Nongkrong: sekali lagi

Harusnya, postingan yang kemarin itu ada gambar seperti ini:

 

ais ariani: at paris :mrgreen:

Tapi karena saya ngupdate blog dari hape, jadi keknya koneksinya keburu putus sebelum gambarnya keupload. padahal udah diedit dua kali loh. ihhh statement ngeles banget yak bok ituh. hihihihihi…

Baeklah saya mau memberikan sedikit penjelasan mengenai postingan sebelumnya. kalau ada yang nanya apa saya ada di Paris; maka saya jawab: yup! saya ada di paris. tapi bukan paris di France, Eropa sono melainkan Paris bakery, sebuah toko roti yang memiliki café juga.

Letaknya di jalan A.M Sangaji, Jogjakarta atau lebih dikenal dengan jalan Monjali. letaknya di dekat calon hotel Tentrem (lagi dibangun hotelnya) dan di sebelah bambini Montesorri.

Saya menemukan tempat ini atas rekomendasi dari teman dekatnya *ehem* si Beruang kutub, tetangga saya. sabtu itu saya dan dia lagi mati gaya. Listrik di gang kami mati. dan naga-naganya sih mau mati seharian.  akhirnya kami sarapan bareng, nah di tempat sarapan itu saya dan dia mengobrol soal bla bla bla bla dan kemudian memutuskan untuk pindah tempat, karena di warung soto tempat kami sarapan itu gak ada colokan.

nah, lagi memikirkan tempat untuk ‘pindah tempat nongkrong’ si beruang kutub ini membicarakan soal café paris, yang sudah diceritakan si *ehem*-nya dia itu. akhirnya dicapai kesepakatan dari kami berdua kalau kita akan menuju ke sana.

meluncurlah kami sedikit ke barat lalu berbelok ke selatan. pertama  kali kami melihat tempatnya langsung jatuh cinta. jadi di lantai satunya itu merupakan tempat bakery-nya, kami langsung meluncur ke lantai dua; tempat di mana tersedia kursi – kursi dan meja – meja dengan dekorasi yang ciamik. Lalu kami melihat daftar menu sambil inget isi dompet.

dan akhirnya inilah yang kami pesan:

pesanan saya

saya dengan ice capucinno dan opera cake, si beruang kutub dengan youghurt milkshake strawberry dan eclairs vanilla. dan yess, kami langsung jatuh cinta pada gigitan pertama. éclair vanillanya pas di lidah dan opera cake nya mewah sekali rasa cokelatnya!

pesanannya si beruang kutub

beberapa hari setelah kedatangan saya dan si beruang kutub ke situ, kami berulang kali promosi ke temen – temen kami, dan kami rasa kami layak deh dapet persenan *lirik oom bule*

si beruang kutub berhasil membawa temen – temennya (yang temen-temen saya juga dan saya gak bisa ikut!!) ke paris sehari sesudahnya, saya berhasil mengajak ida, si kawan baik saya ke Paris itu beberapa hari setelahnya. dan kedatangan kedua itu saya kalap. saya memesan éclair coffe, tiramisu dan rainbow cup.

fenomena rainbow cake memang lagi menjamah Jogja sepertinya. dulu bayangan saya yang namanya rainbow cake itu macam agar – agar lapis-lapis yang dijual tukang jajanan pasar itu. begitu lihat penampilannya, saya baru ngeh kalau itu beda bok. dan yang ada di Paris bakery itu adalah rainbow cup, versi rainbow cake yang kecil. rasanya manis banget di lidah, dan berhubung belum pernah makan rainbow cake sebelumnya, saya ngasih nilai tujuh deh buat makanan ini, karena pikiran saya krimnya gak sebanyak itu.

lanjut ke éclair coffee nya. hmm.. kok menurut saya lebih enak yang vanilla yang pertama kali saya makan ya? dan ini rasanya di lidah terlalu manis gitu. mungkin next time dateng ke situ saya gak pesen itu lagi (nyobain yang laen! hihihihihi…).

kemudian kita lanjut ke tiramissu. ini adalah favoorit saya dari tiga kue yang saya pesen hari ini. enak bok! rasanya gak terlalu manis, dan rum-nya gak terlalu keras, overall nikmaaat!

selain roti – roti yang tidak mengecewakan itu, di sini juga menyediakan beberapa makanan yang ‘cukup besar’ untuk mengganjal perut, ada sarapan a la French gitu, ada pizza, ada juga sphageti. haduh.. kalau yang ini saya belum nyoba. err… mahal bok soalnya. hihihihihi..

untuk minuman, standar sih minumannya; seperti coffee, capucinno, tea, dan ada beberapa pilihan hot latte. untuk varian ice coffee nya memang gak begitu banyak ya, lebih banyak varian tea-nya malahan. yang beda dari beberapa tempat nongkrong yang pernah saya datengin di Jogja, adalah keberadaan yoghourt milkshake-nya. dan enak loh rasanya.

selain dekorasi ciamik yang bisa buat foto – foto, tempatnya juga cozy banget buat ngerumpi, belajar atau sekedar brainstorming (etdah…bahasanya loh!!). dan terlebih lagi: banyak bule! jadi saya pas ke sana seperti berada di Eropa, karena di sekeliling saya ngobrolnya pada pake bahasa inggris (noraknya keluar si ais, padahal kagak pernah juga ke Eropa! hahahahahahaha…).

tempat ini recommended deh buat yang lagi nyari suasana baru buat nongkrong di Jogja. atau yang mau ngumpul buat ngerjain tugas juga bisa, maen UNO juga bisa karena ada beberapa meja yang cukup besar untuk mengakomodir kebutuhan itu.

oh iya untuk harga: harganya memang gak standart harga minuman di tempat nongkrong di Jogja, tapi 18.000 rupiah untuk secangkir besar ice capucinno gak mahal kan? *semoga si kawan itu gak baca, kalau baca pasti dia protes! hahahahahaha…

tapi kalau boleh saya bilang: untuk enaknya rotinya, suasana dan keramahan pelayanannya, harganya sesuai banget

owkey…  kalau ada yang mau ke Jogja dan mau mampir ke sana, jangan lupa hubungin saya, saya mau ikut :mrgreen:

hihihihihi

see u at Paris… er I mean.. see u next post!

Advertisements

Nostalgia Menonton Konser Pamit

Seharian ini saya beberes rumah. Mulai dari jemur kasur, terus nyuci, bebersih kamar mandi, dapur, nyapu, ngepel dan bla dan bla lainnya. Saya memang sengaja mengosongkan jadwal hari ini (bukan berarti saya punya jadwal yang padet sih hari ini…)

huehehhehehe…

tapi saya punya acara penting sore hari tadi.. saya mau lihat hasil kerja keras adek saya selama beberapa bulan terakhir. kerja keras dia yang membuat dia jutek minta ampun sama saya, yang membuat dia sering pulang malam, begadang, dan sebagainya… Bukan hanya dia seorang tepatnya, melainkan kerja keras tim, kerja keras semua yang bergabung dalam Tim Marching Band UGM fight for GPMB XXVII .

tepat tanggal 23 Desember 2011 besok, tim Marching Band UGM akan ikut serta dalam pagelaran Grand Prix yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Dan sama seperti tahun kemarin, saya sepertinya tidak bisa menghadiri. Buat kawan-kawan yang ada di Jakarta dan pas tanggal 23 serta 24 tidak ada acara, datang saja ke Istora Senayan, karena seru loh nonton Marching Band – Marching Band keren tampil.

Dan untuk tahun ini, pesertanya kalau gak salah ada 15 (apa 12?) hadeh, saya gak paham deh.. tapi kalau gak salah sih 15 dan PKT Bontang ikut turun tahun ini. FYI aja, PKT Bontang merupakan tim Marching Band kuat asal Kalimantan Timur, kalau tidak salah tahun lalu mereka gak ikut. Selain MB UGM, Jogja sendiri memiliki Band – Band Mahasiswa yang cukup kuat seperti DC UMY, CDB UNY (ehem!) dan MB UII dan mereka bertiga juga berangkat ke GPMB 2011. So, UGM sendiri memiliki lawan tangguh yang sedaerah.

Baeklaaah.. baeklaah… saya gak pandai menilai teknis penampilannya masih-masing tim. Harap maklum, saya ini player karbitan yang maen di event besar cuman dua kali. Yang saya paham, MB UGM tadi menyajikan konser pamit yang ciamik, dan  dramatis. Saya sebagai penggemar drama menyukai teatrikal macam itu. Apik suguhannya.

Tema yang mereka usung adalah reformasi. Tema yang cukup berat menurut saya buat mereka. Lihatlah pemain-pemainnya: mungkin masih pake celana monyet saat reformasi bergulir, bahkan mungkin diantara mereka masih bersekolah di bangku SD atau TK saat reformasi bergulir. Tapi itu semua gak menghalangi mereka untuk menyajikan sajian apik.

Serius. Saya merinding saat mereka memasuki lapangan dengan menyanyikan lagu darah juang. Kalau kawan-kawan ada yang merupakan aktifis Reformasi, pasti pahamlah sama lagu darah juang. Eeet, sebelum masuk ke situ baiknay saya ceritakan dulu yah bagaimana suasana saat saya sampek di Parking Lot Purna Budaya UGM.

Sampai di Purna Budaya kalau tidak salah sekitar pukul empat sore, dari kejauhan saya melihat adek saya yang tampan sedang berkumpul dengan player. Mereka membentuk lingkaran, dan tak berapa lama ada yel-yel: Hidup Mahasiswa! Hidup mahasiswa! udah macam mau demo aja mereka. Seragam yang dikenakan player music : hitam merah dan Color Guard mengenaka seragam hitam biru.

begitu memarkirkan si UUN, saya melompat memasuki pekarang Purna Budaya. dan masih cengegesan waktu ternyata saya dikenali oleh Manager Timnya yang teman senagkatan pas LastSar dulu. Dan gak lama muncul mantan temen setim yang ikut di Tim sekarang.

Saat sedang menunggu penampilan, gerimis mulai turun membasahi Purna Budaya. saya hanya berdoa dalam hati.. terang dong terang dong terang dong…

Gak berapa lama, pembawa acara membacakan Reportoir paket Reformasi yang menjadi pilihan paket Tim MB UGM tahun ini yang berjudul : Goresan Merah Bangsa. Tapi berhubung saya gak denger dan memperhatikan, yang saya denger cuman bagian awalnya: bahwa mereka akan membawakan lagu Zamrud Khatulistiwa. Sisanya saya gak paham dan gak denger  :mrgreen:

Lalu.. lalu.. gak berapa lama player masuk ke lapangan dan ya itu… diiringi lagu darah juang. Darah Juaaang gituu… lagu reformasi banget (seinget saya). Soalnya waktu di awal tahun, adek saya nanya ke saya : ‘Mbak ais, yang elo inget dari Reformasi apa?’ saya nyeplos jawab: ‘Darah Juang’

saya emang bukan generasi reformasi, waktu itu saya cuman anak yang baru lulus SD. berusaha memahami kenapa harus ada reformasi. bahkan baru sekali mengenal reformasi. Tapi lagu darah juang itu seinget saya memang lagu-nya mahasiswa demo,  karena pas kuliah S1 dulu, saya ospeknya suruh nyanyi lagu itu mlulu. Kalau demo juga pasti nyanyi nya itu. Saya sih gak pernah ikutan demo, cuman diceritain… *kalem*

Baeklah, baeklah… lanjut ke lapangan Purna Budaya. nah.. setelah player-nya masuk ke lapangan, hujan turun dengan cukup deras. dan mereka semua masih berdiri gagah di lapangan. Lengkap dengan kostum dan alat. sedangkan penonton menyingkir ke tempat teduh.

Saya malah ketemu sama adeknya Captain (eaaaa……), sama-sama menyayangkan keberadaan seragam dan alat yang harus dibawa besok ke Jakarta (pasti apek kan kalau basah-basah gitu langsung disimpen terus dimasukin kontener!).

Darah juang terus berkumandang. Dan saya semakin keras berdoa .. hujan.. tunda dulu sebentar barang 15 menit saja. Daaaan.. doa saya kami (saya yakin gak cuman saya yang berdoa hujannya berhenti sebentar) terkabul dan didengar. Hujannya berhenti. Saya melipir mendekati lapangan.

dimulailah permainan apik itu. dimulai dengan Zamrud Khatulistiwa, dan apa dan apa dan apa (etdah saya denger ada Bento yang dimainin, sama Namaku kertaradjasa yang dari Petualangan Sherina itu.. tapi yang laen saya gelap.. huehehehhehe..).

mereka bermain penuh semangat, bikin saya merinding. dan teatrikalnya dapet. efek hujan juga kali yak, jadinya efek ‘dramatis’-nya dapet. walau banyak bendera cege tergulung, walau beberapa bendera jatuh,walau masih terlihat display-nya belok-belok (lihatnya dari samping sih saya..). Tapi tetaaap mereka bisa membuat saya merinding.

Melihat mereka bermain dengan sepenuh hati: meniup, memukul, melempar, tersenyum… wow…

salah satu player Guard yang kesulitan memasang kostum

Lihat deh salah satu player Guard di atas itu, dia harus menggunakan kostum tambahan yang sudah diguyur hujan itu. agak kesulitan, karena jadi nempel-nempel gitu. Dan setelah menggunakan kostum itu, dia harus merangkak (merangkak sodara-sodara, betul…)

dan suguhan konser pamit itu apik, membuat saya ingin membeli tiket pulang ke Jakarta, untuk berteriak bersama teman-teman lain di Istora Senayan, sambil berteriak-teriak: uu ge em! uu ge eem! Jogjaaa Jogjaa.. Jogja Jogjaaa….

So, buat kawan-kawan yang tidak ada acara tanggal 23 besok, dateng yah ke Istora, berikan dukungan pada Tim kesayangan Anda, tapi saya harap sih.. dukung UGM :mrgreen:

dan MB UGM kalau tidak salah tampil di awal, sesudah Bahana Cendana Kartika Riau sekitar jam 09.00, untuk jadwal bisa dilihat di situs GPMB resmi ini.

See u next post!

 

P.S : dalam rangka menuju perhelatan Marching Band besar ini, saya punya ide untuk menulis segala hal pengenai pengalaman-pengalam yang saya dapat dari Marching Band. Semoga kesampaian!

selamat datang: mahasiswa baru!

salam begajulan wahai mahasiswa baru

🙂

hi kamu!! hai kamu wahai mahasiswa baru. selamat datang di kampus tercinta. selamat datang di dunia kebebasan. selamat datang di kampus yang tahun ini punya program ngepit, jadi mendingan mobil atau motor kamu gak usah dikirim ke kota ini,minta Papih dan Mamih kirim sepeda kamu, Fixie yang kemaren baru kamu beli… dibawa ajah, tiap jumat ada kok sepedahan gaul gitu…. temui saja di Jalan Mangkubumi, di deket benteng di jalan Malioboro, atau di deket Gramedia Soedirman.

Saran saya sih, mendingan gak usah bawa kendaraan ke Jogja. Jogja udah cukup ramai. Dan saran saya lagi, kalau kamu punya kekasih di kota asal kamu, lebih baik kamu putuskan dulu, karena di Jogja banyak orang keren *tepokdada*, banyak tempat cihuy buat bedua-an; sebut ajah alun-alun, angkringan Lik Man, sepanjang jalan Mangkubumi juga asik tuh buat ngobrol-ngobrol, atau ke pocinan di pakualam.

atau kalau kamu merasa gak kelas nongkrong di tempat begituan, kamu bisa mengunjungi kedaikopi di Jalan Kaliurang, di Jalan gejayan, atau Momento di Jembatan Merah, Gejayan. atau kamu bisa nanya sama kawan saya yang doyan Pethakilan, dia lumayan tahulah tempat nongkrong dengan harga terjangkau.

Jadi, putusin dulu kekasihmu di kota asalmu. Daripada kamu selingkuh karena gak tahan setia, mendingan diputuskan dulu. Lagian kamu masih muda, butuh kenal dengan orang banyak dulu…

kamu mau beli perlengkapan kost macam kasur dan tiker? Beli ajah di Liman, di Jalan Malioboro, disebrang Kepatihan. Itu tempat emang pelayanannnya agak jutek, tapi harganya miring bangeeet. Kalau beli kasur juga bisa dianter ke kostan kamu. Terus kalau mau beli alat-alat masak, ember, tong sampah, alat makan dan semacamnya belinya di Progo, letaknya di deket Taman Budaya Yogya (TBY) di belakang jalan Malioboro (saya lupa nama jalannya).

Nah di deket Progo itu juga ada tempat namanya Shoping, itu bukan buat belanja-belanji baju, itu tempat jualan buku murah. Kamu harus nawar tapi. Logat kamu kalau bisa di medok-medokin, tapi jangan lebay. Sok akrab ajah ama penjualnya: bilang kamu pernah beli di situ. Mau merintis jadi koruptor? di situ ada beberapa makalah yang bisa kamu plagiat-in, kamu akui jadi karya kamu. Di jual. Murah. Beberapa karya tulis senior-senior kamu, lumayan buat tugas kuliah.

dan berhenti menyumpah ini adalah desa sepi dan hening. ini bukan desa loh. Ini kota. tapi berhentilah berharap soal blitz, di sini hanya ada 21 dan XXI, tapi itu gak lagi penting. Karena ada banyak hal yang bisa menggantikannya. Jalanan yang ramah, udara yang segar, makanan yang murah, warga Jogja yang hangat,

dan please, please… jangan hancurkan logat warga aseli Jogja. Belajarlah bahasa jawa sedikit-sedikit. Minimal berbicaralah bahasa Indonesia yang baik dengan warga aseli Jogja. Setidaknya lafalkan monggo atau nderek langkung. Bagaimanapun, kamu adalah pendatang, hargailah Tuan Rumah 🙂

Baiklah, itu dulu yah…nanti kalau ada tambahan, Kakak tambahkan di sini.

PS: tulisan ini saya buat saat kemaren siang mendapati Mirota Kampus,salah satu tempat saya hobi jalan-jalan deket kampus dipenuhi oleh mahasiswa baru. Saya baru sadar kalau minggu ini adalah minggu pertama bagi adek-adek Mahasiswa Baru masuk kampus.

Selamat datang sekali lagi mahasiswa baru, dan mohon maaf lahir bathin buat kawan-kawan semua. maaf kalau saya ada salah di postingan maupun di komen. Maaf atas kelalaian menelantarkan blog ini, dan membuat kawan-kawan bosen tiap balik ke sini postingannya masih itu-itu aja. Hehehehe. Anyway, maaf lahir bathin yah 🙂