nak,

Jadi begini nak, ibumu malam ini sedang duduk manis … meluruskan kaki bengkak setelah seharian jadi pejuang korporat. Ah, kamu pasti bertanya …. apa itu pejuang korporat. Nanti yah nak, ibu jelaskan saat kamu sudah cukup memahaminya. Let’s say …. 20 atau 30 tahun lagi, hahahahaha

Ibumu terinspirasi dari seorang kawan di media sosial. Dulu, dia adalah idola ibu. Kenapa? Karena dengan gaya nyinyirnya yang menyebalkan dia mampu membuat dunia sosial media ibu menjadi lebih berwarna. Namun belakangan ini gaya nyinyirnya sudah berkurang. Akhirnya ibu mempertanyakan hal itu. Kenapa kamu berubah? Dan dia menjawab bahwa dia takut nanti gaya nyinyirnya dibaca oleh anaknya.

Lalu ibu terdiam. Ya ampun, nak. Ibu panik. Bagaimana jika kamu nanti menemukan blog ini? 

Sebelum pikiran – pikiran ibu merajalela tidak tentu arah, ada baiknya ibu meminta kamu untuk membaca postingan ini terlebih dahulu. So, ingat pesan ibu. Baca postingan ini terlebih dahulu sebelum kamu membaca semua postingan ibu sebelum sebelum ini. 

Nak, usiamu di perut ibu menginjak 32 minggu… itu artinya sekitar beberapa minggu lagi kalau semua berjalan lancar dan atas ijin Allah, kamu akan lahir ke dunia ini. Dunia yang penuh warna dan keajaiban. Ah pasti akan tambah berwana dengan adanya kamu nanti. 

Ibu minta maaf yah nak, selama kamu di perut ibu … ibu banyak melakukan hal – hal yang seharusnya tidak ibu lakukan. 

Ibu masih suka makan mie instan yang enak itu, kadang masih suka nyicip nyicip kopinya ayah, terus ibu juga jarang minum vitamin yang dokter kasih, ibu juga bandel masih suka lembur sabtu – minggu, kadang juga masih suka diajakin ikut rapat dan ngerjain kerjaan sampe malam (dan kok yah herannya kamu kaya seneng – seneng aja yah nak diajak rapat gitu), 

ibu bahkan males browsing browsing untuk makanan yang baik untuk ibu hamil (bayangkan, mencarinya saja malas, apalagi menerapkannya!). Dan jangan lupakan acara garuk – menggaruk di tiap malam menjelang tidur yang seharusnya tidak ibu lakukan, tapi masih saja ibu lakukan sampai sampai kulit kaki ibu luka – luka.

dan ….  Maafkan atas semua sampah yang ibu makan, nak. 

terus yah nak … maafkan ibu, kadang ibu masih suka menggerutu dan kesel sama orang, apalagi sama tante-tane dan oom-oom di kantor kalau tiba – tiba mereka ngeselin (ah, nak … separuh hari ibu dihabiskan di kantor, maafkan ibu yah atas keterbatasan interaksi sosial ibu ini. Entah kenapa, sejak ada kamu di perut ibu, yang ingin ibu lakukan adalah pulang ke rumah dan mengajak kamu mengobrol…). Bahkan kadang ibu masih suka ngomel ke ayah soal hal kecil yang luput dari ayah.

ibu juga minta maap kalau tiap akan tidur malam, yang ibu lakukan adalah membaca buku novel – novel kesukaan ibu, bukan buku – buku parenting yang sudah ibu beli itu. Bahkan niat membacakanmu dongeng kadang menguap begitu saja saat melihat cover novel kesukaan ibu.

namun nak, ibu tak pernah lelah mengajakmu mengobrol, mengajakmu bercerita dari dulu. Mengajakmu mendengarkan lantunan ayat suci, atau mengajakmu belajar tentang indahnya karakter manusia.

nak, ibu selalu berdoa agar engkau menjadi anak yang pintar membawa diri, anak yang menyenangkan, anak yang mencintai agama dengan bijaksana, anak yang mandiri dan memiliki pendirian kuat.

dan jikalau dalam perjalanannya nanti engkau merasa apa yang ibu lakukan atau katakan kepadamu sudah terlalu membuatmu lelah, sudah terlalu membuatmu jenuh, sudah membuatmu menjauh dari ibu, ingat satu hal nak: ingatkan ibu. Ingatkan ibu bahwa kamu adalah titipan. Bahwa kamu adalah milik Sang Maha Pemilik. Yang ibu inginkan hanyalah yang terbaik untukmu, tanpa mengurangi sedikitpun kebahagianmu.

pada akhirnya nanti kamu akan mengalami semua drama dalam tulisan – tulisan di blog ini. Ataupun tidak. Ibu memilih kamu tidak mengalaminya. Itulah alasan ibu (mungkin) akan sedikit menjauhkanmu dari segala hal berbau putri – putri an. Atau cinta – cinta an yang cengeng. 

Atau ….

entahlah nak. Ibu bingung apa yang harus ibu lakukan nanti. Yang pasti … i knew i love you before i met you. I do.

Love you,

ibu

ps: besok besok ibu lanjutin lagi yah nak. Mata ibu sudah ngantuk sekali. 

Advertisements

3 thoughts on “nak,

  1. Hai Adek utun,,, nanti suatu saat, udah bisa baca, udah dikasih tau alamat blog ini,, coba cari komen2nya Aku yah,, lucu2 lho,, bagus untuk kepintaran dan rasa humor kamu,,, *dikeplaki bunya

    Ya ampun,, Mbak… tidak ada yang pernah menyangka kalau Mbak, bisa kayak gini,,,

  2. Dari sudut pandang aku sekarang seh di blog rasanya gak ada yang terllau aneh aneh. Gak tahu juga ya is ntar dari sudut pandang anak. Apalagi eranya beda. Anak 2000 belasan. Hmmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s