Monolog ke-572

Tadi pagi ibunda menghubungi, kami bercerita panjang lebar. Dari berbincang tentang Hari Jumat, mengabsen kabar saudara-saudara, hingga berbicara mengenai finansial. Ah, i always be her daughter. Lucu ya, bagaimana masa muda kuhabiskan dengan mencari-cari kesalahannya. Selalu bersebrangan dengannya dalam hal berpendapat. i always be her other side.

Lalu tiba tiba ketika kami jauhnya berpulau-pulau, dan kalau mau ketemu harus menempuh perjalanan dengan pesawat berjam jam, mendadak jadi seperti Gilmore Girls. Sibuk update keseharian. Absen tiap hari, saling telpon-telponan untuk bercerita tentang kesehariannya.

Randomly banget, Ibu minta saya kuliah lagi. i just like, whaaaaat.

udah monolog segitu aja. saya lagi coba mendinginkan kepala saya 🙂

cheers,

dari aku, yang 2 minggu ini babak belur dihajar deadline.