cerita yang belum sempat diceritakan

hai!

Selamat pagi, siang, sore, atau malam :mrgreen:

Hehehehehehe. Bagaimana kabar kawan-kawan semua? kabar saya luar biasa. luar biasa capek *gelosoran di lantai*

bagaimana tidak? dalam kurung waktu empat hari terakhir saya melintas ke tiga benua (hadeh mulai lebay deh….) padahal yang dimaksud cuman tiga propinsi; dari Jogja – Jakarta – Pekanbaru – Jakarta lagi. itu semua ditempuh dengan status saya sebagai pengangguran gembira!

well, seperti yang disinggung di postingan sebelumnya: saya ini officially pengangguran. benar-benar pengangguran, karena ktm udah gak punya (diganti dengan kartu alumni), status kemahasiswaan saya juga udah gak diakui sama Universitas (diganti dengan ijazah), jadi benar – benar deh saya ini pengangguran.

and please welcome da new me: wanita dua puluhan.  single.  jobless.

tapi kedatangan saya di panggung sandiwara ini belum akan menceritakan derita sarjana pengangguran macam saya ini (did I said ‘derita’?!? padahal yang saya rasakan justru bersenang-senang!!! hahahahahaha…), karena saya mau menceritakan hari kelulusan saya beberapa minggu yang lalu (seperti yang dijanjikan di postingan sebelumnya)

***

Rabu, 25 April 2012

hari dimulai dengan celotehan Zi, ponakan saya yang tidur bareng saya malem itu. jam menunjukkan pukul 04.45. saya loncat. karena saya punya janji dengan Mbak Aan (perias yang saya kontak berkat rekomendasi Nandini) pukul lima kurang. dan benar saja… ternyata gak berapa lama Mbak Aan ternyata sudah menelpon dan memberitahu bahwa ia sudah ada di depan. gedebukanlah saya mandi, sambil meminta Mbak Aan menempatkan diri dimanapun ia bisa menempatkan diri (heleh.. bosomu cah!). kelar mandi, saya diminta Mbak Aan untuk tiduran. ya ampuuun… perias ini memang juara! sudahlah ia yang mendatangi saya sehingga saya tidak perlu mengantri di salon, ia juga merias saya yang dalam posisi tidur.

dan …. ia merias saya dengan cekatan sekali. rasanya sebentar dan tidak terlalu banyak ‘dempul’ yang ia tempel di wajah saya. begitu ngaca saya spechless. muka bantal saya gak keliatan lagi! berganti wanita cantik bergaya india (itu yang dibilang Mbak Aan, katanya habis didandanin muka saya kek gadis india. Gak apa-apalah, masih mending daripada dikira gadis dari Mars!).

Kelar dandan dan masang toga, masih jam setengah enam. di luar masih gelap. mau jalan ke kampus juga niat banget… yang ada nanti disuruh bantuin petugas buat ngusung2 papan.  ya udah saya maenan dulu sama si Zi (yang ngeliat takjub ke no’anya yang full makeup).

Akhirnya setelah puas maen, puas foto-foto, puas teriak-teriak ke Adek saya yang tampan mempesona, saya berangkat dianterin adek saya itu. Sesampainya di GSP, saya meluncur mencari tulisan Fakultas Psikologi, karena sesuai dengan arahan protokoler kemaren, calon wisudawan harus tandatangan dulu biar nanti dapet ijazah dan namanya dipanggil di atas panggung.  Saya merasa dejavu, karena inget tiga tahun yang lalu pernah mengalaminya, separuh gak nyangka juga akhirnya mengalaminya lagi, dengan nilai yang jauh lebih baik, toga yang berbeda, dan teman-teman yang juga berbeda. Euforianya mulai kerasa begitu ketemu temen – temen yang lain. kami dari fakultas psikologi terdiri dari dua kelompok yaitu temen – temen dari Magister Profesi (ini yang begitu diwisuda menjadi psikolog) dan kami yang dari Magister Psikologi (dulu namanya Magister Psikologi Sains, namun sejak beberapa bulan yang lalu dirubah menjadi Magister Psikologi).

Heboh foto – foto dan hahaha hihihi bareng temen-temen yang diwisuda bareng, tidak lupa mematri kenangan bersama si Ranger Hitam, sparing partner nomor satu saya :

me and ranger hitam

 

Yup…. dia lah partner saya di kampus. dari awal kuliah, saya bareng dia terus dan akhirnya bisa wisuda bareng, saya seneng bangeeeet. karena cuman dia-lah yang berhasil saya barengi kelulusannya diantara gerombolan power rangers yang laen.

dan setelah dilihat-lihat, momen kebersamaan kami banyak sekali selama dua tahun ini… hiks… aduh jadi terharu kan harus pisah sama penggemar berat Agnes Monica dan Budi Do Re Mi ini. Maka melalui tulisan ini saya menyampaikan terimakasih yang mendalam buat Ranger Hitam: Demput Raharja (bukan nama sebenarnya), yang tiada pernah lelah ngingetin saya soal tugas-tugas, yang selalu bersedia jadi kawan sekelompok tiap ada tugas, yang selalu bersedia saya contek tugas-tugasnya (iiih.. mendadak sentimentil deh ah!).

look that silly face!

udah ahhh lanjut ke acara wisudaan aja. sekitar pukull setengah delapan, setelah kami puas foto-foto (bosan tepatnya, bukan puas!) akhirnya kami disuruh baris mengikuti nomor presensi yang tersedia saat kami tandatangan, dan mulai memasuki  GSP. daaaan…. berkat teman-teman saya yang super duper, saya berhasil membawa masuk rombongan sirkus saya yang jumlahnya lima orang untuk masuk menjadi pendamping (padahal aselinya masing – masing wisudawan hanya boleh membawa dua orang pendamping. hahahahahaha…).

seremonial acara berlangsung lumayan lama (ya iyalah ya… secara memanggil 1209 nama!! ).

terdiri dari pemanggilan lulusan doktor (iya, yang lulus S3 dipanggil satu – satu dan FYI aja, periode ini psikologi belum meluluskan doktor), kemudian pemanggilan wakil fakultas, kemudian menyanyikan hymne Gadjah Mada (terharu berat nyanyi lagu ini!), terus ada penyerahan ijazah (diserahkan oleh dekan masing – masing fakultas), kemudian pembacaan janji alumni (ow em ji, namanya aja saya lupa!), sambutan dari wakil wisudawan (yang diwakili oleh kawan saya dari fakultas psikologi yang IPK 4! FYI, yang memberikan sambutan ini  merupakan kakak tingkat saya di jurusan dan sering menulis untuk koran, gak heran bahasa yang digunakan puitis sekaliii) dan sambutan dari rektor.

setelah kelar acara di GSP, masing – masing fakultas ada yang memiliki acara di kampus masing – masing. kalau di Fakultas Psikologi, acara pelepasan dipusatkan di gedung G100, aula paling owkeynya kampus saya. Dan bapak saya menjadi wakil orangtua lulusan; dipilih buat memberikan sambutan. acara di fakultas berlangsung singkat, karena hanya menjadi ajang pelepasan bagi 47 wisudawan dan pengucapan sumpah profesi bagi kawan – kawan Magister Profesi.

selesai dua acara tersebut, saya dan keluarga (yup, rombongan sirkus!) beranjak ke studio foto di daerah jalan solo, untuk foto studio. sayang disayang… saat tulisan ini diturunkan, saya belum sempet ngeliat itu fotonya gemanah hasilnya; karena saya keburu minggat ke Jakarta, karena duit jajan saya habis :mrgreen:

menutup rangkaian acara hari Rabu itu, saya dan kawan – kawan serta rombongan sirkus mengadakan acara makan malam bersama di rumah makan di daerah Jalan Palagan.

well, begitulah rangkaian acara wisuda saya. daaaan…. untuk menutup tulisan ini, saya akan memberikan sedikit tips untuk menghadapi hari wisuda. percayalah…. wisuda itu memang gak seribet ngurusin nikah, tapi cukup bikin kepala berkerut – kerut.

Tips menghadapi wisuda

  1. Persiapkan kendaraan dan supir. ini penting. apalagi buat kamu yang cewek. gak mungkin kamu nyetir mobil pake kaen dan bolak balik nganterin keluarga kamu. apalagi biasanya kalau wisuda itu yang diwisuda harus datang lebih awal.
  2. Undangan. Biasanya, buat masuk ke tempat upacara wisuda, kudu ada undangan. jangan sampai ortu kamu yang udah dandan gak bisa masuk gara-gara anaknya teledor gak ngambilin undangan buat ortu.
  3. Ga usah sibuk mikirin PW atau pendamping wisuda. karena PW yang dikenal umum adalah kekasih atau suami atau calon, bagi yang masih single kek saya dan gak jelas siapa calonnya, mendingan gak usah asal comot cowok deh, kasihan besok – besok kalau liat foto wisuda dan mengernyitkan dahi dengan cowok yang ada di sebelah kamu! Dan didampingi oleh kedua orangtua adalah anugerah besar! Believe me, melihat kedua orangtua tersenyum sumringah atas pencapaian anaknya merupakan hal yang sangat amat berharga.
  4. Booking studio. buat foto wisuda. ini penting loh. kamu gak tiap tahun diwisuda. dan gak tiap hari pake toga. pilih studio foto yang sesuai karakter kamu. mau yang seriusan dengan real set, atau foto – foto gokil dengan fotografer ceria, pilih aja. dan jangan lupa tanya soal harga, beberapa studio foto menyediakan paket khusus untuk wisuda. survey dan booking dari jauh hari.
  5. buat cewek, jangan lupa booking salon. atau mau merias sendiri? Gak masalah (jangan lupa pake wtarproof mascara, takut nangis cyiiin…..!).  That’s your day!
  6. Ngomongin soal ‘your day’, don’t let anyone makes you upset on that day. percaya deh, bakal banyak banget yang harus diurusin dan dipikirin di hari itu, ngurus jemput sodara yang ini, sodara yang itu tidur di mana, nanti parkir mobil di mana, dan pasti bakal ada beberapa rencana yang gagal, tapi jangan biarkan semua itu menghancurkan hari kamu, bergembiralah dan bersenang – senanglah.
  7. Nyatakan perasaan kamu ke gebetan kamu. eh jangan ketawa. ini serius. karena, kan udah ga mungkin ketemu – ketemu lagi tuh…  dinyatakan aja perasaanmu. paling apes ditolak, toh habis itu gak ketemu lagi. atau mau lebih apes kek saya? yang belum menyatakan tapi udah ditolak?? *dueer…

hahahahahaha… cukup sekian tulisan come back-nya saya. next time saya lanjut deh. beneran!

see u next post! :mrgreen:

***

ps: ada yang mau nerima saya sebagai karyawan? atau ada yang mau saya titipin CV? atau ada yang bersedia jadi mertua saya? *HLAH?!?!

About these ads

22 thoughts on “cerita yang belum sempat diceritakan

    • inget apa dik? inget ‘sampaaai kapan kau gantuung…cerita cintaku, memberi harapaaan.. hingga mungkin aku tak sanggup lagi,
      dan meninggalkan dirimuuuu..
      *jreeeeng*
      :mrgreen:

  1. blom punya anak Is, jadi blom bisa melamarmu jadi mantuku :D
    dah gak punya perusahaan, lagian gak nyambung sama jurusannya :P
    terus, klo mo terima ais kerja di sini, apa iya? Mosok Master Psikologi kerjanya di warnet? :P

  2. ecie yang kayak gadis india..
    kalau aku dulu pas wisuda dimakeupin mama sih.. karena malas antri salon,. lagian tempat wisudanya jauh,, pakenya gedung SICC (iya yang buat konser Justin Bieber itu) karena JCC yang biasanya dipake udah full booked.
    minus segala keluh kesah dan ribetnya, tetep lah ya, wisuda itu salah satu pengalaman hidup yang paling berkesan

  3. nungguin postingan inih..
    “Nyatakan perasaan kamu ke gebetan kamu. eh jangan ketawa. ini serius. karena, kan udah ga mungkin ketemu – ketemu lagi tuh… dinyatakan aja perasaanmu. paling apes ditolak, toh habis itu gak ketemu lagi. atau mau lebih apes kek saya? yang belum menyatakan tapi udah ditolak?? *dueer”

    #kayanya ceritanya lebih seru.. :D

  4. selamat is.. waaahhhh senengnya yg udh lulis s2.. aku mau juga dong.. ~_~

    nah.. kalau udah gini pasti mikirin mau nyari calon suamk dulu terus nikah.. apa nyari kerja dulu.. hahahaha..

    pokoknya sukses is.. wisuda aku kemaren¿ hmmn.. biasa aja.. yg aku suruh dtg cm ibu, baoak sm kakak..

  5. Congrats ya sang gadis india yg sekarang jd pengangguran *halah*.
    tapi baca ini jd teringat kedua acara wisudaku (D3 dan S1), semuanya serba minimalis, jadi bingung sendiri knp acara wisudaanku selalu biasa aja ya? Hmm..perlu lanjut S2 seperti dirimu keknya hihihihih

    • Teteeeeeh… Aku nya aja kalik ya yg super duper heboh ngadepin apapun. Hihihihi. Ebohnya lebih ke ngurusin keluarga yg dateng sih Teh :)

      Ayoook… Kuliah lagi Teh!

  6. hohohoho…. selamet ya yang udah diwisuda… Oyen ngikut ngebayangin, karena belon ngerasain diwisuda, walopun uda jadi sarjana :)

    kampong jengkol ada hajatan ncing, kale mo ikutan :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s