bukan sekedar maaf

Malam minggu sama pacar itu basi tauk! Malam minggu sambil ngeblog dong! Baru oke dan keren banget… (ini pembelaan diri bukan sih? Hahahahaha…)
Tapi … i feel too old to enjoy the ‘Saturday nite’ moment… u know (ini jelas pembelaan diri! Ahahahahaha…)

Anyway … mari kita membahas yang saya pilih jadi topik tulisan saya malam ini…
Apa tuh? Sebenernya ide postingan ini datang waktu kemarin saya sama wanita-wanita kepanduan (sebutan untuk cewek-cewek di satu divisi saya yang jumlahnya cuman sebelas. Eh sekarang jadinya cuman sepuluh ding) ngobrolin salah satu teman satu divisi kami. Ulangi, salah satu mantan teman satu divisi. Kok mantan? Iya, sebenarnya yang mantan bukan status temannya. Tapi status satu divisi.

Karena sekitar beberapa bulam yang lalu, divisi kami mengajukan surat pengembalian salah satu teman kami itu ke bagian SDM. Kenapa dikembalikan? Pertanyaan yang menarik…dan saya seneng banget kalau suruh ngejelasinnya. Tapi gak di sini juga yah, karena ini menyangkut nama baik seseorang dan saya bisa-bisa dicari sama orang SDM gara-gara nyebarin berita bener ini (HLOH?)

Anyway, intinya perilaku dia bikin orang satu divisi sakit ati deh, ga semua memang. Tapi yang jelas kami para wanita nya sudah sakit ati banget. Bukan hanya sebagai rekan kerja, tapi juga sebagai teman sepermainan (dulu saya sama dia kalau manggil satu sama laen aja udah pakek genk-genk an, macam teman satu genk aja). Intinya di mata kami dia salah banget. Terus saya bilang ke diri saya sendiri, “jikalau dia datang lagi apakah saya mau memaafkannya”

Entah kenapa, saat mengajukan pertanyaan itu bagi diri sendiri pun, saya ragu menjawabnya. Saya ragu apakah saya bisa langsung memaafkan begitu saja.
Kemudian saya mendengar cerita (lagi-lagi) dari teman satu kantor, bagaimana dia merasa sakit hati kepada kedua orangtuanya yang ia rasa sudah menghalangi kebahagiannya. Saya bertanya sama dia, “elo mau maafin orangtua lo kalau mereka minta maaf?”

Dia terdiam. Dan menjawab, “itu pun kalau mereka mau minta maaf Kak. Tapi tetep aja gue sakit hati”

Nah. Disitulah point yang kemudian saya tangkap: SEBENARNYA SAAT MEMAAFKAN ORANG, APA SIH YANG KITA BUTUHKAN? Kok rasa saya apapun yang orang itu lakukan pasti membuat kita tetap terluka ya.

Ibaratnya begini… seperti paku yang ditancapkan ke tembok, walaupun pakunya sudah dicabut namun bekasnya akan tetap ada, mau ditambal itu tembok, diplester lagi, pasti akan tetap ada bekasnya.

Menurut saya, begitulah manusia saat melakukan kesalahan ke orang lain.

Pada beberapa kasus, akan ada lukisan yang digantung untuk menutupi paku tersebut atau ada yang nekat menambal dengan menempelkan semen, atau parahnya… mungkin lubang pakunya sudah teramat banyak, akan merubuhkan tembok tersebut.

Lalu yang akan menghapus semua itu apa, siapa atau bagaimana?

Jawaban saya, saat saya mencari ke dalam diri saya sendiri… jawabannya adalah: waktu. Time will heal, honey. Atau dalam perumpamaan tembok, saya akan menganalogikannya dengan merubuhkan tembok tersebut untuk kemudian membangun tembok lagi dari awal.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah merasakan sakit yang teramat sangat. Iya ini kisah cinta. Sama si adeknya kakjul itu lah… (hahahahaha). Tapi, semakin ke sini saya semakin paham bahwa saya memang tidak berjodoh dengan dia, dan memang saya harus kehilangan dia. Karena kalau tidak, saya tidak akan ada di posisi sekarang. Mungkin saya masih luntang luntung di Jogja gak jelas ngerjain apa. Dia juga mungkin nasibnya sama. Tapi lihatlah kami sekarang, dia dengan keahliannya membuat kopi atau apapun itulah, saya dengan … dengan … dengan apapun inilah namanya pekerjaan saya, (hahahahaha) kami melangkah dan bahagia dengan jalan masing-masing. Mungkin saya gak akan sebahagia sekarang kalau kami masih bersama.

Apakah saya memaafkan dia? Ya, sudah lama saya memaafkan kesalahan dia yang menjalin kasih di belakang saya dengan sahabatnya. Apakah saya bahagia untuk kebahagiannya? Ya, saya bahagia. Saya senang melihat dia dan keluarga kecilnya. Apakah saya menginginkannya kembali? Tidak. Karena saya sadar kami tidak saling membutuhkan satu sama lain. Saya tidak membutuhkan dia, begitupun dia juga tidak membutuhkan saya. Ibarat saya kunci, dia bukan pintu yang tepat untuk anak kunci saya.

Saya memaafkan dia, tapi memang kami sudah tidak bisa bersama seperti dulu (book…istrinya mau tarok mana?). Dalam perumpamaan tembok tadi: tembok yang saya punya tentang dia sudah saya rubuhkan, puingnya pun sudah saya singkirkan entah ke mana.

Namun menerapkan itu saat ini ke teman sekantor saya yang berulah itu kok susah ya. Apakah saya memaafkan dia? Well … hmm… hmm.. memaafkan, andai diaaa…. (*berpikir). Apakah saya bahagia untuk kebahagian dia? TIDAK! Hell no! Dia harus merasakan akibat dari perbuatan dia dong! Apakah saya ingin dia kembali? TENTU TIDAAAAK! Apakah waktu akan memberikan kelapangan dalam hati saya untuk menerima dia sebagai teman kerja lagi seperti dulu? I just… don’t know 😥  Rasanya tembok saya tentang dia sudah retak. Hahahaha.

Jadi sebenarnya dalam memberikan maaf kita itu butuh apa sih?

actually, this post special for everyone who turn and run away. it's never too late to say sorry, but things never gonna be the same, right?
actually, this post special for everyone who turn and run away. it’s never too late to say sorry, but things never gonna be the same, right?

 

SELAMAT MALAM MINGGU TEMANS!

kecup penuh cinta untuk teman di sebelah Anda :*

keep the good works!

Advertisements

memaknai ‘berpayungan’

pengen reblog beberapa tulisan lama. yang ini juga. walau teman berbagi payung saya yang saya tulis di sini sudah bukan teman berbagi payung lagi, namun saya menyadari tulisan ini masih relevan juga yah sama apa yang sedang saya jalani sekarang dengan seseorang.
tentang memaknai berpayungan.

terlalu malas untuk mengedit. ya. sudahlah.

dan terlalu bengong untuk menyadari: KOK BISA SAYA NULIS TULISAN INI? GIMANA CARANYA DULU INI???

dramaLand

Payung dan maknanya,

###

Di depan saya, dua orang kawan saya berusaha menerobos rintik hujan dengan payung berwarna merah. Jalanan becek, dan terkadang ada kubangan air yang harus mereka lewati. Saya di belakang mereka tertawa pelan melihat arah jalan mereka yang tidak menentu. Kawan yang di sebelah kiri berusaha menyeret langkah si kawan yang di sebelah kanan untuk mengikutinya. Karena, sang kawan yang di sebelah kanan berjalan seenaknya, bermain dengan kubangan, bercanda dengan si becek. Tapi kawan sebelah kiri tidak mau celananya yang baru diganti sore tadi menjadi kotor.

Lalu saya berpikir, susah juga yah berjalan ber payungan bila dua orang di bawah naungannya punya jalan yang di pilih berbeda, walaupun tujuan perjalanan sama. Dan untuk dua orang teman saya itu (dan juga jutaan orang pengguna payung di luar sana)…memiliki satu maksud menggunakan payung; agar tidak basah.
ya toh?

###

pikiran saya kemudian berlari ke hubungan saya dan si dia…

View original post 315 more words

yang tak kami pahami tentang kalian

‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

 

heihoooo…selamat siang, selamat hari senin… Hari ini yang berharap saya ngelanjutin postingan soal wisata saya ke flores kemaren, maaf banget belum bisa saya lanjutin. Kenapa? er… nganu… ngggg… karena… karena saya pun bingung kenapa. hahahaha. Tapi kaya yang saya bilang; kalau ada yang mau ditanyain bisa langsung kontak saya, kalau bisa saya jawab, saya bantu jawab. udah pada tau kan cara ngontak saya? udah dong ah. hahahahaha…

baiklah, sore ini sambil nungguin jam pulang kantor, sambil nunggu berita baik dari 3355 (hahahaha), mari saya suguhkan tulisan sedikit tentang pengalaman saya mengenal sosok pria-pria yang pernah mampir dalam kehidupan saya. Yah … udah lama juga kan saya gak nulis soal cinta-cintaan di blog tercintah ini. secara yah boook… kehidupan percintaan saya kaya telenovela; belum nemu-nemu pangeran untuk mengarungi bahtera rumah tangga *ahseek

umur udah segini, sementara temen – temen seangkatan sedang menanti buah hati yang kedua, saya masih sibuk nungguin sms dari si anu, masih sibuk menginterpretasi sikap si anu, masih sibuk nyusun jadwal weekend… enakan dipake nyuci apa nongkrong di coffee shop. but … this is life, yah dinikmatin aja hidupnya kan yah 🙂

berkaitan sama judul, saya mau ngebahas beberapa hal yang mbikin saya mengerutkan kening mengenai pria. bukan saya yang sok ahli sama pria. tapi kadang saya juga gak habis pikir sama tindakan – tindakan kalian yang katanya bingung sama kami, para wanita ini.

Okelah.. kalian sering ribut sama kami yang ribet. Sama kami yang katanya punya krim banyak buat muka, badan, tangan dan kaki (hei! foot cream jelas buat kaki, night cream itu buat wajah kalok malem, day cream buat siang biar kita gak item, hand cream jelas dong buat tangan biar pas kalian megang tangan kita halus gitu deh),

menurut kalian kami ini susah dimengerti, sulit dipahami. menurut kalian kami ini mesin yang memproduksi air mata (aaahhh… bisa aja!). apalagi sih yang menurut kalian itu tanda tanya besar mengenai kami? Nih … kami beritahu, wanita itu makhluk yang paling mudah ditaklukan. kenal ari lasso? sudah pernah denger dia nyanyi lagu apa itu judulnya yang ada lirik  ‘sentuhlah dia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamaanyaaaaa’ tau kan? Nah… nah.. persis deh kaya begitu, kalau kalian sudah bisa menyentuh hati kami, jangankan cream, kopi aja kami buatin tiap hari, kami masakin makanan kesukaan kalian, kami cari beribu cara untuk nyenengin kalian. yakin.

oke… sekali lagi balik ke judul (keknya gak fokus banget deh si ais nih).

tapi jangan salah, bukan cuman kalian yang gak paham soal kami. kami pun gak paham tentang kalian dalam beberapa hal, yaitu:

  1. Kecintaan kalian pada olahraga dan motor atau mobil. Maksud kami, itu yang namanay Motor GP cara nontonnya gimana sih? Kan tiap hari kita udah liat motor – motor seliweran depan kita. ini suruh nonton motor motor balepan dengan kecepatan di atas rata – rata aer gitu? aduh ngeliatnya aja ngilu. Daaaan ya ampuuun… kalok kami nyuguhin teh atau kopi pas kalian nonton pertandingan olahraga baik bola maupun GP  bolehloh dapet ucapan terimakasih.
  2. Cobalah dipahami kadang kami butuh dikasih surprise. Surprisenya bukan model “sayang, aku udah di depan rumah siap njemput kamu” Plis. Itu bukan surprise. itu ngerepotin. Belon kelar pakek jeilbab loh kami. bedakin idung juga belum.
  3. Kami suka sama cowok yang lucu. Tapi bukan komedian. Karena kalok kami suka sama komedian kami mau daftar jadi istrinya Daus Mini. Humoris. Selera humor jangan ajaib ajaib lah. Jangan juga ngelawak di saat kami lagi BT. Jadinya gak lucu loh.
  4. Kalok kami lagi sewot marah – marah, dengerin aja. Gak usah disahutin. Daripada panjang.
  5. Susah memahami siklus kami? Catet. ambil buku kosong. tiap kami dapet itu dicatet, kapan kami mood swing. berguna loh itu. bukan cuman buat sekarang. buat ngitung masa subur juga bisa #jreng buat nanti maksudnya kalok nikah :mrgreen:
  6. Mata kalian yang jelalatan. Ya Tuhan. Kami dandan dari ujung kaki sampek ujung kepala buat kalian, tapi giliran ada cewe pake baju merah, kuning apalagi rambut panjang melambai – lambai langsung nengok. HIH! Kalian kan ga tiap saat juga jalan sama kami. Tahan – tahaninlah sedikit.
  7. “yaa… cantik itu relatif ya” Coba tolong dipahami… saat kami bertanya, “sayang, aku cantik gak?” bukan jawaban yang tadi yang kami harapkan.
  8. Bingung saat kami tanya, “sayang, aku gendutan yah?” plis deh. jawab aja gak. sampai kapanpun jawab aja enggak. kalau akhirnya kami memaksa dan memang kamu liat kami tambah gendut, tinggal tambahin; ‘tapi kamu tetep cantik dan aku tetep sayang banget sama kamu’ selesai perkara.
  9. Kalok pergi baju itu – itu aja. Ada alasan loh kalok kami buka -buka majalah terus bilang; ‘eh baju yang dipake model cowo ini lucu ya?’
  10. Hobi banget mbikin kami cemburu. Iya, kalian nganggep temen-temen cewe di kantor kalian itu cuman temen biasa. Tapi kami, para wanita punya naluri kalau ada cewe cewe yang siap memangsa kalian!
  11. Ngambekan. Kalian jangan ngambekan deh dikit – dikit matiin HP. berantem dikit ga mau ngangkat telpon. Itu hak prerogratif kami sebagai wanita. Kalian jangan ikut-ikutan.
  12. Gak bisa mbantuin milih tempat makan. DAN SATU : TERSERAH BUKAN JAWABAN. heran deh. seminggu ada 7hari, kita ketemu cuman dua kali. makan bareng juga cuman dua kali. mosok tiap ditanya makan di mana jawaban terserah. HIH. buka google dong ah sekali – kali.
  13. Kecuekan kalian. Sesekali seru loh bales mention kami di twitter. Kami kan juga pengen dianggep ada dalam hidup kalian *malah mellow*
  14. Gencar ngedeketin. Giliran udah di tengah-tengah mundur teratur. Eh malah balik ke mantan (#jreng ini curhat Is? IYA!)
  15. Pergi tanpa alasan. Ya kami paham, kadang yang namanya pria itu butuh waktu buat sendiri. Semacam Plato gitu kan. tapi bukan berarti ga ngasih kabar sama sekali juga sih ya. boleh loh ngasih kabar, “maaf. aku gak bisa ngelanjutin hubungan ini karena kamu bau jigong. karena kamu bau ketek. karena kamu ketombean” daripada pergi tanpa berita. dan tiba-tiba masang DP BBM sama mantan (#jreng curhat lagi)
  16. Kalimat “karena kamu terlalu baik buat aku” dan “aku gak pantes buat kamu” atau “kita lebih cocok bertemen” ITU ADALAH KALIMAT PUTUS BASI!! cari alasan laen!
  17. Saat kami ngubungin kalian di saat kita sudah putus, bukan selalu berarti kami minta balikan. bisa jadi kalian itu adalah teman berbicara yang menyenangkan.
  18. your pride. Punya ego jangan tinggi tinggi lah. ada saatnya kami lebih dari kalian. kami butuh didukung, bukan ditinggalkan. selama kami masih menghargai kalian sebagai pria, kami akan mencintai kalian apa adanya dan akan tetap begitu.

Bias banget si ais nulis beginian. hahhahahaha. antara yang gak kami pahami sama antara keinginan kami para wanita inginkan dari kalian para pria. Iseng aja kok nulis ini, daripada blog ini jadi sarang laba-laba atau sarang tikus kan yah 🙂

enjoy and keep  writing