom saya di blok D. Tiap hari kerjaan saya bolak – balik aja dari blok G ke blok D ataupun sebaliknya. disamping saya jadi tukang ojeg buat anak – anaknya, saya juga jadi fans berat mereka yang hobinya ganggu kesenangan mereka. jadi kalok mereka lagi asik nonton, saya suruh mereka mandi. mereka lagi asik internetan, saya suruh mereka sholat. mereka masih terkantuk – kantuk baru bangun, saya suruh mereka cepet siap – siap buat berangkat sekolah.

Namun minggu itu berbeda. Karena hari minggu, saya agak siang nyamperin rumah oom saya. Nyampek di sana, mereka udah heboh menyambut saya (gak juga ding), karena saya janji ngajak mereka jalan – jalan. padahal aselinya cuman makan siomay di depan GOR, yang gak jauh dari perumahan kami. berbondong – bondonglah saya ajak mereka ke tukang siomay kuah di depan GOR.

Nah pulang dari situ, saya mendapatkan kabar dari seorang blogger yang bilang kalau dia sudah mau masuk Purwokerto. Saya memang janji sama blogger tersebut untuk menjemput dia dan kami bakalan nongkrong – nongkrong cantik di Chocoklik (iya, tempat itu lagi).

Setelah ketemu dengan dia di depan Andhang Pangrenan, kami meluncur ke chocoklik yang letaknya di sekitar jalan Merdeka (kalok salah maaf ya, sayakan orang Purwokerto bajakan KW5).

Sampai di sana, saya dan dia memilih kursi yang paling depan, di dekat pintu masuk, tujuannya apalagi selain buat saya mejeng! (huahahahahahaha… kagak ding, aselinya karena bangku PW yang kosong cuman tinggal di situ).

Lalu mengalirlah obrolan dari kami, dua wanita manis yang minum minuman manis. Saya tampilkan aja yah foto blogger manis nan cerdas ini,

yup! dia adalah Ne, blogger Banyumas yang  sering memiliki rangkaian kata puitis di blognya. Saya kenal Ne itu dari jaman dulu deh. dari jaman blog saya belon punya nama dramaLand. dan saya memang terkesima oleh rangkaian kata- kata puitisnya. Maksud saya, ahhh gimana yah… saya itu orang yang susah merangkai kata puitis yang elok dibaca, elok dipandang, eloklah pokonya!

Makanya, terkesimalah saya pas mampir di blognya Ne, waktu itu dia belum memajang fotonya. Ih misteriuslah dengan sendang jiwanya itu. baru keluar fotonya pas ada kuis kalok gak salah. Lupa kuis apa. kalok gak salah kuisnya komandan yang itu *nunjuk sambil malu – malu*

Nah… pas saya mulai kenal dan kopdar sama Nandini, ternyata eh ternyata mereka berdua teman akrab. Yah sama kek saya, teman ketemu di blog, bedanya cuman mereka berdua sering telpon – telponan, saya sama nandini lebih sering ketemunya daripada saling mengunjungi di blog. Hihihihihihi.

Minggu itu, saya banyak bercerita dengan Ne. Sampek heran juga saya, betah juga saya ngobrol lama dengan teman wanita tanpa ngegosip (nahloh). baik ngegosipin orang lain maupun ngegosipin diri sendiri alias curhat. Topik obrolan berpusat pada nyamannya kota Purwokerto dan seberapa banyak kota ini berubah, tempat mana – mana saja yang sudah tidak eksis. Jadi, Ne ini ternyata eh ternyata SMA nya gak jauh dari SMA saya (satu SMA sama kaka si mantan euy! Hahahahahaha.. info ga penting sumpah). Dan berhubung usia kami gak jauh berbeda, jadi kami mengalami ‘situasi’ Purwokerto yang sama, perubahan – perubahan Purwokerto yang berkembang pesat lima tahun terakhir.

Namanya juga wanita yah, ujung – ujungnya ngomongin anak, walopun bukan anak sendiri. begitu juga dengan kami kemarin. ahhh banyak sekali lah yang dibahas. dan as usual, setelah kopdar saya biasa mencocokkan imej si blogger yang di kepala dengan yang ada di realitas. dan Ne yang saya temui sedikit berbeda dengan yang ada di bayangan saya. bayangan saya Ne itu tipe serius yang mencintai sastra dan sedikit tertutup, ternyata gak loh. kami bisa ngobrolin soal kerjaan, pilihan hidup, nilai – nilai kehidupan (cieeeh..).

ah saya merasa berkualitas sekali minggu sore saya itu. Karena disamping bertemu dengan Ne, saya juga bertemu dengan salah seorang adek kelas saya sewaktu SMA. Mau tahu siapa dia? Tunggu episode selanjutnyah! karena saya akan menceritakan soal dia secara khusus.

so, terimakasih Ne untuk waktunya. maaf ya… kopdar karoke kita terpaksa ditunda. tapi next time kalok aku di Purwokerto lagi, kita karoke ya!

see u next post!

hujan nya gak sedih

hari minggu kemaren, bapak saya huru hara mbangunin saya dari tidur saya yang as usual, bangun nya kesiangan.

ya iyalah kesiangan, wong si Abang Zaidan udah jerit – jerit di ruang makan, sedangkan saya masih mimpiin seseorang di kamar atas (don’t try this at home yaw. hehehehehe)

saya pikir saya bisa bersantai sedikit sebelum memenuhi janji bertemu yang telah saya buat berhari – hari yang lalu. janji sama siapa is? nanti yah saya ceritain…

🙂

namun, Abah nya Zaidan (gak bosen saya ingetin Abahnya Zaidan = bapak saya ) memiliki maksud lain. hari ini Abah mau mengajak keponakan saya yang ganteng itu pergi berenang. berhubung si Zaidan belon punya perlengkapan berenang, Bapak saya punya ide yang sangat cemerlang untuk jalan – jalan di mall deket rumah; untuk membeli perlengkapan berenang Zaidan.

so, jam sepuluh an gitu kami pergi ke mall deket rumah. nggaya banget si batita satu itu. minggu – minggu gitu begaya di mall. kagak tahu kalau papahnya sendirian di tinggal di rumah. hahahahaha…

nyampe di mall, bapak saya yang hebat itu mau nraktir saya dan kakak ipar saya di tempat makan yang menurut Beliau keren. saya mah setuju – setuju ajah. gak ngeliat jam. padahal janjian jam satu ketemuan di pusat Jakarta.

baru jam dua belas lebih saya ngibrit nyari shelter busway terdekat dan berpisah dengan keluarga saya  (begini lah nasib tante nya Zaidan : kalah pamor sama Zaidan di mata Abah nya, jadi Abah sama Uti nya lebih senang mengantar cucu berenang daripada nganterin anaknya – yang gak paham jakarta ini- pergi menemui kawan nya di pusat kota)

pas baru nemu shelter busway,udah ada jutaan miskol dan puluhan sms (sumpah yang ini hiperbola. hahahahahha) yang ternyata dari  si bhi yang suka berceloteh itu. cihuyyy.. ternyata dia mau gabung sama aku buat ketemuan sama kakJul.

jadi, sewaktu mereka sudah tiba di TKP, saya masih berjuang di utara Jakarta buat sampai ke TKP. pake acara ganti kendaraan lagi di tengah jalan

dan udah agak khawatir ajah mereka berdua BT sama saya. PD banget kan saya janjian kopdar tapi telat nya lumayan lama.

sampai di TKP, saya langsung nyari lift buat naek ke lantai lima. katanya mereka lagi maen mandi bola disana

😀

huahahahahha. begitu masuk ruangan, saya langsung mengenali si kriwil dari belakang. yes, she is KakJul tercinta lengkap dengan senyum manisnya. dan di sebelah nya ada cewek mungil yang saya duga bernama bhi (dan dugaan saya benar! dan lihat lah betapa mungilnya diaaa). cipika – cipiki lah kami…

kami mengobrol dengan mengawasi rico bermain. akhirnyaa bisa ketemu juga sama pria kesayangan nya KakJul ini…

kami mengobrol banyak hal (serius deh, kalau ada yang bisa bikin verbatim nya kopdaran sebagus verbatim penelitian, saya angkat jempol empat, karena verbatim kopdar itu bisa ber baris – baris hasilnya); mulai dari ngomongin keterlambatan saya, buku nya kakJul, kawan saya yang jarang mandi (hahahahah. no offense looohh….), sampai ngomongin bapak – bapak berwajah segar yang nganterin anaknya bermain di tempat rico bermain (hahahhaa. teteuup yah bo..)

setelah puas ngeliatin bapak – bapak berwajah segar rico selesai bermain, kami turun ke foodcourt, karena si bhi belum makan siang. sementara saya terlambat gara – gara makan siang duluan (hahahahha. maaf yah bhi..)

sambil nemenin bhi makan, kami lanjut ngobrol lagi. dan kesan saya terhadap bhi adalah : percaya lah apa yang dia ceritakan di blog memang benar – benar dilakukan nya. termasuk masalah dia gak mandi lebih dari 24 jam itu (gak lebih ‘jago’ sih di urusan mandi – mandi ini sama kawan saya yang jarang mandi itu..).

dan enrico serta KakJul adalah duet pasangan yang sangat menyenangkan. lucu loh melihat mereka kompak minum susu (saya juga kebagian sih, hehehehe). jam tangan mereka pun sama saudara – saudara!! bikin iriii gak siihh?? dan kakJul gak berubah setelah terakhir bertemu dua minggu lalu di lobi hotel

😦

dan gak berapa lama, ada beberapa kawan kakJul dateng menghampiri meja kami.

sangat disayangkan pertemuan saya – kakjul – bhi harus berakhir. karena bhi harus mengantar kakak nya, dan karena saya bisa berubah jadi tikus kalau hari gelap masih berkeliaran di jalanan ibu kota (satu lagi kalimat hiperbola. hahahahahhaa)

bhi-kakjul-enrico- (siapa wanita berjilbab cokelat itu?)

*photo di atas saya comot dengan se enak udele dari tempatnya bhi.

😀

hehehehehhehehe. because, as usual.. saya gak pernah bawa kamera tiap kopdar. disamping kamera digital saya rusak, dikarenakan juga karena saya yakin pasti ada yang bawa (PD kan?)

tunggu dulu is.. kenapa judul nyapake bawa – bawa hujan?

eia.. lupa diceritain: karena pas lagi dalam perjalanan menuju TKP kopdar, saya sempet kejebak hujan. dan si supir taksi bikin saya agak panik karena berulang kali bilang; “mbak, sepertinya mau mati mbak mesin mobilnya”

tapi hujan kali ini gak sendu dan mellow, karena berhasl mempertemukan saya dengan kawan – kawan yang (sekali lagi) : gak nyangka bakal bisa hahahaha hihihihi ketawa ketiwi ngomongin masa kecil yang doyan ujan – ujanan (gak nyangka kan kalau si bhi ini pernah nyebur ke kali nyari ikan ? )

yes… selaen hobi baca, nulis dan bercerita serta mengkhayal, ternyata saya punya satu kesukaan baru: kopdar.

tulisan ini dibuat dengan permohonan maaf sebesar – besar nya buat Bang Aswi; yang tidak jadi bertemu saya sore itu. maaf yah bang… ditunggu di Jogja deh sama saya

🙂

antara lombok ijo, wowfest dan batik

hai, nama saya ais. saya blogger pemula. karier (saaahhh) per blog an saya dimulai sekitar tahun 2005 (kalau gak salah) mulai nulis di blog nya Friendster. tulisan nya kacau, labil dan bla bla nya… layaknya ABG pada masa itu lah.

lalu dua tahun lalu sekitar bulan may saya memulai membangun blog di wordpress. hingga akhirnya pada suatu hari di bulan Februari 2011 ini, saya bertemu dengan begitu banyak kawan – kawan dari dunia maya. beneran saya gak nyangka.

serius.

saya sangat amat tidak menyangka, bisa bertemu dengan Kak Julie si Gerhana Cokelat dan bisa menjadi kawan se kamar selama dua malam.

(hahahhahahaha)

Anda benar sodara – sodara, ini adalah kopdar terpanjang saya. saya kopdar sama kakJul itu 3 hari dua malam. Pertama kali ketemu sama kakJul itu hari jumat kemaren. saya dan nandini (iyah,sama nandini lagi) bertemu dengan kakJul di sebuah acara pameran yang digelar di salah satu mall di Jogja.

Pertama kali nyampe di tempat pameran, kami celingak – celinguk. mencoba mencocok kan ingatan kami tentang KakJul yang sudah kami himpun dari blog dan FB nya. Lalu ada seorang wanita yang mirip dengan kakJul dalam bayangan kami.

Kata pertama kami adalah; “kecil yah ternyata..”

hehehehehe.

KakJul itu beneran kecil loh. jangan tertipu dengan perkataan nya waktu ketemu sama idana dan hani di Bali yang bilang dia kek raksasa.

aselinya, dia kecil (dibandingkan dengan saya dan nan. hehehehehe).

Sisa siang itu kami habiskan dengan berburu batik di salah satu toko yang jadi favorit saya dan mungkin beberapa warga dan turis di Jogja.

Setelah agak sore, kami balik ke hotel, setelah sebelumnya mampir dulu ke mall, untuk foto – foto

😀

malamnya

Lokasi : Lombok Ijo.

Latar Belakang suasana : hujan gerimis yang saya yakin kalau saya sendirian sangat amat mendukung hati yang galau (heleh)

Peristiwa : Kopdar antara kawan – kawan yang diprakarsai oleh KakJul (ebat juga kan kakak ku satu itu?)

Ini serius loh. Kalau bukan karena KakJul, saya mungkin belum tentu bisa bertemu dengan kawan – kawan seperti:

Bunda Tutinonka yang ramaaah bangeeet dan cihuy membuat saya kepikiran juga untuk kopdar di ruang karoke (hehehhehe. yuuuk Bunda Tutiii…)

Mbak Anna yang cantik dan jogja banget. tapi masih kalah jogja dari nan sih kalau dari gaya bicara (hehehehhe). Mbak Anna yang datang bersama Mas Nug sudah lebih dulu melakukan reportase atas kopdar lombok ijo dan foto – foto nya Mas Nug kereen banget (termasuk momen dimana kamera nya Mas Nug menangkap ketawa saya yang sangat amat tidak anggun. saya ketawa dengan mendongak kan kepala dengan super heboh. sedangkan sebelah saya bunda tuti tertawa dengan anggunnya. ntah apa yang saya tertawakan)

Mbak Mida yang baru pertama kali juga bertemu di restoran itu (dan belon maen ke rumah nya sebelumnya!), mbak mida yang berwajah lucu (pipi nya menggemaskan! hehehehe) ini baru pindah lagi ke Jogja, setelah sebelumnya sempat berpetualang ke Cirebon. Bukan begitu Mbak?

🙂

Gak lupa Mas Gugun dan kawan – kawan dari komunitas canting ada Mas Hendra (yang mirip kiper timnas. hihihihihi), Mas Deddy (yang duduk di pojokan), Mas Tosse (bukan Josse Morinho loh, ingat. idiiih.. jauh kali iss).

kita belum banyak mengobrol yah mas – mas semuaa.. kapan – kapan saya bakalan minta diajak ketemu ah kalau kawan saya yang itu ketemuan sama kalian semua

🙂

btw, mas Gun… maaf sore kemaren kami gak jadi maen ke tempat nya Mas Gun. maaf yah 😦

dan tidak lupa beberapa kawan yang pernah bertemu sebelumnya; nandini yang harus pulang lebih dulu, tt yang hari ini berkeliling bersama saya dan KakJul (gemanah ti, kita jadi kan proses mencari partner untuk barengan make sarimbit? hahahahhaha). dan si ari fotografer dadakan yang okey banget mengambil pose saya yang ini

sumpah cuman iseng.

malam itu ditutup dengan cukup manis oleh saya dengan seulas senyum saat tidur.

kenapa saya tahu saya senyum saat tidur?

Karena saya memiliki kenangan yang sangat indah tentang hari itu.

Esoknya dan esok nya

saya menyadari, bahwa berkomunikasi di dunia nyata juga bisa sangat menyenangkan, se menyenangkan berkomunikasi di dunia maya, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing – masing

jika tidak bertemu dengan KakJul, mana saya tahu kalau KakJul doyan bandrek, doyang ngemil melati, doyan ke Burjo, doyan tampil cantik dengan rok – rok batik favoritnya,

burjo favorit kakJul

terimakasih banyaak untuk semua kawan yang saya temui akhir pekan kemarin. terimakasih untuk cerita – cerita yang tak tersampaikan, gambar – gambar yang saya pinjam

(terutama untuk Nandini dan ari atas kolaborasi kamera dan penjepretnya). hahahahaha.

terimakasih juga untuk ini 🙂

 

dan minggu sore tadi, saat melepas (saaahhh..) kepergian KakJul di lobi hotel bersama tt, saya merasakan perasaaan yang tidak terdefinisikan. entah appa,

saya sangat setuju dengan oom enha yang selalu bilang ; this is the beauty of blogging, dan juga pakDhe cholik yang bilang :

Sungguh, bersahabat dengan anda menjadikan hidup saya semakin berwarna-warni.

bukan begitu kawan?

kami semua

***

The heart of blogging is linking…linking and commenting. Connecting and communicating – the purpose of the Internet

[George Siemens]

* Foto – foto di atas diambil beberapa dari kamera nandini captured by ari, yang terakhir minjem dari tempat nya tt (hehehehhe, maklum.. saya kan kopdar gak modal)

😀