Tiga tahun dan sedikit cerita

Pagi tadi, mas bojo nyiapin sarapan nasi uduk si teteh dari gang sebelah yang hari kemaren saya pengenin. Sudah beberapa hari saya setiap berangkat ke kantor dan ngelewatin si Teteh jualan, pengen banget mampir terus membeli sebungkus nasi uduknya. Tapi ramenya pembeli bikin saya mikir berulang kali. Bisa bisa telat ngantor kalau saya mampir dulu.

Keinginan terpendam saya itu saya sampaikan ke mas bojo; kenapa ya kok kangen nasi uduk si teteh.

Surprise, pagi tadi di meja makan sudah tersedia dengan manis sebungkus nasi uduk dan bonus kue lupis kesukaan saya (juga!). Saya tanya, dalam rangka apa mas bojo beliin nasi uduk, soalnya jaman saya hamil si genduk saya sering banget beli nasi uduk itu dan mas bojo seringnya protes (rame banget mau makan doang!). Lah kok ini ujug ujug dia bawain itu nasi uduk.

Singkat cerita, sampai di kantor, saya buka komputer… terus jalan ke pantry ambil minum dan sendok. Balik ke meja saya lihat layar komputer dan mendapati hari ini adalah anniversarry pernikahan saya dan mas bojo.

Ya Tuhan. Kok saya bisa lupa.

Langsung wasap mas bojo (lagi. Setelah sebelumnya laporan kalau sudah sampai kantor, lagi buka nasi uduknya), sambil menulis rangkaian kata mesra meminta maaf atas kelalaian saya melupakan wedding anniversarry kami.

Dan mas bojo bales wasap saya kurang lebih gini; itu makanya ada lopis sama nasi uduk hadiah anniversarry. Ya walaupun gak ngucapin nanti juga ade tahu.

I just like… hmmmmm oke. *garuk garuk keyboard, gregetan*

That’s soooooo him. Gak romantis, datar, flat, straight to the point, but (somehow) … that’s why i love him.

Entah kenapa, dia mampu meredakan saya yang meledak-ledak ini.

Gak jarang sih kita suka ribut akan hal-hal kecil gak penting gara-gara sifat saya yang meledak ledak ini.

Wait

Sebenarnya, selama 3 tahun perjalanan berkeluarga ini (Alhamdulillah) … kami sangat jarang ribut saling tuding berantem rame gitu. Bukan gak pernah ya…. hal-hal kecil macam handuk basah gak dijemur di luar, motor dia yang dia parkir ngalangin jalan keluar mobil pas saya mau ngantor, kebiasaan dia tidur seenak jidat di sabtu-minggu, jahilnya dia melesetin lagu di depan genduk, ketidakteraturan dia untuk makan, dan hal-hal kecil lainnya pastilah bikin kita berdua masih ribut (ehem. Sebenernya saya yang cerewet dan dia tetap pada sifat aslinya : datar).

***

Entah karena memang sudah umur atau memang muka saya keliatan tua … gak jarang ada beberapa kawan yang percaya sama saya buat curhat permasalahan hidup ke saya. Mungkin karena mereka tahu saya belajar psikologi jadi saya bisa diharapkan memberikan masukan yang wise (Walaupun somehow ujung ujungnya saya gantian yang curhat. Hahahahaha!). Pertanyaan yang kadang muncul adalah:

– bagaimana saya tahu kalau mas bojo adalah jodoh saya?

Jawabannya : saya gak tahu. Setelah melewati episode panjang bertemu dengan kodok kodok sebelumnya, saya juga pesimis bahwa hubungan kami akan berhasil. Maksud saya, setelah gagal sekian kali ada perasaan gak percaya yang muncul ketika dia menyatakan niat untuk serius. Lalu apa yang membuat saya yakin? Actually i don’t know. But one thing for sure …. setelah apa yang terjadi diantara kami, setelah semua drama saya lakoni dalam hubungan ini, he stayed. And just like that …. booom … semua jalan dan niat kami untuk serius dimudahkan dan tak menemui kendala berarti.

– apa perbedaan setelah dan sebelum menikah?

Jawabannya: banyak, kakaaaaa. Kalau mau dibikin list baru besok shubuh saya kelar nulis postingan ini. Hahahahahaahaha.

Dulu sebelum nikah tuh ya saya kurus gitu deh, masih hobi makek eyelinner, lipstik dan contact lens. Masih berusaha terlihat good looking di depan dia.

Sekarang? Udah mandi sama pake body lotion aja yang penting. Maskara saya ampek kering kerontang dianggurin. Fokus ke rajin keramas dan tetap wangi menyambutnya pulang (aeeehh).

Dulu saya tuh hobi drama ngirim gambar gambar di pinterest yang menyentuh hati, sama sering ngasih surprise kue atau kado tiap tanggal 12.

Sekarang? Anniversarry aja lupa. Hahahahaha

Dulu kalau tidur sendiri, kak.

Sekarang bertiga, bonus pelukan dari belakang tiap malem. Dan entah ya, kadang kalau dia pulang kampung atau lembur dan gak bisa pulang … saya sering merasa gak bisa tidur dan kasur terasa luaaaas sekali. Aeeeehhhh…

***

Perjalanan 3 tahun ini masih piyik banget, masih muda. Masih belum ada apa-apanya dengan perjalanan kami ke depan. Hanya saja saya mau menuliskan hal ini sekarang, biar nantinya saat saya membuka tulisan ini di tahun-tahun mendatang, saya bisa diingatkan lagi tentang perasaan ini, tentang pemikiran ini, tentang betapa beruntungnya saya dengan doa doa yang saya ucapkan dulu perlahan mulai terwujud.

***

Dear Pii…

Happy anniversarry once again. Maaf kealpaan ade mengingat hari ini. Kalimat maafnya sudah terrangkai sempurna dan siap ade sajikan ke mas, nanti. Terimakasih tak terhingga sudah mengajarkan untuk selalu pandai bersyukur, untuk selalu sabar dalam tiap langkah hidup ini, untuk selalu bahagia dengan hal hal sederhana yang kita wujudkan

Sama sama belajar ya untuk menjadi lebih baik, untuk sama-sama lebih melihat kepada apa apa yang kita miliki dan bersyukur karenanya daripada terus menerus meratapi kekurangan.

Tolong, jangam lelah untuk membimbing istrimu ini. Masih panjang perjalanan kita, masih terbata cara kita menghadapi dunia, dan masih banyak yang belum kita pahami.

***

Nitey nite temans, have a nice weekend!

Advertisements

3 thoughts on “Tiga tahun dan sedikit cerita

  1. Ada 2 hal yang berubah dari blog ini.. Pertama ceritanya makin dewasa.. Aku masih ngrasa amaze lho sama cerita2nya.. Bisa ya sedewasa ini..

    Dan yang kedua.. Sepi komen ahhahaha bahkan nglike aja gada.. Aku jadi mikir untuk resign aja dari jawaban ketua fans garis keras mbak ais.. Sekarang udah gak populer lagi, udah gak kayak dulu, mungkin skrg statistik blognya masih lebih baik aku, jadi udah gak gada alasan untuk ngefans lagi, harusnya skrg gantian, mbak ais yang ngefans ma aku…

  2. Aih. rajin rajin mgeblog dong is. suka denger ceritanya.

    etapi jangan bandingin blog aku juga yak. Udah jarang banget cerita sehari hari. Aku kangen, tapi males juga nulisnya. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s