[Berani Cerita #08] kopi darat

“Iyah.. Gue di parkiran. Elo dimana?”

….

“Hahahahaha. Iyah. Gue pake cardigan cokelat ya. See u, Gung”

Klik. Vera menutup handphonenya. Tersenyum. Seyuman yang sudah lama tidak tampak di bibirnya. Sejak Indra, kekasihnya selama 3tahun meninggalkannya demi wanita lain, Vera tidak pernah lagi tersenyum secerah ini.

Perlahan, Vera membuka pintu mobilnya. Nyaris pintu itu menabrak seorang wanita berjilbab ungu.

“Vera..!” wanita itu tampak terkejut.

“Vania?”

***

Vera akhirnya menghabiskan waktu  di kedai kopi bersama Vania. Vera menceritakan berakhirnya hubungannya dengan Indra.

“Jadi elo mergokin dia selingkuh?”

” Gak begitu juga Van. Si Indra ngaku sama gue kalau hati dia udah ada orang lain”

“Udah?? Dia ngilang gitu abis ngomong gitu?”

“Iya. Dia cabut ke Holland kata keluarganya. Ngelanjutin S2 di sana.”

“terus…. elo gak berusaha ngubungin dia?”

“aih… gue punya harga dirilah. Laki udah bilang gak mau sama gue, mosok gue kejar-kejar. Apalagi dia bilang udah ada yang laen!”

hening. tidak ada pembicaraan lebih lanjut. kemudian Vera membuka Handphonenya, membaca sms yang masuk dan tersenyum hangat. Yang dinantinya sebentar lagi datang.

“Terus..elo udah nemu pengganti?” Vania bertanya setelah mendapati senyum cerah Vera.

“Belum… eh bukan. eh…Sebenernya gue…” Mata Vera melirik ke kanan, ke kiri. Mencari seseorang.

“Elo ada janji?”

Vera diam.

“Kalau gue cerita, elo jangan ketawa..”

***

“Hahahahahhaha…”

“Elo tuh ya Van..!” Vera memberengut.

“Elo kocak banget! Jatuh cinta sama pria yang baru lo kenal lewat twitter? Baru kenal 3bulan!”

“Tapi Agung baik bangeeet. Mau dengerin segala curhatan gue. Dan dia ngertiin gue. dia bisa tahu  gue cocoknya pake baju warna apa, dia ngerti pas gue curhat soal Fifi, senior kantor gue yang judes banget. dan dia janji nemenin gue ke midnight sale besok malem!”

“elo yakin si Agung ini cowok?”

“Sial!”

Vera memaki sambil mengeluarkan lipstik dari tas make-upnya.

“Nih lipstik ini dia yang milihin warnanya! Dia ngasih link gambar lipstik ini via BBM. dia bilang bibir gue cocok pake warna ini!”

Vania menatap Vera bingung. Vera mengoleskan bibir tipisnya dengan lipstik merah menyalanya.

“Vera?” Bahunya dicolek oleh seorang pria.

“Agung?”

“Ya ampon boook…akhirnya kita ketemu boook!!” Pria itu langsung cipika-cipiki dengan gaya mendayu-dayunya dan gerakan kemayu.

Vera terkesiap. Dia melirik Vania yang sesudah pulih dari shocknya nampak menahan tawa.

Entah apa yang lebih membuat Vera kaget. Pria yang didepannya yang menggunakan baju batik merah menyala dipadu topi pantai, atau kenyataan bahwa si pria ini ternyata adalah Agung, virtual crush-nya selama 3bulan terakhir. Dia tidak pernah memahami bahwa Agung  itu ternyata…

“sebentar yah bok… brondong akikah lagi parkir!”

gaya Agung kenes saat menyebut kata brondong, lengkap dengan kedipan mata minimousenya.

Vera menelan ludah. Vania menahan tawa. Vera haus. mengambil cangkir kopinya. menelan sisa kopinya hingga tandas. dan Vera merutuki dirinya yang meninggalkan warna lipstik di cangkir kopinya.

sisa lipstik

“nah itu dia! Honeeeeyyyy!!!!” Agung melambaikan tangannya ke arah pintu masuk cafe. sekuat tenaga. Tenaganya yang mendayu-dayu itu.

Sesosok pria menghampiri meja mereka.

“Hon …. lama banget..”

Agung memberengut manja kepada pria itu, yang ternyata…

“Indra?”

Bau kopi masih semerbak keluar dari mulut Vera saat menyebutkan nama pria yang baru datang.

***

*jumlah kata: pas 500 cyin!

Ya ampoon. lumayan susah yah buat flash fiction ternyata:mrgreen:

banner-BC#08

31 Comments

Filed under [drama] tambahan

31 responses to “[Berani Cerita #08] kopi darat

  1. Hhahaha engga ketebak , suerrr bagus😀

  2. Catatan buat mbak Marsitariani:
    1. Kepanjangan, bisa dipadatkan dengan memangkas beberapa bagian tak penting.
    2. Perhatikan penulisan tanda baca dan ejaannya dong, mbak
    3. Untuk dialog dalam tanda kutip tidak perlu ditulis miring lho, mbak. Huruf miring ada ketentuan tersendiri.
    Ceritanya udah bagus, kok. Hanya beberapa hal di atas saja yang perlu diperhatikan🙂

  3. Wkwkwkwkw Rianiiiiii, akikah ketawa sendiri nih, Cyn. Eh, lain kali klo kencan buta coba dengerin suaranya dulu ya bookk…😆

  4. ais..apa kabar?
    kangen deeeh…
    wesyeeeh…doi ternyataaah…

  5. buahahahahhaha…….ngakak bacanya….hahahahaha
    good job!

  6. 😆
    kalau saya jadi Vania, pasti dah gak bisa nahan ketawa plus prihatin…

  7. hahahaha…. ih… amit-amit… deh..🙂

  8. duh. kesian…kesian…kesian…. *Ipin mode : ON* qiqiqiqi
    tapi iya Is, masih ‘gondrong’ bgt, banyak yg bisa dipangkas. Eniwey, elkam bek ya, kangen sm fiksi2nya Ais😉

  9. Hmmm kasihan itu Vera-nya🙂

  10. Salam kenal ya mba..🙂

    Ini hari tersial buat Vera kayanya ya bookk?:mrgreen:

  11. ok.. ada 2 twist disini.. baguslah..

  12. Kasian bangeet yang udah ngarep, hihihi.. Sabar ya Vera😀

  13. Temanya ngetwist, tapi masih perlu pemadatan di sana-sini… *tsaaah😉

  14. hahahahaha,,, ada-ada aja ending ceritanya, keren😀

    tapi btw, aku sama abang juga kenal lewat twitter loh😉

    • serius ni? sama kek temenku, dulu dia kenal sama suaminya jaman friendster masih eksis, mereka kenal disitu juga. hahahaha… seru yah kalok dapet pas yang kek gitu. jadi bahan cerita di kemudian hari kocak🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s