Posted in [drama] lepas, [drama] sekitar

ulang Janji

SMA adalah masa jaya-jayanya sebagai seorang pemuda (cieee…). Masanya mencari jati diri (yang ternyata ampek setua ini belon ketemu), masanya jatuh cinta pertama kalinya, masanya belajar mengenai komunitas dengan segala konflik di dalamnya, masanya belajar bertanggungjawab pada pilihan-pilihan.

Heleh ngemeng apa coba si ais.

Pengantar ceritanya aneh banget deh. Padahal hari ini saya mau cerita soal hari Pramuka. Yup, tepat hari ini, tanggal 14 Agustus diperingati sebagai hari Pramuka. Saya tidak akan pernah melupakan itu, sama seperti saya tidak melupakan tanggal 17 Agustus sebagai hari kelahiran saya hari kemerdekaan RI maksudnya 😉

Terus hubungannya masa SMA sama tanggal 14 Agustus sebagai hari pramuka apaan Is? Karena, pertama kali tahu hari pramuka itu jatuh pada tanggal 14 Agustus, pas saya SMA. Harap maklum, di Ibu Kota keknya sepahaman saya ekskul Pramuka tidak membahana seperti di daerah. Di Purwokertolah saya belajar mengenal Pramuka. Awalnya sempet gondok waktu tahu ekskul Pramuka wajib buat siswa kelas satu. Gondoknya karena: what? Pramuka? Terakhir kali ‘pramuka’an itu waktu SD, masih Siaga, masih belajarnya Dwi Dharma, masih belajar simpul-simpulan yang gampang-gampang itu. Eh ini kok pas SMA suruh ngapalinnya Dasa Dharma, terus tali temalinya emang udah gak ada yang ada belajar masang dragbar (ini nulisnya pegimane sih?), terus rasanya semua orang sekitar saya pada bisa sandi Morse, sandi rumput dan atau Semaphore!

Owemji… Pramuka adalah horor bagi saya. Gak seperti kebanyakan anak-anak kelas satu laennya yang males berangkat latihan pramuka, saya tidak malas, saya hanya takut. Takut karena saya gak hafal Dasa Dharma, takut karena saya gak bisa bahasa jawa, takut karena saya gak bisa semaphore, pokoknya ketakutan-ketakutan atas ketidakmampuan saya sebagai seorang Pramuka.

Tappppi… bagian yang paling konyol dari keaktifan saya di Pramuka pas SMA adalah: si anak baru yang tidak bisa apa-apa, yang ngapalin Dasa Dharma pas Kemah Bakti Bina Laksana (ini bener bukan kepanjangan dari KBBL?), yang ujian SKU (Syarak Kecakapan Umum, isn’t it?) untuk Penegak Bantara-nya bisa dirapel dalam waktu singkat, yang  ngeloncatin dragbar ini terpilih sebagai Pradana. Kamu gak tahu Pradana? Coba cek di sini buat mengetahui struktur kepengurusan Dewan Ambalan.

Konyol menurut saya adalah karena itu  pertama kalinya sifat sok ngatur dan sok tahu saya diakui dalam struktur (Hahahahahahaha….).

Sepanjang karir saya sebagai Pradana *tsaah saya mengalami banyak peristiwa yang membuat saya belajar bahwa: tidak selamanya kawan yang mendukung secara politik  atas kepemimpinan kamu mendukung setiap keputusan kamu. Dan mereka bisa jadi merupakan kritikus handal dalam setiap langkah kepemimpinan kamu. Politik itu hebat loh, bisa menjadikan kamu musuh publik sekaligus dicintai oleh publik. Jadi, buat adek-adek yang pengen belajar politik praktis, masuklah organisasi. Gak usah Pramuka kalau kamu bersin-bersin pas pake baju cokelat itu. Kamu bisa ikut Pencinta Alam, PMR, atau Paskibra atau OSIS.

FYI aja nih… Pramuka menurut saya mencakup semua ekskul. Kamu bisa jadi anak pencinta alam di Pramuka (saya nyicip rapling juga di Pramuka), kamu bisa jadi anak PMR di Pramuka (hei,kan udah dibilang: belajar bikin dragbar), terus kamu bisa belajar baris bebaris juga di pramuka, dan yang pasti: kamu bisa belajar mengenai Organisasi di Pramuka.

dan, kamu bisa belajar mengenai cinta di Pramuka. Huahahahhahaha…..

***

Salah satu prosesi yang tidak dilupakan saat memperingati hari Pramuka pas SMA adalah: Ulang Janji. Ulang janji biasanya dilakukan di malam 14 Agustus, biasanya tanggal 13 malem. Ulang janji pertama saya itu tanggal 13 Agustus 2001, saat itu saya sudah dilantik menjadi Penegak Bantara, tapi belum menjadi Dewan Ambalan. Kami berbaris memutari semacam api unggun lalu ada sepuluh petugas yang membawa obor dan mengucap Dasa Dharma Pramuka:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan ksatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, trampil dan gembira
  7. Hemat cermat dan bersahaja
  8. Disiplin, berani dan setia
  9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Dan entah kenapa, setelah itu saat berkumandang lagu Syukur saya merinding. Haru. Saya mencintai masa-masa keaktifan saya di Dewan Ambalan Pandawa Srikandi tempat saya bernaung dulu. Itu adalah masa-masa penuh kenangan, penuh pengalaman, penuh pembelajaran dari masa SMA saya.

Walaupun sangat sedikit kawan-kawan saya sekarang yang percaya kalau saya ini Pradana Dewan Ambalan (jangankan mereka, hlahwong saya ajah juga kadang gak percaya…).

Selamat Hari Pramuka wahai Pramuka Indonesia

🙂

Salam Pramuka!!

 

***

Postingan kali ini didukung oleh kenangan tahun-tahun saya di Dewan Ambalan Pandawa dan Srikandi GuDep 02.456-02.457 (yang kalau ditulis di sini bakalan jadi ber part-part), dukungan dari Wikipedia untuk Dasa Dharma Pramuka-nya (it’s been 10 years! udah lupa banyak saya. Hahahhahaha).

PS: Foto yang saya punya cuman ini, maklum jaman saya SMA belon ada teknologi kamera digital, dan saya terlalu malu buat ‘nyuri’ foto di sanggar, dan ini juga hasil tag-tag an di FB. Hehhehehehe…Gak akan ketebak juga saya yang mana. Hlahwong burem ngono kuwi og