belajar tentang kehilangan

Some people come into our lives and quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same.

Sewaktu SMP, saya memiliki dua orang sahabat yang sangat dekat. Kami memiliki buku curhat, dan di salah satu halamannya saya menuliskan kata-kata di atas. Entah saya menemukan tulisan itu dimana, saya lupa. Tapi kata-kata itu menancap dalam di hati saya.

Sampai sekarang, saat ini. Saat saya menuliskan postingan ini. Beberapa minggu belakangan ini saya sedang belajar memahami kehilangan. Mulai dari kehilangan kunci sepedah, kehilangan waktu, kehilangan kesempatan, kehilangan semangat, kehilangan kekasih, hingga kehilangan beberapa kawan terdekat.

But, this is life. C’est la vie. Terlalu sedikit waktu yang ada kalau hanya digunakan untuk meratapi kehilangan. Toh kita sudah sepakat bahwa saat kita kehilangan sesuatu maka kita akan mendapatkan sesuatu. Bukan begitu? Ini hanya masalah menemukan another comfort zone.

Enjoy your time, ais ariani. Face it๐Ÿ™‚

18 Comments

Filed under [drama] lepas, [drama] sekitar

18 responses to “belajar tentang kehilangan

  1. begitu bu ais.
    dan dalam memahami kehilangan itu seringkali membuat kita memahami tentang arti antara ada dan tiada.

    ketiadaan membuat kita merasa lebih pentingnya keberadaan seseorang di dalam hidup kita, dibandingkan ketika seseorang itu sliweran di dalam kehidupan kita.

    — ais ariani:
    aiiiihh kalimat terakhirnya itu looh… menyentik sekali. semoga seseorang tersentil karena kalimat itu
    *jadingarep* —

  2. dinikmati saja…
    dan waktulah yang akan menghapus luka, lagu segalanya terasa lebih ringan.. *sedang mnegalami soalnya..*

    semangaatt

    — ais ariani:
    sesama yang sedang mengalami: semangaaaaaaaaat Mbak๐Ÿ˜€ —

  3. kamu hebat neng,, berani untuk melepaskan,, dan merelakan
    Walaupun sulit,, tapi itu proses

    Gak semua orang mau keluar dari comfort zone mereka

    — ais ariani:
    hebat apanya Puut. in iajah terkeseok-keseok menahan tangis dan luka
    *heleh…
    semua orang juga bisa Put kalau mau๐Ÿ˜‰ —

  4. asal bisa ihlas saja, insya Allah akan diganti dengan yg labih baik..๐Ÿ˜€

    — ais ariani:
    iyah Mas Brur, belajar ikhlas… itu kuncinya kan๐Ÿ™‚ —

  5. kadang kehilangan emang gak bisa dihindari ya. tapi life must go on kan…

    — ais ariani:
    bener banget Mas Arman, begitulah hidup… —

  6. kalo kata komik serial cantik jaman dulu (aku lupa judulnya) : setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan.
    sebel sih. tapi harus tetap semangat! *pukpuk ais*


    — ais ariani:
    aku juga baca komik itu Phat! ih sammma banget bacaan kita waktu dulu. Tahu aku.. kalau gak salah ada pohon-pohonnya gitu bukan? —

  7. Yakin aja, apapun yg terjadi (dan yg TIDAK terjadi) adalah nikmatNYA, yg akan membuat kita menjadi pribadi yg mendewasa, yg membaik, yg bertumbuh ^^
    Take care Is..

    โ€“ ais ariani:
    *cup ke Teteh…
    makasih yah Teh, sekali lagi diingetin bahwa setiap hal yang terjadi (dan tidak) merupakan sebuah proses๐Ÿ™‚ —

  8. Ais, keliatan pinternya emang udah bakat ya. SMP aja sudah bisa menuliskan kalimat seindah itu. Time will heals the wound dear. Yakin bila ikhlas semua itu tak kan terlalu sakit. Peluk Ais dulu, ah.


    — ais ariani:
    *huuug BuMon..
    ih BuMOndaaa.. ituh bukan aku yang ngarang kata-kata, tapih aku menemukan itu dimana dan aku tulis di buku curhaat. dan memang kalimatnya indah bangeet. makanya aku jatuh hati pada pandangan pertama sama kalimat itu… —

  9. Sya

    Terus sekarang kamu lagi kehilangan apa? Semoga penggatinya lebih baik lagi, of course๐Ÿ˜‰


    โ€“ ais ariani:
    ituh Syaaa.. daftar kehilangannya sudah dijabar di situ…
    semoga Sya๐Ÿ™‚ —

  10. bintang

    kehilangan kekasih ??
    What ???
    Whaaaatt ???
    #geram

    โ€“ ais ariani:
    hadeeeh kenapa sitttu yang jadi gerrraaaam?!?!? —

  11. aq juga sedih klo kehilangan teman.. apalagi klo teman itu.. punya hutang yang cukup besar ma kita.. sediiiihh sekali… #curcol

    — ais ariani:
    huauahahhahahah, yo ditagih dong Dieeek… —

  12. aku baru saja kehilangan dompet,oop tepatnya lupa naruh seisi rumah aku obrak abrik ALlhamdulillah ketemu, uangnya ga seberapa tapi surat2nya itu loh

    — ais ariani:
    iyaaah Mbak Lid, kalau udah ilang dompet itu yang paling males ngurus surat-surat itu loh.. —

  13. setuju mbak ais..disaat kita kehilangan pasti kita juga akan mendapat yang baru sebagai gantinya..๐Ÿ™‚

    — ais ariani:
    bener Fit, yang penting ikhlas dan sabar memperoleh ganti๐Ÿ™‚ —

  14. Mungkin emang saatnya ‘menyayangi’ diri sendiri dulu atas kehilangan itu. Tapi nanti kalau udah siap kita bakalan diberikan penggantinya kan yak๐Ÿ˜€

    — ais ariani:
    benuul Nie. mungkin ini adalah waktu yang tepat buat sayang sama diri sendiri dulu..๐Ÿ™‚ —

  15. saya pernah kehilangan, tapi blm bisa memaknai kehilangan itu dg hal yng benar..
    smoga mbak berhasil menemukan kenyamanan itu,
    salam

    — ais ariani:
    semua hal butuh proses Dek, termasuk salah satunya proses memaknai itu,
    aku juga belon begitu paham, tapi kita semua kan ada di dunia ini untuk belajar salahsatunya๐Ÿ™‚ —

  16. yustha tt menyukai artikel ini (y)

  17. Salam kenal mbak… makasih tulisannya

  18. semoga segera menemukan comfort zone yang baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s