SAHABAT

Kalian punya sahabat? Pasti punya lah yah, walopun mungkin sahabat yang menyimpan rasa *ahseek. hahahahhaha…

kenapa Is ngomongin sahabat? Mau cerita soal sahabat yang lagi ngedate sama manta? #eh. enggak, bukan mau cerita soal itu. itu mah ada di sinetron sama novel deh keknya.

Saya mau cerita soal sahabat saya yang saya kenal sejak tahun 1999 (kalok gak salah tahun). sejak dia masih culun dan saya masih culun banget. Sejak dia masih kurus dan saya masih pake kawat gigi. Sejak dia masih suka dijutekin kakak kelas dan saya masih jadi favorit adek-adek kelas (ini pitnah keknya inih). Sejak dia naksir kakak kelas yang namanya Ibnu dan saya masih naksir seksi Rohis OSIS yang namanya Ridho.

Sejak dia masih aktif di majalah sekolah dan saya aktif di ekskul teater. Sejak dia masih begaul sama anak-anak gaul masa kini dan saya masih asik begaul sama gerombolan pendekar wanita di merpati putih. Sejak dia dapet julukan dewi tiga huruf dan saya dapet angket tercuek sekelas.

SMP tempat saya dan Wawa bertemu
SMP tempat saya dan Wawa bertemu

Namanya Wawa (bukan nama sebenarnya). Seperti yang saya bilang; saya mengenalnya sudah lulmayan lama, dalam balutan putih-biru di sebuah sekolah swasta di bilangan rawamangun. Lulus dari sekolah itu, ternyata kami dipertemukan lagi di kelas di sebuah sekolah (kali ini negeri) di daerah Rawasari. Tapi sayangnya hanya tiga bulan saya bertahan di sekolah itu, karena saya harus pindah di bulan keempat.

Waktu berlalu, kami berpisah benua (tsaaaah…), kagak ding… tepatnya berpisah kota. saya di Purwokerto, dia di Jakarta. Tapi kami masih sering kontak, masih sering kirim-kiriman email, nggosipin si pacar saya (waktu itu) yang sekelas sama dia, nggosipin sahabat-sahabat kami di kelas satu sembilan. si anu sama si itu ribut, si anu ternyata psycho yang suka ngaku-ngaku deket sama Pembalap, si itu pacaran sama si ini. ah hebohnya gosip SMA saya pasti diwarnai kehadiran dia.

Lulus SMA, ternyata kami sama-sama melanjutkan kuliah di kota Gudeg tercinta. Ingeeeet banget pertemuan kami pertama kali di kota Gudeg itu hari Sabtu, saya njemput dia di Kopma UGM. dia lagi ngantri ambil jaket almamater. Saya sama si Blacky waktu itu. Dia minta dianterin pulang. dan saya terjebak. ternyata sejak hari sabtu itu saya officially jadi tukang ojegnya dia di Jogja. Kemanapun dia mau pergi di saat bis kota di Jogja udah gak beroperasi, saya yang nganterin dia.

Ketahuilah kawan, Jogja itu supir bisnya udah tajir-tajir, jadi mereka beroperasi hanya sampek jam 5 sore.

wawa and ais ariani

Bersama dia lah moment-moment pertama saya mengenal Jogja. Bagaimana kami nyasar mencari fakultas teknik dan malah nyasar ke kampus sebelah, bagaimana kami nyasar pulang dari kampus ke kostnya dia (nyasarnya di depan rumah orang bok!), bagaimana kami bela-belain malem-malem ke kostan cowok-cowok di daerah Babarsari hanya untuk ngecengin mas-mas ganteng asal Wonosobo bernama Tanto (ke mana itu orang?), bagaimana kami berusaha jadi anak kost yang baik dan benar dengan selalu mencari dan mencari makanan termurah, bagaimana kami berusaha untuk teteap menjadi anak gaul dengan menonton film di Bioskop Mataram, bagaimana dia saya jutekin dan saya turunin di pinggir jalan pas minta tolong anterin beli ini itu, bagaimana kami ribut gara-gara saya ngebatalin janjian seenak udelnya, bagaimana dia galau habis dijenguk sama pacarnya (sekarang suaminya) yang pulang ke Jakarta, bagaimana kami berusaha menyiati duit saku kami yang dibawah UMR (makan nasi satu porsi buat berdua).

Ah kalau diterusin bisa bikin buku ini mah.

Lucunya, saya sama dia itu biar sebelnya setengah mati, biar BT nya setengah mampus satu sama lain, tapi kami selalu dipertemukan lagi, lagi, dan lagi. Sejuta keluhan saya soal dia yang drama, dia yang dulu gak bisa ngebersihin rumah, dan dia pasti punya jutaan keluhan soal saya yang jutek, galak, nyebelin dan bla bla dan blaaa.

Kami pernah dua tahun tinggal serumah. Pengalaman yang menyenangkan dan juga menyebalkan memang. Tapi banyak pelajaran yang bisa kami ambil saat itu. Dan seriously, pernah ada titik di mana saya iri mampus sama dia yang waktu itu sudah menikah, dan sudah kuliah S2, sedangkan saya waktu itu baru putus sama si Barista Tampan dan kuliah S1 juga belon kelar. She’s everything I’m not lah, termasuk badan dia yang bohay dan saya yang kurus kerempeng ini :mrgreen:

Kami bukan sahabat yang tiap saat dan tiap detik update kabar, bukan sahabat yang selalu dituju untuk dicurahkan permasalahan. Dia sudah berkeluarga dan memiliki si Caca yang menggemaskan, saya sudah putus sambung dengan beberapa pria dan masih belum berkeluarga juga (ya teruuusssss…?!?!?). Tapi di tiap pertemuan kami, kami seperti mampu untuk bertambah dekat, mengulang cerita untuk kemudian saling “idup lo drama banget deh”

dan, bulan April ini merupakan bulan yang sangat istimewa buat dia. Why? Karena ada tiga perayaan yang ia dan keluarga kecilnya rayakan,

pertama: hari ini dia ulang tahun,

kedua: selain ulang tahun, dia juga merayakan ulang tahun pernikahannya yang ke… (keberapa yah bok? akikah lupa cyin..)

ketiga: di akhir bulan ini juga dia akan diwisuda untuk Program Magister Profesinya.

That’s why I always envy her :mrgreen:

Hey you, u’re so blessed! jangan lupa untuk selalu bersyukur yah Wa, walau kehidupanmu –seperti yang kamu bilang- kekurangan MSG, at least u always have shoulder to cry on (paling gak, punya Caca yang bisa dipeyuk2). Walaupun kadar dramamu jauh di atas aku, kamu sudah menemukan pria yang tepat untuk memerankan pemeran pria utamanya (he still be my favourite, since he ask u to marry him! hahahahhaa).

I Love u, dan aku tunggu jam konsultasi gratisnya buat aku :mrgreen:

 

purwokerto : dulu dan sekarang

sudah beberapa hari terakhir (err.. owkey.. lebih dari seminggu terakhir) saya ada di Purwokerto. ada beberapa kisah yang pernah saya tulis di panggung ini, penasaran pengen tahu? silahkan cek di sini.

*itu gak wajib kok, cuman sekadar prolog ajah 🙂

dan semenjak kedatangan saya ke Purwokerto, ada buanyak hal yang berubah. mari kita bahas beberapa perubahan tersebut yah.

1. purwokerto dulu: jalan gatot soebroto (depan SMA saya) dulu itu jalannya satu arah. dari arah barat ke timur.

purwokerto sekarang: jalan itu menjadi dua arah. kenapa? jangan tanya saya. saya juga gak tahu.

2.  purwokerto dulu: jalanan depan GOR Satria Purwokerto sampai jalan Soeparno (depan biologi Unsoed) itu merupakan jalanan yang sepi, gelap di malam hari dan pemandangannya hanya sawah. suka dijadiin tempat mojok sama pasangan – pasangan yang gak mampu bayar hotel *Hlah?!?

purwokerto sekarang : jalanan depan GOR itu jadi area wisata kuliner, banyak banget tempat makan di sana. mulai dari Bebek Pak Slamet, Iga Bakar Mas giri, Ayam Penyet Suroboyo, Siomay Kuah, Blasta Casual Resto, ada banyak lagi deh….

3. Purwokerto dulu : kampusnya dikit. jelas, yang paling tersohor itu ada UNSOED, terus ada Unwiku dan setelah saya lulus SMA, baru itu heboh yang namanya UMP.

Purwokerto sekarang: ada beberapa kampus baru di kota ini. sebut aja BSI, LP3I (itu kampus kan yah?), Amikom. ditambah UNSOED yang mbukak beberapa program studi baru sepuluh tahun terakhir, dapat dipastikan jumlah mahasiswa di Purwokerto beragam sekali.

4. Purwokerto dulu: gak ada tempat nongkrong yang happening. dulu, kalau bubaran panitia – panitian acara sekolah, paling di Ayam Goreng Alfath, disusul kehadiran ABG (Ayam Baru Gedhe). mall? gak ada. kerjaannya kalau makan burger bukan di Mcd atau KFC. tapi di Aroma, di jalan Jendral Soedirman, tempat favorit saya.

Purwokerto sekarang: beeeuuughhh! ada kedai kopi, ada chocoklik yang jadi favorit temen – temen saya kalau nongkrong, ada… ada beberapa lah tempat nongkrong sekarang. belum lagi jumlah tempat karoke yang menjamur di kota ini. AGP (Anak Gaul Purwokerto) gak bakal haus hiburan kalau di sini.

reunion: high schools time at chocoklik

 

5. Purwokerto dulu: sepi. kalau jam delapan malam itu lewat depan perumahan saya di Dr. Soeparno, sepi banget.

Purwokerto sekarang: rame banget! rasanya jumlah kendaraan di Purwokerto nambah berapa kali lipat deh.

6. Purwokerto dulu : saya punya kenangan sendiri dengan suatu tempat di deket Unsoed, namanya ‘es jorok’. dulu si *ehem* mantan pernah ngajak saya ke sana. itu – menurut dia – tempat first date kami. tempatnya kecil, sumpek. tapi karena dulu makannya masih cengar – cengir sumringah mupeng, ya horeh horeh dan menyejukkan bangeeet. di dindingnya dulu aada coretan – coretan ABG yang mampir ke situ.

Purwokerto sekarang: tempat es joroknya udah pindah. iya masih rame, tapi sudah jauh lebih baik daripada tempat yang dulu. tapi isinya lebih dikit, dan tentu saja harganya juga sudah jauh berbeda!

penampilan es jorok, atau es campur tepatnya :mrgreen:

7. Purwokerto dulu: terminalnya kecil. dan rada – rada kumuh gitu. letaknya di deket Rajawali, satu – satunya bioskop di kota ini.

Purwokerto sekarang: terminalnya besar. sudah lebih bersih. dan letaknya di.. di… hadeh lupa nama daerahya. dan terminal lama sekarang dijadiin taman kota, namanya Andhang  Pangrenan yang asyiik banget buat duduk – duduk dan chitchat sama temen.

Andhang Pangrenan, should be: PURWOKERTO,

8. Purwokerto dulu: kalok lewat rumah berpagar ijo di jalan Piere Tendean, pasti mampir terus teriak – teriak: ‘Nduuuut!!!’

Purwokerto sekarang: pagernya udah jadi warna merah, udah gak pernah teriak – teriak lagi. kalok nengok sih masih. hahahahahahahaha…

***

ya itulah beberapa perubahan Purwokerto yang paling berasa bagi saya, disamping jalan – jalan yang bertambah lebar (beda yah boo sama jalan – jalan di Jakarta yang rasanya tambah sempit!). kalok hal yang sama sih ada beberapa, diantaranya: kost – kostan saya waktu SMA yang masih begitu – begitu aja bangunannya, jalan depan kostan yang masih kek begitu, tukang burger di Aroma yang masih banyak peminat dan masih banyak bawang bombaynya, warganya masih ngomong ngapak, radio tempat saya pernah siaran masih di Gandasuli, err… apalagi ya?!?

***

kawan – kawan sendiri pernah ke Purwokerto? Apa yang paling diingat dari kota ini?

unun’s wedding: a li’bit reunion

Unun's wedding: arisan di pelaminan 🙂

Inget banget… waktu itu hari minggu, 26 Februari 2012. Tiga hari menjelang pendadaran saya, Saya niat  pergi ke Purwokerto. Untuk menghadiri ngunduh mantu-nya si Unun, si kawan yang penakut akan gelap itu. Saya pernah menceritakan soal si Unun ini beberapa kali di dramaLand ini, tapi kalau sudah lupa atau males nyari atau sudah lupa, saya bakal ngereview dikit soal si Unun ini.

Unun ini kawan saya waktu SMA. Dia ini masuk dalam gerombolan C3, gerombolan yang sering dateng ke rumah teman-teman wanita demi untuk nyari gratisan. Sisa gerombolan lainnya adalah Sendy, Budi dan Ferri. Saya mengenal mereka dari SMA, dan setahu saya mereka ini masih berkawan hingga saat ini. Walaupun mereka kuliah di jurusan berbeda, kehidupan sosial yang berbeda, namun yang saya tahu mereka tetap berkomunikasi dan tetap saling mendukung satu sama lain.

bahkan di saat Unun ini menikah, budi dan sendy sengaja meluangkan waktu untuk pulang dari Ibu Kota menghadiri pernikahan sahabat mereka. Jujur, saya iri. Saya iri dengan Unun yang memiliki sahabat-sahabat SMA yang mash akrab hingga saat ini.

diantara mereka berempat, saya punya cerita tersendiri sama si Unun ini. saya mengenal Unun terlebih dahulu dibandingkan dengan tiga kawan C3 lainnya. si Unun ini sama-sama satu organisasi, kami sama-sama menjadi pengurus selama satu tahun bersama. ikut KBBL bareng, memenuhi SKU bareng, dilantik bersama, menjadi pengurus bersama, entah sudah berapa kali kemah kami bersama-sama (gak satu tenda kok, kami bersama puluhan teman-teman pramuka. hehehehehehehe..).

si Unun ini anaknya agak-agak manja sebenernya waktu SMA, ya kek yang di postingan dulu itu pernah saya bilang: dia itu pernah gak berani ke kamar mandi sekolah kami hanya karena kamar mandi di sekolah kami dulu gelap dan sedikit spooky. tapi adalah masa-nya saya mikir kalau gak ada wanita yang naksir sama dia. memangnya ada wanita mau naksir pria yang berpose seperti ini:

foto itu diambil saat saya berulangtahun yang ke-17, dan saya juga gak paham apa maksud si Unun bergaya kek gitu. Tapi bener deh.. buat para wanita: mau gak naksir sama pria model begitu?

Tapi ya itu tadi, saya nelen ludah waktu ternyata dia nikah duluan dengan pacarnya yang ia pacari dari sejak kuliah. err… mungkin imej si Unun ini saat kuliah udah berubah kali yak? udah gak doyan Marshanda lagi, udah gak takut pipis sendirian lagi ke WC, udah gak doyan foto dengan gaya aneh, udah gak suka bergaya sherina lagi, yang jelas dia dapet pacar lah pas kuliah. dan pacar saat kuliah inilah yang ia nikahi bulan Februari kemarin.

***

Jadi, hari minggu – iyah, tiga hari menjelang saya pendadaran-  saya menyambangi rumah Budi. karena menurut info yang beredar, ada rombongan yang mau berangkat bareng ke tempat nikahannya Si Unun ini. Biasalah… saya ini gak suka dateng ke tempat nikahan sendirian. Bisa loh saya membatalkan dateng ke nikahan kalau gak ada temennya.

KOk gitu Is?

hlaah.. nanti kalau berburu makanan ama siapa dong? Terus kalau ada dua jenis makanan yang mirip, kita kan bisa minta orang yang barengan kita ngambil satu porsi, biar bisa nyicip. Kalau ngantri buat ngambil makanan panjang, tapi pengen nyicip, kita kan tinggal nyicip piring temen. Kalau ngantri salaman, biar ada temen ngobrol. Intinya itu laaah. gak enak dateng ke nikahan sendirian.

makanya waktu ada woro-woro buat barengan dateng ke nikahan si Unun, saya ngikut. tapi sebenernya beberapa hari sebelumnya saya sms si Unun kalau saya gak bisa dateng. itu bukan mau sok surprise, tapi karena jadwal ujian saya belum keluar. Jadwal ujian pendadaran saya baru keluar hari Jumat, dan resmi saya ujian hari Rabu, makanya saya berani buat berangkat ke Purwokerto.

singkat cerita, Minggu pagi itu saya rapih jali lah buat dateng ke nikahan si Unun. pake batik cokelat, jilbab cokelat, sepatu cokelat. Rapih deh. nyampek di rumah Budi, yang ada cuman dua orang kawan saya. si Sendy yang punya ide belon nongol, si Budi yang punya rumah malah gak ada di rumah.

Tapi gak berapa lama si Sendy dateng, cengar-cengir minta maaf. dan kami semua ketawa ngeliat dia. dandanan dia masih persis sama kek waktu kami mau maen jaman SMA : motor supra merah, jaket Dewan Ambalan berwarna biru dongker. Tidak ada yang berubah dari Sendy.

setelah itu, Sendy masuk ke rumah Budi walau tahu Budi gak ada di rumah, saya sih maklum. buat anak-anak C3, rumah Budi itu udah kek rumah kedua mereka. Dan saya rasa keluarga Budi juga udah kenal banget dengan Sendy, Unun dan Ferri. Gak berapa lama, Budi malah muncul dengan motor dan seorang anak kecil. keliatan kucel, belum mandi (Budinya, bukan anak kecilnya. Anak kecilnya lucu dan menggemaskan sebenarnya).

Ternyata Budi punya niat ngajak jalan2 ponakannya di minggu pagi yang cerah. kami bengong… hlaah?? ini udah jam sebelas, letak rumah si Unun ini di luar kota, dia masih niat ngajak jalan ponakannya??

Setelah cek sana cek sini, kami sepakat nunggu satu anggota lagi buat dateng. Siapa lagi kalau bukan ferri?

Si Budi akhirnya dilepaskan untuk bermain dengan anaknya ponakannya maksudnya. Dia bilang mau berangkat sendiri. Tapi kami amsih tetep di situ, menunggu Ferri yang katanya sudah deket. Daaaaaaaan sodara-sodara, begitu Ferri dateng bersama istri, kami malah sepakat pergi duluan karena Ferri masih harus membungkus kado.

JADI NGAPAIN NUNGGU DONG DARITADI?

berhubung saya ini nebeng, jadi saya manut-manut ajalah.

singkat cerita, nyampek di TKP, acara sambut-sambutan ternyata belum selesai. dan kami sukses ngakak ngeliat Unun di pelaminan. Bukan kami sih, tepatnya saya.

Saya terharu. ngeliat si Unun ada di pelaminan bersama istri terkasihnya. Terharu karena saya akhirnya bisa ngeliat dia nikah. Karena di buku kenangan kami jaman SMA, si Unun nulis gini:

‘item…nanti kalau kamu jadi kaya, gembel, atau tambah putih, kalau nikahan dateng yah ke tempatku’

jadi bayangan saya dia duluan yang ngeliat saya di pelaminan, eh ternyata saya duluan yang ngeliat dia (ini maksud kalimat ini apa yah Is??).

dengan naeknya si Unun ke pelaminan, maka sisa C3 yang belum menikah adalah dua pria Abdi Negara ini:

saya - budi - sendy - (kepalanya) Ferri dan istri

jadi, ada yang berminat dengan salah satu di antara mereka? Kalau gak salah denger sih mereka sekarang Jomblo, PNS, kost di daerah cempaka putih, baik hati serta tidak sombong, budiman (namanya ajah Budi!!), cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, rajin menabung dan pandai, dan bla bla blaa..

(lama-lama kek Dasa Dharma pramuka yak??)

profil lebih jelas dua manusia sisa yang masih jomblo ini akan saya muat di edisi depan ya. So, buat kamu-kamu yang penasaran, jangan lewatkan!!

*pertanyaan berikutnya: emang ada yang penasaran? huahahahahhahahaha…

***

see u next post!

:mrgreen:

***

P.S: salah satu diantara tokoh-tokoh C3 yang saya ceritakan dari kemaren itu memang ada mantan saya, dan saya juga bertemu dengan mantan saya di nikahan tersebut. Pertanyaannya adalah: siapakah mantan saya???

Ayoook.. yang bisa jawab nanti dapat satu jam ekskelusif chatting sama saya di YM (hadiahnya ra’ mutu tenan. hahahahahha..)

Girl Talk

sebenarnya saya lupa kalau hari ini hari kamis. er… pura-pura lupa tepatnya. ah sudahlah, yang penting judulnya malam ini saya ingin mengadirkan sebuah buku bacaan saya waktu SMP.

beberapa hari (atau minggu?) yang lalu saya maen ke kost-an si kawan sekaligus partner in crime saya *aduh gak bisa di link* :mrgreen:  nah pas lagi mau nebeng ke kamar mandi, saya nemu di lorong kost-annya, setumpuk buku bekas. dan yang terletak paling atas di antara tumpukan buku itu adalah buku inih:

Girl Talk : Kemelut Pesta by L.E Blair

hayuk yang ABG 90’an ngacung cung cung! yang baca majalah kaWanku juga ngacung! pasti kenal sama buku ini *nuduh

eh tapi bener loh, kalau ada yang langganan kaWanku jaman SD atau SMP, pasti kenal sama buku ini, (asal SD atau SMP nya pas tahun 90an yak) karena buku ini pernah dijadiin bonus majalah itu.

setelah dilakukan observasi, keknya kawan-kawan yang mampir ke sini rata-rata umurnya sama kek saya jadi PD – PD ajahlah yah bilang ini buku bacaan kita waktu SMP. huahhahahaha.. PD sekaligus penuduhan.

Baeklah, mari saya sarikan buku ini dari wikipedia, kalau kata kang Wiki, buku ini merupakan serial dari Amerika sono karangan L.E Blair (sayang Kang Wiki tidak menyediakan page khusus tentang pengarang ini, jadinya gak bisa saya pajang linknya, dan terlalu males ngegugling juga saya).

Girl Talk ini serial yah sodara-sodara, yang menceritakan tentang empat orang ABG. abegeh beneran loh, baru kelas tujuh. mereka tinggal di kota YANG TERNYATA kota fiksi, Acorn Falls, Minnesota. ada empat karakter di dalamnya, yaitu:

Sabrina, di serial buku ini digambarinlah si Sabrina ini abegeh yang tertarik banget sama majalah, punya banyak temen, ceplas ceplos dan terobsesi jadi aktris. Sabrina ini fisiknya kecil, mungil dan punya rambut merah keriwil-keriwil gitu. Sabrina anak keempat dari lima bersaudara yang semua saudaranya pria.

Katie, tipe abegeh sempurna yang selalu tampil rapih, punya otak cemerlang, dan paling logis. penampilannya selalu matching, kalau misalnya dia pake baju pink, maka sepatu dan bandonya juga pink. Katie ini tinggal bersama Ibu dan kakak perempuannya yang sempurna abis, namanya Emily. Tapi di tengah-tengah nanti, Ibunya Katie ini nikah sama orang Perancis tajir yang mbikin Katie punya sodara tiri.

Allison, biasa dipanggil Al. Tingginya 170 (etdaah!!). sempet ikut audisi model remaja dan diterima. dia dapet tawaran ke New York, tapi ditolak karena buat dia itu gak cocok. Al ini suku Indian aseli, sama seperti Katie, Al juga tekun kalau soal pelajaran. Hobi Al baca buku, dan Al tinggal di rumah bersama adiknya, ibu, bapak dan kakek-neneknya.

Randy, lengkapnya si Rowena Zack, tapi dia paling sebel kalau dipanggil Rowena. Abegeh tomboy yang penampilannya eksentrik. Randy ini pindahan dari New York. dan digambarkan di situ kalau Randy ini sebenernya ngerasa gak betah waktu awal-awal pindah ke Acorn Falls. dia ke mana-mana naek skateboard andalannya, Randy juga sangat menyukai musik. ia tinggal bersama Ibunya, setelah orangtuanya bercerai.

***

buku ini sebenarnya sampek 45 seri, tapi ditranslate ke Bahasa Indonesia hanya sampek 27 😥  daaaaaan…. dengan niatnya minggu lalu saya beli aja dong itu ke-27 bukunya lewat internet

27 (minus lima nomor, actually) Girl Talk by L.E Blair

awalnya ragu juga belinya, tapi saya sukak sama cerita abegeh ini, makanya diniatin beli. dan saya puas banget begitu bingkisannya nyampek tangan saya. emang buku bekas sih (gak mungkinlah yah ada yang baru kecuali dicetak ulang) secara ini buku TERNYATA pertama kali terbit itu tahun 1992.

tapi saya mengenal buku ini baru lima tahun kemudian, itu juga baca yang terakhir-terakhir. itu juga minjem. hihihihihi…

makanya pas baca ulang lagi (baru nyampek serial ke5), ada banyak perasaan bergejolak *tsah ceritane sih keinget jaman SMP. dan setelah dibaca lagi sekarang emang sih banyak hal yang akhirnya mbikin saya mikir: ‘kok bisa gini? kok si ini jadi begini? kenapa si itu nya begindang?’

banyak kritik akhirnya yang saya lontarkan. mungkin, dulu waktu pertama kali baca saya belon banyak baca buku (dan lagi, jaman dulu buku bacaan buat Abegeh kan gak banyak kek sekarang). beda ama sekarang.

buku ini, gak tahu kenapa pas banget ngegambarin gejolak muda abegeh SMP, tanpa selalu menghadirkan kisah percintaan. ya adalah yah kisah cewek cowok naksir-naksiran gitu tapi dikemas dengan cara ‘SMP’ banget. yang lucu dan polos banget gitu deh. gak ada kisah kasih asmara anak SMP yang membara. benar-benar ditulis dengan cara SMP bangets.

dan bisa loh baca serial ini berulang kali. saya curiga deh selera bacaan saya berhenti di umur remaja. secara saya tergila-gila dengan bacaan remaja. tapi…. ada tapinya loh, saya sukanya bacaan remaja jaman saya masih remaja.

kek Dear Diary- nya Randall, The Baby Sitter club, serial-serial nya Enid Blyton yang Malory Towers yang mbikin pengen sekolah di asrama, terus ada lagi yang judulnya Sweet valley High. dan jangan lupakan Lupus dan Olga-nya Hilman! semua bacaan remaja saya deh. (pssst: ngaku deh, saya mengkoleksi beberapa bacaan remaja, semacam guilty pleasure gitu kalau baca bacaan2 abegeh.. huahahahahaha)

sekarang ini saya lagi nungguin aja Girl Talk di cetak ulang. secara yah bo, Buku-bukunya Enid Blyton aja pada mulai dicetak ulang dengan sampul-sampul yang lebih colorfull. kali aja, girl talk juga begitu. walaupun bukan terbitan gramedia dulunya. tapi ngarep kan boleh. hehehehehehe.

***

nah.. kalau kawan-kawan sendiri inget gak sih bacaan pas remaja dulu apaan? yah kalau yang baca ini masih remaja, kira-kira paling suka sama buku apah?

Hah? dramaLand-nya ais ariani? itu mah bukan buku *tersipu malu*, belon jadi buku maksudnyah

:mrgreen:

***

baiklah, cukup sekian kamis manis-nya. otak saya lagi buntu buat nulis yang aneh dan benar dan lebih manis lagi. mau ngerapihin kertas-kertas dulu yak!

ada yang bantuin beresin kamar saya?

see u next post!

🙂

happy birthday Unun!!

Assalamu’alaikum, Nuwun,

Lumaraping serat punika minangka pisowan kula kekalih, ngaturi uninga bilih keparenging Gusti Ingkang Maha Asih aparing lestantun, kulo badhe gadhah khajatan palakrami (ngunduh mantu) benjing ing:

Dinten             : Ahad kliwon,

Sura kaping     : 26 Februari 2012

Wanci tabuh    :11.00 – paripurna

Panggenan      : Tumiyang RT 01 RW 03 kec. Kebasen Banyumas

Dhaup suci:

Rebo manis, 22 Februari 2012 Ing Mlipak RT 02 RW 01 Kec. Wonosobo, Wonosobo.

Nun inggih saking punika, mugi wontena berkah saking Gusti Ingkang Murbeng Gesang lan dhanganing penggalih,  panjenengan kula aturi rawuh paring pangestu dhumateng kula kekalih sumrambah ing samudyanipun.

Sedaya kekirangan ugi kalepatan kula kekalih, mawantu wantu mugi wontena lubering samudra pangaksami

Rahayu, rahayu, rahayu

Wassalamu’alaikum wr.wb

Atur pangabekti kula,

Wawan

 

ngerti gak sama kata-kata di atas? saya enggak. hahahahaha.

kata-kata itu ada di sms yang  saya terima dari Wawan atau yang sering saya panggil unun. Masih inget gak sih gerombolan C3 yang beberapa kali saya ceritakan di dramaLand ini? nah salah satu dari mereka yaitu Unun, akan melangsungkan pernikahan di hari Rabu besok.

sebenarnya kabar dia menikah memang sudah santer terdengar waktu saya ketemuan sama Budi dan Sendy bulan Agustus kemarin.

nah, beberapa minggu yang lalu si unun ini sms saya, dia bilang kalau dia mau nikah tanggal 22 Februari ini. saya ngeledekin dia habis2an, saya bilang kalau saya gak ngeliat di pelaminan dengan mata kepala sendiri, saya gak percaya dia nikah.

hahahahaha… jahat ya.

saya kenal Unun ini di kelas satu SMA, kami sama-sama ikut Kemah Bakti Bina Laksana-nya Ambalan kami. sama-sama mau jadi penegak Bantara. tapi sebenarnya jauh sebelumnya saya pernah ngeliat dia maen basket sore-sore di lapangan basket SMA kami.

kesan pertamangeliat dia: keren *gubrak* kalau anaknya baca dia bakalan ngakak sejadi-jadinya. serius. saya sempet mikir nih anak keren juga (ingat: SEMPAT MIKIR).

tapi semua itu hancur berantakan, imej cool dia luluh lantak saat kami sama-sama  jadi pengurus di Dewan Ambalan Gugus Depan SMA kami. seperti organisasi lain yang membuat sesama pengurus bertemu secara intens dan saling mengenal sifat masing-masing, begitu juga dengan saya dan si Unun ini.

saya akhirnya tahu kalau dia takut gelap gara-gata waktu itu saya dan dia serta ada satu teman kami harus di Sanggar (sekret-nya Pramuka kami) hingga larut malam. kami bertiga : dua wanita dan satu pria duduk-duduk di depan Sanggar, menanti kepulangan kawan-kawan kami yang sedang bertugas mengantar adek-adek kelas satu yang kehabisan angkot selepas pulang latihan pramuka. tiba – tiba si Unun ini bilang;

‘aduh aku pengen pipis lagi’

awalnya saya dan teman saya gak nanggepin. maksud kami, yah pipis tinggal pipis gitu kan?!? ternyata eh ternyata si Unun ini takut akan gelap sodara-sodara. dan dia MINTA DITEMENIN ke kamar mandi sama kami.

baiklah, sebagai wanita saya juga takut kalau disuruh kamar mandi sendirian. secara sekolah saya kan bangunan jaman dulu, bangunan Belanda yang punya beberapa kisah misteri. Tapi si Unun kan priaaaa. satu-satunya pria di antara kami.

itu merupakan kenangan yang gak pernah saya lupakan soal si Unun.

dulu kami ini hitungannya pejabatlah di Dewan Ambalan, saya Pradana dan si Unun ini Pemangku Adat. (bingung? lihat di sini). tapi di antara pejabat teras laen di Dewan Ambalan, saya dan dia-lah pejabat yang paling tidak bisa dipercaya. dia dengan selenge’an, cengar-cengirnya bisa jadi Pemangku Adat menggantikan mas-mas yang penuh wibawa senior kami. dan saya? saya yah dengan si anak baru yang gak tahu apa-apa soal pramuka bisa jadi Pradana, heran juga kan orang-orang.

disamping itu, kelakuan dari si Unun memang gak ada beresnya. berulang kali dia melanggar dan gak hadir saat ada latihan, atau acara-acara ambalan lainnya. saya juga heran gemana dia bisa jadi Pemangku Adat. tapi karena waktu itu pemilihan pejabat berdasarkan suara terbanyak, bisa ditebak: Unun punya syarat mutlak untuk jadi pemenang, dia punya banyak teman.

oh iyah! ada lagi keajaiban si Unun ini. dia dulu seneeeng banget sama Marshanda dan Sherina. dan suka tiba-tiba masuk ke Sanggar dengan bernyanyi lagu-lagu mereka, lengkap dengan gaya dua penyanyi (yang waktu itu masih) cilik. poko’nya enggak banget deh si unun ini sebagai sosok pria di mata saya. makanya agak malu juga ngaku pernah melekatkan imej ‘cool’ dulu.

yang lainnya adalah: sama seperti tiga temennya si Budi, Sendy dan Ferri, si Unun juga hobi cari makan gratisan. yang gratis-gratis juara lah mereka.

makanya, pas denger dia mau nikah, saya ketawa gak percaya sebenarnya (jujur aja, dulu waktu denger si Sendy, Budi dan Unun punya pacar aja saya ngakak sejadi-jadinya. ngakak gak percaya)

ya ampun… maksud saya: mereka bertiga itu kan suka heboh sendiri, suka nyari gratisan, gak mau rugi, kerjaannya maen game sama baca komik doang,dan sederet kelakuan mereka yang menurut saya gak mungkin mereka bisa punya pacar.

itulah jeleknya saya, padahal selain itu mereka adalah pria-pria cerdas yang punya ambisi. lihat saja mereka sekarang. saya-nya aja yang terlalu meng-underestimatekan mereka,

eh iyah. alasan saya menulis soal si Unun ini adalah karena dia ulang tahun hari ini. selamat ulang tahun Unun, si Pak Lurah Gaul. semoga lancar yah persiapan buat pernikahannya, nanti kami datang ke Desa Tumiyang, dan kami nantikan juga kiprahmu menjadi Bupati

:mrgreen:

happy birhday Lurah Gaul!!!

***

see u next post!

🙂

***

P.S : oh iya, ini postingan juga dalam rangka #kamisManis yak, hihihihi.

oh iya lagi, saya belum bisa BW2 nih. maap yak. ASAP kalau udah agak selo sata segera ke rumah kawan-kawan deh 🙂

 

sepuluh tahun yang lalu…

sore tadi, ada yang menarik di timeline twitter saya, tiba-tiba radio favorit saya nanya soal film Ada Apa Dengan Cinta a.k.a AADC. terus tiba-tiba saya inget deh, memang beberapa hari yang lalu sempet baca juga kalau AADC bakal di puter ulang di Blitz mana gitu… gak digagas juga, hlah wong acaranya di Ibu Kota, dan saya masih aman damai sentosa di Jogjakarta berhati nyaman ini.

naaah… inget AADC, pasti bakalan inget jaman SMA. kalau tahun ini adalah 10 tahun AADC, dapat dipastikan juga sudah sepuluh tahun yang lalu juga saya jadi anak SMA (ketahuan dah tuanya). jadi saya nonton AADC itu dan sempet kena demam sepatu gosh – kaos kaki panjang – tas plastik gede – puisi – punya geng yang isinya cewek2 – perpustakaan cinta. sempetlah kalau ke studio musik itu latihan bandnya adalah lagu Ku Bahagia-nya Melly Goeslaw.

naaaah… pas saya baca twitnya @pandji

tiba-tiba saya dapet ide buat #kamisManis saya. kenapa gak nulis soal AADC? itu film kan memang film yang menurut saya fenomenal, dan bener kata Pandji: itu adalah film penanda generasi. terus saya nanya sama si kawan saya; eh AADC tuh menurut kamu film bisa disebut penanda generasi kagak?

dan dia pun menjawab: bisa.

dan memang bener, film itu benar-benar menggambarkan generasi saya waktu SMA: belon ada FB, belon ada twitter, belon ada laptop di pergaulan kami. kalau HP udah ada, tetapi belon mewabah kek sekarang. dan fungsi hp masih buat sms dan telpon doang, dan itu juga dieman-eman banget, mahal bo pulsanya

dan itulah masa SMA generasi kami: geng, buku curhat, mading, ngedate ke toko buku, apalagi?

baiklah, mari saya ceritakan situasi saat menonton AADC sepuluh tahun yang lalu

***

waktu itu tahun 2002, saya masih duduk di bangku SMA. janjian nonton AADC sama temen-temen sekelas. waktu itu janjiannya adalah: salah satu temen saya yang diem-diem saya gebet ngejemput saya dan si sahabat di kostan saya. as usual (ternyata tabiat ini udah ada dari SMA) saya telat. jadi si temen yang diem-diem saya gebet udah dateng di kost, saya masih melanglangbuana di luar, lupa waktu itu saya kemana, apa ke salon dulu apa kemana dulu gak tahu. hahahahaha.

nah, barengan lah kita bertiga ke bioskop satu-satunya di kota satria: Rajawali. Bukan 21 loh. cuman bioskop. nyampek di parkiran, saya liat parkiran rame banget. untungnya nih, saya udah titip tiket sama temen-temen yang laen yang mau nonton. tapi sangking ramenya, kami dapet yang pertunjukan yang terakhir. saya bosen nunggu, terus saya bilang sama temen saya: saya mau nyari cemilan dulu ke Moro, pasar swalayan yang ada di deket situ. saya dan sahabat saya berboncengan ke Moro. baru pilih-pilih cemilan, saya di sms (nah! ternyata waktu itu saya udah punya HP!): filmnya udah mau mulai. saya tunganglanggang ngebut balik ke bioskop. passs banget film AADC nya mulai.

dan mari saya kopikan dari buku harian saya waktu itu:

.. eh iya! elo tahu gak Ry kemaren malem alias malem minggu, gw nonton AADC, barengan sama anak-anak II-9. yang cowok semua gitu, cewe’nya cuman gw sama Fajar. Terus… filmnya yang mendukung gw banget bwat nangis. Settingnya Kelapa Gading gitu, ceritanya tentang persahabatan dan perpisahan. Gw yang kangen sama rumah, gw yang takut perpisahan gw sama E***n (nama gebetan), gw yang lagi butuh temen, gw yang lagi miss banget ama suasana Jakarta. Nangis deh gw. Tapi ditahan gitu. Abis sebelah gw F***d (nama gebetan lain, ini yang ngejemput di rumah).

udah segitu aja, sisanya terlalu menggelikan buat ditulis ulang di sini. hahahahaha… hlah itu bisa nulis dua nama gebetan dalam satu paragraf udah cukup memalukan, padahal yang satunya itu ujung-ujungnya sekarang jadi temen banget, apa gak geli saya pernah nulis nama dia dalam kapasitas romantis kek gitu… (apalagi baca lanjutannya, betapa saya merindukan perhatian dari si F***d ini *euuuuu…)

dan di beberapa halaman buku harian berikutnya saya menemukan tulisan saya sendiri yang ini

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku

Kulari ke pantai kemudian teriakku

Sepi… sepi dan sendiri aku benci

Ingin bingar aku mau dipasar

Bosan aku dengan penat

Enyah saja engkau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

 

puisi itu puisi yang menang lomba puisi di sekolahnya Cinta, yang bikin si Rangga (aselinya yang bikin siapa yak? kagak tahu juga saya dan lagi kumat malesnya ngegugling). dan saya jatuh hati sama puisi itu (sama seperti jutaan penonton lain, mungkin), makanya saya tulis itu di buku harian saya.

kenangan dari AADC lainnya adalah: duit gaji pertama saya pas jadi penyiar muda di radio dulu, saya pake buat beli kaset (iye.. masih koleksi kaset saya dulu) O.S.T nya AADC ini.

ini film Indonesia yang juara banget deh memorinya buat saya, entah udah berapa kali saya nonton film ini, mendengarkan soundtracknya, berulang-ulang kali, hingga hafal beberapa potong dialognya. tapi dialog yang paling melekat adalah:

Nah, sekarang kalo lo ngerasa aneh di tempat-tempat ramai kayak gini, tu salah siapa? Sekarang gue tanya, salah gue? Terus, kalau lo sekarang nggak punya temen sama sekali kayak sekarang itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? salah gue?

sebenernya dialognya panjang yah si Cinta ini pas ngomong ini. kalau gak salah, dia kesel banget sama si Rangga karena dibilang ga prinsipil, cuman gara-gara dia mau nonton band bareng-bareng dan harus ngorbanin waktu dia dan Rangga di Kwitang. dan ini ampek sekarang selalu jadi semacam tagline saya dan temen-temen kalau lagi curhat atau ngobrol, terus kalau ada yang ngomong; ‘menurut lo, ini salah siapa coba?’

ada hukum tidak tertulis di antara kami buat nyaut: ‘salah gue? salah temen-temen gue??’

dan untuk urusan soundtrack jangan ditanya lah ya.. walaupun kata galau belon mewabah seperti sekarang, tapi denting-nya Melly dan Tentang Seseorang-nya Anda adalah lagu wajib galau buat saya. mendadak galau lah kalau denger lagu itu.

dan begitulah kenangan saya dengan AADC, yang kalau dilanjutin bisa satu kabupaten ini mah.

bagaimana kamu? kenangan apa yang kamu punya dengan AADC?

mendadak pengen manjangin rambut? mendadak pengen jadi pacarnya Nicholas Saputra? mendadak jadi puitis? atau… ??

***

see u next post!

 

harlem beat

ini kamis perdana sodara-sodara. kamis perdana di bulan februari maksude. eh ini cuman perasaan saya aja, atau gemana yah… sebelum memutuskan menggunakan nama kamisManis buat postingan bertema saya, saya punya rasa sendiri sama hari kamis.

saya selalu merasa yang namanya kamis itu romantis. hari mana lagi coba yang bisa se rima dengan kata romantis selain hari kamis?

hahahhaha. ah sudahlah yah, gak usah diperdebatkan lah yah masalah manis-manisan ini. yang jelas saya masih manis-manis aja kok *hloh?!?

bulan Februari itu… identik sama bulan cinta yak? iya gak sih? ah buat saya mah tiap bulan bulan untuk jatuh cinta, menikmati rasa. tapi bulan februari memang spesial, karena ada dua orang yang ulang tahun di bulan ini. dua orang yang special. dulu.

:mrgreen:

baiklah… baiklah.. daripada obrolan ini kemana-mana dan sampai lewat nih hari kamis, bisa gagal kan kamis manis-nya.

***

Harlem Beat. ini judul komik. komik yang saya baca jaman SMA kalau gak salah. komik soal basket gitu. saya jarang beli komik. kenapa? Karena saya orangnya kikir; gak mau rugi. beli komik harganya lumayan. tapi habisnya cepet. kecuali untuk komik yang sukak banget, saya jarang banget beli komik.

paling detektif conan sama hai miiko.

nah…. khusus harlem beat ini saya bacanya gak minjem. gak minjem dari temen maksudnya, minjemnya dari taman bacaan. satu komik gopek (dulu loh… sekarang mah satu komik 1200 kalau gak salah).

terus kenapa komik itu saya tulis di sini? karena ada masanya saya tergila-gila banget sama komik ini.  apalagi sama tokoh Sawamura. beeeuuuhh sampek berkhayal saya kalau dia itu tokoh nyata yang bisa saya temuin di sekolah.

nah, gara-gara komik ini juga jaman SMA saya ngebet jadi anak basket. dengan tujuan bisa se keren Mizuki. dan sekalian kali aja ada yang bisa digebet, yang se ‘cool’ Sawamura. hahahahaha…

(yang pada kenyataannya adalah: saya sempet masuk jadi tim inti basket sebelum akhirnya dicoret dari tim. kemudian si senior cool yang bernama d*m*s ternyata temennya kakak saya yang gak mungkin banget digebet, gigit jari deh mewujudkan kehidupan komik di kehidupan nyata saya)

komik harlem beat ini edisinya sampek 29 kalau gak salah, dan ada satu part di seri 29 yang membekas banget buat saya, hingga saya menulisnya di buku harian saya

Suatu saat nanti… akan tiba waktunya, saat masa muda itu berlalu menjadi kenangan.

Namun… perasaan dan impian di masa muda itu tak kan hilang,

walaupun tertimbun di dalam kesibukan sehari-hari yang padat,

ia akan terus bersinar di suatu tempat yang istimewa di hati kita.

Jadi, janganlah kamu melupakannya. di dalam dirimu ada batu yang akan selalu bercahaya, dan kalau kamu merentangkan tangan, ia pasti akan selalu memberimu kekuatan.

di saat hari esok tidak terlihat, ia akan menjadi obor yang menunjukkan jalan.

 

***

cukup sekian kamis manis minggu ini. masih kurang manis? buka FB saya deh, pandangi foto saya di situ. hihihihihihi…

see u next post 🙂

truth or dare?

heeeei!!! kamis manis kedua loh ini…

dan nyaris gagal. karena saya patah hati. patah hati karena gagal memenuhi target untuk lulus semester ini *nangis di pojokan*

naaah…saya ini kan piawai sekali sepertinya melupakan sesuatu, melalaikan sesuatu. daripada ada satu hal lagi yang saya lalaikan, lebih baik malam ini saya bercerita tentang suatu permainan yang saya kenal jaman SMP.

jaman SMP, saya kan bersekolah di sekolah yang mulai dari jam 07.00 ampek jam 15.30, dan sekolah saya jauh dari rumah, jadi saya naik jemputan kalau ke sekolah. Berhubung satu jemputan itu isinya gak cuman anak – anak SMP, tapi ada anak SD, SMA, sampek anak TK, kami punya jadwal yang beda – beda soal ‘jam pulang sekolah’

biasanya, gelombang pulang sekolah jemputan itu ada tiga. Jam 10-an, jam pulangnya anak TK. jam satu-an jam pulangnya anak- anak SD. dan jam empat-an, jam pulangnya anak SMP dan SMA. nah, seminggu sekali ada kelas yang punya jam pulang yang lebih cepet kalau di SMP kami. jadi ada satu jam pelajaran yang dikosongkan, biasanya jam  tiga kurang gitu kami udah pulang. adalah waktu satu jam-an buat kami leha-leha di kantin, atau di lapangan depan, atau sekedar duduk-duduk cantik di kantin SMA (yang mana gak mungkin dilakukan kalau anak-anak SMA lagi istirrahat, berhubung anak – anak SMA lagi pada pelajaran, kami asik-asik aja nongkrong di situ).

jaman itu kan belon ada handphone dan atau laptop yang bisa dipake buat mainan mengisi waktu kosong, saya dan kawan-kawan tapi biasanya punya permainan yang sering kami lakukan: truth or dare.

cara mainnya gampang. biasanya kami pake kertas yang jumlahnya sama dengan jumlah peserta, tapi kalau pesertanya ganjil, jumlahnya ditambahin satu kertasnya biar genap. masing-masing kertas ditulisin ‘truth’  atau ‘dare’ dibagi dua gitu. nanti dari kami milih kertas itu.

kalau dapet truth, kita harus jujur menjawab pertanyaan apa aja dari temen-temen yang ikutan permainan itu. kalau dapet dare, kita harus mau melakukan apa saja yang diminta sama peserta lain di permainan itu.

nahhh jaman SMP, saya paling seneng dapet dare. soalnya saya lagi naksir temen sekelas, naaah kalau dapet truth, mesti temen-temen yang ikut mau tahuu aja soal saya naksir siapa gitu. reputasi saya sebagai cewek cool yang tomboy bisa hancur kalau ketahuan naksir si anak baru itu (yang ngomong-ngomong kapan tahu itu saya cari di FB, itu anak jadi tambah gendut dan aneh gitu.. hihihihihihi).

serunya adalah, bisa jadi ajang curhat juga ujung-ujungnya kalau ada yang dapet truth (eh.. kamu sebel sama si itu kenapa sih? eh dulu pas kelas satu katanya pernah jadian sama si anu yah? eh di OSIS itu si anu sama si itu deket ya? jadian gak sih?) –> biasanya pertanyaan yang diajukan kek gitu.

terakhir maen truth or dare itu kalau gak salah tahun 2009. jamannya saya masih luntang-luntung belon kelar kuliah S1. aturannya sedikit beda. tapi lupa kek gemana. nah, pas udah agak berumur ini maen truth or dare-nya bisa agak parah gitu kalau pas dapet dare.

kalau jaman SMP, dare-nya paling suruh nemplok di mading sekolah. atau suruh muter-muter taman kecil di depan kelas satu SMA. atau paling suruh jalan ke luar kelas minta ijin ke belakang  padahal aselinya ke kantin. yaaa… yang kek gitu – gitu lah.

nah, pas 2009 itu saya lebih seneng dapet truth. soalnya gak bikin deg-degan. soalnya yang jadi peserta orang-orang terdekat yang udah apal ama kelakuan saya. jadi lebih aman aja kalau dapet truth.mereka juga ampek bingung nanya apa. semua rahasia saya udah mereka pegang.

beda kalau dapet dare. nyuruhnya bisa ajaib-ajaib; mulai dari ngabisin satu batang rokok, minta nomor handphone mas-mas di meja sebelah, minta foto bareng sama waitress cafenya. ajaib kan?

rumus yang saya pahami adalah sebagai berikut dalam permainan ini: semakin ‘dekat’ hubungan antara peserta satu dengan yang lain, maka permainan akan memanas kalau ada yang dapet dare. kenapa? karena pasti ngerjainnya gak tanggung – tanggung.

tapi, kalau pesertanya gak begitu deket, apalagi kalau ada salah dua pesertanya naksir-naksiran, beuuuhhh… seru banget tuh kalau dapet truth. jadinya kek ajang curcol-curcol an. huahahahhahahaha.

eh kalau kawan-kawan ada yang mainin permainan kek gini gak sih waktu jaman sekolah? apa cuman SMP saya ajah yak?

anyhow, ini emang gak cukup manis sih buat di hari kamis, tapi yang nulis masih cukup manis kok buat dilihat (dueeeerrrrr…)

huahahhahahahha…

see u next post!

missing him

gara-gara terobsesi menyajikan cerita yang cihuy buat kamis manis, hari ini saya ngubrak-abrik email saya. dan membaca arsip email dari tahun 2002 (jueddeeer..). ketawa ngakak, nyaris menangis dan berujar dalam hati: kok bisa?!?

email terbanyak saya itu cuman ke dua orang. dua orang yang rajin kirim-kiriman email. dua sahabat saya. yang satu tinggal di Jakarta, dan satu lagi tinggal di Lampung. keduanya merupakan sahabat yang jauh di mata dan dekat di hati. saat membaca email – email itu semua, rasanya saya seperti membaca kilas kehidupan saya. karena ternyata, saya orang yang pandai bercerita secara detail lewat email (cie… memuji diri sendiri euy!)

huehehehehehehe. tapi ini beneran loh. di luar tulisan saya yang butuh lay out-ers dan editor, saya ngerasa tulisan saya lumayanlah buat merangkai cerita masa SMA saya dan awal – awal saya kuliah.

pernah baca bukunya Meg Cabot yang judulnya Guy Next Door?

yang sepanjang buku hanya berisi email-email aja? Nah… email saya yang model begitu tuh.. yang sambung menyambung menjadi satu membentuk cerita. dan yang saya lakukan sedari siang tadi adalah: membaca semua email itu dari tahun 2002.

seperti membentuk puzzle. tentu saja tidak semua email yang saya baca. hanya email dari satu orang yang saya baca. email yang membuat hati saya menghangat, senyum saya meluncur tanpa sadar dan air mata nyaris menetes. saya merindukannya ternyata. merindukan canda-tawa kami dalam email. merindukan pertukaran cerita antar pulau itu.

setelah bertahun-tahun kemudian, baru saya sadar. bahwa saya ternyata tidak pernah menemukan sahabat seperti dia lagi. yang selalu menjadi curahan hati saya yang paling dalam, yang mengetahui tiap jengkal rahasia hati saya.

saat membaca potongan email dari dia, saya seperti terbawa ke dunia kami yang dulu: dunia abu-abu yang penuh tanda tanya. aaah… dia rasanya sudah cukup sering saya ceritakan di sini. mungkin, kamis manis-nya saya akan bercerita tentang email-email kami yang cukup konyol ( dan rasanya gak ada manis-manisnya deh..). Jadi gak PD deh bikin judul kamis manis. hmmm…

hmm….

kalau diganti jadi apa yak judulnya…

ah masalah judul bisa dipikirkan nanti. mari sekarang berkonsentrasi mengatasi rasa takut menghadapi dokter gigi yang akan dikunjungi 12jam lagi (cihiy! semoga kunjungan terakhir. Amiiin…)

see u next post!

gembira berkumpul #kamismanis yang sudah tidak kamis

 

baiklah, baiklah… saya mengaku salah. harusnya postingan ini dibuat hari kamis kemaren, tapi hari kamis kemaren tidak saya lakukan. alesannya gak usah disebut lah ya, ntar dikira tukang ngeles (padahal mungkin emang iya). tapi emang saya punya alasan kenapa gak mosting kemaren. Alasannya: saya keasyikan ngobrol sama my partner in crime yang udah empat hari jadi jamur di kasur saya. huehehehehhehehehe…

nah daripada saya ngeles ngasih alasan, lebih baik saya memenuhi janji saya sama blog ini. Janji apa Is? Janji Joni kah? Bukan adek-adek, kalau janji Joni itu judul film. Jadi buat yang baru pertama kali ke blog saya, saya akan cerita dulu nih… demi untuk meningkatkan produktivitas saya menulis, saya punya niat di tahun 2012 ini menerapkan postingan bertema. baru satu tema yang saya buat. yaitu:kamis manis. kenapa kamis manis? karena yang mbuat ais manis :mrgreen:

hehehhehe.. bukan. bukan itu. kamis manis, karena setiap kamis saya akan menceritakan hal-hal manis dari masa sekolah saya, masa kuliah, atau masa saya masih kecil. mungkin akan ada beberapa hal tidak manis. tapi biar seru dan berrima dengan hari kamis, makanya dinamain kamis manis :mrgreen:

mari kita mulai kamis perdana yang sudah tidak kamis ini.

***

 

hloh, ada apa dengan video ini Is? Video ini adalah video yang saya cari dari beberapa hari yang lalu. Tasya dengan gembira berkumpul merupakan sebuah lagu kenangan buat saya. kok bisa? iyah, itu lagu merupakan lagu yang digunakan temen-temen dan saya waktu KKN. Apa itu KKN?

KKN itu kuliah kerja nyata. jadi di kampus saya, mahasiswa S1-nya diwajibkan mengambil KKN yang bisanya berbobot 8 sks (kalau gak salah ya..). KKN itu biasanya dilakukan di desa-desa atau daerah terpencil, di mana kami para mahasiswa diharapkan bisa berkontribusi langsung di dalam masyarakat.

waktu tahun 2007, saya KKN di sebuh desa di Donokerto, Turi, Sleman. wah.. kalau diceritain di satu postingan, gak akan cukup deh yang namanya KKN. karena terlalu banyak pelajaran dan kenangan yang tersimpan di dalamnya. termasuk lagu gembira berkumpul ini.Ada apa dengan lagu ini?

Jadi, waktu tahun 2007 saya dan beberapa kawan KKN memiliki program memberikan pelatihan kentongan untuk anak-anak SD dan juga pelatihan tari. Jadi ada beberapa anak – anak SD di kelas lima dan enam dari SD negeri – SD negeri di desa itu yang kami pilih untuk kami latih selama dua bulan. dan hasil latihan itu kami perlombakan antar SD se- Donokerto.

nah, jam latihan itu biasanya antara pukul dua hingga lima sore. itu adalah salah satu masa yang gak mungkin saya lupakan seumur hidup saya, mungkin. bagaimana berinteraksi dengan anak-anak SD yang begitu mengharapkan dan memandang hebat ke kami, para mahasiswa – mahasiswa yang kadang sering mengeluh ini.

iyah. kami sering mengeluh soal KKN. bagaimana kami jauh dari kost yang nyaman, bagaimana kami harus ikut rapat ini rapat itu, bagaimana kami harus menahan emosi tiap kali salah satu teman seenaknya mengambil keputusan. kami yang tukang ngeluh ini diharapkan kedatangannya oleh anak – anak SD yang kami latih. total ada lima SD yang kami latih. kami ada sekitar sepuluh orang.

ada yang melatih tari, ada yang melatih kentongan, ada yang melatih memegang bendera, ada yang melatih memukul ember (ceritanya itu snare drum, berhubung dana terbatas, jadi kami menggunakan ember. hehehehehe..).

nah, sebelum berpisah untuk latihan dengan masih-masing kelompok kecil, biasanya adek-adek kami kumpulkan di lapangan sekolah dan kami melakukan pemanasan. dengan lagu  gembira berkumpul itu.

tepuk tangan (prok prok..)

sekali lagi (prok prok..)

nah jadi, tiap saya denger lagu itu, di kepala saya langsung terbayang dua bulan itu: dua bulan dimana saya setiap hari dateng ke SD – SD di Donokerto itu. bagaimana mereka berlari menyambut kami sewaktu kami dateng, dan berrebut mengelilingi kami.

***

itu adalah kenangan yang indah dan manis banget. apalagi sewaktu itu saya dan salah seorang kawan diberi tanggung  jawab untuk ‘memegang’ salah satu SD (jadi untuk kelancaran pentas, kami membagi kelompok dan memberikan SD itu ‘kakak asuh’ yang menjadi penanggungjawab skill adek-adek dalam target mengikuti lomba). nah, saya dan salah seorang teman (yang ujung2nya keserempet cinta lokasi) menjadi kakak asuh di salah satu SD tersebut, dan SD kami menjadi satu-satunya SD yang mendapatkan dua piala untuk dua kategori lomba: Lomba kentongan dan lomba tari.

saya terharu. haru saat adek – adek ini jejingkrakan dan teriak – teriak: ‘ mbak.. kami juara mbak!! mbak.. kami dapet dua piala!!’

tuh lihat.. menulis ini saja hati saya hangat jadinya. apa kabar yah mereka?

***

KKN unit 54 di desa Donokerto 2007

 

see u next post!

 

PS : foto adek-adek SD donokerto itu banyak ketinggalan di PC saya di rumah orangtua di Jakarta, jadi gak bisa saya kasih unjuk deh adek-adek didik saya dulu 😦 next time yah. hehehehehe…

‘kamu udah ngerjain PR?’

mungkin, sampai SMA, kalimat itu adalah kalimat yang paling sering saya ucapkan di pagi hari saat memasuki gerbang sekolah. dari basa-basi buat ngobrol sama gebetan yang ketemu di depan gerbang, sampek pertanyaan sungguhan yang diajukan buat kawan paling pintar sak kelas dengan maksud meminjam PRnya (buat dicontek maksudnya). Hahahahaha…

saya paling males dari dulu buat ngerjain PR. dari jaman SD. waktu SD ada namanya KunTi, kepanjangan dari tekun dan teliti. waktu SMP ada namanya LKS, Lembar Kerja Siswa. Waktu SMA ada… ada (ada apa yak? lupa saya!).

dan selalu aja ada PR dari LKS dan KunTi itu. selalu saja dari guru-guru itu bilang begini: ‘coba dikerjakan di rumah halaman tujuh sampai sepuluh’

atau

‘lanjutkan di rumah ya sampai halaman lima belas’

seringnya LKS belon lunas, tapi udah penuh dengan coret-coretan. karena kan biasanya suruh ngambil dulu dari koperasi, bayar belakangan.

dan ternyata setelah saya sudah tidak pernah mengucapkan kalimat; ‘kamu udah ngerjain PR?’ – lagi, saya dapet PR dari kakak saya yang cantik dan istimewah itu *nyuap*

PR ini udah dikasih dari lama banget sama KakJul. dia ngasih dari bulan lalu. dan saya baru niat ngerjain malem ini. dengan ditemani susu cokelat panas dan suara jangkrik, mari bersama-sama kita mengerjakan PR ini.

udah siap? Lets go heiho!

1. Guru Favorit

Ada guru favorit saya di kelas IV. namanya Pak Agus. Galak Beliau ini. Tapi entah kenapa saya malah menjadikan Beliau guru favorit. Soalnya dulu saya suka banget sama pelajaran Bahasa Indonesia. dan Pak Agus ini jago sekali waktu ngajar Bahasa Indonesia. dan dia keliatannya sayang banget sama saya (kecil-kecil ternyata saya udah GR-an yak?!? huehehehe..).

2. Guru Killer

ah di SD saya dulu gurunya satu kelas satu. tiap angkatan ada dua kelas. jadi gurunya cuman 12, ditambah satu kepala sekolah. rasa-rasa nya, dan seinget saya, gak ada guru yang killer.

3. teman bolos

gak tahu kenapa, perbendaharaan kata bolos belum ada di kepala saya waktu SD. polos. gak paham kalau sekolah itu bisa di’bolos’-in. jadi paling mentok gak masuk sekolah karena sakit. teman-teman sekolah kebanyakan dari keluarga yang disiplin semua, jadi gak ada anak nakal rasanya di SD saya dulu. dan entah kenapa, waktu SD saya selalu bersemangat berangkat sekolah. soalnya daripada di rumah, lebih senang di sekolah: banyak temen-temennya.

4.teman berantem

di SD saya kebanyakan muridnya merupakan siswa keturunan TiongHoa, jadi saya termasuk ke dalam golongan minoritas. Kalau lagi di lapangan upacara kelihatan bangetlah saya ini.Cari aja anak cewek yang paling item. Itu pasti saya.

(sedikit selingan dan sedikit aib jaman SD: saya pernah nge geng dan geng kami cukup berbau SARA, kami anak-anak cewek yang BUKAN keturunan tionghoa membentuk geng. dan nama geng kami keren sekali: KANSSAS kepanjangan dari Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar. Idih banget gak sih???)

gara-gara ‘keberbedaan’ saya, saya memiliki berbagai julukan; mulai dari item, kunyit, tempe sampai kecap. ada satu teman sekelas saya yang tidak henti-hentinya ngeledekin saya soal warna kulit saya. dan entah ada angin apa saat duduk di bangku kelas enam, saya menampar dan memukul dia dengan penuh emosi. di depan kelas. dan itu adalah pengalaman pertama saya menampar pria (dan gak terakhir ternyata. hahahahahaha…)

dan sejak itu, kami tidak pernah akur. selalu saja bertengkar mulut. saya lupa nama dia. kalau tidak salah Hendrik D.W (lupa kepanjangannya apa).  Sebenarnya wajahnya lumayan, tapi karena mulutnya seperti perempuan, saya sebel banget sama dia. Jujur, saya penasaran sama kabar dia sekarang.

5. jajanan makanan / minuman favorit

batagor dan es sirup. hmm… nyum! dan satu lagi: otak-otak. eh ini gak harus satu kan yak?

6. jajanan mainan favorit

orang-orangan dan kartu tos-tos an (apa namanya? yang kalau kita mainin itu di tos kalau yang gambarnya kebalik, berarti kalah). orang-orangan itu yang dari karton, yang bisa kita ganti baju sesuka hati kita

7. sepatu favorit

apalagi selaen docmart (bagaimana sih menulisnya?)? semua anak SD tahun 90-an pasti menginginkan sepatu itu.

8. tas favorit

apa ya… tas parasut yang banyak kantongnya di luar, dan setelah besar baru tahu kalau itu merk kipling.

***

itulah delapan soal yang harus saya jawab. kepada bu Guru Julie, mohon maaf atas keterlambatan ini. saya rasa saya sudah disuruh angkat satu kaki  kalau PR nya lama kek gini dikerjainnya.

berhubung saya lagi disetrap, PR berantai ini gak saya kasih ke siapa-siapa. tapi kalau ada yang mau ngerjain, boleh banget loh. ayoh ngacung…

kamu!

iyah kamu yang duduk depan sendiri. yang tempat pensilnya gambar Fido Dido (tempat pensil favorit jaman SD) cepet kerjain PR ini!

:mrgreen:

seragam

Hai Kawan! apa kabar?

Bagaimana kondisi (dompet) di hari Senen ini? hihihihihi. Btw, hari ini ais ariani mau nanya nih… sampai umur segini berapa kali sih kamu mengenakan seragam? Dan ada gak sih seragam kebanggan kamu? Atau seragam favorit deh… Seragam yang kamu seneng banget make’nya, ampek-ampek walau udah wajib mengenakan seragam itu kamu teteup ajah masih pengen pake seragam itu.

sampai seumur segini saya udah lumayan sering pake seragam. dari seragam sekolah (TK, SD, SMP, SMA), seragam silat, seragam Marching,ampek seragam kondangan. tiap seragam punya cerita.

termasuk seragam yang ini

ais ariani cilik: hitam.eksotis! hahahaha

seragam apa itu ais? itu seragam saya jaman TK. kek sailormoon yah? eh gak yah? ahahahahah..tapi emang seragam itu merupakan seragam favorit saya, lucu soalnya. dan beda sama seragam anak TK sepantaran saya.

dulu saya TK nya di TK komplek, yang mana emang komplek perumahan karyawan pelabuhan. jadi seragamnya agak-agak berbau pelaut.

bagaimana dengan kawan-kawan sekalian? masih ingatkah dengan seragam favorit kawan-kawan? dan kapan terakhir kali mengenakan seragam?

unforgettable istora :)

kemaren (kemarennya, dan kemarennya lagi) keknya saya pernah cerita yah kalau saya ini pernah ikut jadi anak Marching? baiklah, akan saya ceritakan sedikit awalnya saya masuk marching

awalnya gara-gara putus dari si mantan jaman SMA. saya yang baru beberapa semester jadi anak kuliahan bingung menghabiskan waktu luang. eh si senior di kampus ngajakin saya ke daftar jadi anggota Marching Band di kampus. ya udah saya ngikut.

waktu ditanya mau masuk di section apa, saya bingung. dengan PD nya saya jawab section Color Guard. Di Marching sendiri ada tiga section; ada Hornline, Percusion line, dan Color Guard. Eh kalau salah mohon dikoreksi yah buat senior dan junior-junior yang mbaca tulisan saya *kalem*

maklum, saya ini anak Marching karbitan. hehehehe. Ceritanya panjang dan haru biru deh di dunia per Marchingan. Tapi marching adalah dunia yang mengenalkan saya pada banyak hal, dan banyak pacar *ups* hahahahaha….

namun apabila dijabarkan dalam beberapa satuan kata, maka Marching adalah: hitam, panas, kerjakeras, team, disiplin, solidaritas, kebanggaan dan cinta.

maka inilah kami

Istora Senayan, desember 2005 with Color Guard MB UGM

foto ini diambil bersama sebagian kawan-kawan dari Color Guard, waktu kami menjuarai kejuaran Grand Prix Marching Band 2005 (duh lupa yang keberapa). Untuk section Color Guard sendiri kami juara dua dengan selisih nilai 0.5 dengan si juara satu yang berasal dari kota yang sama dengan kami *gigitjari*

kenapa ini menjadi tidak terlupakan?

percayalah, untuk berdiri di situ dengan senyuman seperti itu tidak mudah bagi saya yang tidak punya basic musik, menari atau apapun itu. yang saya punya hanya nekat dan kerjasama tim. saya sempat dijuluki tentara cina, kuda liar, sempat mengalami beberapa kali cedera, sempat sering hampir nangis putus asa karena tidak bisa melakukan apa yang diperintahkan pelatih.dan itu terjadi selama berbulan-bulan.

saya tidak memiliki skill yang hebat yang melampaui yang laen, saya tetap menari seperti tentara china sampai akhir karir saya di Marching, tapi saya mengakui pada diri saya sendiri bahwa saat itu adalah saat-saat saya mengeluarkan kemampuan terbaik saya. dengan kata lain : saya tidak berbakat (hahahahaha…)

maka menjadi sesuatu yang tidak terlupakan bukan saat si manusia tidak berbakat ini bisa menjadi bagian dari tim yang menjuarai kompetisi tingkat nasional?

*kalem*

maka foto ini adalah menjadi sebuah kenangan manis, semanis senyum kemenangan saya disitu. hahahahaha…

pesan moral dari foto ini adalah : keluarkan kemampuan terbaik kamu, maka apapun hasilnya, kamu tidak akan pernah menyesal 🙂

***

foto senyum kemenangan manis ini saya ikut sertakan 1st giveaway: the Sweetest memoriesn– nya Teh Orin.

saya ikutan loh ‘teh 🙂

suka band apah?

the telephone!

ahahahahhaha (ngakak). kalau delapan tahun yang lalu ditanyain suka Band Indonesia apah, saya jawab itu pasti. Kenapah? Karena gitarisnya dulu ganteng :mrgreen:

kalau ditanyain jaman SMP, saya suka sama Slank, sama Sheila on 7, terus awal-awal kuliah saya entah kenapa doyan banget sama Padi.

kalau Band luar, banyak gak ngertinya: jadi suka-nya yang enak di kuping ajah. Tapi kalau Oasis mah gak ada matinya 😉 segala versi My Wonderwall kudu dengerin. Hehehehehe…

Saya penikmat musik, tidak paham musik hanya menyenangi musik. Makanya saya agak-agak gak paham sama musik. Pernah pengen jadi vokalis tapi gagal total gara-gara sadar kalau suara saya fals. Kagak bisa bedain nada. Pengen jadi gitaris, tapi gagal karena gak bisa nggejreng. Akhirnya hubungan saya dengan musik yang paling dekat adalah: menjadi anggota Marching Band di section Color Guard. But that was my unforgetable moment in my Life.Kapan-kapan cerita ah soal hari-hari saya di Marching 🙂

ini penampilan pertama (dan terakhir?) tingkat nasional di Istora Senayan, tahun 2005

Sampek Juli 2008 adalah terakhir saya aktif di dunia permarching-an. Itu juga berakhir dengan suatu kesadaran: saya gak paham irama! Jadi tiap kali gerak, pelatih saya mesti neriakin dari pojok:

“aiss TEMPO!!! ais dengerin TEMPO nya!”

(itu ngomongnya teriak loh dari luar lapangan display,kebayang dong kalau saya bisa saja gak denger. Jadi bisa aja selama satu lagu saya gerak paling lambat atau paling cepet sendiri enta satu ketuk atau dua ketuk. Hehehehehe)

 

Bukan hanya buta nada sodara, saya juga buta tempo. Tapi kata emak saya bener: saya adalah orang yang berani. Berani malu. Jadi walau buta nada dan buta tempo, teteup ajah tuh saya PD dahsyat kalau diajakin karoke :mrgreen:

dan segala ke-buta-an saya itu tidak membuat saya membenci musik. Saya menikmati mendengar musik. Tiada hari tanpa mendengarkan musik buat saya.

Musik favorit saya adalah: apa aja yang disukai orang banyak. Hahahaha. Saya gak punya spesifik kesenangan lagu apa. Anyam-anyaman Sudjiwo Tedjo saya suka, On the night like this-nya Mocca saya suka, Mesin Penenun Hujan-nya Frau saya suka, No Fruits For today-nya Sore saya suka, Ku menunggu – nya Rossa saya jadiin RBT (hahahaha), Kamu kelemahanku – nya Marsheilla lagi saya dengerin sekarang, lagu ‘kebangsaan’ saya pas nulis skripsi itu lagunya Brand New Heavies yang You’re the Universe, dan kalau lihat di Widget sebelah kanan blog saya, ada lagu tambahan yang saya suka dan saya pajang liriknya disitu: Christinna Perri dengan Jar of the Heart.

Yang enak di kuping saya, pasti bakal saya puter terus deh. Dulu bekas temen serumah saya pernah protes soal komputer saya yang semaleman saya suruh nyanyi Bukan Pengemis Cinta (itu lagu yang nyanyi siapa ya?).

Dan perlu kawan-kawan ketahui: saya tidak pernah fanatik pada apapun kecuali cokelat, pizza, dan… gratisan :mrgreen:

termasuk soal dunia per-musik-an ini

Jadi saya gak pernah tergabung di Fans Club apapun, gak pernah majang poster band atau vokalis manapun, pernahnya juga masang poster pemaen bola, biar dibilang keren ajah. Hahahahaha…

Makanya suka heran ajah kalau ada orang yang ampek rela segitunya sama band atau artis atau orang terkenal laennya. Saya berlebihan dalam beberapa hal, tapi kalau untuk urusan artis dan atau public figure, saya datar. Biasa aja. Gak punya nafsu buat ikutan fans club. Nonton konser ajah bisa diitung pake jari tangan 😦

Tapi, ditengah ke’datar’an saya sama Band, ada satu band Indonesia yang tidak pernah lekang oleh waktu buat saya dengerin: Kahitna.

Dari jaman SD (apa SMP ya?) saya udah ngefans habis sama cerita cinta yang mereka nyanyiin. Daaaaaaaaaaan… sekarang, malem ini pas saya nonton TV ada talkshow dengan bintang tamu mereka. Entah kenapaa… saya gak mau beranjak sedikit pun dari depan TV.

Saya ngefans sama mereka. Sama tiap nada yang mereka alunkan, sama tiap lirik yang mereka nyanyikan. Bintang, merenda kasih, Andai dia tahu, Tak sebebas merpati, Tak kan terganti, Setahun Kemarin, Cantik.

dan, tahun ini mereka berumur 25 tahun!

selamat ulang tahun Kahitna

🙂

biar bintang tak datang
ku yakin hatiku hanyalah untukmu
walau bintang menghilang
ku sampaikan salam sayangku untukmu

meski mungkin aku yang harus pergi (oh pergi)
tak apa tanpa harus ku mengerti

biar aku melangkah (melangkah)
menemani bintang menerangi malam
jangan resahkan aku
yang penting bahagia untukmu selalu kasihku

Bintang – Kahitna

kabar terbaru si C3

hai kawan, selamat hari Minggu, sudah memasuki hari ke-21 nih, bagaimana kabar kawan-kawan? Semoga selalu sehat yah….

Btw, sebelum saya bercerita lebih jauh, masih ingat dengan pria-pria mempesona (huek) ini?

masih ingat gak sih? Kalau belum, review dikit yah tulisan saya bulan April ini, saat saya bercerita tentang keempat kawan SMA saya yang nyaris di DO dari kampus mereka. Owkey…owkey kalau males nge klik saya ulas di sini dikit.

Saya kenal sama mereka saat kami berlima duduk di bangku SMA. nama mereka adalah Budi, Ferri, Sendy dan Unun. Ada satu alasan yang tidak saya sebutkan pas saya cerita mengenai mereka beberapa bulan yang lalu. Salah satu alasan kenapa saya bisa berkawan dengan mereka. Alasan tersebut adalah: saya pernah memiliki sejarah percintaan dengan salah satu diantara mereka. Eheeeem… yang mana Is? Hahahahahaha…. gak penting juga sih yah yang mana… yang jelas sekarang kami sudah menjalani hidup kami masing-masing dan kadang masih bisa bernostalgia atas apa yang terjadi saat kami masih duduk di bangku abu-abu.

Budi, pria mungil yang lahirnya beda empat hari sama saya ini punya bakat terpendam sebagai tempat curhat-an buat saya. Diantara mereka berempat, sama budi lah saya paling sering curhat. Kalau Sendy laen lagi, dia mengakui dirinya sebagai pria paling peka di dunia. Punya bakat makan yang luar biasa (hahahahaha), tapi dia merupakan kawan yang paling menjaga perasaan dibandingkan tiga kawan lainnya (bagian dari pengakuan paling pekanya itu kali yak)

Laen lagi sama Ferri, Bapak beranak satu ini memiliki kemampuan luar biasa untuk berlagak jadi homo. Tanyakan saja pada Budi, kekasih prianya (hahahahaha). Tapi dia yang paling cepat berkeluarga diantara kami. dia juga yang baik hati membagi pengalaman suksesnya dengan yang lain.

Nah, si Unun yang punya kebiasaan ngomong berapi-api. Pak lurah satu ini hobi karoke, doyan menggoda wanita tapi hatinya setia untuk satu wanita.

So, ada kabar terbaru apa dari pria-pria yang mengaku sebagai pria-pria tampan ini?

Budi, masih menjomblo dan tambah gemuk setelah empat bulan menjadi abdi negara. Berbeda dengan Sendy yang tampak kurus. Mereka berdua saya temui beberapa hari yang lalu. Berawal dari sms-an, akhirnya kami memutuskan untuk bertemu. Mencoba menjalin tali silahturahmi,

Tertawalah saya saat saya menemui mereka. Seperti flashback saat SMA: dua orang itu berjalan menghampiri saya. yang satu dengan badan besar sedangkan yang lain dengan badan kecil yang membawa backpack cukup besar. Langkah mereka pun masih sama. Sendy dengan gaya percaya dirinya dan Budi dengan gaya menyeret langkahnya.

Kami bertemu, bercanda, makan bersama, membicarakan planning dan kabar masing-masing, membicarakan dua kawan kami lainnya, bernostalgia tentang masa SMA kami.

Lucunya, saat kami sedang mengukur luas mall, tiba-tiba Ferri mengirim sms ke Sendy, menanyakan kabar, mengucapkan selamat ulang tahun buat saya, dan bla…bla..bla… sampai akhirnya saya mengungkit soal tulisan saya mengenai mereka di blog ini.

Dan yang mengharukan, saat saya membuka kolom komentar tulisan saya yang bulan April lalu tentang mereka, saya menemukan tulisan lama saya itu dikomentari oleh salah dua diantara mereka. Bahkan Unun mengirim sms ke saya, dan mengatakan bahwa ia akan menikah akhir tahun ini. Wow…. another kabar gembira dari mereka.

So, kalau ada yang nanya kabar terbaru kawan-kawan C3 saya, maka inilah kabar terbaru mereka: Sendy dan Budi masih berjuang memantapkan diri menjadi abdi negara. Ferri sibuk menjadi imam bagi keluarga kecilnya, dan Unun akan segera menikah dalam waktu dekat.

Bagaimana dengan kawan-kawan semua? Apa kabar terbaru dari kawan-kawan? Apakah ada yang akan melangsungkan lamaran setelah lebaran ini?

kalau udah kek begini, siapa yang traktir hayo?