#12harimenulis #4

baiklah.. baiklah sebelum pada protes, saya mengaku salah nih.. kemaren saya kecape’an total habis pindahan. saking totalnya sampai benar-benar gak punya tenaga buat bukak laptop dan menulis.

jadi, mangkanya yang edisi #4 ini  baru malem ini saya tulis.

mari kita bicarakan bagaimana lika liku saya dan adek saya pindahan. kami memutuskan pindah ke kawasan Kayen, di Jalan Kaliurang KM.7 dengan nama jalan Jurugsari. dan, setelah di hitung-hitung tanggalnya kami sepakat pindah pada tanggal delapan desember kemarin. Kenapa hari itu?

Simpel aja sih: karena hari kamis adek saya gak ada kuliah, jadi dia bisa meluangkan waktu seharian.

Yang bikin agak patah hati kemarin adalah: begitu bangun pagi, hujan deras turun. Bingung saya menatap semua kardus yang sudah siap diangkut. Gimana pindahan kalau hujan deras kek gitu. Jadi yang saya lakukan saat membuka mata di pagi hari kemarin adalah menatap hujan. Menerawang. Bingung.

Pukul setengah delapan si kawan yang sudah dua hari membantu saya mengirim sms ke saya kalau di kost dia di daerah selatan hujan juga turun. Lalu si ranger hitam juga bilang kalau di rumah dia juga hujan. berarti hujannya rata, dan say alirik awan juga masih gelap. akhirnya saya memilih untuk meneguhkan diri bahwa kami pasti bisa pindahan tanggal delapan. titik. pasti bisa.

dan yeah, Tuhan mendengarkan harapan besar saya untuk secepatnya pindah dari rumah itu. Sekitar pukul delapan, hujan mulai berhenti. Kawan saya dan ranger hitam mulai merapat ke kontrakan lama saya. Kami mulai upload kardus-kardus yang muat di mobil si Ranger hitam. lumayanlah muat beberapa kardus, rak buku. lalu setelah beres upload barang – barang kecil, saya menyuruh adek saya memanggil pick up yang sudah dia pesan.

sambil menunggu adek saya memanggil pick up, saya keliling kontrakan lama, menyisir lah. kali aja ada yang ketinggalan. daaaan.. menemukan sepedah terkunci dengan aman damai sentosa di tiang garasi. Cantik. Ini sepedah yang kunci-nya hilang itu. Paniklah.

Dengan membawa piring tetangga yang belum saya kembalikan, saya pergi ke rumah Bu Har, tetangga yang baik banget dengan niat minjem gergaji besi (gak modal tenan ik saya). Niat meminjam gergaji besi, yang saya dapatkan adalah bantuan untuk melepas rantai sepeda dari Pak Har. Dan yes, rantai sepedah itu sukses digergaji sama Pak Har setelah Pak Har 20 menit menggergaji rantai itu (tuwing. dan saya sukses khawatir kebingungan saat Pak Har menggergaji: what should i do? yang ada saya mondar mandir di sekitar itu aja. sok sibuk. hahahahaha)

akhirnya gak berapa lama adek saya datang bersama pick up pesanannya. dan yang lucu adalah: adek saya dateng bersama seorang temannya yang gak tahu kalau dia ‘dijebloskan’ untuk membantu angkat-angkat barang (Maaf yah din…)

setelah sibuk angkat-angkat, gak lupa saya dan adek saya berfoto sebagai kenang-kenangan bahwa kami pernah ‘diusir’ dari kontrakan (eh jadi colongan deh si ais…)

 

fotonya adaloh.. tapi suwer deh daritadi ini kok ga bisa ya buat di add di postingan ini.

ya sudlah yah, daripada saya njedotin kepala ke meja makan (yang baru saya dan adek saya miliki setelah pindah ke sini), mari kita lanjutkan …

setelah angkut-angkut barang ke pick up kelar,kami menuju timur dari kontrakan lama kami, melintasi ringroad, saya yang di mobil pick up asik berbagi cerita dengan Bapak Supir yang ternyata adalah orang yang membantu saya pindahan dari Terban ke Kwarasan enam bulan lalu.

daaaaaaan… klimaks dari kegiatan pindahan saya dan adek saya adalah: berkumpulnya enam orang yang sebelumnya tidak saling berkenalan, namun kami bisa saling bergurau untuk melepas lelah ngangkut2 barang dan menatanya ke tempat yang semestinya, sehingga kontrakan saya ini bisa lebih nyaman untuk kami tempati.

terimakasih tiada terhingga untuk keempat kawan kami kemarin yang membantu kami. serius deh pengen banget memajang foto kita kemarin.. tapi koneksinya lagi bermusuhan sama saya

dan badan saya yang baru dipijet kurang dari 12 jam yang lalu benar-benar harus diistirahatkan

😦

see you next post, cross my heart😀

6 Comments

Filed under [drama] lepas

6 responses to “#12harimenulis #4

  1. errrr… komenn… ini jam stgh 1 malam… mw komen apa coba? bingung…

    — ais ariani:
    *lempar bantal* —

  2. hmm dari kemarin penasaran napa mo pindahan dadakan
    eh ga taunya ada drama dibalik drama ini hmm
    sing sabar aja deh ya Is
    semoga di tempat yg sekarang semuanya berjalan baik2 saja, aamiin!

    — ais ariani:
    amiiin Mbak Nik.. kapan kalau pas kita onlen bareng aku cerita deh. serius looh. pengen banget bisa cerita sama orang laen sebenernya😀 —

    • ywd kita janjian onlien klo gitu … malam minggu juga ga pacaran ini kan? hahaha sengaja menyakiti hati yang jomblo hiihihhi

      — ais ariani:
      huaaaaaaaaaaaa.. mbaaak. aku semalem onlen di YM padahal.
      mbok aku minta YM nya😀 —

  3. Waahhh.. kenapa diusir is?

    ya udah banyakin istirahat yak.. postingannya berarti nambah jadi 15hari sebagai hukuman *eh :p

    — ais ariani:
    huahahhahahha… kenapa jadi malahan dihukum??
    ngelarin 12 hari ajah masih meraba-raba😛 —

  4. Pingback: #12harimenulis #10 | dramaLand

  5. oh? diusir??? hmm… lanjut dulu ah

    — ais ariani:
    diusir secara tidak terhormaaat Teeeh!!! *ngadu* —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s