behind the scene : kembang 3 setaman

Kemaren Manager saya meng sms saya, begini bunyi sms nya :

Kita bikin postingan ttg latar trbentuknya kembang 3 setaman, pemilihan lagu dan ide cerita, yuk? Tapi versi masing-masing

Wow… saya pernah baca di beberapa tempat  [saya males nge link nya. Maaf yah kawan-kawan. hihihihihi] mengenai terbentuknya group mereka untuk mengikuti kontes Kecubung itu. Saya gak kepikiran mbuat bikin. Karena : jujur, saya lupa! Hahahahhaha. Ups.

kami

Tapi yang saya inget adalah begini: kalau gak salah semua berawal dari perbincangan saya dengan Bang Aswi di YM. Kita ngobrol ngalor ngidul lah, maklum baru pertama kali chatting, jadi banyak yang di eksplore. Sampai akhirnya sampai lah ke topik Kecubung 3 Warna itu. Saya lupa tepatnya siapa yang mengajak siapa, hingga akhirnya pembicaraan meluncur ke orang ketiga. Ngajak siapa yah. Saya memikirkan semua orang yang ada di kepala saya. Dan blank

😀

Lalu muncul lah sebuah nama; Jasmine Amira. e? Siapa tuh Bang? Maafkan aku yah put, dulu aku belum mengenal mu. Lalu mulailah saya bermain ke tempatnya si Jasmine Amira ini, ceritanya mau PDKT. soalnya kata si Abang, saya yang diminta ngajak putri. Dan saya suka sama gaya menulis dia, sederhana namun bermakna. Sampai suatu hari sms dari si Abang memberitahu kalau putri siap bergabung dengan kita [jiaaah… ebat kali kan si Abang? gerak cepat!]

Digelarlah waktu itu conference pertama kami yang di isi dengan hahahaha hihihi nya saya sama putri, karena baru di situ lah saya sama dia berkenalan.  Dari FB saya tahu kalau putri ternyata ngefans juga sama  Princess Diares-nya Meg Cabot. Hebohlah saya jadinya; maklum, jarang saya menemui orang doyan banget ama itu buku [secara umur juga saya udah agak tuwir buat baca itu buku, heh tapi saya mbaca itu dari jaman saya SMA loh! *membela diri*]

Owkey.. owkey… back to conference. Nah pas conference itu,  Bang Aswi sepertinya gregetan berbincang-bincang bersama kami. Harap maklumlah, di mata dia mungkin kami ini masih  ABG-ABG piyek. Ribut aja memperbincangkan hal-hal yang tidak berkaitan dengan kecubung. Termasuk saat memutuskan nama [kami memutuskan nama duluan loh dibanding dengan cerita seperti apa…].

Jadi, saat memutuskan nama itu saya sibuk cari wangsit. *mikir* mikirnya lamma. Ampe akhirnya si Abang *yang tidak sabaran sama kelakuan ABG-ABG ini* menelurkan nama Kembang 3 setaman yang singkatannya Kelompok Bareng-bareng 3 seleb cinta pertemanan. Nah, singkatan ini sempat mengalami perdebatan alot sebenarnya. Tapi perdebatan seperti apa, saya lupa 😀

Tapi, kami tidak merumuskan cerita. Kami hanya merumuskan urutan menulis, dan berhubung saya tidak mau menjadi penulis pertama, dan Bang Aswi memutuskan menjadi penulis terakhir, maka saya memutuskan menjadi si penulis tengah [entah kenapa, saya senang jadi si tengah. Hehehehhee]

Setelah memutuskan urutan menulis, kami sepakat bahwa ide cerita berasal dari kami semua, nanti kami akan kontak-kontakan lagi. Begitu kesepakatan di conference pertama.

Daaaan… saya melupakan sejenak soal kecubung ini, hingga suatu hari munculah email dari putri yang mengirimkan draft cerita pertama. Saya baca.. dan tarrrraaa….. saya gak punya ide ngelanjutin.

Oww c’mon… saya tahu kapasitas saya dalam menuliskan sebuah cerita. Dan jelas, saya agak sedikit kesulitan menuliskan sebuah kisah fiksi. Lama saya merenung. Hingga akhirnya saya mendapatkan ide; dan saya paham itu bukanlah karya maksimal saya. Maksudnya, saya senang menuliskan hal-hal yang saya pahami betul. Saya tidak paham kehidupan di panti asuhan, dan jujur, rasanya waktu itu saya sudah pengen nulis out of da box yang ngawur [saya mau bikin si Ali jadi artis, udah saya bikin judulnya segala loh waktu itu. hihihihihi].

beruntunglah ada seseorang yang meyakini bahwa saya bisa melanjutkan cerita itu 🙂

akhirnya saya baca berulang kali draft cerita putri yang dia kirimkan ke saya, saya bisa ‘mendapatkan’ nyawa dari cerita itu. dan saya memilih mengambil sudut pandang Vita sebagai orang pertama tunggal yang menceritakan cerita di bagian saya. dan yaah… saya tidak bisa lebay dan menjayus kek biasa. tadinya karakter Vita mau saya bentuk seperti saya. Tapi please deh, Vita itu bukan saya. Saya gak bakal berani ke kantor polisi buat mbebasin Ali

😀

Saya setor lah draft cerita saya ke Manager saya, [saya seenak udele ngangkat Bang Aswi jadi manager group kami]. Dan sempat terjadi diskusi antara saya dan manager saya. But, overall.. kami benar-benar tidak berkoordinasi mengenai cerita. Lebih banyak kami berkoordinasi mengenai masalah teknis.

Lalu setelah mendapat tanda okey dari manager, saya pun mempublish cerita versi  saya itu.

Nah di sinilah sedikit keteledoran tim kami. Kami tidak memposting tulisan pada hari yang sama. Melainkan hari yang berbeda [daaan sangaaat jauh jaraknya!].Ini sempet diprotes sama pakdhe via email ke saya. hiks. suwer, saya jadi gak enak banget waktu itu.

Sehingga pembaca dari tempatnya putri sedikit mengalami kebingungan. Maaf yah buat semua… dan lihatlah.. manager saya pun menutup cerita dengan cukup ciamik dan cantik setelah beberapa hari postingan saya di publish [ PS : waktu itu si manager sempet sedikit menggerutu karena saya memunculkan dua wanita asing di ending cerita saya! hahahahhaa… Tapi terbukti manager memang penulis handal. cerita pelangi ditutup dengan manis yah.. ]

dan, akhirnya… semua berakhir bahagia, buat Ali dan Pelanginya, serta buat kami bertiga. Hehehehhehehehe…

Terimakasih sangat saya ucapkan kepada kedua rekan saya; Bang Aswi selaku Manager group serta Putri selaku pencetus ide dan lagu [terus.. saya ngapain yak? hahahahhahaha…]. kepada Pakdhe Cholik tersayang, kepada mas Ibnu, Bu Piet dan Mbak Iyha selaku Dewan Juri, terimakasih atas pengalaman berharga ini.

Jujur, saya sedikit norak [banyak ding]… karena baru kali ini saya menang kontes menulis *terharu*

girang banget pas buka tali asih dari pakdhe. ini adalah buku yang direkomendasikan oleh seorang kawan! dan ternyata ini jadi tali asih dari PakDhe hehehehhee.. makasih sekali lagi pakDhe 🙂

*postingan ini disponsori oleh : gambar dari tempatnya pakdhe dan [sekali lagi] HP butut saya 😀