dan (tak) mungkin part.3

“…And after all you’re my wonderwall…”

Di tengah kosentrasiku mengerjakan design sebuah web pesanan seorang kawan, sayup-sayup kudengar penggalan lagu lawas milik Oasis dari kamar sebelah. Tanpa bisa dicegah aku teringat padanya.

Diandra.

Ini lagu favoritnya. Apa kabarnya dia sekarang? Ah, tidak. Tidak! Aku tak boleh memikirkan hal lain. Konsentrasi. Fokus. Pekerjaanku harus selesai malam ini, tak ada waktu untuk bermain-main. Apalagi bermain dengan masa lalu.

Sepuluh menit kemudian.

“Shit!”

Ku-minimize tampilan program design yang tengah kukerjakan. Kuraih cangkir di ujung meja komputerku. Kosong. Aku butuh kopi baru. Sambil membakar sebatang rokok kunyalakan kompor untuk memasak air panas. Sedikit lagi pekerjaanku selesai, aku butuh istirahat. Kubuka pintu kamarku agar udara bisa berganti. Di langit bulan purnama. Diandra sangat menyukai purnama.

Ah.. Lagi-lagi Diandra. Apa-apa masih serba ingat Diandra. Liat gula sisa es teh, ingat Diandra. Lewat Rumah Makan Padang, ingat Diandra. Denger suara sirene mobil pemadam kebakaran, ingat Diandra.

Bersama Diandra, aku belajar dua hal. Saling mencintai tidaklah cukup untuk membuat suatu hubungan bisa bertahan. Komunikasi dan saling mengerti juga diperlukan. Termasuk kemauan, kemauan tuk mempertahankan hubungan tersebut. Itu yang pertama. Yang kedua adalah melepaskan tidak serta merta melupakan. Sekian tahun telah berlalu, walau kala itu aku yang melepakan Diandra dari genggaman tanganku, melepaskan harapanku untuk dapat bersamanya, nyatanya aku masih saja sulit tuk melupakannya. Mungkinkah aku dapat melupakannya? Menghapus semua sisa rasa yang masih tertinggal, mungkinkah?

“Piiiiiiiiiiiiiippp..”

Ah, airku sudah mendidih. Kuseduh kopiku lalu menambahkan dua sendok teh gula seperti biasanya. Sambil mengaduk kopi kuraih handphone di atas meja.

1 new message

From: Eca

Mas Deni, gimana kerjaannya? Sudah selesaikah? Kalau belum, yang semangat ya.. Ohya aku juga mau sekalian ngingetin, besok kita ada janji ke butik buat fitting baju pengantin. Jangan tidur terlalu malam loh. Apalagi pagi. Jaga kesehatan. Met malam masku sayang.. XO

Sambil mengunci pintu kamar kutekan speed dial nomer 2 hp ku.

Calling Eca

“Halo Dek.. Kok belum tidur sih? Oh.. Iya, bentar lagi kelar kok nge-design-nya. Hm.. Hm.. Oke, met bobok ya dek. Luv you.” Kutekan tombol END.

Cintaku pada Eca memang tak sebesar cintaku pada Diandra. Kuakui itu. Hanya saja Eca adalah orang yang telah kupilih untuk bersama menjalani masa depan, bukan orang lain, apalagi Diandra.

Jadi tak apa bukan bila terkadang aku masih teringat pada Diandra? Terkadang mengenang memori disaat kami masih bersama? Tak apa bukan sekedar mengenang? Toh kenangan tetaplah hanya sebatas kenangan dan tak ada yang bisa dilakukan lagi terhadapnya.

Aku tak salah bukan?

****
Nyampek juga di part tiga ini. Sayangnya ini bukan bikinan saya, melainkan bikinan partner in crime saya, gemana? udah sesuai ekspektasi? kalau udah sesuai ekspektasi berarti gagal. Gak ada faktor kejutan dong. Hahahahahaha… Lagi mikir, mau dilanjutkan gak nih yah si Diandra – Deni – Eca ini? secara stok kenangan masih banyak #eh bukaaaaaan…. stok cerita masih banyak. hasil kepo sana kepo sini:mrgreen:

tahu kan saat ada satu hasil kepo-an yang bikin ngomong gini: ‘waah seru nih dijadiin cerita! nah dari kemaren saya dapet banyak ‘aha moment’ kek begitu😀

sebaiknya saya tanya si partner ituh…gmana cuy, mau kita lanjutkan ini? Kita gandeng penulis laen kalok mau, biar seru. Hahahahahaha.

~~~~~~~

9 Comments

Filed under [drama] tambahan

9 responses to “dan (tak) mungkin part.3

  1. Makin seruuu…

    *nunggu lanjutannya*

  2. lumyan… ga terll #jleb kyk part sebelumnya😄

  3. eh is.. kok aku seperti terlewat 2 part pertama seh? padahal kan aku folow blog kamu lewat email.. hmmm…

  4. ah tibak’e fiksi lagi toh
    ngarep kisah dirimu😛

  5. bintang

    #Q : Aku tak salah bukan?
    #A : SALAH !!!
    aku belom baca sih part 1 dan 2nya, tapi sikap kek gitu salahh pokoknya salahhhh

  6. lanjutkan Is…lanjutkaaannn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s