disalip lagi, Is?

Disalip lagi, is?

 

Hai, kawans. Apa kabar? Semoga selalu diberi hati yang penuh syukur yaπŸ™‚

Judul di atas adalah sebuah caption untuk foto yang dikirim sama salah satu kawan saya beberapa hari yang lalu.

Fotonya agak gak etis juga ya dipajang di sini. Saya trauma majang majang foto, ntar malah dimaki maki sama pihak yang gak suka kalau saya majang majang foto seenak udelnya.

Tapi ya udalah ya, kisah buram akir taun saya waktu dimaki orang gara gara foto foto saya di salah satu akun socmed cukup my partner in crime dan dikung aja yang paham. Sama mereka aja saya uda puas abis diledekin. Konon kalau satu perblogan dramaland tau #drama hahahahaha πŸ˜†

Oke. Balik ke caption foto disalip lagi, IsΒ  – yang dikirim sama sahabat saya itu. Fotonya sih simpel. Foto … you know jenis foto yang diambil sesaat setelah ijab kabul, setelah sang mempelai pria mengucapkan ijab dan menjabat tangan ayahanda mempelai wanita. Sesaat setelah mereka menandatangani buku nikah, lalu pasti ada adegan foto pamer buku nikah kan… nah foto seperti itu yang dikirim sahabat saya di suatu pagi yang cerah beberapa hari yang lalu.

Sebenernya kalau itu fotonya kiwil yang nikah lagi atau siapapun itu saya ga akan ampek terbersit bikin postingan hari ini.

Itu … yang jadi tokoh di foto ‘pose sejuta umat penganten baru’ adalah …. jreng jreng jreeeeng … *drumroll*

Jrengggg …. jreeeeeng ….

Captain.

Yess. That captain married with somebody i don’t know who.

Kalau kawan kawan yang enam atau lima taunan yang lalu baca blog ini (and now you can read at my arsip. Cmon…. quick, before i erase that all. Hahahahaha), pasti kenal sama tokoh captain. Bahkan ada beberapa orang yang saat ngetik real name nya captain di search engine akan nyasar ke blog ini.

Iya. Cinta masa muda jaman kuliah hura hura dan jaman baru baru ngeblog dan alasan saya punya blog ini, dan juga pria yang pernah jadi alasan saya menyandang gelar miss drama, menikah.

Menikah. Dengan wanita lain. Repeat once more: menikah. Bukan sama saya. Tapi sama wanita lain.

Ga ada yang salah sih … i mean … kisah saya sama dia sudah berakhir bertahun tahun lalu. Dan.. -Alhamdulillah di antara kisah masa lalu,- sama dia bisa dibilang saya bisa menyematkan kata kata “berpisah dengan baik”

I mean … cuman sama dia setelah putus kita masih bisa komunikasi dengan baik. Bisa ngobrol, nggosip, kadang diselipin curhatan, sama diskusi diskusi a la anak filsafat gagal (secara ya bok dulu kita kuliah di jurusan yang sama). Tanpa ada goda goda tergoda. Ada satu titik di mana kita ngerasa, memang lebih baik kita temenan. Karena less expectation kali yak. Tapi … tetep ya boooook … pas liat foto itu rasanya di hati tuh kaya ditusuk tusuk jarum pentul. Bukan jenis sakit yang “hiks dia nikah sama wanita lain, harusnya sama gueeee” tapi jenis sakit yang “kampret. Gue disalip. Lagi.”

Fyi aja, beberapa bulan yang lalu juga salah satu mantan kisah masa lalu saya baru naik pelaminan juga. Kebanyakan kisah masa lalu sih lo Is! Oke. Karena ini blog adalah saksi bisu sisi diri saya yang gak saya bagi sama yang laen, saya mau jujur nyeritain perasaan saya waktu liat itu.

Saya galau. Galau … kenapa pria pria itu tidak memiliki keyakinan untuk menikah dengan saya, tapi bisa menikah dengan wanita wanita yang mereka temui setelah saya. Serius loh ini, semua mantan saya setelah putus, bertemu wanita lain terus nikah. Feels like charlie on good luck chuck kalau ada yang pernah nonton pilemnya Jessica Alba yang jadi pelatih pinguin. Minus sex scene ya.

good luck chuck

Apa. Ada. Yang. Salah. Sama. Saya. Ya.

Actually, beberapa kawan bilang kalau saya punya pola. terlepas yah dari penyebab berakhirnya kisah – kisah drama percintaan saya di masa lalu (saya belajar, semakin sedikit yang tahu kisah sebenernya yang terjadi semakin baik, karena terkadang … apa yang ada di pikiran orang – orang gak akan pernah bisa kita kontrol, ya kan? jadi … biarkan saja mereka di luar sana punya cerita versi mereka mengenai kehidupan kita. hahahahaha)

Jadi .. begini pola hubungan percintaan saya (menurut para sahabat): ‘punya pacar – punya back up – akirnya putus – jadian sama back up plan saya – nuntut diseriusin (every woman have this stage, right?) – nuntut kepastian – pria nya ragu – nyari back up lagi – saat pria mulai yakin, saya ketakutan – bikin masalah – putus.’ Terlepas dari bener atau ga yang sahabat sahabat saya bilang, saya jadi introspeksi diri. Something wrong.

Mungkin yang salah bukan pria pria itu. Mungkin saya yang salah mengenai ide ‘menikah’ yang saya miliki. atau mungkin, seperti yang beberapa sahabat saya katakan: “makanya Is, harus fokus. kalau gak fokus ya susah…”

Apapun itu, saya sedang ada di dalam tahap krisis kepercayaan diri. bahwa mungkin … at the end, saya lah yang mengacaukan semuanya. Saya pernah curhat pada seorang sahabat “when you always having bad relationship, if you have a good one, you can’t stop thingking when bad thing will happen

segala macam teori dan pikiran positif sudah saya coba untuk saya sugestikan ke pikiran saya untuk mwnghLu pikiran – pikiran jelek itu. tapi tetap aja … ah. saya galau kan. saya sudahi saja postingan ini. daripada makin gak jelas.

Rasanya sudah lama tidak mencurahkan rasa terdalam seperti ini. *kemudian lanjut ngelamun*

 

 

3 Comments

Filed under [drama] cinta melulu, [drama] lepas

3 responses to “disalip lagi, Is?

  1. Aiiiissssss… Ada pria baik yg menunggumu… Tenang ajaaa..

    Dulu waktu jaman sma kuliah sampe kerja aku selalu mikir.. Aku gini bgt ya gak punya pacar.. Eh iya loh aku gak pernah pacaran. Padahal cowok yg aku suka banyak,, dan ada temen dekat sendiri yg akhirnya ketahuan malah jd jauh. Hiks..

    Dan ternyata nasib aku happy ending aja kan ya. Giliran lo pasti adaπŸ˜‰

  2. Dikdik

    Ya ampun kasian ya Mbak Ais, kdang aku suka mikir, knp kisah2 mbak Ais itu rumit banget yah, selalu ada yang kusut diantara yang lurus, yang lucunya kadang aku liat mbak Ais malah mengusutkan yang lurus, bukannya meluruskan yang kusut, igtkan waktu aku blg “emang orangnya suka nyari masalah yah” nah Kira2 seperti itulaH… Eh nyambung gak sih? Masa bodolah, yg penting komen..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s