#12HariMenulis #8

dear Mbak Juminten,

Apa kabar Mbak Jum? apakah Mbak sehat-sehat di sana? Saya selalu mendoakan Mbak Jum sehat di sana, dan gak kedinginan, walaupun jilbab Mbak sudah tidak dipake lagi. eh kenapa Mbak Jum gak dipake lagi? Bosen? eh tapi gak ada hak aku memang untuk ngomong seperti itu. Tapi bagaimana yah, mulut aku gatel. Aku kan emang orangnya kepo.

Terus gimana dengan londo di sana Mbak? Apakah Mbak dijajah disana? Seperti Bangsa kita dulu dijajah oleh leluhur mereka? Ya mungkin gak juga sih ya… kita kan udah merdeka lama.

Apa yang lagi happening disana Mbak Jum? Apakah boyband dan girlband lagi happening di sana? Kalau disini sih keknya gitu. Ntah apa lagi boyband dan girlband yang baru, secara ada ajang pencarian bakat girlband dan boyband gitu. Enggak banget deh. Mendingan aku kamu sama si Boy dan Tejo bikin group vokal. walaupun nyanyinya cuman i gotta feeling-nya black eyed peas.

Oh iya, Norman udah gak jadi Briptu lagi. udah dipecat dia. Tapi apa menariknya Norman tanpa Briptu? Samalah kaya apa menarik Psikologi tanpa coping.

Dan aku udah putus Mbak Jum sama pacar terakhirku. Yeah.. another broken heart to heal. Another pain. but, bukankah aku udah biasa mengobati luka di hati? ditinggalkan atau meninggalkan itu bukan masalah Mbak, yang jadi masalah adalah bagaimana orang tersebut pergi.

well, untungnya… si Captain pergi dengan cara yang manis. dan yah… kami masih berkomunikasi cukup baik. Beberapa malam yang lalu kami sempat mengobrol. Kemarin bahkan kami sempat chattingan, beberapa minggu yang lalu bahkan aku sempat bertemu dengan adeknya. Intinya, perpisahan kami manis. Mungkin, ini perpisahan termanis aku dengan pacar.

You know lah mbak… semua mantan pacar aku selalu mengira bahwa aku masih mencintai mereka, dan berharap mereka kembali ke aku. Mungkin memang ada yang salah dengan perilaku aku ke mereka hingga mereka bisa GR-an begitu. Semoga Captain gak ya Mbak, karena aku masih mau berteman baik dengan dia.

Hmm.. kabar Boy dan Tejo baik-baik saja. Tejo lagi sering ke luar kota. Entah ngapain, menghampiri langganannya mungkin. Boy lagi patah hati. entah dengan wanita manah. denger-denger sih wanita itu semacam brengsek. Brengsek banget. Katanya Boy sudah memutuskan ingin mengakhiri hubungan itu, tapi si wanita itu gak mau, beberapa minggu kemudian diketahui wanita tersebut sudah memiliki tambatan hati lain. Kasihan si Boy, tiap hari dia kerjaannya curhat sama aku. Sesama patah hati kami sering berbincang. Mungkin kami bisa jatuh cinta.

Mungkin.

Tapi aku memilih untuk menghindari itu. karena aku gak pengen memanfaatkan persahabatanku dengan si Boy untuk menyembuhkan luka di hati. Memanfaatkan persahabatn itukan enggak banget yah Mbak Jum?

Mendingan cari pria laen deh. Kek susah aja nyari pria. Ya gak sih mbak?

Mbak Jum.. Mbak Jum… kangen deh sama Mbak Jum, pengen ngobrol-ngobrol di GSP lagi kek waktu itu. Hmm… inget gak sih Mbak waktu itu Mbak Jum bilang kalau Mbak Jum gak pengensi Boy punya pacar dulu. Ternyata si Boy udah punya pacar mbak waktu itu! dianya aja yang gak cerita sama kita. Memang sih… gak semua hal bisa diceritakan dalam persahabatan, apalagi kalau persahabatannya punya maksud lain. Ya ga sih Mbak?

well, kapan pulang Mbak? Udah ketemu Bule’ tampan belum? Mau dong aku dikenalin. Buat tambal luka di hati.

eh iya, suami apa kabar Mbak Jum? terakhir kali sih dia email aku, dia bilang katanya SAMPEYAN lagi depresi, susah membalas email aku. Depresi kenapa Mbak Jum? Susah yah hidup di negri orang? Udah ketemu orang-orang naif kek aku belum Mbak Jum? Siapa tahu orang naif itu punya temen buat digebet *hloh?!?!

See u next post Mbak Jum,

:mrgreen:

 

1 Comment

Filed under [drama] lepas

One response to “#12HariMenulis #8

  1. Pingback: #12HariMenulis #9 | dramaLand