apa yang sedang heboh di sini?

tentu saja bukan tentang saya yang katanya mau hibernasi tapi masih bolak-balik update tulisan. itu mah gak heboh, tapi udah biassa.. dasar si ais nya ajah yang gak punya pendirian alias labil (hahahahaha…)

atau tentang MD dan deretan mobil mewah nya? Itu juga sih bikin geleng-geleng kepala. Satu mobil mewahnya bisa mbiayain anak-anak Indonesia mengeyam pendidikan dasar loh…

tapi bukan itu juga.

yang menarik perhatian dan sedikit heboh di sini yang saya maksud adalah Ketua DPR dan kontroversi pembangunan gedung nya. Awalnya saya melihat berita di salah satu TV swasta. entah kenapa … saat itu saya iseng ada di tepan TV. kek nya sih gara-gara adek saya gak pacaran ada di depan TV. setelah saya cek ke situs TV swasta itu, dan ngobok-ngobok di sana, saya menemukan pernyataan yang pernah saya dengar itu. persisnya saya copas dari sini;

“Urusan gedung sebaiknya dibicarakan dengan kaum pintar, seperti kalangan kampus. Rakyat biasa pusing pikirannya. Yang dipikirkan hari ke hari hanya perut, kerja, ada rumah, ada pendidikan, selesai. Jangan diajak ngurusin yang begini,” ujar Marzuki.

dan kalau kawan-kawan malam ini sedang duduk termenung diam dan bingung mau ngapain, coba deh di cari berita tentang bapak ketua DPR itu. pasti akan banyak berita kontroversi itu. maka mungkin kursor kawan-kawan akan sampai ke sini; dimana Bapak Ketua DPR terhormat itu berbicara seperti ini :

Lah, kalian ini enggak denger-denger. Saya sudah ngomong berkali-kali. Kita itu masuk (jadi anggota dewan), (ide) gedung sudah selesai. Anggaran sudah ada, kita tinggal tender. Januari 2010 kalau saya mau melakukan itu, itu sudah tender, justru saya yang mau melakukan maka kita teliti ulang, kita kaji dulu. Paham enggak? Berkali kali saya ngomong. Tapi masih muter-muter aja, bolak-balik seolah-olah yang mengerjakan itu DPR sekarang, itu DPR masa lalu,”

healah, padahal kalau kata anggota dewan yang lama,

Bersama dengan Darul Siska (Golkar), Eva Sundari (PDI-P), dan Junisaf Akbar (PBR), Alvin yang dulu menjadi wakil rakyat dari Fraksi PAN membantah tegas bahwa DPR periode lalu telah menelurkan rekomendasi pembangunan gedung baru DPR.

Tim Peningkatan Kinerja DPR hanya menghasilkan rekomendasi penyelenggaraan sayembara grand design kompleks parlemen RI. Oleh karena itu, mereka terkejut dengan terus berlanjutnya rencana pembangunan gedung baru, bahkan disebutkan merupakan kelanjutan dari rekomendasi PDR periode lalu.

saya gak paham politik. dan seperti yang sudah pernah saya bilang dari dulu; nilai Filsafat Politik saya di transkip nilai saya itu adalah satu-satu nya nilai D yang tidak pernah mau saya ulang. walau berbobot 3 sks. kenapa? karena saya gak paham politik. politik hanya saya pahami sebagai bagaimana cara seseorang atau sekelompok orang membuat tujuan nya tercapai. perkara itu benar atau tidak, itulah yang menempel di kepala saya (seperti saya meyakini laut itu berwana biru, bukan hijau).

lalu apa tanggapan kamu tentang itu, ais ariani?

saya cuman pengen bilang; saya gak paham dengan segala kontroversi ini. entah siapa yang sedang dijadikan kambing congek hitam. siapa menunjuk siapa, siapa ditunjuk siapa, siapa menuduh apa. tapi hei.. bagaimana dengan memahami masalah secara komprehensif dan substansial

*ngerogoh KBBI*

tapi mengingat reputasi si Bapak satu itu dengan kasus Mentawai dan TKW, hati saya sebenarnya sedikit nyinyir sama si Bapak satu itu. kek pengen bilang sama beliau;

deuuu… rakyat yang kata Bapak cuman mikirkan hari ke hari nya hanya perut, kerja, ada rumah, ada pendidikan, itu yang katanya bapak wakilkan lohhh… yang katanya membuat bapak ada di situ. kalau tidak mendengarkan kami, dengarkan siapa dong?”

komentar saya klise. kawan-kawan bisa menemukan komentar lebih pedes dan lebih dahsyat deh kalau niat nyari.

tapi saya sepakat sama kata-kata si bapak satu ini;

“Coba lihat, sekarang rakyat bosan lihat anggota Dewan ribut. Jadi akhirnya mereka akan lebih memilih menonton sinetron dibandingkan jika orang politik yang muncul di TV. Nah, kalau begitu kan nanti yang terkenal di daerah adalah artis bukan politik. Itu realita,” kata Marzuki.

iyah bapak, mungkin tetangga saya yang gak punya TV dan baru saja meminta tolong sama saya buat menagih hutang sebesar dua puluh ribu rupiah ke temannya hanya karena besok ia dan keluarganya tidak bisa makan karena gak punya beras pastinya jauh lebih paham sama Nikita Willy atau Dude Herlino dibandingkan dengan bapak.saya setuju lah untuk itu.

dan yang saya pahami :ย  entah ini permainan politik atau bukan, tetangga saya malam ini kehabisan beras dan menanti suami nya pulang dari pekerjaan nya yang hanya bergaji 100rb/bulan, padahal dia harus menyusui anaknya yang berumur 40hari saja belum dan ada dua orangtua yang sudah berumur yang satu stroke dan yang lain hanya mampu berbaring di tempat tidur di rumah nya yang hanya berukuran 5X3. sama siapa dia mengadu? Mungkin bukan sama bapak. bapak kan sibuk menerima somasi

๐Ÿ™‚

tahukah kawan-kawan betapa cemen nya drama di panggung dramaLand ini dibandingkan panggung sandiwara di dunia politik? atau di dunia yang sebenarnya di luar sana?

[ terimakasih banyak kepada jejaring sosial dan kawan-kawan di dalamnya yang sudah mengungkit nama bapak satu ini di update an nya, hingga saya punya ide untuk membuat postingan ini๐Ÿ˜€ ]

mari kita sama-sama pergi ke negri dongeng๐Ÿ˜€

*postingan kali ini di sponsori oleh : gambarnya mbah google, the show by Lenka, dan sepotong-biskuit-yang-terkenal-dengan-warna-hitam-tapi-sekarang-ngeluarin-produk-terbaru-berwarna-kuning, serta beberapa artikel yang sudah di sebutkan di atas.

23 Comments

Filed under [drama] sekitar

23 responses to “apa yang sedang heboh di sini?

  1. riez

    Nama aja dunia nyata gak Heboh gak RaMe

    — e? bukan keballikan nya yak? —

  2. Haaa haa haa haaa
    Sempet-sempetnya,,
    Baca berita itu
    Sabtu kemarin aq dirumah sehariann
    Bener2 di depan Tipi
    Gila (- -‘) acara Musik,, inpotainment,, ampe sinetron yang gajebo (- -‘) (- -‘)
    Ampunnn ampunnnnn
    Mau jadi apa generasi kitaa

    — eeeh FTV nya gak termasuk puutt?? hihihihihih —

  3. Seru nih, jarang-jarang Mbak Ais bicara politik..

    — ho oh mas Gie.. aku juga heran. jarang-jarang pengen ngomongin politik. tapi gatel itu loh ngeliat si Bapak satu ittuuu.. gregetan pengen aku towel-towel
    *hloh?!?!?!?! —

  4. Halo Mbak Ais,

    Saya mau berbagi pendapat aja. Sebenarnya laut itu nggak selalu biru, tapi memang kadang-kadang bisa jadi hijau.

    Coba kita iseng melihat ke dalam laut, tentu di dasar laut kita akan menemukan macam-macam tumbuhan, dan tumbuh-tumbuhan itu rata-rata berwarna hijau. Akibatnya laut jadi ikutan berwarna hijau. Kenapa kita selama ini menyangka laut itu berwarna biru? Karena selama ini kita hanya melihat dari atas permukaan laut aja, yang kebetulan sedang memantulkan warna langit, dan kebetulan siang itu langitnya berwarna biru, sehingga laut pun jadi ikutan biru.

    E-eh, saya kok jadi ngomentarin warna laut ya? Ini bahasan tentang Marzuki ya? Komentar saya nggak nyambung deh.. Permisi๐Ÿ˜€

    — hiahahahahhahahaa.. mbak Vicky. makasssih sudah menjelaskan sama aku kalau laut itu memang warnanya hijau. aku pernah denger penjelasan kek gitu, persis. maksudku di sini tuh itu hanya semacam perumpamaan bahwa yang saya ketahui itu mungkin saja salah, tapi tetep saya akui sebagai sesuatu yang benar seperti saya memahami nahwa laut itu biru padahal saya pernah dikasih pelajaran bahwa laut itu sebenarnya warnan ya hijau.
    eh aku yang ngasih perumpamaan nya salah yah mbak?
    misssi..
    *hlohhh?!?! —

  5. no comment,, coz kagak ngerti,, ga ngurusin masalah politik & ga mau tau tentang politik…๐Ÿ˜€

    — tadinya juga mikir gitu Bang. tapi kepikiran: ini maish termasuk kepentingan aku juga..
    pssstt.. diam-diam aku pernah punya hasrat jadi anggota dewan loh
    uahahahhahahahaa… —

  6. ngebaca ini… antara berasa ‘yah udah biasa’ atau ‘gak heran’ tapi juga sekaligus merasa sedih dan kecewa.

    tapi ya begitu lah pemerintah kita ya. dpr yang katanya wakil rakyat tapi gak pernah ada sedikitpun mikirin rakyat, yang ada cuma mikirin diri mereka sendiri.

    tapi ya kita mau apa. cuma bisa mengelus dada, ngomel2 sendiri… sementara bapak2 itu ya tetep aja jalan terus… gak peduli…

    — nah begitu juga mas aku mikirnya begitu tahu. sebenernya omelan-omelan kawan-kawan di jejaring sosial dan bentukan group-group yang menghujat Beliau itu ada efeknya gak sih? selain akhirnya mungkin disiarin di TV? tapi mungkin saja ada… secara beberapa waktu terakhir ini komunikasi massa mampu mempengaruhi (walau sedikit mungkin) beberapa keputusan mereka. eh iya gak sih?
    *malah balik nanya ๐Ÿ˜€ —

  7. aih.. tumben ais nulis beginian…

    hm, karena anggota dewan itu seringnya nggak banyak peduli dengan suara rakyat.. akhirnya justru bikin sebagian orang skeptis dan masa bodoh dengan yg terjadi atas ssana.

    termasuk pembangunan gedung itu Ais..
    mungkin saya termasuk yang masa bodoh… ngliat para elit yang seakan seenaknya sendiri mau enaknya sendiri…

    haaah… pusing ais..๐Ÿ™‚

    — heheheheheh. aku juga ikutan pusing mbak mikirin nya (hlah.. pake nulis-nulis segala. apa gak gayya aku? hihihihi)
    kek yang mbak bilang dan mas arman bilang: seenaknya sendiri; karena memang mereka memiliki Tujuan mereka sendiri. dan mungkin tujuan kita dan tujuan mereka memang gak sejalan. makanya gak dong ya sama ‘manuver’ mereka๐Ÿ™‚ —

  8. hai Ais.. (kunjungan kedua nih…)

    politik di Indonesia.. well it’s like, i don’t give a shit bout those role players in the stage ! indeed..
    kalo boleh sedikit cuap-cuap, aku pribadi ngeliat politik indonesia itu masalahnya udah kompleks banget, tapi inti dari semua itu yaa moralitas manusianya. Tenggang rasa, tepa selira, gotong-royong dan semua nilai positif yang diajarin ke anak-anak SD melalui matpel PPKN (Pendidikan pancasila dan Kewarganegaraan) beneran cuma sebatas teori. aplikasinya ?! nol besar. mungkin ada yang niat buat tetep menjalankan semua ajaran tersebut, tapi sistem yang busuk menghalangi. so, what can we say bout that ?!

    aku ngga mau ikut-ikutan stres mikirin panggung politik di indonesia, tapi aku janji ke diri sendiri akan selalu jadi insan yang beradab, yuuuk.. mari kita memulai hidup dijalan yang bener dan meningkatkan mutu pribadi dimulai dari diri sendiri๐Ÿ™‚

    *cheers

    — agry… komen mu membuat aku berpikir akhirnya ke masalah pendidikan. bagaimana akhirnya sistem pendidikan di Indonesia tidak mampu membentuk moral-moral warganya. Maksudku: apakah benar ini dari sistem pendidikan, ataukah ini dari segi budaya atau apa? apakah ada bedanya antara mereka yang lulusan dari luar negri dan mereka yang pendidikan nya pure di tanah air? apakah akan berbeda dari sisi moral. aah.. jadi tercetus ide penelitian kalau begini jadinya. hehehehehehe… —

    • “bagaimana akhirnya sistem pendidikan di Indonesia tidak mampu membentuk moral-moral warganya. Maksudku: apakah benar ini dari sistem pendidikan, ataukah ini dari segi budaya atau apa? apakah ada bedanya antara mereka yang lulusan dari luar negri dan mereka yang pendidikan nya pure di tanah air? apakah akan berbeda dari sisi moral”.

      menurutku, moral manusia di Indonesia ini memang jauuuh sudah bobrok. Naah.. yang salah itu (kalo aku diizinkan buat menyalahkan) adalah orang-orang didalam sistem. Sistem dalam artian luas, ngga cuma sistem pendidikan aja loo ya. walopun nyatanya sistem pendidikan juga turut serta menjadi lahan empuk buat memperkaya diri senidiri (read : dana BOS dan aplikasinya).Ambil contoh lainnya : sistem yang mengatur persepak bolaan Indonesia : itu si om N*rdin ?! apa maunya coba ?!. Trus sistem dan dunia perbankan, ada tanten M*linda. hoah ! capek !

      Mengenai lulusan luar negri, yaa.. yang aku liat ya emang banyak perbedaan, seperti tingkat kedisiplinan, penghargaan akan waktu, rasa ingin tau, dan beberapa hal positif lainnya. tapi menurutku, semua hal positif yang dipunya oleh lulusan luar negri yang kembali ke indonesia yang ceritanya mau berbagi ilmu, lama kelamaan luntur ato bahkan ilang. mengapa ?! karena mereka ngga bisa ngelakuin itu semua sendirian tanpa dukungan orang-orang didalam sistem dan sistem itu sendiri.

      udah ais segitu aja, kalo ada yang kurang berkenan, buang sajaa๐Ÿ™‚
      ada yang positif, Alhamdulillah..

      — terimakasih agry sudah menanggapi komenku lagi. untuk itu aku setuju juga. tapi kalau begitu bukan sistem saja. orangnya juga. dan aku semakin pengen tahu .. bagaimana cara memperbaiki itu semua? maksdunya, aku gak mau loh jadi bagian orang yang hanya mampu mengkritik tanpa bertindak sedikiit saja untuk memperbaiki itu semua.
      but, what can we do? —

  9. Iya, saya udah baca di kompas.com kemarin.๐Ÿ™‚
    Namanya juga Pak Marzuki, dulu juga dia pernah ngomong sesuatu yang menjadi kontroversi.๐Ÿ˜
    Perihal tuduh menuduh antara anggota DPR lalu dan DPR sekarang, biarlah yang mana yang benar. Mau yang manapun juga sama aja membuat citra DPR buruk.๐Ÿ˜ฆ

    — masalahnya adalah : apakah yang benar itu yang akan terbukti benar. ya gak sih? secara bagi aku menonton politisi dalam berita itu menjadi seperti menonton film: tahu loh ini bohongan, tahulah ini menggunakan skenario. tahu loh ini cuman pura-pura.. but we enjoy that. tapppi.. menonton film jelas jauh lebih menghibur yah bukan nya? —

  10. Aiss… aku punya penawaran menarik nih!!!
    gimana kalo kita iket bapak itu, trus digelitikin sampe dia mengiba memohon ampun ke rakyat yang (katanya) hanya mikir kerja dan makan ini…
    gimana???tertarik ndak???

    — kurang serrrru bun.. aku punya ide yang lebih mengesankaaaan.. bagaimana kalau.. bagaimana kalaau.. kita suruh dia membangun SENDIRI itu gedung DPR yang baru?
    hehehehehhehee… —

  11. naik bis Mickey Mouse ke negeri Dongeng๐Ÿ™‚

    — hiahahahahaaa.. sama pangeran nya Cinderella ajjjah dong kak Lel..๐Ÿ˜€ —

  12. saya juga bukan orang politik mbak ais๐Ÿ™‚

    — ahhh.. aku lebih memberikan suaraku kepada guru daripada kepada mereka yang sudah berkecimpung di dunia politik lebih dari sepuluh tahun kak.. —

  13. Orin

    Lieur ya Is kalo ngikutin hebohnya perpolitikan di negeri tercinta inih๐Ÿ˜ฆ

    — begitulah teh. tapi kok mau gak peduli kok rasanya gak tega sama mereka-mereka yang mengira aku pintar dan mampu merubah nasib mereka
    (ngemeng appppa cobbba si aiiisss…)๐Ÿ˜‰ —

  14. Yaealh Ais….postingan hari ini cukup membuat aku kedip-kedip dan memakai kembali kaca matakuyang lama hanya akut arud di dekat agenda:mrgreen:

    Serius nie???

    Saya juga orang politik, karena di dalam politik itu yang ada adalah bagaimana licik meliciki dan akal mengakali๐Ÿ˜ฆ

    — hehehehehhee.. gak percaya kan han kalau aku yang nulis? kok pada heran siiih aku nulis soal politik. bessok nulis lagi ahhh…
    (padahal aseline yoh ngopas sana-sini, analisis nya nihil ituuu..๐Ÿ˜€ —

  15. Lama ngga pernah nengok gedung rakyat, ceritanya makin lama makin kayak sinetron Indonesia

    — bennnner banget .. sama-sama tahu kalau itu pura-pura, ada skenario.
    sebenernya kalau gak ada media yang ‘mengawasi’ kinerja mereka itu kek appa siiih? —

  16. Aku jarang nontn tivi lho.. wkakakaka.. sekalinya nonton, acara kartun dan sule, wkakakak… maklum yang berkuasa atas TV adalah si bungsu….๐Ÿ˜›

    aku juga gak ngerti politik, dan gak pengen ngerti, cukup sudah menajdi orang baik saja…๐Ÿ˜›

    — aaaahh alangkah indahnya bila para politisi itu punya niat ; ‘cukup sudah menjadi orang baik saja’ kek mas primmm…
    (ada gak ya?) —

  17. Ini lah makanya aku gak pernah ngebahas masalah politik di blog aku….
    Selain karena emang kurang ngerti…hihihi…
    Tapi biasanya kalo udah mulai bicara soal politik…aku pun akan mulai ngomel ngomel dan nge dumel gak jelas persis seperti dirimu inih Ais…
    Cukuplah aku ngomelin Kayla dan Fathir aja deh..hihihi…

    — hiahahahahahaa… aku juga pengen punya satu ah, biar punya subjek jellas kalau mau ngomel dan ngedumel
    (niat gak baik. hahahahahhaa) —

  18. hahaha… lucu yah.. negeri kita… ada rumah, ada makan, ada pekerjaan, ada pendidikan beres,, laahhhh kenyaatannya sebagian dari kita blm dpt kan? brati blm beres kan?? ahhh streeslah pkoknya orang2nya yang disana tuh.. makin ksini makin aneh…
    apsaih sayah???? #gajelas

    komen yang benernya nih..

    ini tulisannya kecil gini ini teh.. bisa di perbesar g?? :mrgreem:

    — diekkaaaa. tahukah kamu cara memperbesar tulisan dengan themes inni?
    aku bingung๐Ÿ˜ฆ
    aku suka sama themes ini kecuali tulisan nya . huhuhuhuhuhu..–

  19. Aisss kumaha april mopnya??? *mencoba menanyakan hal yang lebih “horeee” ke Neng Ais, daripada nanyain si wakil rakyat yang ternyata cuma wakil dari golongan yang suka UUD (ujung-ujungnya duit…)

    *tapi tetep Ais tulisan ini mampu bikin saya jingkrak2 kepingin nowel si Bapak ituuu…๐Ÿ™‚

    — nowel teruus diapan yah dhe? hihihihihihihi..april mop nya gak seru, seru an nonton TV yang ini๐Ÿ˜€ —

  20. (…..Yang dipikirkan hari ke hari hanya perut, kerja, ada rumah, ada pendidikan, selesai. Jangan diajak ngurusin yang begini,โ€ ujar Marzuki.)

    Saya dan teman-teman saya termasuk yang ini. Bekerja sehari-hari untuk makan, pendidikan anak dan bercita-cita punya tempat tinggal yang baik.

    Berarti saya gak boleh ikut mikirin yang kayak gini ya kak ais?

    — hehehehehhee.. ditanyakan sama yang mengeluarkan statement ajah pak, nek aku pribadi sih berpendapat; semua rakyat boleh memikirkan itu. nah masalahnya yang mau memikirkan itu secara komprehensif dan substansial ada apa enggak. hehehehehe… —

  21. bhiberceloteh

    Yang ini toh Iss postingan yang kamu bilang?
    Iya sih, tumben kamu ngebahas politik! hihihi..
    tp gpp, aku puuun super jarang bahas politik.. hehe!

    Sekali-sekali boleh laah, abisnya kasus yang ini salah satu kasus yang keterlaluan sih kalo menurut aku, tega banget deh itu orang2!๐Ÿ‘ฟ

    — keterlaluan, tega.. pake bangeeeet lagi.
    rasasnya tuh pengen balsemin pantat-pantat orang ituuu!!
    *esmosi… —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s