pada tiap mereka yang pergi

Saya bukanlah mereka yang menganggap remeh apa itu kehilangan. Karena bagi saya, ketika saya kehilangan … berarti Tuhan sedang menegur saya. Sedang ingin berdialog lebih lama dengan saya, mencoba menyampaikan sesuatu kepada saya. 

Namun, hal tersebut bukan membuat saya lebih pandai menjaga hal-hal yang saya miliki. Atau lebih hati-hati. Saya mengakui, saya ini punya nilai di 9,8 untuk tingkat kesleboran. Benda benda kecil yang orang sering kehilangan (misal kunci, flash disk, masker buat naek motor, gantungan kunci, jam tangan), saya bisa kehilangan dua kali. Bahkan pernah saya kehilangan jam tangan sampai dua kali dalam setahun. 

Kacamata saya tahun ini sudah ganti 2x. Yah itu … gara gara slebor. Saya lupa naruh. Dan mengklaim benda itu hilang. Herannya, walau sering mengalami kehilangan, saya tetep kesel kalok benda kesayangan   saya hilang (kalau sayang dijagain sih ya, bukan dibiarin ilang. Tapi kalau diambil orang padahal udah kita jagain setengah mati ya nasib namanya). 

Nah. Tahun ini, saya kehilangan beberapa hal. What do you think if  i make a list? 

No?

Well.. a short list, maybe …..

  • Waktu luang 

Gak usah dibahas lah yah. Sejak jadi corporate worker, saya sering kebablasan sok sibuknya. Berangkat pagi, pulang malem, terus malem langsung obob. Begitu aja tiap hari. Tiba di weekend, saya berjibaku ngerjain pekerjaan rumahtangga dan bersosialisasi dengan mall  temen di mall, atau coffee shop, atau di manalah kami bisa bertemu. Saya jadi sering kehilangan waktu luang untuk leyeh leyeh, untuk ngelupasin kultikula di pinggir kuku tangan saya, stalking – stalking lucu, atau sekedar scrol newsfeed fesbuk. Bukannya gak ada sama sekali sih … hanya saja berkurang lumayan banyak dari 4 tahun lalu.

  • kacamata

sebenernya ini masuk kategori lupa naroh dan mari kita anggap hilang. Aslinya saya emang lupa naroh. Kapan dan di manah jangan ditanya dah. Gelaaaaap. Sebenernya sehari hari saya make kacamata buat nyetir aja sih, sama meeting yang mengharuskan saya melihat tulisan secara jauh. Atau training. Atau yah … kalau kudu liat yang bening – bening (3 terakir jarang banget terjadi. So basically, jarang saya pake itu kacamata kecuali saya mengendarai kendaraan). Pokonya intinya saya ganti kacamata tahun ini. Dan ini kacamata kedua yang hilang selama setahun terakhir. 

  • Sepatu, tas, baju, 

okeh. Kalau ini mah gara – gara packing renov rumah yang dilakukan membabi buta dan membuat saya merasa barang barang itu hilang. Gak masuk kategori yah. Okay. Next!

  • Selera humor

selera humor saya bisa dibilang berubah. Dulu saya sering banget ketawa. Sekarang saya seperti sulit menemukan hal hal konyol untuk ditertawakan. Beruntung mas suamik juara banget ngebanyolnya dan membuat saya tertawa. Hingga dipastikan setiap ada dia di sebelah saya, saya pasti tertawa. Bahkan untuk reaksi dia terhadap pemberitaan ayu tingting dan raffi ahmad (yang ngomong – ngomong; akun hatersnya bejibun yak di ig. Bukannya aku perhatian sih. Aku cuman follow beberapa dari mereka. Hahahahahaha)

  • Waktu menonton tv

mungkin bukan waktunya yang ga ada yah, tapi lebih kepada ‘males-usaha-masang-antena-karena-berhenti-langganan-tv-kabel’. Lagian, masih ada yah yang nonton tv lokal? Kok temen – temen sekitaran saya jarang yang ngebahas pertelevisian. Maksudnya … beberapa tahun lalu kan ekosistem saya rame ngebahas indonesian idol lah, atau dulu saya bela belain beli antene hujan hujanan demi untuk apa itu judul acara yang dipandu Choky Sitohang yang jodoh jodohan itu, atau … ngebahas sinteron tersanjung (so last year  decade! Hahahhahha). Pada intinya, saya ngerasa tenang tenang aja walau gak nonton tivi. Bukan jenis kehilangan yang berarti yah. 

  • Kemampuan menulis

bahkan di twitter, saya hanya mampu menuliskan beberapa twit dalam sehari. Padahal … dulu ada aja yang bisa saya tulis dan ceritakan dalam 160 karakter. Ini sudah berlangsung empat tahun lamanya. Saya gak tahu penyebabnya. Tapi, dalam hal ini … saya tahu Dia sedang mengajak saya berdialog untuk topik pembahasan ‘bagaimana cara menggunakan social media dengan tidak kebablasan’

  • Drama

entah pengaruh jarang nonton tv atau jarang membaca novel, saya merasa bahwa semakin sedikit drama hidup yang bisa saya bagi. Baik di blog ini, maupun dengan kawan kawan terdekat. Hidup saya as simple as you can see on my instagram lah. Masih pacaran sama mas suami, masih seru seruan jadi staf di salah satu kantor di ujung Jakarta, masih berusaha menekuni hobi membaca saya, begitu begitu saja. Mungkin, ini jenis kehilangan yang saya syukuri.

****

Mungkin masih ada hal lain yang menjadi ‘sesuatu yang hilang’, tapi postingan ini gak akan pernah kepublish kalau saya harus mengingat semuanya. 

Well, segini aja dulu yah untuk kali ini. See you when i see you, my dramaLand.

****

Ps: actually, saya niat awal nulis gak nulis ini loh. Niat awal nulis saya mau curhat soal kehilangan seorang kawan. Bukan seorang sih sebenarnya. Dan bukan literally kehilangan juga. Mereka masih di tempatnya, mereka masih ada di situ, di tempat kami pernah begitu dekat. Hanya saja … rasanya semua berbeda. Gak ada lagi bercanda cela celaan kami, gak ada lagi curhat curhat lucu kami. But, things changed. And … yasudahlaaaahhhhh, yang saya rindukan pada kenyataannya pertemanan kami dulu. Iyah, yang waktu itu. Ini saatnya teriak : NEXT!

Miss those good times. 

Gara – gara foto itu sihhhhh… 

PS: Postingan ini dipersembahkan oleh foto lama bersemi kembali. Ke bali. Er.. kembali maksudnya. 

6 Comments

Filed under [drama] lepas

6 responses to “pada tiap mereka yang pergi

  1. Itu waktu ke Bali pake pesawat Garuda Indonesia the member of sky team ya mbak?:mrgreen:

  2. 'Ne

    Aiiiss.. yang penting nggak kehilangan selera sama masnya😳 hihi
    kangen kangen kangen ya.. tapi memang begitulah seiring berjalannya waktu, berubahnya haluan hidup kita pokonya ada banyak faktor sebenarnya yang membuat kita kehilangan hal2 yang kita miliki dulu..tapi itu tandanya kita juga punya sesuatu yang baru kan, kedewasaan barangkali? atau yang lainnya mikir sendiri aja yah hehe..

  3. i feel you nenggg,,,,
    bangattt rasanya banyak hal yang pengen dituliskan,, tapi ya itu nguap gitu aja,,
    dulu kita betah yaa ngedraft dan nikmatin banget nulis blog,,,

    suka nyess kalau history facebook nongol,,kadang suka mikir
    “gw dulu bisa ya sekocak dan sekonyol ini ,, kenapa sekarng gak”

    mungkin karena kita sudah mulai menua

    SEMANGAT Neng,,, jadi budak budak korporat itu memang melelahkann,, tapi gimana dong,, uang itu kebutuhan pokok sebelum sandang,pangan,papan,, :))

  4. Pingback: When Your Live Begin 30 |

  5. dramanya ngilang ga papa kali ya mba.. muahahaha.. mungkin itu karena udah berumah tangga, jadi drama semakin berkurang.. ngahahaha…

    btw follow akun hatters yg mana mba?? lambe_nyinyir?jenk-kellin? atau firasetiawan??😀

  6. Aiiiiis…
    Duh Gusti, kangen banget sih aku sama blog ini!
    KANGEEEEEN!

    Ayok rajin-in lagi posting dong pliiiiis🙂

    Entah mengapa aku juga follow akun hatersnya Ayu ting2 & Rafi Ahmad itu sih muahahahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s