senja bercanda

senja itu, aku menggenggam tangan ku sendiri dengan erat.lalu mencengkram tas tanganku.aku gugup…

aku bilang pada kawanku;

Tanganku dingin. Aku gugup

Kawan ku itu hanya tersenyum menggoda pada ku.

Dari kejauhan mengalun suara berat Adele;

I heard… That.. you’re settled down
That…  you Found a girl
And you’re Married now,

Belum sempat lamunan ku berlari, kawan sebelah ku memberikan tanda; kita sudah sampai.

Dan…

ada kamu di situ.

Kalau boleh memilih, aku memilih untuk pergi saja, membalikkan badan. ini tidak nyaman. Aku seperti mengkhianati kepercayaan diri ku sendiri. Aku seperti menjadi seseorang yang lain saja memutuskan bertemu dengan mu di sini.

Apa kata istri mu nanti?

Apa kata pacar ku nanti?

Apa kabar?”

Tangan mu menggenggam tangan ku. Penuh percaya diri, seperti biasa. Tangan itu pernah kujadikan pegangan saat aku terjatuh dalam masa kelam ku, beberapa tahun yang lalu. Namun, sekarang bukan milik ku. Aku tahu itu..

Dan senyum mu itu. Kaku. Bukan senyum favorit ku yang dulu.

Lalu kamu pun larut dalam perbincangan dengan kawanku. Ini kesempatanku untuk memperhatikan mu.

Lihat lah.. kamu bertambah bulat rasanya. Istri mu pasti pintar masak, tidak seperti aku yang hanya mampu mengajak mu makan dari warung makan satu ke warung makan yang lain.

Kamu bertambah dewasa. Itu pasti. Kamu sekarang seorang Ayah! Ingatkah kau dulu kita pernah memperbincangkan tentang anak? Tentang pernikahan yang sederhana milik kita? Tentang rumah kita yang sederhana dengan halaman yang luas? Dan tentang bagaimana nanti anak – anak kita (berapa? kit aingin punya anak tiga kan?) memanggil kita.

Namun, seberapa matang pun kehidupan mu belakangan ini, kamu tidak bisa menyembunyikan gugupmu. Aku bisa lihat itu…

Kamu tertawa terlalu sering, kalau kamu gugup.

Kaki mu banyak bergoyang seperti tukang jahit, kalau kamu gugup.

Kamu tidak berani menatap lawan bicara mu kalau kamu gugup.

Kamu bahkan mengeluarkan joke – joke tidak lucu yang membuat aku terpaksa tersenyum.

Semua itu kamu lakukan kalau kamu gugup.

Hei, kamu bukan milik ku lagi memang, tapi aku masih hafal di luar kepala kebiasaan mu kalau gugup.

Kalau ini kontes, juri pasti tertawa melihat kita. Karena kita adalah sepasang mantan kekasih yang paling bodoh untuk kategori; “bertemu kembali setelah sekian lama tidak berjumpa dan setelah salah satu di antara nya menikah

Kamu tidak menang. Sudah pasti. Kamu tidak berhasil menunjukkan padaku; kehidupan mu jauh lebih baik saat ini. setelah tidak bersamaku.

Dan aku, jelas tidak menang. Aku tidak bersama Kapten, pria masa depanku. Dan aku sama gugup nya mungkin dengan mu.

Namun jauh di lubuk hatiku yang paling dalam aku tahu; aku tidak peduli lagi apakah kau mau berubah menjadi superman sekalipun. Dan aku menjadi tidak peduli siapa pemenang dalam kontes ini.

Karena seperti yang aku bilang tadi, juri pun tertawa melihat kita.

Dan aku pun sedang merasa senja ini sedang bercanda dengan kita.

Mempertemukan kita, lagi. Setelah sekian lama.

bagaimana kalau kita berjabat tangan, aku pulang, lalu jangan bilang pada istri mu kalau kamu habis bertemu dengan ku. Atau kalau kau mau bilang; boleh saja. Toh aku tidak peduli.

ditemai dua gelas dalam satu meja untuk senja bercanda

* ini fiksi atau bukan? let you guess

😀

25 Comments

Filed under [drama] lepas, [drama] sekitar

25 responses to “senja bercanda

  1. mengalir, penuh makna, dan indah. hehehe😀

    itu kayaknya cerita asli yah? ato fiksi yg diadaptasi dari fakta. hahahahaha *sotoy :p

    — aw… aw.. putri menebak dengan tepat.
    ada sedikit nyata dalam kisah ini put
    *sambil mengawang mengingat – ingat*
    hihihihihih —

  2. Aiiiiss…………..diangkat dr kisah nyata kayaknya yaaa…………🙂
    salam

    — hehehehehhee.. kasih tahu gak yah bun.. aduuuh malu aku.. —

  3. Coklat panas

    Seperti cerita oh mama oh papa..

    — oh yah? oh yah? oh yaaah?? —

  4. Ini tentang Mas *Tiiiittttttt (sensor) , ya… 😀

    — hadddoooohhhh addda yang kenal sama tokoh ‘kamu’. awas kalau kamu bilang – bilang yah dit😦 —

  5. ehhhmm…eeeehhmm….hmmmm…mmmmmhh….

    — ada yang sakit tenggorokaaannnn —

  6. Aiiisss.. kamu pinter ya bikin tulisan, seperti puisi tapi kayak cerpen…

    — terimakasssih Yuni cute😀 —

  7. Itu minumannya sampe tandas begitu, kayanya senja yang bikin haus ya ?😛

    — iyah mas mood. kami ketawa ngakak terkekek gitu, kebanyakan bercanda, jadi nya haus
    *ngeles : aselinya lupa motret pas minuman masih utuh*
    hahahhahahahaha —

  8. Tuhan telah merencanakan Takdir buat kita bahkan sebelum kita lahir
    Marilah kita ikhlas menjalani kehidupan sesuai koridor dan takdir yang telah ditentukan.
    salam kenal

    — salam kenal juga🙂
    benar.. sudah ikhlas dengan takdir yang satu itu loh. makanya berani untuk menemui dia.
    dan berkata “baik” saat dia bertanya apa kabar.. —

  9. FIksi ato bukan? Bukaaaaaaaannnnn………😛

    (tapi kisah ini cocok wat diikutin kontes lhooo😀 )

    — hehehhehehe.. bukaaan. ini bukan buat kontes.
    kek nya emang belon bisa bikin fiksi kalau tidak berdasar pada pengalaman pribadi
    *ups* 😀 —

  10. Pingback: SALAM HORMAT, Perp « BayuPutra

  11. Anugrha13

    ya jelas bukan lah…mana ada fiksi ada foto gelasmu ish kekekekkkkk
    eh tapi ceritanya sama yah
    jadi dia cinta pertamamu kah
    haghagahga

    — hiahahahahhaha ditanya baliiikkk.. kan udah dibilangin gak boleh nanya balik.
    tapi jawaban nya : er ha es. alias rahasssiaa.
    hihihihihihi —

  12. Kalau ini kontes dan sy jurinya, justru inilah yang paling layak saya menangkan.

    — benarkah pak?
    woww… terrimakassih🙂
    *sambil mikir hadiah nya apaan yak?* —

  13. Aku percaya Ais…ini adalah kisah nyata….maaf yah kalau aku harus bilang ini, aku yakin ini nyata, hahhahaha

    — hiahahahahahhaha.. hannnniii..
    diem – diem ajah yah tapi😀 —

  14. haduh, baru saja mau jawab eh tapi udah kejawab dikomentar.. hehe..

    keliatan dari kata2nya emang cerita nyata ya is:mrgreen:

    — eheem.. semua orang kok gak ada yang nebak ini fiksi siiihh
    *jadi bingung* —

  15. Pingback: Selamat Berlibur | Vulkanis Blog's

  16. Hehe…
    Ternyata kisah ini toh…
    Hmm… mendingan gak usah ketemuan deh😀

    — hmmm.. silahturahmi itu gak perlu di jaga yah kalau sudah seperti ini?
    hmmm.. owkey… —

  17. eyha4hera

    hmmmm….
    uhuuummmm…
    uhukk uhuukkk…

    — eeehhh.. dek hera keselek?😛
    hihihihihihihi..–

  18. aishhh…bener kan yg satunya lagi si… Wkwkwk… Gk mau kasih tau yg lain ah… Hahaha…

    — awwwaaasss yah kalau kasih tahu yang laen😛 —

  19. gmn mba rasanya ketemu ma mantan yang udah nikah?🙂

    — pertanyaan yang selalu dilontarkan ke aku, dan jawaban nya teteup sama;
    biasa ajah😀 —

  20. is…kamu g’lg bcanda kan? sehat2 sj kah?🙂

    — alhamdulillah, lagi bercanda dan masih sehat – sehat saja🙂 —

  21. wah…rasa2nya…indah tenggelam dalam cerita itu…
    indah dan “dia” juga sering membayangkan bagaimana nanti kalau kami punya anak…kami memasak bersama..kami bercengkerama dengan secangkir teh di teras rumah….aih..indahnya..

    tapi suatu hari nanti..ketika indah dan “dia” tidak berjodoh..mungkin juri akan menertawakan kami..😳
    huhuhu..

    — ihikss. kok baca komen nya indah aku jadi sedih yah.
    yang penting kita kan berusaha ndah,
    naahh.. membicarakan nya juga mungkin salah satu usaha🙂
    doa nya dulu ajah ndah yang kenceng.
    hehehehhehehe —

  22. bhiberceloteh

    Minumannya abis nih is… kalo gugup/salting bawaannya nyedot minuman mulu! hihihi…
    Feeling akuuuu…. 90% fakta, 10% fiksi.. hohoho!:mrgreen:

    — hehehehhehe.. satu lagi tebakan dari mayora,
    eh salah ding. satu lagi tebakan dari komentator menyatakan ini fakta…😀 —

  23. bagi yang ingin tau ini nyata ato gak harap hubungi saya
    *dikemplang*

    *berlari sambil tertawaala setan*

    *kaboooor*

    — heeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhhh…. nakaaal kakJuuul.. —

  24. Mbak, ini kisah nyata bukan?
    koq rasanya beneran ya,,
    apalagi ada Bang Kapten pisan…
    hehehehe
    tercenung saat baca kalimat ini :
    “Kalau ini kontes, juri pasti tertawa melihat kita. Karena kita adalah sepasang mantan kekasih yang paling bodoh untuk kategori; “bertemu kembali setelah sekian lama tidak berjumpa dan setelah salah satu di antara nya menikah“

    — ihh kan aku nya itu juga memanggil pacarnya pake sebutan ‘kapten’..
    *ngeles*😀
    hehehehehehee… —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s