Non scholae, sed vitae discimus

beberapa bulan yang lalu saya mendapat panggilan untuk tes menjadi guru di salah satu sekolah Yayasan Islam di daerah Purwokerto. Tapi karena satu dan lain hal saya tidak bisa memenuhi panggilan itu. Saya memang sudah sejak lama tertarik menjadi guru, seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya di tulisan ini, oleh karena itu saat memutuskan untuk menuliskan tugas akhir pun, saya menuliskan mengenai pendidikan.

kenapa pendidikan? dan kenapa guru?

itu merupakan sebuah penjabaran yang cukup panjang hingga akhirnya saya memutuskan menulis tugas akhir mengenai guru beberapa tahun yang lalu. saya percaya, bahwa akar permasalahan yang ada di Indonesia baik itu terkait dengan carut marut sistem, korupsi di mana-mana, kemudian kekerasan yang marak terjadi, belum lagi permasalahan-permasalahan kriminal yang seringkali menghiasi media itu berasalmula dari pendidikan.

saya pernah mendengar guru sejarah saya berkata saat saya SMP, pada saat Jepang dibom pada tahun 1945, yang pemerintah Jepang tanyakan pertama kali adalah berapa  jumlah guru yang tersisa, bukan jumlah pangkalan militer yang masih berfungsi, tetapi jumlah guru yang tersisa. dan lihatlah majunya Jepang saat ini. Dan ingatkah cerita saat negara tetangga kita; Malaysia ‘meminjam’ guru-guru kita untuk mengajar masyarakat Malaysia? dan Malaysia berdasarkan Education Development Index (EDI) dalam Education For All Global Monitoring Report 2011 yang dikeluarkan oleh UNESCO menempati posisi 65, sedangkan Indonesia menempati posisi 69.

hingga saat ini sayapun meyakini bahwa untuk memperbaiki kekacauan yang terjadi di negara ini adalah mengutamakan pendidikan. saya selalu dan selalu dan selalu menunggu pemimpin yang bisa lebih concern membicarakan pendidikan dengan sangat baik. tapi yang saya pahami hingga sejauh ini perhatian pemerintah terhadap pendidikan memang sudah cukup baik. ini mungkin loh jikalau melihat alokasi anggaran untuk pendidikan dalam APBN yang meningkat.

Sudah cukup baik, tapi belum CUKUP untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Pernah mendengar mengenai sekolah yang ditutup? Pernah mendengar mengenai sekolah yang kekurangan murid (pernah Is! di film Laskar Pelangi!)? Pernah mendengar kasus tawuran? Pernah mendengar kasus bullying?

Baru-baru ini sepupu saya, Alya bercerita kepada ibunya bahwa ia tidak mendapatkan teman di sekolah barunya, dan teman-temannya membicarakan kejelekannya di depan ia. dan tidak jarang ia malas berangkat ke sekolah. bukan hanya karena teman-temannya itu, tetapi juga karena begitu banyak tugas yang dibebankan kepadanya. Inilah yang dari dulu selalu menjadi perhatian saya; kenapa anak menjadi malas sekolah? Kenapa belajar di sekolah menjadi sesuatu yang membosankan? Hayo ngacung yang mengalami masa-masa males sekolah dan sering mbolos? *cung!!

Padahal jika kita melihat, bukankah rasa ingin tahu itu merupakan salah satu  naluri dasar manusia juga? Keponakan saya si Zi itu rasa ingin tahunya besar sekali walaupun umurnya baru dua setengah tahun. Kalau dia tidak mengerti akan suatu hal, ia akan bertanya kepada Papa-Mamanya, ia menjadi sangat kritis. Pertanyaan “Papa lagi apa?” akan berlanjut hingga “Sholat itu apa?” (Walaupun curiga juga dia mungkin gak paham sama apa yang dia tanyakan! Hahahaha..)

Pernahkah kawan-kawan melihat ada anak balita yang baru belajar merangkak ia akan merangkak menuju objek baru yang menarik perhatiannya dan memasukkannya ke dalam mulut? Anak itu lagi berusaha mengenali, berusaha mencaritahu mengenai sesuatu. Dan anak akan terus begitu, bukankah? Selalu berusaha mencari tahu apa yang tidak ia ketahui.

Bagaimana dengan kita? Dengan orang dewasa? Kapan terakhir kali memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap sesuatu? Bukan penasaran sama gebetan yah :mrgreen: Saking pengen tahunya sampek kita duduk membuka buku dan membaca. Atau membuka laptop untuk mencaritahu. Kapan? Saya sudah lupa.

Kenapa rasa ingin tahu kita bisa mati? Yang saya dapati sampai saya menginjak bangku SMA, pendidikan di Indonesia menganut apa yang menurut Freire (dalam William O’neil, 2001) sebut dengan pendidikan gaya bank. Istilah tersebut digunakan untuk sistem pendidikan yang menjadikan guru sebagai subjek, yang memiliki pengetahuan yang diisikan kepada murid. Murid adalah wadah atau suatu tempat deposit belaka. Dalam proses belajar itu, murid semata–mata merupakan objek. Murid–murid banyak mencatat, menghapal, tanpa mengerti dengan baik maksud dari bahan–bahan yang diberikan oleh guru.

Yang terjadi bukanlah proses komunikasi, tetapi guru menyampaikan pernyataan–pernyataan dan mengisi tabungan yang diterima, dihafal dan diulang dengan baik dan patuh oleh para murid. Inilah konsep pendidikan gaya bank, dimana ruang gerak yang disediakan bagi kegiatan para murid hanya terbatas pada menerima, mencatat, dan menyimpan.

Bukankah pendidikan seperti itu yang kebanyakan diterima oleh kita sebagai warga negara Indonesia? Dan dalam pandangan saya, pendidikan seperti itulah yang mematikan rasa ingin tahu kita. Kenapa? Karena terkadang kita mempelajari apa yang TIDAK KITA BUTUHKAN, serta APA YANG TIDAK KITA INGINKAN.

Saya mengagumi model pendidikan yang diusung oleh Paulo Freire seorang filsuf pendidikan, yaitu model pendidikan yang membebaskan yang merupakan kebalikan dari model pendidikan gaya bank. Guru, dalam pandangan Freire tidak hanya menjadi tenaga pengajar yang memberi instruksi kepada anak didik, tetapi mereka harus menjalani peran sebagai orang yang mengajar dirinya melalui dialog dengan para murid, yang pada gilirannya di samping diajar mereka juga mengajar.

Itu adalah hal pertama yang harus ditanamkan di hati guru-guru, bahwa mendidik itu bukan hanya sekedar transfer ilmu pengetahuan.

Kemudian, hal yang berperan lagi adalah: kurikulum. Sistem kurikulum di Indonesia memang sedang berkembang mencari pola yang bagus. Dan satu hal yang harusnya menjadi pegangan para penyusun kurikulum adalah: kurikulum itu bukanlah subjek utama dalam pendidikan. Subjek utama pendidikan itu adalah peserta didikkan? Jadi yang harus menjadi perhatian utama adalah bagaimana kurikulum menyesuaikan dengan peserta didik. Bukannya: peserta didik yang menyesuaikan kurikulum.

Kedengeran sulit? Oleh karena itu, pemerintah butuh dukungan semua lapisan masyarakat untuk menyadari bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membentuk karakter masyarakat itu sendiri. Pendidikan itu penting, tapi perlu diingat bahwa pemerintah dan guru serta sekolah bukanlah pihak yang bersebrangan dalam dunia pendidikan, kita harus berada di tim yang sama untuk memajukan pendidikan di Indonesia, mungkin salah satu caranya dengan ikutan lomba blog  seperti ini. hahahahhahaha… setidaknya dengan ini kita paham dan mengerti seberapa penting pendidikan di dalam membentuk karakter bangsa.

Non scholae, sed vitae discimus.

[*Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup]

***

daftar pustaka :

O’neil, William F. 2001.  Ideologi-Ideologi Pendidikan. Yogyakarta; Pustaka Pelajar.

 

Advertisements

sepotong papan karton dan kisah di antaranya

Kalau ngomongin ulang tahun, saya rasa semua mantan pacar saya gak pernah melupakan hari ulang tahun saya, begitu juga dengan mantan gebetan, mantan suster, mantan tetangga, mantan guru, mantan satpam sekolah, mantan temen sekelas, *kok soyo akeh yo?

Eh tapi beneran loh. Ulang tahun saya itu unforgetable banget tanggalnya. Yakin. Nih buat kawan – kawan yang baru pertama kali ke sini juga kalau saya kasih tahu tanggal ulang tahun saya, pasti bakal keinget terus deh  (ini PD dahsyat sepertinya).  Kenapa saya bisa se-PD itu? Karena ulang tahun saya dirayakan oleh seluruh Bangsa Indonesia. Dan selalu ada di buku sejarah di sekolah – sekolah.

Yup, bener banget buat kawan-kawan yang jawab tanggal 17 Agustus. Karena emang ulang tahun saya persis di hari kemerdekaan Republik ini.

Ada beberapa keuntungan yang saya dapat dengan memiliki hari ulang tahun yang sudah pasti selalu jatuh di tanggal merah. Pertama seperti yang saya bilang: selalu diinget sama mantan pacar (cie… tapi gak usah ngarep dapet ucapan! Hahahahaha). Kedua: selalu terhindar dari lemparan telur busuk dan tepung – tepungan waktu jaman sekolah (kan biasanya libur,  kalaupun dateng upacara doang, bubar upacara bisa langsung melarikan diri, kemungkinan di ‘culik’-nya jauh lebih kecil. Percaya deh). Ketiga : terhindar dari kewajiban nraktir (alasan sama dengan yang disebutkan sebelumnya). Keempat : selalu punya alasan bagus kalau ada yang nanyain kenapa ultah saya gak dirayain (kan udah dirayain satu negara, kenapa saya mesti bikin rame-rame lagi?!?).

Tapi segala ‘ngeles’ saya dan penghindaran yang saya lakukan selama bertahun – tahun itu tidak berlaku di tahun 2010. Kawan – kawan kampus tidak menghiraukan segala macam alasan yang saya berikan. Bahkan mereka teteup kekeuh minta ditraktir setelah ulang tahun saya lewat tiga bulan.

Parahnya, saya memang gak dapet lemparan telur dan tepung-tepungan itu, tapi saya mendapatkan yang lebih ebat: kawan – kawan kampus saya itu membuat satu buah papan karton yang bertuliskan ‘saya ultah lho’ yang besar yang wajib saya kenakan selama saya mentraktir mereka di salah satu restoran pizza keluarga yang ada di Jogja

bayangkan harus makan dengan papan karton kek begitu di dada

 

Belum cukup nih dipermalukan kek begitu, sama kawan-kawan itu saya suruh muterin satu restoran itu dengan papan tersebut di dada saya. Dan kejadian itu tepat di saat restoran lagi penuh-penuhnya jam makan malam. Kebayangkan gemana ramenya itu restoran ?!?!??!

 

tampang menyiksa si kawan yang di belakang saya itu: perhatikan!!

Hal  baiknya dari kejadian itu: dapet ucapan selamat dari mas-mas tampan. Jadi pas saya mau keluar, mas-masnya itu nyamperin saya dan ngajak salaman sambil ngucapin ‘Selamat Ulang Tahun Mbak’ yang saya bales dengan muka mupeng.

Hal  buruknya dari kejadian itu : saya selalu merasa mbak-mbak dan mas-mas waitressnya mengenali saya tiap kali saya ke sana. Huahahahah. GR dah. Enggak. Aselinya gak ada. Saya tetep PD – PD aja kalau ke situ lagi. Malah pernah ke situ sama gebetan, bisa jadi bahan obrolan deh cerita itu. Huehehehehe..

walau sudah dipermalukan, senyum harus tetep manis dong 🙂

Postingan ini diikut sertakan dalam lomba posting di dBlogger

 

unforgettable istora :)

kemaren (kemarennya, dan kemarennya lagi) keknya saya pernah cerita yah kalau saya ini pernah ikut jadi anak Marching? baiklah, akan saya ceritakan sedikit awalnya saya masuk marching

awalnya gara-gara putus dari si mantan jaman SMA. saya yang baru beberapa semester jadi anak kuliahan bingung menghabiskan waktu luang. eh si senior di kampus ngajakin saya ke daftar jadi anggota Marching Band di kampus. ya udah saya ngikut.

waktu ditanya mau masuk di section apa, saya bingung. dengan PD nya saya jawab section Color Guard. Di Marching sendiri ada tiga section; ada Hornline, Percusion line, dan Color Guard. Eh kalau salah mohon dikoreksi yah buat senior dan junior-junior yang mbaca tulisan saya *kalem*

maklum, saya ini anak Marching karbitan. hehehehe. Ceritanya panjang dan haru biru deh di dunia per Marchingan. Tapi marching adalah dunia yang mengenalkan saya pada banyak hal, dan banyak pacar *ups* hahahahaha….

namun apabila dijabarkan dalam beberapa satuan kata, maka Marching adalah: hitam, panas, kerjakeras, team, disiplin, solidaritas, kebanggaan dan cinta.

maka inilah kami

Istora Senayan, desember 2005 with Color Guard MB UGM

foto ini diambil bersama sebagian kawan-kawan dari Color Guard, waktu kami menjuarai kejuaran Grand Prix Marching Band 2005 (duh lupa yang keberapa). Untuk section Color Guard sendiri kami juara dua dengan selisih nilai 0.5 dengan si juara satu yang berasal dari kota yang sama dengan kami *gigitjari*

kenapa ini menjadi tidak terlupakan?

percayalah, untuk berdiri di situ dengan senyuman seperti itu tidak mudah bagi saya yang tidak punya basic musik, menari atau apapun itu. yang saya punya hanya nekat dan kerjasama tim. saya sempat dijuluki tentara cina, kuda liar, sempat mengalami beberapa kali cedera, sempat sering hampir nangis putus asa karena tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan pelatih.dan itu terjadi selama berbulan-bulan.

saya tidak memiliki skill yang hebat yang melampaui yang laen, saya tetap menari seperti tentara china sampai akhir karir saya di Marching, tapi saya mengakui pada diri saya sendiri bahwa saat itu adalah saat-saat saya mengeluarkan kemampuan terbaik saya. dengan kata lain : saya tidak berbakat (hahahahaha…)

maka menjadi sesuatu yang tidak terlupakan bukan saat si manusia tidak berbakat ini bisa menjadi bagian dari tim yang menjuarai kompetisi tingkat nasional?

*kalem*

maka foto ini adalah menjadi sebuah kenangan manis, semanis senyum kemenangan saya disitu. hahahahaha…

pesan moral dari foto ini adalah : keluarkan kemampuan terbaik kamu, maka apapun hasilnya, kamu tidak akan pernah menyesal 🙂

***

foto senyum kemenangan manis ini saya ikut sertakan 1st giveaway: the Sweetest memoriesn– nya Teh Orin.

saya ikutan loh ‘teh 🙂

ini dia!

hai kamu yang sudah berbaik hati mengikuti dramaLand punya gawe, hari ini saya punya sesuatu yang istimewa buat kamu. weks, istimewa apaan nih Is?

setelah beberapa hari mundur, tadi malem akhirnya saya berhasil memaksa salah satu juri untuk membantu saya melakukan penilaian. sedangkan Juri yang satunya sudah menyerahkan form penilaian dari dua hari lalu [terimakasih, kawan!].

jadi begini, inti dari dramaLand punya gawe itu sebenarnya ada dua bagian. yang pertama adalah tentang saya dan yang kedua adalah tentang kamu. yang pertama saya meminta kawan-kawan mendeskripsikan tentang saya dan yang kedua kawan-kawan diminta menuliskan mengenai fiksimini karya kamu atau kutipan favorit kamu. kenapa? karena itu berkaitan dengan paket yang akan saya berikan.

so, daripada panjang lebar, inilah dua pemenang yang memiliki penilaian tertinggi dari dua juri kesayangan saya. mereka adalah:

Bu Irma [http://bintangtimur.blogdetik.com/]

dan

Bu Piet [http://chocovanilla.wordpress.com/]

mereka dinyatakan sebagai pemenang setelah menjumlahkan nilai yang diberikan adek saya [saya meminta adek saya buat menilai bagian pertama, mengenai bagaimana frasa-frasa yang berkaitan dengan saya] dan kawan saya yang suka pethakilan [saya meminta tolong sama dia, karena saya dan dia memiliki kesamaan dalam sejarah memulai menulis dan saya merasa dia kritikus yang cukup handal dan saya bisa meminta tolong dia dengan gratis *ups* hehehehehe…]

so, buat dua ibu favorit saya yang menang kuis, tolong saya di kirimin email alamat lengkapnya yah, janji gak saya sebar deh. hihihihi. bisa kirim ke alamat email marsita.ariani@gmail.com

buat yang belon menang, mohon maaaaaf banget. tetep stay tune yah di dramaLand. walaupun mungkin say agak bikin kuis-kuisan dalam waktu dekat, tapi saya bakal membuat kamu tersenyum dengan kalimat saya [PD gilla si ais… hahahahhahaha].

saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya untuk ke 34 peserta dan untuk semua kawan yang urun komen dan untuk semua kawan-kawan atas kebersamaan kita selama dua tahun ini.

mari kita menjadikan blog sebagai arena mencari eksistensi diri yang tidak kebablasan. and don’t foget: drama is always fun!

hahahahahhaa….

😉

Terimakasih yah 🙂

hai kak Hilwa!

Kak Hilwaaa.. haaaai kak Hilwa yang manis kek aku!

Lihat kita miripkan waktu Mbak seumur kamu? 🙂

Sini deh, aku mau cerita-cerita sama kamu, kamu pinjem laptopnya Mamah dulu yah sebentar. Bilang sama mamah gak boleh nungguin kamu baca, ini cuman antara aku sama kamu ajah. Hehehhehehe…

Kenalan dulu yah Kak Hilwa, nama aku ais, kamu manggil aku Mbak ais ajah, biar seru. Lagian umur kita juga bedanya gak ampe dua puluh tahun kok, hehehehehehe. Sebelumnya aku mau ngucapin selamat ulang tahun yah buat kamu, maaf kalau aku telat satu hari ngucapinnya. Bukan karena aku lupa loh, tapi karena aku lagi sibuk mbikin acara kuis-kuis an gitu deh. Kamu juga boleh ikutan loh, tapi bilang sama mamah dulu yah untuk yang satu itu.

Oh iya, Mbak denger dari Mamah, kamu ulang tahun yang ke sepuluh yah Kak? Hmmm… kalau Mbak gak salah, kamu masih duduk di bangku SD yah? Mbak punya sepupu juga yang seumuran kamu, namanya Yaya. Ah kalau kamu kapan-kapan maen ke Jogja sama Mamah, kamu harus ajak mamah buat ketemu sama Mbak yah, biar kita bisa maen sama Yaya juga.

Bagaimana ulangtahun kamu kemarin Kak? Dapet kado apa? Ihhh.. tahu gak sih, Mbak jadi inget waktu seumur kamu, Mbak punya permintaan kado sendiri ke orangtua. Bukan minta dibeliin roleerblade, sepatu docmart atau tamagochi [dulu waktu Mbak masih berumur 10 tahun, itu semua dimiliki oleh temen-temen Mbak], tapi mbak minta nginep di sebuah hotel berbintang di Jakarta.

Alasannya karena Mbak senang dengan suasana hotel berbintang, dan waktu itu punya impian untuk bekerja di hotel kalau sudah dewasa. Seneng rasanya ngeliat orang-orang berpakaian sangat rapih tersenyum pada kita dan menawarkan bantuan untuk kita.

Hadiah tersebut diberikan oleh orangtua, tapi hadiah itu gak Mbak nikmati sendiri, melainkan dengan kakak, adik dan kedua orangtua Mbak. Jadi waktu itu kami sekeluarga menginap sehari semalam di hotel! Jadi kami semua berpakaian bagus, membawa tas ransel masing-masing yang berisi perlengkapan menginap. Padahal dulu rumah kami juga di Jakarta. Jadi seperti berwisata ke kot a lain. Hehehehhehee…

Seru banget rasanya kalau inget waktu itu.

Sampai sekarang Mbak masih punya impian buat kerja di hotel berbintang, rasanya asyik melayani tamu dan melihat tamu puas dengan pelayanan hotel tempat mbak bekerja. Kalau Kak Hilwa bagaimana? Apa impian dan cita-cita Kak Hilwa? Apapun itu, Kak Hilwa harus berusaha menggapainya yah.

Oh iyah, Tiap ulang tahun, kedua orangtua Mbak selalu bertanya kepada Mbak mau kado apa, dan Mbak selalu memilih hadiah yang bisa dinikmati bersama-sama dengan orang-orang sekita Mbak, entah itu Kakak, adik ataupun sahabat-sahabat Mbak. Karena memiliki sebuah hadiah yang kita idam-idamkan merupakan sesuatu yang menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi kalau kita bisa berbagi dengan orang lain loh Kak.

Ya udah, segitu dulu yah Kak cerita dari Mbak, kapan-kapan kamu main ke Jogja dong sama mamah, nanti kita jalan-jalan dan cerita-cerita lagi.

XOXO,
Mbak ais

dear Mamah Hilwa, ini surat aku persembahkan untuk memeriahkan berbagi kisah unik dalam rangka memperingati Ulang tahun Hilwa dan Syafiq ya

dramaLand punya gawe

Horrrreeeeeeeh!!!

*tepuk tangan* prookkk… prook.. prookkk…

SELAMAT ULANG TAHUN BUAT SAYA… eh salah. SELAMAT ULANG TAHUN BUAT BLOG SAYA

😀

Cihiiiiiyy, selamat ulang tahun dramaLand tercinta. Semoga semakin jaya di darat, laut dan udara. Merdeka!!

Hahahahhahahah. Sebenarnya saya udah punya banyak kata-kata sambutan yang mengendap di kepala, kek mana saya mau mengucapkan terimakasih untuk semua kawan-kawan narablog yang sudah membantu saya tetap menjadi drama Queen seperti sekarang *tersipu malu*, kek mana saya mau bernostalgia menceritakan  mengenai pertama kali saya ngeblog atau suka duka ngeblog selama dua tahun ini [dari yang suka sama tulisan saya sampe ada yang niru gaya saya, sampe ada yang sebel sama saya]. Tapi itu semua saya simpen untuk postingan saya yang berikutnya yah.

Kali ini saya mau memberitahukan sebuah pagelaran paling akbar yang ada di dramaLand [ya iyalah, wong baru kali ini saya mbikin kuis-kuisan] Sebuah pagelaran yang dari kemaren udah saya sounding. Hiihihihih *grogi*

Serius deh saya tuh grogi berat mau mengumumkan teknis pelaksanaan dramaLand punya gawe ini. Simpel ajah sebenarnya. dramaLand punya gawe yang pertama kali diadakan [semoga ada yang kedua dan berikutnya] mengajak kawan-kawan semua untuk mengenal  saya si artist utama ini lebih mendalam *tsaaahhh….

Owkey, owkey… gak panjang lebar yah, dramaLand punya gawe pertama ini meminta  kesedian kawan-kawan untuk :

1. Tuliskan tiga frasa atau frase yang menurut kamu berkaitan erat dengan ais ariani. Yang menurut kamu: wow… itu ais banget! Kamu tahu artinya frasa atau frase? Kurang lebih frase itu lebih dari kata namun di bawahnya kalimat. Buka ini dulu deh kalau gak paham.

Frasa atau frase tersebut tidak hanya merupakan kata sifat, tapi bisa kata benda, warna, bentuk, makanan, kendaraan, penyanyi dangdut, pemaen film, pemain sepakbola, nama mobil, angka atau apa ajah deh yang di kepala kamu muncul saat mendengar nama ais ariani disebut.

2. Tuliskan cerita yang berkarakter maksimal 160, kamu pernah dengar  fiksimini? Nah semacam itulah. Kamu bisa lihat di sini atau di sini  atau di sini juga boleh buat contoh. Buat contoh yah bo, bukan buat dicontek,  buat gampangnya kamu nulis itu di handphone kamu ajah dulu, kalau satu sms udah full, berarti udah 160 karakter. atau cek karakter di sini.

3. Atau… kalau ternyata yang nomor dua itu kamu gak bisa memenuhi , kamu bisa menuliskan kutipan favorit kamu yang kamu ambil dari lirik lagu, dialog film, kutipan di buku bacaan, atau tagline iklan favorit kamu [apa aja dah!], pokoknya potongan kalimat yang kamu sukaaa banget.

Syarat

Itu semua kamu tulis di bawah kolom komen postingan ini, dengan syarat sebagai berikut:

– Kamu harus berdomisili di Indonesia *ngelirik mas Arman, ngapunten mas, saya gak punya duit buat ngirim hadiah ke sana. Hehehehehehhee*

– Kamu gak harus punya blog, tapi harus punya alamat email. Tapi dramaLand lebih memprioritaskan kamu yang punya blog loh.. hihihihihihi

– Yang dinilai adalah originalitas, kreativitas dan keberanian. So, untuk point nomor satu saya gak menerima pengulangan. Kek misalnya sebelumnya udah ada komen nyebut si ais itu tukang ngutang, kamu gak boleh nyebut tukang ngutang lagi buat mengasosiasikan saya.  Secara saya gak cuman minta kata sifat, saya minta apa aja dan maksimal tiga. Kagak lebih kagak kurang. Kalau lebih saya dis loh! *panitia semena-mena*

Hadiah

Laluu, hadiahnya apa is? Hadiah nya rahasia. Hihihihihihihi, gak seru yah? Hahahhaha. Hadiahnya saya kasih tahu deh: terdapat dua buah paket khas mahasiswa yang berasal dari Jogja. Jadi isinya apa aja gak saya kasih tahu, biar surprise gitu, tapi yang pasti hadiah ini bersifat costum, saya sesuain sama pemenangnya. Gak rugi deh kalau kamu dapet hadiah itu, hehehhehehehe.

Bertindak sebagai dewan juri adalah adek saya yang ganteng dan kawan saya yang suka pethakilan. Dan dramaLand punya gawe kali ini akan berlangsung selama *ngitung hari*  lima hari sampai tanggal 2 Juni 2011. Atau kalau ada pengumuman lebih lanjut deh dari saya.  Dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada hari Sabtu, 4 Juni 2011.

***

So, what are you waiting for? Jarang-jarang kan mahasiswa kere macam saya mbagi-mbagi hadiah 😀

buruan ikutan yuuuk!!!

sebelum terlambat

Apa coba hebatnya ngeblog? Kamu bisa mengenal seseorang di daerah laen tanpa perlu mengenalnya di dunia nyata. Kamu gak perlu punya FB seseorang kalau ingin tahu tentang si ini atau si itu, karena blog menyediakan info yang lebih jujur dan lebih terbuka.

eh begitu bukan yah? Yaah paling tidak bagi saya dan itu juga yang saya dapatkan dari blog Susindra, blognya Mbak Susi yang baru saya kenal beberapa waktu yang lalu. Kalau gak salah kenalnya pas Mbak Lidya mbikin kuis maret ceria gitu. Kalau gak salah mbak Susi jadi salah satu juri nya. Setelah Mbak Susi komen di postingan saya itu, saya maen ke blog Susindra,

kalau gak salah, postingan yang pertama kali aku baca itu postingan pas Mbak Susi ke Jogja. aku kaget. kok bisa aku gak tahu?

[jawaban yang mudah : kamu kan bukan artis, is… bukan juga pegawai Melia, jadi mana tahu kalau mbak Susi ke Jogja. hehehehehhe…. secara baru kenal setelah postingan itu di publish. hihihihi]

nah sejak itu, aku beberapa kali maen ke blog Susindra, mbaca-mbaca. dan selalu suka dengan gaya mbak Susi menyebutkan nama saat bercerita. Unik, dan agak jarang yah saya temui di blog-blog yang saya baca.

diantara postingan yang udah pernah saya baca di blog Susindra, saya paliiiing suka sama postingan beberapa hari yang lalu, dengan judul Jadi Ibu Rumah Tangga plus Bloggerwati, entah kenapa yah.. selalu suka sama tulisan kawan-kawan yang sudah jadi Ibu rumahtangga.

eh bukan yang belon atau bukan Ibu-ibu saya gak doyan baca, tapi ada kelebihan sendiri kalau membaca tulisan para Ibu.

🙂

dan yang istimewa dari postingan itu adalah bagaimana mbak Susi menceritakan hari pertamanya kembali menjadi Ibu rumahtangga full time, bagaimana mbak Susi memandikan Destin dan Bibin, memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah lainnya. Saya sangat menghargai dan sangat (apa yah bahasanya selaen menghargai *mikir* ) respek pada Ibu yang memutuskan untuk resign dari pekerjaannya, untuk kemudian menjadi Ibu rumahtangga sepenuhnya.

Well, bukankah semua Ibu memang selalu jadi Ibu rumahtangga yah? hehehehehehe.

Yah saya suka deh sama postingan mbak Susi yang itu 😀

btw mbak, kalau boleh ngasih saran nih… tiap postingan itu tanggalnya ada dimana yah? kok tiap postingan aku gak nemu tanggalnya?

Yup, postingan ini dibuat untuk mengikuti Giveaway Susindra yang digelar oleh blog Susindra

🙂

* PS: promosi lagi yah nih, besok blog saya yang ulang tahun, ada kuis kecil-kecilan yang saya gelar. kecil bangeeet ampe kalau ngedip gak keliatan 😀 so, stay tune di dramaLand yah!

😉