Girl Talk

sebenarnya saya lupa kalau hari ini hari kamis. er… pura-pura lupa tepatnya. ah sudahlah, yang penting judulnya malam ini saya ingin mengadirkan sebuah buku bacaan saya waktu SMP.

beberapa hari (atau minggu?) yang lalu saya maen ke kost-an si kawan sekaligus partner in crime saya *aduh gak bisa di link* :mrgreen:  nah pas lagi mau nebeng ke kamar mandi, saya nemu di lorong kost-annya, setumpuk buku bekas. dan yang terletak paling atas di antara tumpukan buku itu adalah buku inih:

Girl Talk : Kemelut Pesta by L.E Blair

hayuk yang ABG 90’an ngacung cung cung! yang baca majalah kaWanku juga ngacung! pasti kenal sama buku ini *nuduh

eh tapi bener loh, kalau ada yang langganan kaWanku jaman SD atau SMP, pasti kenal sama buku ini, (asal SD atau SMP nya pas tahun 90an yak) karena buku ini pernah dijadiin bonus majalah itu.

setelah dilakukan observasi, keknya kawan-kawan yang mampir ke sini rata-rata umurnya sama kek saya jadi PD – PD ajahlah yah bilang ini buku bacaan kita waktu SMP. huahhahahaha.. PD sekaligus penuduhan.

Baeklah, mari saya sarikan buku ini dari wikipedia, kalau kata kang Wiki, buku ini merupakan serial dari Amerika sono karangan L.E Blair (sayang Kang Wiki tidak menyediakan page khusus tentang pengarang ini, jadinya gak bisa saya pajang linknya, dan terlalu males ngegugling juga saya).

Girl Talk ini serial yah sodara-sodara, yang menceritakan tentang empat orang ABG. abegeh beneran loh, baru kelas tujuh. mereka tinggal di kota YANG TERNYATA kota fiksi, Acorn Falls, Minnesota. ada empat karakter di dalamnya, yaitu:

Sabrina, di serial buku ini digambarinlah si Sabrina ini abegeh yang tertarik banget sama majalah, punya banyak temen, ceplas ceplos dan terobsesi jadi aktris. Sabrina ini fisiknya kecil, mungil dan punya rambut merah keriwil-keriwil gitu. Sabrina anak keempat dari lima bersaudara yang semua saudaranya pria.

Katie, tipe abegeh sempurna yang selalu tampil rapih, punya otak cemerlang, dan paling logis. penampilannya selalu matching, kalau misalnya dia pake baju pink, maka sepatu dan bandonya juga pink. Katie ini tinggal bersama Ibu dan kakak perempuannya yang sempurna abis, namanya Emily. Tapi di tengah-tengah nanti, Ibunya Katie ini nikah sama orang Perancis tajir yang mbikin Katie punya sodara tiri.

Allison, biasa dipanggil Al. Tingginya 170 (etdaah!!). sempet ikut audisi model remaja dan diterima. dia dapet tawaran ke New York, tapi ditolak karena buat dia itu gak cocok. Al ini suku Indian aseli, sama seperti Katie, Al juga tekun kalau soal pelajaran. Hobi Al baca buku, dan Al tinggal di rumah bersama adiknya, ibu, bapak dan kakek-neneknya.

Randy, lengkapnya si Rowena Zack, tapi dia paling sebel kalau dipanggil Rowena. Abegeh tomboy yang penampilannya eksentrik. Randy ini pindahan dari New York. dan digambarkan di situ kalau Randy ini sebenernya ngerasa gak betah waktu awal-awal pindah ke Acorn Falls. dia ke mana-mana naek skateboard andalannya, Randy juga sangat menyukai musik. ia tinggal bersama Ibunya, setelah orangtuanya bercerai.

***

buku ini sebenarnya sampek 45 seri, tapi ditranslate ke Bahasa Indonesia hanya sampek 27 😥  daaaaaan…. dengan niatnya minggu lalu saya beli aja dong itu ke-27 bukunya lewat internet

27 (minus lima nomor, actually) Girl Talk by L.E Blair

awalnya ragu juga belinya, tapi saya sukak sama cerita abegeh ini, makanya diniatin beli. dan saya puas banget begitu bingkisannya nyampek tangan saya. emang buku bekas sih (gak mungkinlah yah ada yang baru kecuali dicetak ulang) secara ini buku TERNYATA pertama kali terbit itu tahun 1992.

tapi saya mengenal buku ini baru lima tahun kemudian, itu juga baca yang terakhir-terakhir. itu juga minjem. hihihihihi…

makanya pas baca ulang lagi (baru nyampek serial ke5), ada banyak perasaan bergejolak *tsah ceritane sih keinget jaman SMP. dan setelah dibaca lagi sekarang emang sih banyak hal yang akhirnya mbikin saya mikir: ‘kok bisa gini? kok si ini jadi begini? kenapa si itu nya begindang?’

banyak kritik akhirnya yang saya lontarkan. mungkin, dulu waktu pertama kali baca saya belon banyak baca buku (dan lagi, jaman dulu buku bacaan buat Abegeh kan gak banyak kek sekarang). beda ama sekarang.

buku ini, gak tahu kenapa pas banget ngegambarin gejolak muda abegeh SMP, tanpa selalu menghadirkan kisah percintaan. ya adalah yah kisah cewek cowok naksir-naksiran gitu tapi dikemas dengan cara ‘SMP’ banget. yang lucu dan polos banget gitu deh. gak ada kisah kasih asmara anak SMP yang membara. benar-benar ditulis dengan cara SMP bangets.

dan bisa loh baca serial ini berulang kali. saya curiga deh selera bacaan saya berhenti di umur remaja. secara saya tergila-gila dengan bacaan remaja. tapi…. ada tapinya loh, saya sukanya bacaan remaja jaman saya masih remaja.

kek Dear Diary- nya Randall, The Baby Sitter club, serial-serial nya Enid Blyton yang Malory Towers yang mbikin pengen sekolah di asrama, terus ada lagi yang judulnya Sweet valley High. dan jangan lupakan Lupus dan Olga-nya Hilman! semua bacaan remaja saya deh. (pssst: ngaku deh, saya mengkoleksi beberapa bacaan remaja, semacam guilty pleasure gitu kalau baca bacaan2 abegeh.. huahahahahaha)

sekarang ini saya lagi nungguin aja Girl Talk di cetak ulang. secara yah bo, Buku-bukunya Enid Blyton aja pada mulai dicetak ulang dengan sampul-sampul yang lebih colorfull. kali aja, girl talk juga begitu. walaupun bukan terbitan gramedia dulunya. tapi ngarep kan boleh. hehehehehehe.

***

nah.. kalau kawan-kawan sendiri inget gak sih bacaan pas remaja dulu apaan? yah kalau yang baca ini masih remaja, kira-kira paling suka sama buku apah?

Hah? dramaLand-nya ais ariani? itu mah bukan buku *tersipu malu*, belon jadi buku maksudnyah

:mrgreen:

***

baiklah, cukup sekian kamis manis-nya. otak saya lagi buntu buat nulis yang aneh dan benar dan lebih manis lagi. mau ngerapihin kertas-kertas dulu yak!

ada yang bantuin beresin kamar saya?

see u next post!

🙂

hei you birthday girl!

Sebenarnya saya dikejar deadline penulisan naskah publikasi untuk tugas akhir saya. Tapi ternyata godaan untuk melanjutkan penulisan surat bagi diri saya yang lebih muda terasa sangat menggiurkan *slurp*

dan seperti yang pernah disinggung di postingan sebelumnya, kalau saya mau mbikin lanjutan surat saya yang waktu itu, dan kebetulan bangeeet… ada yang mbikin #ForYoungerMe jadilah sekali dayung dua tiga pulau terlampui :mrgreen:

Hai ais ariani!

You’re offcially 17 now! How’s the party? Pasti kamu seneng dong didatangi oleh kedua orangtua kamu lengkap, dan ada sahabat-sahabat kamu, bahkan si sahabat kamu dari SMP datang dari Jakarta, istimewa untuk menghadiri ‘party’ ulang tahunmu.

Pesta ulang tahunmu mungkin sederhana, kamu bahkan tidak berdandan, tidak seperti saat teman-teman lain merayakan ulang tahun mereka yang ke – 17. Tapi kamu memang seperti itu, terlalu cuek untuk urusan penampilan. Kuenya pun bukan memesan dari toko kue, undangannya pun bukan model undangan besar dan indah, tempatnyapun sederhana hanya di rumah,

Namun yang harus kamu ketahui adalah: itu semua merupakan dukungan penuh cinta dan kasih dari orang-orang di sekitarmu. Kue itu bikinan tante kamu, ia membuatnya dengan penuh doa. Undangan yang unik itu di desain khusus oleh kakakmu yang galak itu. Walaupun ia sering marah dan kalian sering berantem , ketahuilah bahwa ia perhatian sama kamu. Bahkan ide membuat potongan foto kamu waktu kecil yang di setel di televisi itu juga dari dia. Rumah tempat pesta itu akan selalu kamu kenang sampai kapanpun, karena kamu menghabiskan banyak cerita di rumah itu. Dan setiap kali kamu mampir di kota itu, kamu akan selalu bisa mengenang kisah klasik-mu di rumah itu.

Oh iya, selamat kamu masuk IPS satu bersama sahabat kamu, Fajar. Kalian masih duduk sebangku. Walaupun hubungan kalian kaku dan ia tampak bermusuhan denganmu ketahuilah kamu tetap istimewa baginya.  Dan persahabatanmu dengan FAYE, akan berakhir karena pada akhirnya kalian sadar bahwa sedang menipu diri bersembunyi dalam konteks persahabatan padahal yang kalian inginkan adalah lebih dari persahabatan. Tak perlu risau, sahabat-sahabat akan datang dan pergi dalam kehidupanmu.

Beberapa hari lagi kamu akan bertemu dengan seorang pria. Dia akan menjadi seseorang yang banyak merubah kamu. Kamu akan menghabiskan waktu yang cukup lama bersamanya, bahkan mungkin sampai sepuluh tahun ke depan, ia masih ada dalam lingkaranmu. Bagaimanapun kamu berusaha untuk mengeluarkan ia dari lingkaranmu, ia hanya akan ke luar dari lingkaran terdalammu, tapi tidak dari lingkaran pertemananmu.

Tapi memang begitulah hidup, semua orang yang datang dalam hidupmu pada akhirnya akan pergi. Bukan masalah mereka pergi kapan, tapi yang menjadi persoalanmu ke depan adalah bagaimana mereka pergi.

Hubunganmu dengan orangtua akan merenggang jauh. Gejolak masa muda akan membuatmu membantah semua keinginan dan perintah mereka. Kamu bahkan berani membentak mereka. Satu pesanku ais, kamu harus belajar mengontrol emosimu. Orangtuamu adalah tempat kamu mendulang pahala. Orangtuamu adalah peringan langkahmu. Yang harus kamu lakukan hanyalah mendengarkan mereka dan bercerita kepada mereka.

Hilangkan segala prasangka burukmu tentang mereka. Mereka akan mendengar ceritamu dari mulutmu, asal kamu mau membaginya bersama mereka. Mereka bukanlah pihak yang bersebrangan denganmu. Mereka bukan musuh. Mereka selalu mendukungmu, selalu.

Baiklah ais ariani, sepanjang apapun aku menulis surat untukmu… mungkin hanya akan terselip di salah satu buku harianmu. Kamu hanya akan menganggapnya sambil lalu. Karena saat ini kamu sedang merasa menggenggam dunia melalui tanganmu. Memangnya apa yang bisa menahanmu? Kamu 17 tahun, muda, memiliki sahabat – sahabat yang hebat, memiliki cita – cita dan keinginan yang jauh ke depan.

Dan memang, tetaplah seperti itu. Jangan biarkan siapapun dan apapun menghalangimu untuk menjadi apapun yang kamu mau.

XOXO,

Twenty something ais ariani

tuuuhkaaaan….tulisan itu kalau lagi gak konsen bikinnya malah jadinya aneh. tapi berhubung tinggal setengah jam lagi ditutup, aku submit dulu laaah

***

see u next post!

seandainya aku @unggulcenter #RantaiCerita #Seandainya

Tulisan ini adalah tulisan kelimabelas  dari #Rantaicerita #Seandainya. Sebenarnya ini buntut dari keisengan saya menjawab mensyennya kakJul waktu itu di twitter. Iseng dan gak nyangka ternyata bisa dapet giliran juga, kirain bakalan kagak dapet. :mrgreen:

#RantaiCerita adalah hastag dari kumpulan cerita yang akan ditulis oleh 20 orang blogger yang tidak saling mengenal secara pribadi. Adapun para blogger yang turut merangkai cerita adalah @IndahJuli, saya, @agusmoen @bejanawaktu, @aniRingo, @juleahardy, @unggulcenter,  @ajengkol, @wkf2010, @mataharitimoer, @harrismaul, @CiscaDV, @echaimutenan, @elafiq, @ari_dexter, @Rigo_ZHI, @thianongnong, @phenyukerooo, @nanda_thekids, dan @aisariani.

Saya dapat amanah dari KakJul yang cantik mempesona itu untuk menjadi Kang @unggulcenter

Baiklah, mari kita sebut ini apah? Ini sulit. Mungkin. Apa namanya kalau bukan sulit jikalau saya mendapat tugas menulis seandainya aku menjadi Kang Unggul. Hiks, namanya pun baru saya tahu kemarin setelah dimensyen di twitter. Dan setelah saya baca-baca blog-nya … makjang… makin minder saya. Jelaslah kami ni beda.

Perbedaan pertama : Kang Unggul  ini benar-benar unggul nampaknya, sering kali hadir di kancah perkopdaran nasional. Adalah cerita Kang Unggul ke Sidorajo dan ASEAN Blogger Conference di Bali akhir tahun kemaren. Malu juga saya, gak kenal sama Kang Unggul ini. Hlah saya? Kopdar paling akbar yang pernah didatengin cuman kopdar batik awal tahun lalu, itu juga cuman berduabelas rasanya.

Perbedaan kedua: jelaslah, saya ini wanita dan Kang Unggul pria.

Perbedaan ketiga: saya ini cantik, Kang Unggul ini tampan. Heleh…

Perbedaan keempat: tagline blog kami pun beda jauuuuh kali. Unggul Center dengan ‘Where Intellectual Happens’ dan dramaLand dengan ‘where drama can be .. everything’ beda banget kan? Kan? Kan??

Ah sudahlah, manusia itu memang diciptakan berbeda. Maka dari itu, saya memutuskan untuk membuat karya fiksi tentang Kang Unggul. Kulo nyuwun ngapuro nggih kalau cerita fiksi ini menyinggung Kang Unggul atau tidak sesuai kenyataan, namanya juga fiksi. Hahahahaha…

***

 

Jogja, 13 Agustus 2008

Akhirnya, Jogja. Akhirnya kota ini berhasil juga saya datangi.  Kota yang terkenal dengan kota pelajar, kota gudeg, kota budaya dan apalagi? Hmmm… Lihatlah beberapa tukang becak mencoba untuk menarik perhatianku. Menawari saya  untuk  menaiki becaknya. Mulai dari Dagadu, Bakpia sampai pusat kerajinan batik. Tapi saya  tidak akan tergoda. Tujuan saya sudah jelas, saya datang ke kota ini karena memenuhi undangan kawan blogger.

Si kawan ini mengundang saya karena saya  menang kuis yang diadakan di blognya. Hadiah yang saya  terima adalah tiket pulang pergi dari tempat asal ke Jogja serta akomodasi  selama di Jogja, yang jelas saya  hanya perlu membawa diri dan pakaian dan kamera tentu saja. Tapi, mana si kawan ini? Kok belum keliatan yah?

Tiba-tiba handphone saya  berbunyi;

Kang! Di mana Kang?

Oh ternyata si kawan yang menelpon.

“di pintu masuk, di deket tulisan stasiun, yang ada miniatur lokomotifnya”

“waaah… aku salah Kang. Kang Unggul tunggu di situ dulu ya”

Sepuluh menit kemudian ada motor Grand berhenti tepat di depanku. Persis seperti odong-odong. Si pengendara membuka kaca helmnya,

Kang Unggul?”

Wah.. ternyata si kawan menjemput saya menggunakan motor! Motor yang mirip dengan odong-odong.

Kang Unggul di depan yah

Si kawan menawarkan saya membawa motornya. Tentu saja saya mau. Semangat. Bukankah menyenangkan berjalan-jalan di kota orang, mengendarai motor? Si kawan memandu saya dari belakang. Katanya saya harus memacu kendaraan lebih cepat. Tujuan pertama kami adalah candi boko.  Dari stasiun, kami mengarah terus ke barat. Jalanan kota Jogja lumayan ramai, tapi tidak seramai  jalanan Kota Depok pastinya.

Setelah menempuh perjalanan  selama setengah jam lebih, yah lumayanlah.. tidak sejauh Bogor – Depok.  Dan jalanannya juga tidak begitu ramai. Kalau hanya segitu sih kecil buat saya, apalagi dengan motor yang mirip odong-odong ini. Sesampainya di parkiran, saya bingung. Mana candinya? Katanya ada candi? Kok yang nampak hanya warung makan?

Saya bertanya pada si kawan. Ternyata kami harus menempuh perjalanan dulu, melalui tangga. TANGGA?!?! Baiklah, #eluselusperut

Si kawan yang badannya tipis ini ternyata hebat dalam menempuh perjalanan menaiki tangga. Tidak nampak kalau dia ini lelah. Saya? Ah.. jangan ditanya. Ngos-ngosan dan pengen balik pulang rasanya, duduk di warung makan tadi, dan memesan segelas es teh. Namun perjalanan menaiki tangga ini ternyata terbayar saat saya sampai di atas. Tidak salah memang si kawan ini mengajak ke sini. Ternyata ini adalah tempat yang sering dijadikan background oleh fotografer-fotografer. Karena memang ciamik sekali pemandangan dari atas sini. Sayang sekali, si awan sedang tidak bersahabat, jadinya tidak bisa mengambil foto sunset yang katanya si kawan, sunset di candi boko ini bagus sekali.

 

Memang, saya lihat banyak sekali orang-orang yang membawa kamera bagus, sampai-sampai saya malu mau mengeluarkan kamera poket saya.

Kenapa tempat ini tidak pernah terdengar yah? Saya saja kalau tidak diajak si kawan ini mungkin mintanya ke candi Borobudur. Cobalah lihat bangunannya, klasik. Dan setelah ngobrol dengan si kawan, ternyata bangunan candi boko ini memiliki nama lengkap  Istana Ratu Boko. Jadi tempat ini konon katanya dibangun untuk tempat menyepi dan memfokuskan diri pada kehidupan spiritual. Ada pemandian, ada tempat pembakaran mayat segala! Istana Ratu Boko ini dibangun pada abad ke-8 dan termasuk termegah di jamannya, dan yang ngebangun masih kerabat dari yang mendirikan Candi Borobudur.

Ada banyak yang kawan ini ceritakan sebenarnya, tapi separuhnya saya tidak mendengarkan, mencoba meresapi pemandangan sekitar. Benar-benar damai. Terlihat pemandangan kota Jogja dan ada gunung merapi yang terlihat.

Sayang sekali situs ini kurang terkenal yah. Mungkin, pemerintah bisa memberikan perhatian khusus lagi terhadap candi ini, setidaknya dibangun elevator dari tempat parkir sampai lokasi candi, biar orang-orang seperti saya tidak ngos-ngosan #eluselusperutlagi

***

 

HoshHaaaah… gemanah..gemanah..kepanjangan gak? Kurang fiksi gaaak? Siapa lagi yang mau saya bikiniiin?? *Hlooh?!?!?

Baiklah, karena kewajiban saya adalah meneruskan cerita ini, maka cerita berikutnya harus dibuat oleh @aniRingo yang akan menjadi @indahjuli

***

ijin foto  Kang Unggul saya ambil dari Facebooknya, karena saya gak bisa mbukak blognya lewat laptop kesayangan saya ini 😦

gambar candi bokonya yang gak jelas itu dari koleksi pribadi, waktu saya dan agil ke Candi Boko sekitar tiga tahun yang lalu.

***

see u next post! jangan ke mana-mana, dan kalaupun ke mana-mana balik lagi ke sini, karena dalam waktu dekat saya akan meluncurkan tulisan sambungan dari surat untuk diri saya di umur 16 tahun yang pernah saya tulis di sini.

happy birthday Unun!!

Assalamu’alaikum, Nuwun,

Lumaraping serat punika minangka pisowan kula kekalih, ngaturi uninga bilih keparenging Gusti Ingkang Maha Asih aparing lestantun, kulo badhe gadhah khajatan palakrami (ngunduh mantu) benjing ing:

Dinten             : Ahad kliwon,

Sura kaping     : 26 Februari 2012

Wanci tabuh    :11.00 – paripurna

Panggenan      : Tumiyang RT 01 RW 03 kec. Kebasen Banyumas

Dhaup suci:

Rebo manis, 22 Februari 2012 Ing Mlipak RT 02 RW 01 Kec. Wonosobo, Wonosobo.

Nun inggih saking punika, mugi wontena berkah saking Gusti Ingkang Murbeng Gesang lan dhanganing penggalih,  panjenengan kula aturi rawuh paring pangestu dhumateng kula kekalih sumrambah ing samudyanipun.

Sedaya kekirangan ugi kalepatan kula kekalih, mawantu wantu mugi wontena lubering samudra pangaksami

Rahayu, rahayu, rahayu

Wassalamu’alaikum wr.wb

Atur pangabekti kula,

Wawan

 

ngerti gak sama kata-kata di atas? saya enggak. hahahahaha.

kata-kata itu ada di sms yang  saya terima dari Wawan atau yang sering saya panggil unun. Masih inget gak sih gerombolan C3 yang beberapa kali saya ceritakan di dramaLand ini? nah salah satu dari mereka yaitu Unun, akan melangsungkan pernikahan di hari Rabu besok.

sebenarnya kabar dia menikah memang sudah santer terdengar waktu saya ketemuan sama Budi dan Sendy bulan Agustus kemarin.

nah, beberapa minggu yang lalu si unun ini sms saya, dia bilang kalau dia mau nikah tanggal 22 Februari ini. saya ngeledekin dia habis2an, saya bilang kalau saya gak ngeliat di pelaminan dengan mata kepala sendiri, saya gak percaya dia nikah.

hahahahaha… jahat ya.

saya kenal Unun ini di kelas satu SMA, kami sama-sama ikut Kemah Bakti Bina Laksana-nya Ambalan kami. sama-sama mau jadi penegak Bantara. tapi sebenarnya jauh sebelumnya saya pernah ngeliat dia maen basket sore-sore di lapangan basket SMA kami.

kesan pertamangeliat dia: keren *gubrak* kalau anaknya baca dia bakalan ngakak sejadi-jadinya. serius. saya sempet mikir nih anak keren juga (ingat: SEMPAT MIKIR).

tapi semua itu hancur berantakan, imej cool dia luluh lantak saat kami sama-sama  jadi pengurus di Dewan Ambalan Gugus Depan SMA kami. seperti organisasi lain yang membuat sesama pengurus bertemu secara intens dan saling mengenal sifat masing-masing, begitu juga dengan saya dan si Unun ini.

saya akhirnya tahu kalau dia takut gelap gara-gata waktu itu saya dan dia serta ada satu teman kami harus di Sanggar (sekret-nya Pramuka kami) hingga larut malam. kami bertiga : dua wanita dan satu pria duduk-duduk di depan Sanggar, menanti kepulangan kawan-kawan kami yang sedang bertugas mengantar adek-adek kelas satu yang kehabisan angkot selepas pulang latihan pramuka. tiba – tiba si Unun ini bilang;

‘aduh aku pengen pipis lagi’

awalnya saya dan teman saya gak nanggepin. maksud kami, yah pipis tinggal pipis gitu kan?!? ternyata eh ternyata si Unun ini takut akan gelap sodara-sodara. dan dia MINTA DITEMENIN ke kamar mandi sama kami.

baiklah, sebagai wanita saya juga takut kalau disuruh kamar mandi sendirian. secara sekolah saya kan bangunan jaman dulu, bangunan Belanda yang punya beberapa kisah misteri. Tapi si Unun kan priaaaa. satu-satunya pria di antara kami.

itu merupakan kenangan yang gak pernah saya lupakan soal si Unun.

dulu kami ini hitungannya pejabatlah di Dewan Ambalan, saya Pradana dan si Unun ini Pemangku Adat. (bingung? lihat di sini). tapi di antara pejabat teras laen di Dewan Ambalan, saya dan dia-lah pejabat yang paling tidak bisa dipercaya. dia dengan selenge’an, cengar-cengirnya bisa jadi Pemangku Adat menggantikan mas-mas yang penuh wibawa senior kami. dan saya? saya yah dengan si anak baru yang gak tahu apa-apa soal pramuka bisa jadi Pradana, heran juga kan orang-orang.

disamping itu, kelakuan dari si Unun memang gak ada beresnya. berulang kali dia melanggar dan gak hadir saat ada latihan, atau acara-acara ambalan lainnya. saya juga heran gemana dia bisa jadi Pemangku Adat. tapi karena waktu itu pemilihan pejabat berdasarkan suara terbanyak, bisa ditebak: Unun punya syarat mutlak untuk jadi pemenang, dia punya banyak teman.

oh iyah! ada lagi keajaiban si Unun ini. dia dulu seneeeng banget sama Marshanda dan Sherina. dan suka tiba-tiba masuk ke Sanggar dengan bernyanyi lagu-lagu mereka, lengkap dengan gaya dua penyanyi (yang waktu itu masih) cilik. poko’nya enggak banget deh si unun ini sebagai sosok pria di mata saya. makanya agak malu juga ngaku pernah melekatkan imej ‘cool’ dulu.

yang lainnya adalah: sama seperti tiga temennya si Budi, Sendy dan Ferri, si Unun juga hobi cari makan gratisan. yang gratis-gratis juara lah mereka.

makanya, pas denger dia mau nikah, saya ketawa gak percaya sebenarnya (jujur aja, dulu waktu denger si Sendy, Budi dan Unun punya pacar aja saya ngakak sejadi-jadinya. ngakak gak percaya)

ya ampun… maksud saya: mereka bertiga itu kan suka heboh sendiri, suka nyari gratisan, gak mau rugi, kerjaannya maen game sama baca komik doang,dan sederet kelakuan mereka yang menurut saya gak mungkin mereka bisa punya pacar.

itulah jeleknya saya, padahal selain itu mereka adalah pria-pria cerdas yang punya ambisi. lihat saja mereka sekarang. saya-nya aja yang terlalu meng-underestimatekan mereka,

eh iyah. alasan saya menulis soal si Unun ini adalah karena dia ulang tahun hari ini. selamat ulang tahun Unun, si Pak Lurah Gaul. semoga lancar yah persiapan buat pernikahannya, nanti kami datang ke Desa Tumiyang, dan kami nantikan juga kiprahmu menjadi Bupati

:mrgreen:

happy birhday Lurah Gaul!!!

***

see u next post!

🙂

***

P.S : oh iya, ini postingan juga dalam rangka #kamisManis yak, hihihihi.

oh iya lagi, saya belum bisa BW2 nih. maap yak. ASAP kalau udah agak selo sata segera ke rumah kawan-kawan deh 🙂

 

terpaku

yah, saya sedang terpaku pada satu hal.

baik hati dan pikiran saya. baik afeksi maupun kognisi  saya. entah ini bagus atau tidak. karena saya memang orang yang susah fokus. jadi saat saya terfokus dan terpaku apakah ini pertanda bagus? pertanda baik?

pfft… sudah tiga kali ngeklik add new post di blog, dan selalu ditutup lagi, padahal sudah sampai di tengah tulisan, gak tahu mau melanjutkan bagaimana.

sedang terpaku pada satu hal. satu hal kompleks yang baik secara ilmiah maupun common sense jelas terkait dengan banyak hal. apa itu?

waktu.

saya sedang terpaku dengan waktu, dan itu jelas pertanda buruk. karena, waktu memang bukan kekasihmu yang menerima kamu apa adanya. waktu hanyalah waktu yang berjalan tanpa memperdulikan apa maumu, tanpa memperdulikan keluhanmu, patah hatimu, kebimbanganmu, ataupun kemalasanmu.

waktu hanya waktu.

lebih baik dosen penguji yang bertanya dan masih mau memberikan jawaban untukmu, waktu terkadang tidak memberikan jawaban.

waktu hanya waktu.

ia bukan sahabatmu yang selalu ada untukmu.

waktu hanya waktu.

bukan Jikustik yang bisa bilang; ‘akhirilah ini dengan indah’

waktu hanya waktu.

bukan Mamah yang selalu marah tiap kali melakukan kesalahan, tapi selalu menerima maafmu.

waktu hanya waktu.

bukan satpam kampus yang tersenyum saat kamu melewati pos-nya.

waktu hanya waktu.

bukan mcflurry yang memberikan efek tenang.

waktu hanya waktu.

yah hanya waktu.

***

 

see u next post, maybe. hopefully.

😦

***

dan aku terpaku pada waktu,

membiarkan desing yang mendera  di sekitarku.

membiarkan kini menjadi lalu.

sepuluh tahun yang lalu…

sore tadi, ada yang menarik di timeline twitter saya, tiba-tiba radio favorit saya nanya soal film Ada Apa Dengan Cinta a.k.a AADC. terus tiba-tiba saya inget deh, memang beberapa hari yang lalu sempet baca juga kalau AADC bakal di puter ulang di Blitz mana gitu… gak digagas juga, hlah wong acaranya di Ibu Kota, dan saya masih aman damai sentosa di Jogjakarta berhati nyaman ini.

naaah… inget AADC, pasti bakalan inget jaman SMA. kalau tahun ini adalah 10 tahun AADC, dapat dipastikan juga sudah sepuluh tahun yang lalu juga saya jadi anak SMA (ketahuan dah tuanya). jadi saya nonton AADC itu dan sempet kena demam sepatu gosh – kaos kaki panjang – tas plastik gede – puisi – punya geng yang isinya cewek2 – perpustakaan cinta. sempetlah kalau ke studio musik itu latihan bandnya adalah lagu Ku Bahagia-nya Melly Goeslaw.

naaaah… pas saya baca twitnya @pandji

tiba-tiba saya dapet ide buat #kamisManis saya. kenapa gak nulis soal AADC? itu film kan memang film yang menurut saya fenomenal, dan bener kata Pandji: itu adalah film penanda generasi. terus saya nanya sama si kawan saya; eh AADC tuh menurut kamu film bisa disebut penanda generasi kagak?

dan dia pun menjawab: bisa.

dan memang bener, film itu benar-benar menggambarkan generasi saya waktu SMA: belon ada FB, belon ada twitter, belon ada laptop di pergaulan kami. kalau HP udah ada, tetapi belon mewabah kek sekarang. dan fungsi hp masih buat sms dan telpon doang, dan itu juga dieman-eman banget, mahal bo pulsanya

dan itulah masa SMA generasi kami: geng, buku curhat, mading, ngedate ke toko buku, apalagi?

baiklah, mari saya ceritakan situasi saat menonton AADC sepuluh tahun yang lalu

***

waktu itu tahun 2002, saya masih duduk di bangku SMA. janjian nonton AADC sama temen-temen sekelas. waktu itu janjiannya adalah: salah satu temen saya yang diem-diem saya gebet ngejemput saya dan si sahabat di kostan saya. as usual (ternyata tabiat ini udah ada dari SMA) saya telat. jadi si temen yang diem-diem saya gebet udah dateng di kost, saya masih melanglangbuana di luar, lupa waktu itu saya kemana, apa ke salon dulu apa kemana dulu gak tahu. hahahahaha.

nah, barengan lah kita bertiga ke bioskop satu-satunya di kota satria: Rajawali. Bukan 21 loh. cuman bioskop. nyampek di parkiran, saya liat parkiran rame banget. untungnya nih, saya udah titip tiket sama temen-temen yang laen yang mau nonton. tapi sangking ramenya, kami dapet yang pertunjukan yang terakhir. saya bosen nunggu, terus saya bilang sama temen saya: saya mau nyari cemilan dulu ke Moro, pasar swalayan yang ada di deket situ. saya dan sahabat saya berboncengan ke Moro. baru pilih-pilih cemilan, saya di sms (nah! ternyata waktu itu saya udah punya HP!): filmnya udah mau mulai. saya tunganglanggang ngebut balik ke bioskop. passs banget film AADC nya mulai.

dan mari saya kopikan dari buku harian saya waktu itu:

.. eh iya! elo tahu gak Ry kemaren malem alias malem minggu, gw nonton AADC, barengan sama anak-anak II-9. yang cowok semua gitu, cewe’nya cuman gw sama Fajar. Terus… filmnya yang mendukung gw banget bwat nangis. Settingnya Kelapa Gading gitu, ceritanya tentang persahabatan dan perpisahan. Gw yang kangen sama rumah, gw yang takut perpisahan gw sama E***n (nama gebetan), gw yang lagi butuh temen, gw yang lagi miss banget ama suasana Jakarta. Nangis deh gw. Tapi ditahan gitu. Abis sebelah gw F***d (nama gebetan lain, ini yang ngejemput di rumah).

udah segitu aja, sisanya terlalu menggelikan buat ditulis ulang di sini. hahahahaha… hlah itu bisa nulis dua nama gebetan dalam satu paragraf udah cukup memalukan, padahal yang satunya itu ujung-ujungnya sekarang jadi temen banget, apa gak geli saya pernah nulis nama dia dalam kapasitas romantis kek gitu… (apalagi baca lanjutannya, betapa saya merindukan perhatian dari si F***d ini *euuuuu…)

dan di beberapa halaman buku harian berikutnya saya menemukan tulisan saya sendiri yang ini

Kulari ke hutan kemudian menyanyiku

Kulari ke pantai kemudian teriakku

Sepi… sepi dan sendiri aku benci

Ingin bingar aku mau dipasar

Bosan aku dengan penat

Enyah saja engkau pekat

Seperti berjelaga jika kusendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai

Biar mengaduh sampai gaduh

Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih

Kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai

 

puisi itu puisi yang menang lomba puisi di sekolahnya Cinta, yang bikin si Rangga (aselinya yang bikin siapa yak? kagak tahu juga saya dan lagi kumat malesnya ngegugling). dan saya jatuh hati sama puisi itu (sama seperti jutaan penonton lain, mungkin), makanya saya tulis itu di buku harian saya.

kenangan dari AADC lainnya adalah: duit gaji pertama saya pas jadi penyiar muda di radio dulu, saya pake buat beli kaset (iye.. masih koleksi kaset saya dulu) O.S.T nya AADC ini.

ini film Indonesia yang juara banget deh memorinya buat saya, entah udah berapa kali saya nonton film ini, mendengarkan soundtracknya, berulang-ulang kali, hingga hafal beberapa potong dialognya. tapi dialog yang paling melekat adalah:

Nah, sekarang kalo lo ngerasa aneh di tempat-tempat ramai kayak gini, tu salah siapa? Sekarang gue tanya, salah gue? Terus, kalau lo sekarang nggak punya temen sama sekali kayak sekarang itu salah siapa? Salah gue? Salah temen-temen gue? salah gue?

sebenernya dialognya panjang yah si Cinta ini pas ngomong ini. kalau gak salah, dia kesel banget sama si Rangga karena dibilang ga prinsipil, cuman gara-gara dia mau nonton band bareng-bareng dan harus ngorbanin waktu dia dan Rangga di Kwitang. dan ini ampek sekarang selalu jadi semacam tagline saya dan temen-temen kalau lagi curhat atau ngobrol, terus kalau ada yang ngomong; ‘menurut lo, ini salah siapa coba?’

ada hukum tidak tertulis di antara kami buat nyaut: ‘salah gue? salah temen-temen gue??’

dan untuk urusan soundtrack jangan ditanya lah ya.. walaupun kata galau belon mewabah seperti sekarang, tapi denting-nya Melly dan Tentang Seseorang-nya Anda adalah lagu wajib galau buat saya. mendadak galau lah kalau denger lagu itu.

dan begitulah kenangan saya dengan AADC, yang kalau dilanjutin bisa satu kabupaten ini mah.

bagaimana kamu? kenangan apa yang kamu punya dengan AADC?

mendadak pengen manjangin rambut? mendadak pengen jadi pacarnya Nicholas Saputra? mendadak jadi puitis? atau… ??

***

see u next post!

 

harlem beat

ini kamis perdana sodara-sodara. kamis perdana di bulan februari maksude. eh ini cuman perasaan saya aja, atau gemana yah… sebelum memutuskan menggunakan nama kamisManis buat postingan bertema saya, saya punya rasa sendiri sama hari kamis.

saya selalu merasa yang namanya kamis itu romantis. hari mana lagi coba yang bisa se rima dengan kata romantis selain hari kamis?

hahahhaha. ah sudahlah yah, gak usah diperdebatkan lah yah masalah manis-manisan ini. yang jelas saya masih manis-manis aja kok *hloh?!?

bulan Februari itu… identik sama bulan cinta yak? iya gak sih? ah buat saya mah tiap bulan bulan untuk jatuh cinta, menikmati rasa. tapi bulan februari memang spesial, karena ada dua orang yang ulang tahun di bulan ini. dua orang yang special. dulu.

:mrgreen:

baiklah… baiklah.. daripada obrolan ini kemana-mana dan sampai lewat nih hari kamis, bisa gagal kan kamis manis-nya.

***

Harlem Beat. ini judul komik. komik yang saya baca jaman SMA kalau gak salah. komik soal basket gitu. saya jarang beli komik. kenapa? Karena saya orangnya kikir; gak mau rugi. beli komik harganya lumayan. tapi habisnya cepet. kecuali untuk komik yang sukak banget, saya jarang banget beli komik.

paling detektif conan sama hai miiko.

nah…. khusus harlem beat ini saya bacanya gak minjem. gak minjem dari temen maksudnya, minjemnya dari taman bacaan. satu komik gopek (dulu loh… sekarang mah satu komik 1200 kalau gak salah).

terus kenapa komik itu saya tulis di sini? karena ada masanya saya tergila-gila banget sama komik ini.  apalagi sama tokoh Sawamura. beeeuuuhh sampek berkhayal saya kalau dia itu tokoh nyata yang bisa saya temuin di sekolah.

nah, gara-gara komik ini juga jaman SMA saya ngebet jadi anak basket. dengan tujuan bisa se keren Mizuki. dan sekalian kali aja ada yang bisa digebet, yang se ‘cool’ Sawamura. hahahahaha…

(yang pada kenyataannya adalah: saya sempet masuk jadi tim inti basket sebelum akhirnya dicoret dari tim. kemudian si senior cool yang bernama d*m*s ternyata temennya kakak saya yang gak mungkin banget digebet, gigit jari deh mewujudkan kehidupan komik di kehidupan nyata saya)

komik harlem beat ini edisinya sampek 29 kalau gak salah, dan ada satu part di seri 29 yang membekas banget buat saya, hingga saya menulisnya di buku harian saya

Suatu saat nanti… akan tiba waktunya, saat masa muda itu berlalu menjadi kenangan.

Namun… perasaan dan impian di masa muda itu tak kan hilang,

walaupun tertimbun di dalam kesibukan sehari-hari yang padat,

ia akan terus bersinar di suatu tempat yang istimewa di hati kita.

Jadi, janganlah kamu melupakannya. di dalam dirimu ada batu yang akan selalu bercahaya, dan kalau kamu merentangkan tangan, ia pasti akan selalu memberimu kekuatan.

di saat hari esok tidak terlihat, ia akan menjadi obor yang menunjukkan jalan.

 

***

cukup sekian kamis manis minggu ini. masih kurang manis? buka FB saya deh, pandangi foto saya di situ. hihihihihihi…

see u next post 🙂