Lalu biarkan,

biarkan saja rasa ini menghilang. seperti embun pagi yang kemudian hilang dalam teriknya mentari. Dan bila esok pagi embun kembali menghampiri, biarkan saja. sekali lagi: biarkan saja.

Apapun yang terjadi di kolong langit ini, sudah ada yang mengatur. Percayakan saja.

Karena seperti yang selalu aku percayai: bahwa cinta itu bukan untuk mereka yang lemah. Cinta itu untuk mereka yang berani.

dan, aku di sini. masih berani. berani untuk mencinta lagi.

dear past

***

gambar dari sini

Advertisements

5 thoughts on “Lalu biarkan,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s