Menikah : sebuah pergeseran makna

Beberapa minggu belakangan ini, entah bagaimana ceritanya ada begitu banyak prahara rumahtangga yang (ceritanya) menghampiri saya. Dari cerita selingkuh dalam rumahtangga, cerita si anu begini, si itu begono.

Ada cerita yang cukup menarik, semoga saya gak dibilangin nyeritain aib orang yah. Kita ambil pelajaran saja dari cerita ini.

Ceritanya, mari kita sebut dia mawar. Mawar, menikah dengan kumbang setelah menjalani kisah kasih selama sekian tahun. Hingga tiba suatu hari, mawar menemukan kenyataan bahwa kumbang selingkuh dengan teman mawar. How could?

Yeah, betapa how could lagi kalau saya ceritakan alasan dibalik perselingkuhan itu bisa terjadi. Kumbang (kurang lebih) berkata kepada Mawar : “menurut kamu kenapa sampek aku selingkuh? Karena kamu gak bisa aku apa apain. Kamu gak pernah mandi habis pulang kerja”

As simple as that.

Kamu …. gak pernah mandi, mawar.

How could?

Setelah saya survey kecil kecilan ke sekitar saya, sedihnya, mereka bilang “iya, itu bisa saja terjadi”

Kok sedih ya. Terus saya dapet bonus nasehat malahan

Makanya, jadi perempuan itu pandai jaga badan, yang wangi. Biar suami betah”

Sejak kapan menikah itu diukur dengan seberapa sering kita mandi? Saya baru dua tahun menikah. Tahu apalah saya ini soal menjaga keharmonisan rumahtangga? Yang ada, saya banyak dapet nasehat.

Suruh rajin mandi

Suruh mulai fitness

Mulai ngurang ngurangin bawelnya

Mulai belajar masak

Bagaimana dengan cinta sejati? Bagaimana dengan menerima apa adanya? Bagaimana dengan kenyamanan? Bagaimana dengan sekarang atau limapuluh tahun lagi kutetap akan mencintaimu?

Dan pada akhirnya … nasehat pamungkas yang saya terima; mari kita jalani rumahtangga kita masing-masing.

Selasa baik, medio september 2017. Ditengah dokumen dokumen pending setelah melewati cuti 3 bulan.

Ps: tadinya maunya niatnya nulisnya bukan ini. Tapi yang ditulis malah begini. Yasudahlah.

Advertisements

11 thoughts on “Menikah : sebuah pergeseran makna

  1. Berat…. Di sini wanita jadi korban sih.. Tapi kan cowok suka egois yah.. Kayaknya sih makin dia dapat referensi tentang wanita, makin dia ingin menerapkan itu ke pasangannya.. Ya begtulah..

    1. Ini ngeselin loh. Sementara, setelah menikah dan punya anak, somehow pria semakin menarik. Aku kesssaaaalll karena ini semua ga adiiiiiillllll πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s