themes nya labil

Apakah Anda melihat themes yang berubah-ubah saat mengunjungi panggung dramaLand?

Apakah Anda mendapati header di sini berubah-berubah?

Atau Anda mendapati widget di samping itu acap kali berpindah-pindah?

Apakah Anda berpendapat si themes ini gak punya prinsip?

Atau Under Construction?

Atau Anda mengira blog ini sedang proses pencarian jati diri blog?

Anda salah ….

mungkin penglihatan Anda yang sedang labil  … harap segera kunjungi dokter Anda

😀

*ngeles gak mau disalahin gara-gara themes yang lagi gonta-ganti*

PS : thanks berat untuk seorang kawan atas partispasi nya dalam membuat blog ini tampil agak sedikit beda. dan untuk seseorang lain nya atas gambar header nya yang ciamik

😉

 

‘sakit’ jaman sekarang

Arus globalisasi yang saat ini mewabah di kehidupan  manusia membuat teknologi semakin maju saja. Ingatkah Anda sekalian saat pak pos membawa berita bersama Vina Panduwinata masih bertugas dengan motor orange nya (ah jadi ingat masa lalu…)

*serius deh di awal tulisan ini saya mau nulis dengan bahasa yang sedikit serius gitu. maksudnya biar memperbaiki EYD saya, biar gak kayak kawan saya yang ditegor dosen nya (hahahahahahaha)*

Jadi begini…saya cuman pengen bilang :  sadar gak sih kalau teknologi itu sudah ada di tiap nafas kehidupan manusia (hiperbola).

Contoh mamah saya… biasa nya di bawah bantal nya ada tasbih, sekarang ditambah handphone!! (dan kacamata tentu saja). Terus saya nih.. jaman masih harus lari ke wartel untuk nelpon mamah saya pas minta duuit kala duit bulanan habis. sekarang? tinggal SMS aja bo… (dan kerep diomelin sama mamah saya, gara-gara dibilangin saya itu SMS kalau lagi gak ada duit ajah. ihhh.. padahal enggak gitu loh. suwer)

Jaman nya saya janjian di mIRC dan join di chatroom #labschool, atau #smunsapwkt , atau apalaah gitu duh kemana yah temen-temen chatting saya jaman itu. masih pake a/s/l pls? (ingeeet gak siihh??)

hihihihihihi…

sekarang udah gak jaman yang kek gitu. sekarang itu udah era nya nge twiit (nggayyyya.. padahal jan jane yo ra ‘nduwe twitter), saling tag, saling BBM an, saling kirim-kirim an MMS, dan saling-saling yang lain.

see? apa kabar kartu pos? sudah diganti e-card? ahhh itu juga udah bassssii….

sekarang jaman nya orang-orang mengupload foto mobile. saat ini kamu ada di Taman Mini? saat ini juga, mamah kamu yang ada di Timbuktu bisa tahu kalau kamu ada di Taman Mini.

see? betapa huebhaaaatnya teknologi.

bukan itu saja, kamu bahkan bisa langsung tahu SD mana kecengan kamu bersekolah.bisa tahu si Jackie Chan yang hanya diisyukan meninggal, bisa tahu kalau Prince William nikah tanggal 29 april, bisa ngegame UNO sama orang dari Arab, bisa hahahaha hihihihi sam apacar kamuyang jauh nya ribuan kilo dari kamu…

ahh semua bissa dengan teknologi!

kamu bahkan bisa menemukan appapunn di google. have i told you that? ya kan?

teknologi tentu saja membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. bisa keep in touch dengan kerabat yang jauh dari kamu, bisa mendapatkan informasi dari belahan dunia manapun, kapanpun. bisa seperti mengunjugi Itali tanpa harus ke Itali. bisa tahu tentang kisah kasih asmaranya KD – Raul. bisa cari jurnal penlitian dalam berbagai bahasa.

bisa njiplak makalah orang seenak udele (don’t try this at home, please…)

itu salah satu efek negative nya, actually.

disamping sakit punggung, teknologi juga bisa membuat peredaran darah kamu tidak lancar ke kepala karena kamu terlalu lama di depan laptop atau komputer kamu. dan itu bisa bikin migrain loh.

dalam kehidupan sosial, kamu juga bisa menderita apa itu yang namanya asosial. semacam asik dengan dunia kamu sendiri, dan kamu membangun dunia kamu sendiri, tanpa memperdulikan sekitar kamu. kamu berkilah bahwa kamu bersosialisasi dengan twitter dan FB dan blog. kamu bahkan sudah lupa terakhir kali menyapa kawan seperjalanan kamu di bis, karena kamu asyik dengan handphone kamu. some like Life’s in hand (kek tagline iklan jaman dulu).

bukan berarti itu jelek… hanya sajaaaa… ehmmm.. aneh?

satu lagi ke aneh an yang sangat saya rasakan saat ini. dengan hadirnya teknologi yang semakin uhuy cihuy asoy ini, ada satu hal yang juga sering banget terjadi di dalam diri anak manusia (yes, termasuk saya) yaitu penyakit mau tahuuuu aja.

whaat? opo kuwi is?

penyakit mau tahu aja.

selalu mau tahu si A ini ngapain sih, si B ini lagi in relationship sama siapa sih, si C itu lagi makan dimana sih.atau si KD sama si Raul itu nyewa gaun dimana sih (FYI kalau ada yang nanya ini beneran; jawaban nya : kaga nyewa… mereka beli!!), atau si Marshanda kapan nikah sih?

gak kok, saya gak nyalahin si penyakit mau tahu aja, karena media nya ada! itu hadir di depan mata kita. coba saat kita buka FB, yang terpampangdi home apa coba? tag-tag in si anu lagi makan di anu. si itu sekarang putus sama pacar.kamu nyalain TV, yang ada si nikita willy baru ngerayain ultah, atau si Inul yang baru makan seafood di somewhere itu.

kamu mau gak ikut FB? siap -siap gak tahu deh kalau ternyata kuliah hari ini dibatalkan (hey! that’s happened in my campus !! ). kamu mau matiin TV? silahkan.. itu pilihaaan. tapi hiburan buat yang gak punya TV kabel, sambungan internet dan HP apa dong selaen TV?

terus ini salah siapa is? salah teknologi?

salah gue?? salaah temen-temen guee?? *AADC mode : on*

gak, ini bukan salah kamu kok, bukan salah teknologi, bukan salah si Zuckerberg, bukan salah infotainment.

ini salah saya, yang udah mosting tentang ini.

yes, you have some (out there...) 😀

*saya bukan stalker, tapi saya cuman minjem gambar dari sini

buat ais

duhai ais ariani yang katanya sedang sibuk, dapatkah engkau menolongku? dapatkah engkau meluangkan waktu di sela-sela mu membaca chicklit? dapatkan engkau memperhatikan aku walau sejenak?

nafasku tersengal-sengal mengikuti perintahmu, tubuhku bergetar hebat saat memenuhi pintamu,

tolong buka tubuhku,  lihat ke dalamku…

apakah semuanya masih wajar? apakah semuanya masih berjalan pada tempatnya? apakah semuanya masih seusai buku petunjuk?

bawa aku ke dokter, ais ariani. mungkin aku sudah tidak sanggup bertugas

*derita printer yang ngos-ngos an di drill dua hari ini*

a li’bit secret

*duduk diam dan mencoba merenung*
hehehehehhee. saya lagi ngelamun; terus tiba-tiba kepikiran sebuah kisah. kisah ini saya miliki dengan seseorang. saya dan dia pernah memiliki semacam ritual (kek nya namanya salah, bukan ritual tapi semacam itu lah kurang lebih) yang namanya ‘confession of the day

jadi biasanya dalam percakapan kami yang terjadi tiap hari itu kami melakukan semacam pengakuan. pengakuan kecil-kecil misalnya; “hari ini aku makan pagi dua kali”; “hari ini aku ngerokok, padahal udah janji mau berhenti merokok”; “hari ini aku keinget sama mantan”; atau pengakuan cerita masa kecil yang pernah dikerjain oleh kakak masing-masing. (ingat ; itu semua hanya misal loh.. pengakuan-pengakuan yang kami buat semacam itu. tapi bukan itu)

rules nya adalah : mengaku sebuah rahasia kecil yang tidak banyak orang tahu tentang diri masing-masing, dan rahasia itu gak boleh di publish ke orang lain.

simple. namun cukup menyenangkan. karena biasa nya akan jadi bahan obrolan seru setelahnya. nah, kali ini saya mau membagi sedikit rahasia kecil saya sama kawan-kawan semua. sedikit ajah yah. hehehehehe 😀

  1. rahasia pertama : kaki dan tangan saya belang. belangnya gradasi kalau di tangan. sedangkan di kaki, belangnya membentuk motif sepatu plastik favorit saya. sangat tidak indah dipandang. Bapak dan mamah saya ngomel besar kalau lihat kaki saya
  2. rahasia kedua : saya ngefans sama Rico Tampathy, Tio Pakusadewo dan Donny Damara.
  3. rahasia ketiga : saya pernah downgrade otak saya dengan mengikuti suatu sinetron di layar kaca (sekarang udah enggak kok.. hehehehe)
  4. rahasia keempat : saya jarang buka email. bukti kalau saya gaptek dan belum beradaptasi dengan baik dan benar dengan perubahan jaman. paling sering buka pas jaman masih kuliah teori dulu; karena dapat bahan dan tugas lewat email
  5. rahasia kelima : saya gak punya twitter dan sedikit berharap kehebohan twitter itu mereda. padahal saya tahu, saya bisa dapet banyak info juga di situ
  6. rahasia keenam : masih menggugling nama kapten 😀
  7. rahasia ketujuh : kemampuan Bahasa inggris saya cekak.
  8. rahasia kedelapan : gak tahu nama aseli dari Bu Nur, tetangga depan rumah kontrakan saya.
  9. rahasia kesembilan : pernah menulis dialog yang akan di ucapkan saat menelpon gebetan pertama kali pas kelas satu SMA. ditulis pake tangan!! dan sebelum menelpon latihan berulang kali sama sodara di rumah (hahahahahaha…)
  10. rahasia kesepuluh : pernah bo’ong waktu maen truth or dare, pas waktu itu saya dapet truth, dan saya njawab bohong waktu ditanya apaa gitu (udah lupa pertanyaan nya apa..)
  11. rahasia kesebelas: pernah kejebur got (selokan) pas SD bersama sepeda pink kesayangan hanya karena pengen nunjukin sama agil kalau saya bisa naek sepeda sambil merem. udah gitu, kejebur nya di got tetangga, malu bangeeeeet 😦

hehehehee. udah ah, kapan-kapan lagi. Bagaimana dengan kawan-kawan sekalian. Apa rahasia yang mau Anda akui hari ini?

😀

c'mon tell me your secret 🙂

 

*gambarnya minjem dari mbah Google

earth hour 2011

kamu adalah mereka yang mengaku peduli namun merasa masih belum berbuat banyak? sama seperti saya. saya adalah mereka yang mengaku peduli pada kerusakan lingkungan, tapi masih hobi belanja pake kantong plastik, masih sering pake tisyu buat ngelap aer mata kalau habis nangis bombay, masih nyuci piring dengan aer yang boros bangeeet,

namun kehebohan earth hour 2011 ini membuat saya sedikit melek. Tahun lalu juga, tapi seinget saya; saya matiin semua lampu dan saya tdiur dengan nyenyak. hehehe..

dan tadi saya mencoba untuk gugling earth hour dan menemukan sedikit penjelasan dari situs resmi WWF Indonesia tentang earth hour ini. kawan-kawan semua bisa klik di situ untuk mengetahui lebih banyak, namun kalau males, saya coba sadurkan sedikit yah dari situs itu apa sih earth hour itu

Apa itu EARTH HOUR ?
EARTH HOUR adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Tahun ini, Earth Hour dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2011 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).

Apa target EARTH HOUR 2011?
Tujuan utama kampanye EARTH HOUR tahun ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu untuk melanjutkan target efisiensi energi dan perubahan gaya hidup di kota-kota besar di dunia dengan konsumsi listrik tinggi, dan berusaha mengaitkannya dengan potensi sumber energi baru terbarukan yang lebih bersih dan berdampak minimal pada lingkungan.

Pada intinya, kampanye ini mengingatkan semua orang bahwa bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi aksi kecil ini harus terus dibuktikan setiap hari untuk secara efektif mengurangi gas rumah kaca, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti: menggunakan kendaraan umum atau bersepeda untuk bepergian, hemat air, menanam pohon, dan lain-lain

 

THIS EARTH HOUR, GO BEYOND THE HOUR
Turn off your lights for EARTH HOUR, then keep taking action to make a difference

Setelah 1 Jam, Jadikan Gaya Hidup!

so, belajar berbuat sedikit yuk, belajar memulai. setidaknya malam ini lebih baik lagi bisa dijadikan gaya hidup..

buat kawan-kawan yang ada di Jogja… kita lihat Bagaimana titik nol dan tugu tidak ber lampu, hmmm pemandangan yang jarang kan?

😀

 

Finishing touches : Deanna Kizis

Saya sedang dalam masa: dikejar-deadline-tapi-bukan-mengerjakan-tugas-malah-bersantai-santai-dan-melakukan-kesenangan. Karena saya menghipnotis diri saya sendiri seperti; layak-mendapat-reward-sebelum-memulai-bekerja. Haaah… calon ahli psikologi macam apa saya ini; tidak mampu memahami makna reward sesungguhnya (hahahahhaa…)

Anyhow, di tengah prokrastinasi yang sedang saya lakukan, saya berhasil menyelesaikan satu buah chicklit lagi. Fast reading, as usual. Kali ini dari seorang penulis yang baru saya tahu. Namanya adalah Deanna Kizis. Dari profile yang saya baca di halaman akhir novel, dia adalah seorang editor majalah Elle wilayah pantai barat dan seorang kontributor untuk majalah lain nya.

Judul karya Kizis yang saya baca ini adalah Finishing Touches.

finnishing touches by Deanna Kizis versi Indonesia

Buku ini bercerita tentang persahabatan, cinta dan kehilangan. Ada banyak kehilangan yang dialami oleh Jesse, tokoh utama dalam novel ini.

Jesse bersahabat dengan Bryn dan Cecile dari jaman kuliah. Mereka bersahabat dengan sangat akrab, walaupun Cecile dan Bryn tampak begitu bersinar, Jesse tidak keberatan untuk menjadi bayang-bayang dua sahabatnya. Karena Jesse sangat menyayangi dua sahabat nya tersebut.

Dua tokoh lainnya selain tokoh pendukung yang hadir di buku tersebut adalah zach dan David. Mereka adalah dua orang sahabat yang merupakan pasangan dari Cecile dan Bryn.

Cerita dibuka dengan kecelakaan yang dialami Cecile beberapa hari sebelum pernikahan nya dengan Zach. Kecelakaan tersebut cukup parah, namun tidak mengurungkan Zach untuk menikahi wanita yang sudah dipacarinya selama bertahun-tahun. Akhirnya mereka menikah di rumah sakit, dengan kondisi Cecile masih terluka parah di tempat tidur rumah sakit. Takdir berbicara lain, dua hari setelah pernikahan yang manis di rumah sakit tersebut, Cecile meninggal dalam tidur.

Jesse, Bryn serta Zach sangat merasa kehilangan Cecile. Namun mereka masih terus berhubungan, masih melakukan pertemuan-pertemuan makan malam, masih saling berkomunikasi. Hingga akhirnya Zach dan Jesse mulai berkencan.

Bryn marah menghadapi kenyataan tersebut. Ia menjauhi Jess.
Dan di situlah konflik mulai bermunculan. Orang-orang di sekitar Zach dan Jesse yang tidak terima kalau mereka berdua mulai berkencan. Dan terdapat beberapa konflik yang bikin kening berkerut; “serius lo??”

Cerita nya agak sedikit membingungkan sih, dengan alur maju mundur; ada tiga bagian dalam novel yang awalnya terbit tahun 2006 ini. Tapi overall, dengan ketebalan yang cuman 18cm jauh lebih mudah dibaca ketimbang Taiko nya eiji Yoshikawa yang masih teronggok manis di atas meja saya, menanti untuk saya baca 😀

Hehehehehhe.

Buku ini tepat seperti marshmallow: ringan, namun manis.

Kemarahan akan menelanmu hidup-hidup. Percayalah. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah dengan memaafkan.

Begitu lah yang diungkapkan Zach di akhir cerita. Mengingatkan saya pada sebuah buku (maaf, mohon maaf sebesar-besarnya, saya lupa judul bukunya. Apalagi pengarangnya) yang di sampul akhirnya terdapat semacam pengantar (atau review?) dari Bapak Komarudin Hidayat yang berkata mengenai pensil dan penghapus.

Inget gak sih jaman SD dulu kita punya pensil yang ujungnya ada penghapus (dan kemana itu pensil-pensilseperti itu sekarang?). Pensil seperti itu memiliki makna tiap kita menorehkan sesuatu di kertas, maka akan ada penghapus di sisi sebaliknya jika kita melakukan kesalahan dalam tulisan kita.

penghapus di ujung pensil, untuk menghapus KESALAHAN; sama seperti MEMAAFKAN 🙂

Berbeda dengan seseorang yang pernah menerangkan kepada saya bahwa hatinya adalah seperti tembok besar yang jika ada orang melakukan kesalahan terhadapnya, maka seperti menancapkan paku pada tembok tersebut. Walaupun paku itu dicabut, ditambal dengan semen, namun bekas nya akan tetap tampak.

Dan saya mungkin lebih memilih perumpamaan pensil dan penghapus tersebut untuk sebuah kesalahan. Bagi kawan-kawan yang mana?

*oh iya, gambarnya minjem dari sini

beautiful

Every day is so wonderful
And suddenly, i saw debris
Now and then, I get insecure
From all the pain, I’m so ashamed

I am beautiful no matter what they say
Words can’t bring me down
I am beautiful in every single way
Yes, words can’t bring me down
So don’t you bring me down today

To all your friends, you’re delirious
So consumed in all your doom
Trying hard to fill the emptiness
The piece is gone left the puzzle undone
That’s the way it is

You are beautiful no matter what they say
Words can’t bring you down
You are beautiful in every single way
Yes, words can’t bring you down
Don’t you bring me down today…

No matter what we do
(no matter what we do)
No matter what they say
(no matter what they say)
When the sun is shining through
Then the clouds won’t stay

And everywhere we go
(everywhere we go)
The sun won’t always shine
(sun won’t always shine)
But tomorrow will find a way
All the other times

Don’t you bring me down today
Don’t you bring me down today

words can't bring me down 🙂

[beautiful by Christina Aguilera]

spellbound by Jane Green

Saya hobi membaca chicklit. awalnya saya agak isin sama bacaan favorit saya ini. maksudnya; saya ngerasa bacaan saya itu agak sedikit dangkal. hingga saya pernah ‘menyembunyikan’ hobi saya ini. sampai akhirnya saya sudah tidak mampu lagi menahan kesukaan saya terhadap chicklit. pengarang favorit saya adalah Meg Cabot, tokoh di balik layar Princess Mia, salah satu tokoh khayalan favorit saya.

Saya mengagumi gaya bahasa Meg Cabot yang cerdas. Dan kadang ada saat dimana saya berharap Michael Moscovitz itu nyata. maksud saya; ow em ji… ada pria hebat berwajah ganteng dan muda dan cerdas serta baik hati yang memiliki aroma leher yang enak. andai saja dia nyata. dan bagi saya, pangeran bukan lagi si pria berkuda putih; melainkan Michael Moscovitz; si pria pandai bermusik, jago IT, dan sayang binatang (!!).

michale

Gak heran Mia naksir berat sama itu cowok. bahkan saya pernah meracuni pacar saya dan teman-teman saya waktu SMA untuk membaca princess diaries, dan pas kapan itu ketemu salah satu diantara mereka, ada yang bilang;

buku princess diaries mu masih sama aku.”

dan FYI, dalam buku itu ada coretan-coretan tangan saya yang berisi inisial nama saya dan pacar. hahahahahah. temen saya ngasih tahu itu sambil ngeledekin saya. saya mah cengar-cengir ajaa… (namanya juga anak muda waktu itu…)

Owkey, jadi ngalor ngidul kan. niat saya nulis ini adalah : pengen bercerita tentang sebuah chicklit yang coba saya selesaikan baca  di tengah huru-hara jadi baby sitternya Zaidan.

judul nya adalah Spellbound, karyanga Jane Green.

Spellbound._Tersihir._Chicklit

jane Green ini karya pertama yang saya baca adalah Jemima J. kalau gak salah tentang seorang wanita yang mati-mati an niat nurunin berat badannya. kalau karya Jane Green yang Spellbound ini sebenernya cerita bukan tentang wanita single (gak kek cerita chicklit pada umumnya)

ini bercerita tentang kehidupan sepasang suami-istri; Alice-Joe. Alice ngerasa sangat beruntung sewaktu akhirnya bisa menikah dengan Joe Chamber, kecengan nya jaman sekolah. namun, semakin hari Alice merasa semakin ‘tidak menjadi diri sendiri’ karena Alice seringkali dipaksa untuk menjadi boneka bagi Joe. Dengan rambut yang harus lurus dan pirang (padahal rambut aselinya Alice bergelombang dan agak-agak hitam gitu), harus sering memakai high heels (padahal Alice membenci itu).

Alice membenci pesta-pesta yang ingin dihadiri Joe. Mereka berdua sebenarnya kepribadian yang bertolak belakang. Joe merupakan tipe penggila wanita cantik, senang berpesta, senang hidup Glamour dan mewah. Sedangkan Alice adalah gadis sederhana yang senang di rumah, senang memasak, dan menggilai kehidupan pedesaan.

Hingga karena suatu masalah mereka harus pergi dari London, karena Joe dipindahtugaskan. Mereka berpindah ke NewYork. Di NewYork inilah babak baru kehidupan pernikahan mereka dimulai. Joe Chamber adalah seorang playboy yang tidak tahan digoda wanita. berulang kali ia selingkuh dan memiliki beberapa selingkuhan. namun di Inggris,Joe ingin memulai hidup baru.

Akan tetapi ternyata usaha Joe kandas di tengah jalan. Joe menyalahkan Alice yang sudah tidak mau berdandan lagi untuk dirinya. Kehidupan pernikahan yang indah dan hangat pun hanya tinggal kenangan. hingga akhirnya Alice mengetahui kebejatan suaminya.

terrruss. gemanaa akhirnya?

hmmm… you should read this book. tapi kalau ada waktu luang dan pengen baca. tapi kalau gak ada, Anda bisa sms saya buat nanya endingnya

hahahhahahaa…

🙂

yang bisa diambil dari buku ini oleh saya adalah : cinta itu tidak bisa dipaksakan dengan dandanan cantik, rumah mewah, harta berlimpah. mau kamu ke salon tiap dua minggu sekali, mau kamu ngecat rambut kamu jadi warna apapun; yang penting adalh pengertian dan penerimaan pasangan akan karakter masing-masing. menjadi selingkuhan is a choice. alias pilihan. karena pria seperti Joe yang hobi bermain wanita merupakan sebuah kebiasaan yang nyatanya tidak bisa dirubah, bahkan saat ia mendapatkan wanita yang memenuhi semua kriterianya. tidak ada jaminan jika pria itu mau berpisah dari pasangan nya, kemudian bersama kamu, ia akan bersama kamu selamanya (dan saya sudah pernah mengalami hal itu!! hahahahha..).

*Gambar minjem dari sini dan sini

Each of us may think we know exactly what we need to make us happy, what will be good for us, what will ensure we have our happy ending, but life rarely works out in the way we expect, and our happy ending may have all sorts of unexpected twists and turns, be shaped in all sorts of unexpected ways

[Jane Green]

as long as you love me

saya doyan sama yang namanya nyanyi. inget : doyan. bukan berarti suara saya bagus. suara saya aseli hancur. si kapten malah pernah ngegodain saya buat manggil ambulance waktu denger suara saya (hahahaha).

saya mulai doyan nyanyi entah sejak kapan. yang saya ingat hanya lagu bahasa inggris pertama yang bisa saya hapal.

yeaah kecuali old Mcdonald dan Twingkle-Twingkle Lilttle start yaw. itu mah semacam lagu wajib waktu kita ikut les inggirs pas SD.

tebak lagu berbahasa inggris yang pertama saya hafal apah? tetoott.. Anda salah kalau menjawab New Kids On The Block. waktu band itu tenar saya belon jago bahas Inggris (bukan berarti sekarang udah).

Bukan juga lagu Bed&Breakfast yang If You’re Mine. Lagu itu mah saya hafal nya cuman If you’re a mine.. na …  na … na… Itu lagu berbahasa asing pertama yang saya sukai, tapi tanpa keinginan lebih untuk menghafal.

Daaan jawaban yang tepat untuk pertanyaan lagu berbahasa asing pertama yang saya hafal adalaah

: As Long As You Love Me – nya Backstreet Boys.

Yup.. I don’t care who you are.. where you’re from..

don’t care what you did.. as long as you love me..

Lengkap dengan dance-dance a la boyband nya.

BSBBB

saya ngotot menghafal lagu itu karena temen sebangku saya waktu itu hafal di luar kepala lagu itu. dan saya sukses menghafal lagu itu walaupun belon tahu maknanya apa waktu itu.

maaf yah SM*SH, saya sudah lebih dulu jago ngedance a la boyband

I don’t care who you are
Where you’re from
What you did
As long as you love me
Who you are
Where you’re from
Don’t care what you did
As long as you love me

😀

antri dong!!

Sudah dua akhir pekan ini saya di rumah orangtua saya. Dan sudah dua akhir pekan ini saya menemani mamah dan bapak saya kondangan. alias resepsi pernikahan. yang akhir pekan minggu lalu yang nikah itu tetangga satu komplek perumahan. rumahnya persis di depan Gang rumah saya. sebelum berangkat mamah saya bilang; “ini yang nikah anak bungsu nya, kakak nya yang nikah ini dulu temen madrasah kakak..”

kalau yang kemaren malam itu yang nikah adalah anak dari temen SMP mamah saya waktu di Semarang, yang kebetulan rumahnya di komplek sebelah. Nah si oom-yang-temen-SMP-mamah-saya ini menikahkan anak perempuan nya, yang kata mamah saya adalah temen TK saya.

jadi mamah saya heboh cerita sama saya sebelum saya pulang; “itu loh.. temen TK kamu … nikah dia! kamu mash inget gak?”

yang tentu saja dijawab sama saya dengan ketawa-ketawa. Temen SD saya ajah entah pada ada dimana. inni mamah saya mencoba membantu saya mengingat temen TK saya. mana saya ingat.

bahkan saat kemaren malam di Gedung Resepsi, saya di senggol-senggol sama mamah saya pas penganten lewat depan saya. mamah saya bilang; “tuh.. tuhh.. kamu masih inget gak?”

dan saya menjawab tidak; karena saya sedang berusaha mengambil gambar fotografer yang lucu. hahahahhahaha.

😀

weddinginvitation

bagian paling menarik bagi saya saat menghadiri resepsi bareng mamah dan bapak adalah: berburu makanan! karena saya tidak dikenal di resepsi, maka saya bebas bergerilya. tidak seperti mamah dan bapak yang tiap melangkah bertemu teman-temen, dan harus menyapa dan mengobrol sejenak, saya bebas merdeka untuk bergerilya dari gubuk yang satu ke gubuk yang laen.

senangnyaaa….

apalagi yang kemaren malam. makanan nya unik-unik buat mahasiswa kere kek saya. high heels dadakan tidak menjadi halangan buat saya bergerilya. dan saya bahkan sempat menyelundupkan makanan kecil yang entah-apa-namanya-tapi-enak ke dalam tas mamah saya. sayang, puding yang ada dalam gelas-gelas kecil nan lucu itu gak muat di tas mamah saya.

tapi saya pernah gondok banget waktu menghadiri resepsi pernikahan bareng bapak dan mamah. setelah salaman sama pengantin, as usual kami bertiga berpencar. dengan janji ketemuan satu jam lagi di pintu keluar. saya mupeng ngatri ke sebuah gubuk yang menurut saya makanan nya unik. antrian nya panjang. agak norak sih sebenarnya. tapi yang namanya gratisan kan gak ada yang nolak. hehehehehe..

lagi asik ngantri, tiba-tiba ada anak kecil yang di dorong-dorong Ibu nya untuk nyerobot antrian saya!! dan anak kecil itu muka nya polos menyerobot antrian saya. karena gubuk yang kami antri itu merupakan makanan yang harus dibikin dulu, jadi agak lama. sampai di depan koki nya, si ibu2-yang-menyerobotkan-anaknya-di-depan-saya bilang gini; “Pak, minta dua yah”

saya lirik jutek itu Ibu – Ibu.

si koki bilang; “Antri yah bu..”

Si Ibu ngemeng; “nih.. dia yang ngantri”  *sambil nunjuk anak yang nyerobot itu*

Mau negor kok yah kebangetan (gak oye banget kan negor gara-gara antrian diserobot di resepsi pernikahan. kesan nya gemanna gitu.. kan gratissaaan juga. kok ngotot). gak ditegor kok ya gondok. akhirnya saya dorong-dorong itu anak, sambil nyikut *sumpah cuman dikit.

maafkan saya yah anak kecil, tapi saya sebel sama kamu!

tentang bulan purnama

coba deh tengok bulan purnama malam ini. udah purnama belon di situ?  hehehhehehe.

malam ini, saya memandang purnama.

teringat sebuah cerita pada suatu masa. saya pernah memiliki sepotong janji kala purnama. janji dengan seseorang. dan janji itu terlupakan dengan begitu mudah  kala purnama tidak datang. namun kala purnama datang; apalagi pas saya nyadar itu purnama; saya pengeen banget rasanya menghubungi dia yang pernah berjanji pada saya. janji kami dulu seperti ini:

“janji yaah… kita akan saling mengingat saat kita melihat purnama penuh seperti itu”

*setelah ngomong itu kami saling memandang dengan senyum*

heran nya, tiap kali melihat purnama.. saya jadi inget janji konyol itu. dan pernah sekali saya mengirim SMS ke dia saat purnama datang. namun setelah itu saya lebih senang menyimpan janji itu sendiri,

karena pada akhirnya saya tidak peduli dengan siapa janji itu saya buat. yang lebih penting bagi saya adalah; purnama itu indah. namun lebih indah lagi rasa yang saya miliki saat saya mengucap syukur untuk salah satu tanda kebesaran Nya

🙂

postingan kali ini disponsori oleh : kaki pegel – pegel karena iseng mencoba memakai high heels ditambah perut kenyang setelah ngider di kondangan dan masih ngemil kue kecil hasil menyelundupkan makanan di kondangan tadi (kata kenyaang is???).

maka nikmat Tuhan manalagi yang kau dustakan?

[ QS Ar Rahman ]

Alhamdulillah

🙂

dan ini bukan sekedar kopdar

tahu kah kawan bahwa berteman itu merupakan sesuatu yang tidak mudah? bagi saya sih seperti itu. bukan karena saya pemilih dalam berteman. saya gak memilih dalam berteman. bener loh, gak bohong. tapi, saya agak tidak pandai dalam menjaga apa yang disebut dengan ‘pertemanan’. dan semakin bertambahnya usia (Saaah…) menemukan teman yang benar – benar cocok itu sulit.

eh itu sepertinya loh.

tidak semudah sewaktu kita masih duduk di bangku sekolah. dengan mudah akan membentuk semacam geng. karena satu kelas maka kita bisa berteman dengan kawan kita, karena satu jemputan kita jadi akrab, karena satu ekstrakurikuler kita jadi akrab.

namun, semakin bertambah umur, menemukan ‘teman’ tidak lagi semudah nepok nyamuk di pinggiran Jakarta.

beruntungnya saya memiliki blog ini, rumah saya, panggung sandiwara saya ini. karena lewat media ini lah saya bisa bertemu dengan beberapa teman yang sebelumnya tidak pernah saya pikirkan untuk menjadi seorang teman (mbulet tenan ik bahasanya..)

 

hari ini, saya diajak Uti nya Zaidan pergi beli sendal. karena besok saya diminta oleh Beliau untuk menemani ke kondangan. kata mamah, yang nikah besok itu temen TK saya. padahal saya udah lupa, dan gak.. kami gak diundang gara – gara saya teman TK mempelai wanita. Kami diundang karena Bapak mempelai wanita satu group pramuka sama mamah saya.

Pergilah pagi tadi kami ke mall deket rumah. saya, Uti – nya Zaidan, mamahnya Zaidan dan Zaidan yang ganteng. dan itu coba yaah ponakan saya.. tiap ketemu SPG, dia senyum dua gigi yang mau tumbuuh nya itu sama kedip – kedip mata. kebayang ga siiih anak kecil umur delapan bulan centil begitu? cck..cck.. padahal kalau di rumah dia jutek banget sama saya.

si genit

Saya punya misi khusus sebenarnya pergi ke mall ini. Saya mau bertemu dengan dua orang kawan saya. Jadi sewaktu Zaidan pulang bersama mamah dan Uti nya, saya tetep di mall itu.

Setelah dibekali sepotong roti dan dibeliin pulsa sama Uti nya Zaidan, saya bergerilya nyari tempat makan yang jadi meeting point saya dan kawan saya. Karena jujur, walopun mall ini deket rumah tapi saya gak hapal letak ini dimana dan letak itu dimana.

Lalu pukul dua lebih berapa menit itu, kawan saya sms; mengatakan dia sudah ada di meeting point kami. Dia datang bersama kawan nya. Kami bertiga langsung memesan makanan. Jujur di awal pertemuan saya mati gaya ketemu sama orang ini. Karena kami baru ketemu pertama kali. Padahal kami sudah saling kenal sejak tahun 2004. Dan awal perkenalan yang tidak menyenangkan sebenarnya 😀

hehehehehe. Tapi komunikasi via YM beberapa kali kami lakukan, hingga akhirnya kami bertemu juga di dunia per blog an. pernah ada masa nya saya dan dia curhat soal ini, soal itu. pernah juga ada masa nya saya sama dia berkonflik. kapan – kapan yah saya ceritain tentang dia. (Gak usah cengar – cengir kamuu da!) 😛

Saya, Dida (yah, nama kawan saya ini Dida) dan Ega makan dengan nyeloteh ke sana kemari. entah apa yang kami obrolin. Kami ampe lupa. Tenang.. kami gak ngomongin orang kok *cross Finger*

😀

Di tengah – tengah santapan kami, saya mendapat SMS dari artis Pujaan saya; Putri Usagi (entah sejak kapan dia mengangkat diri jadi artis pujaan saya. saya juga bingung). dia bilang dia lagi otw ke mall itu. saya masih gak percaya. maksud saya, si putri yang tukang nyasar itu? Si putri yang sibuk itu? Si putri yang pernah ngerjain saya itu? Si putri yang rumahnya jauh itu?

Setelah beberapa kali SMS, dia bilang; “udah depan sol*r** nih”

saya ke depan, dan cipika – cipiki lah kami. dan ow em ji.. dia terlihat begitu perkasa dengan proyektor dan tas hijau nya. hahahahhaha.

saya ajak si putri bergabung dengan dida dan ega. saya gugup. karena saya sama sama baru pertama kali ketemu sama dida, dan saya baru pertama kali ketemu sama putri juga. maksudnya; gile.. ngobrolin apaan yak?

but… ternyata.. saya gak perlu khawatir, karena ternyata kami berempat bisa ketawa – ketiwi heboh (tanpa sadar apa yang diketawain), bisa sindir menyindir, bisa photo – photo dengan saling meledek, dan bisa membahas soal klepto – kleptoan (sumpah da, adegan-nyaris-memasukkan-bantal-ke-tas itu gak sengaja dan kenapa coba elo bisa liaat?? 😦 )

chit-chat gak jelas kita itu harus berakhir karena dida dan ega harus pulang. kalau gak segera pulang katanya mereka bisa berubah jadi labu (hahahahha. sumpah cuman bercanda 😀 )

tapi, gak lupa sebelum nya kami foto – foto dulu dong dengan segala macam kerepotan tentang cahaya dan gw-keliatan-item-ga-sih? atau gw-keliatan-gede-yak?

ega - dida - putri - ais

setelah dida dan ega pulang, saya dan putri pindah tempat. ke sebuah tempat yang sebenernya tidak begitu PW dibandingkan tempat nongkrong di Jogja (teteuppp..). namun berhubung topik yang kami bicarakan cukup menarik, kami mengesampingkan segala hal dan heboh mengobrol.

banyak sekali yang kami obrolkan, dan.. semua bermuara pada ; Quarter Life Crisis (saaaah.. ). hahahahaha. ngomongin hal-hal yang sampai akhirnya bikin kita tepok jidat dan bilang ; hah… kamu ngalamin juga?

setelah berkali-kali di sms (hahahaha, nasib anak rumahan), kami akhirnya beranjak meninggalkan mall itu. lebih cepat dari anjuran untuk pulang bareng SPG (anjuran si mamah yang tumben – tumbenan mengijinkan saya pergi ampe lewat jam 6).

di jalan, saya banyak merenung. bukan.. bukan sekedar merenung melihat kejamnya Ibu Kota dengan segala kesenjangan sosial yang ada. Tapi saya merenung; kok bisa saya mempunyai moment itu ; moment dimana saya bisa bertemu, mengobrol, ketawa-ketiwi dengan mereka yang bukan temen sebangku saya waktu sekolah, bukan temen jemputan saya, bukan temen kuliah saya, bukan tetangga saya.

mereka adalah orang-orang from nowhere yang bukan tanpa alasan hadir dalam kehidupan saya (cieee)

Terimakasih buat Dida, Ega dan Putri buat perjumpaan nya.

Da, terimakasih untuk menengok-tanpa-sengaja-saat-putri-mengucap-kata-‘selingkuh’. 😀

Ega, pastikan saya tahu apa arti psikolepsi kalau next time kita ketemu

Put, kita harus ketemu lagi yaw. ada banyak hal yang belum sempat kita perbincangan (saaah..)

Thanks for today

🙂

 

awas kalau ada yang protes soal kerudung cokelat lagiii

😀

PS : jaringan lemot. foto nya salah upload. ntar saya ganti yang lebih owkey yak 😀

re-post (lagi)

terbangun,

menginjakkan kaki pada realitas,

menyadarkan bahwa romanitsme tergilas…

manis, mengenangmu selalu manis..

walau pahit, tetap kubiLang manis

Tak ada Lagi janji – janji

tapi memang dari awal sudah tak ada janji

berharap?

masih.. harapan itu selalu ada untukmu,

walau terkadang harapan itu menjadi bisu

bisu untuk sesaat, kembali bicara saat kau tersenyum…

senyum mu manis, kekasihku..

Lebih manis dari gula yang di beli pembantuku

namun, benar katamu…

romantisme hanya untuk sesaat, akan diambil masalah antara aku dan kamu

love is.. what (do you think)??

* sekali lagi : tulisan ini re-post dari sini. karena hari ini bukan hanya gak ada pulsa, tapi juga hari ini saya lagi gak ada ide

😀