benci dan cinta itu tipis, kawan!

sewaktu SMA, seorang sahabat pernah patah hati berat sama mantan kekasihnya. karena kekasihnya yang pergi ke luar pulau untuk menuntut ilmu itu memutuskan tali kasih mereka lewat sebuah kata sakti bernama ‘ketidakpedulian

ingatan itu hadir saat jumat malam alias malam kemaren saya hadir dalam sebuah konser acara yang berisi tiga penyanyi yang punya ciri khas unik; Tompi, Glenn Fredly dan Sandy Sandhoro. Kebayangkan siapa mereka?

Glenn Fredly yang terkenal dengan Sedih tak berujung, Januari, Cukup Sudah, Kasih Putih dan Kisah romantis serta lagu mellow lainnya  (yang selalu jadi Soundtrack galau nasional).

Tompi yang terkenal dengan menghujam jantungku, tak pernah setengah hati, dan masih ada sederet lagu nya yang selalu ada di playlist saya.

Sandy sandhoro yang saya gilai dengan End Of the rainbow nya (i’ll pick up the stars for youuu.. if you love me toooo.. if you love me tooo.…)..

serasa sandy menyanyikan lagu buat saya seorang

sudah terbayangkah dalam benak kawan – kawan siapa mereka? sudah terbayangkan bagaimana musikalitas mereka?

lalu bayangkan ketiga nya menyanyikan lagu I Heart You nya SM*SH, yang lagi naek daun itu. iyah, yang ada ‘You know me so well.. Girl I Love Youuu..’

gak tahu mereka? ow em ji…. nih lihat di sini deh.

bayangkan ketiga nya nyanyi lagu itu lengkap dengan ‘cenat – cenut’ dan dance – dance a la boyband itu. dan musik SM*SH yang lumayan banyak menuai cela an, jadi musik yang keren dan saya sempet heran. kok bisa ketiga penyanyi itu hapal yah lagu yang lagi banyak di cela itu?

peristiwa itu membawa ingatan saya ke beberapa tahun yang lalu saat saya masih nge direct penyiar di sebuah radio swasta. salah satu penyiar senior sewaktu itu membuat saya terkejut sewaktu dia secara lancar dan lengkap menyebut nama anggota band Wali. Band yang waktu itu kurang begitu akrab buat segmen radio kami (no offense loh buat penggemar band itu, tapi waktu itu -dan hingga sekarang- kuping saya gak bisa nyaman dengerin lagu – lagu dari ‘mereka‘). bukan hanya nama anggota nya, tapi sejarah lengkap band tersebut.

itu semua bikin saya nanya:

“mbak, kok kamu hafal mbak nama – nama anggota nya? cieee...”

saya ngeledekin dengan nada : cie.. – ternyata – mbak – nge fans – nih – ye – sama – band – ITU –

dan tahu jawaban nya apa yang saya dapet dari si mbak penyiar yang cerdas itu? dia menjawab begini:

ini kan pekerjaan ku is. bukan berarti saat aku gak suka sama sebuah band, aku gak mencari tahu tentang band itu. itu kan namanya pengetahuan

wow. saya diam.

***

apa kaitannya ketiga peristiwa diatas?

yang saya pahami adalah seperti ini :

glenn fredly, tompi dan sady sandhoro tahu dan hapal dan paham siapa itu SM*SH dan lagu i heart you nya, walau mereka (mungkin) paham dengan beberapa cela an yang hadir untuk si boyband. dan saya yang bukan musisi aja bisa paham bahwa musikalitas mereka beda banget.

si mbak penyiar sama gak suka nya sama saya sama band ITU, tapi dia bisa hapal sama biografi band ITU.

si pacar nya kawan saya memilih untuk TIDAK PEDULI untuk memutuskan hubungan kasih dengan pacar saya.

cinta dan benci itu bukanlah suatu yang bertolak belakang, kawan. mereka itu garis yang linier. karena lawan dari cinta bukanlah kebencian, melainkan ketidakpedulian.

***

PS;

  • turut berduka cita atas wafatnya Adjie Massaid, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,
  • turut senang dan bahagia atas dilamarnya sahabat baik saya hari ini oleh kekasih hati nya  (i’m happy for you, din…)

(see… begitulah hidup. ada bahagia ada sedih. ada tawa ada air mata. ada yang menyayangimu dan peduli padamu. ada yang membenci mu tapi belum tentu ia tidak peduli, justru mereka sangat peduli pada mu)

32 Comments

Filed under [drama] sekitar

32 responses to “benci dan cinta itu tipis, kawan!

  1. hmmm…

    antara profesionalitas dengan selera kadang harus ditelaah

    — yuup bener. tapi kadang kalau pekerjaan yang menyangkut selera jadi agak sulit memisahkan nya🙂 —

  2. Yah begitulah hidup. .
    Saya lagi sedih neh, kehilangan teman dekat.

    — siappa mas mood?
    turut sedih yah mas… —

  3. wah dateng juga yak? tau gtu bareng, daripada jalan sendiri..

    hm..

    — haiiiiaaaaaaahhhh…. gak kontak – kontak nya.😦
    pasti kamyu denger suara akyu yang menjerit – jerit pas sandy sandhoro nyanyiin lagu
    “i’ll pick up the stars for youuu…
    if you loovee me toooo…
    if you love me tooooo..”
    😀 —

  4. kadang benci menjadi cinta atau sebaliknya, tapi lebih banyak benci jadi cinta…
    😀

    — cinta jadi benci juga kadang ada loh mas, ada di sinetron 😀 —

  5. yang tidak disukai itu kadang selalu terngiang di telinga

    *salam nyasar*

    — ahahaahhahaha.. iyah sih untuk urusan musik ityuu..–

  6. yupp betul kita hidup ada suka duka, semua sepaket…
    kalau saya lgi senang krn dpt tiket dinner sm idola saya dari kompetisi yg saya ikutin..

    — oh ya.. oh yaa.. siapa idola nya mbak arik? —

  7. saya sendiri agak bingung mbak.
    kadang saya juga ngerasa kayak gitu, cinta beda tipis sama benci, benci juga beda tipis sama cinta.

    banyak contoh. temen saya dulu benci banget sama seorang cowok yang menurut dia bukan typenya. tapi ujung-ujungnya mereka malah pacaran. banyak banget terjadi hal-hal kayak gini.

    — iyaaah maksud ku gitu juga pink, jadi kalau kita benci seseorang jangan lah terlalu berlebihan,
    begitu juga kalau kita cinta. ntar jadi benci lagi
    (hlahh.. jadi kek sinetron nanti…)
    hehehehheehe —

  8. heheheh iyaaa bener bgt. benci sm suka itu bedanya tipiiiiiiiiisss banget.
    mungkin aja hari ini kita benci sm sesuatu, tp ternyata besoknya malah jadi suka atau sebaliknya

    — hehehehe. bijak aja berarti yak dalam bersikap. dalam kitab suci kan juga ditulis sesuatu yang berlebihan itu gak baik jadinya.. —

  9. Wait …
    turut senang dan bahagia atas dilamarnya sahabat baik saya hari ini oleh kekasih hati nya (i’m happy for you, din…)

    Is she ,,, the “Din” that I also know ?

    Salam saya Is

    — bukaaan oomm. bukan din yang itu..
    ‘din’ ini temen SMP ku. nama lengkap nya dinka.
    bukan ‘din’ yang itu. hehehhehehe —

  10. Dan satu lagi …
    Music is a universal language of Man Kind …

    mungkin kita membenci liriknya …
    mungkin kita membenci penyanyinya
    mungkin kita sebal dengan tingkah penampilnya …

    Tetapi jalinan nadanya mungkin saja memang bagus untuk diperdengarkan …

    Masih ingat lagu re make …
    Mari kawan semua
    Jangan melamun saja …
    (dari Dangdut koes plus … diciptakan oleh Murry)
    Namun ditangan Erwin Gutawa dan Kikan mantan Coklat … jadi lain adanya
    That’s music

    salam saya

    — tahu banget oom lagu itu. bener yah oom, musik itu merupakan bahasa universal,
    mau dibawa ke ujung dunia juga kalau yang namanya irama itu dapat dipahami oleh orang.
    sama seperti angka… —

  11. Haiyaaa ..
    jangan pancing saya untuk bicara mengenai musik …
    pasti nyerocos sudah …
    hahahahaha

    — hihihihi, someday nulis lagi aah tentang musik😀 —

  12. Benci rindu atau apapun, yang penting salam kenal ya mbak..🙂

    — ahahahahaha.. iyah pak🙂 —

  13. Waittt
    Apakah “din” itu sahabat saya juga😀

    Iyaaaa,, kalau yang nyanyi SM*SH memang menyebalkan,, bukan karena lagunya tapi karena mereka copycat abis band-band korea,,dan mereka anggota kominitas ALAY
    He he he he

    Tapiii saya juga pernah dengar lagu itu di nyanyiin sama Tompi,, dan sumpah keren banget
    Penyiarnya aja bilang gini
    “Harusnya tuch ini lagi di nyanyiin sama tompi,, bukan SM*SH

    — oh yah? pernah di nyanyiin sama tompi put? huuuiiii… keren kan put?
    lagu nya jadi beda bangeeeeeeeet..
    bukan put, bukan ‘din’ yang itu.. hehehehehhehe —

  14. cuma dua kata saja… “itulah hidup..”

    — betul sekaalii..–

  15. Cinta itu beda tipis sama benci? Iya orang2 di sekitar saya sering berkata begitu. Kalau saya punya pandangan yang sedikit bengkong, gak apa apa kan?
    Cinta adalah tentang keindahan. Sedangkan benci adalah karena dia belum tahu arti keindahan. Misal, ada pencinta alam harusnya ada pembenci alam (kalau benar itu adalah garis linear). Sementara yang disepakati sebagai pembenci alam adalah (yg paling populer) para penebang liar. Sejatinya mereka belum mengenal keindahan. Lebih sederhananya, mereka belum benar2 memahami efek tindakannya secara ekologi. Mungkin karena keterdesakan ekonomi saja. Nah kalau mereka tahu, kalau sudah tak terdesak ekonomi, saya yakin mereka akan mencintai alam.
    Wah, kok panjang ya? jadi malu, hihi..

    — wow.. sudut pandang lain tentang cinta dan benci.
    tapi bener juga loh kata mas aim itu. benci buat orang yang belum mengenal cinta
    tapi kadangkan ada mas orang yang jadi benci banget sama orang yang menyakiti hati dia, padahal sebelumnya dia cinta banget.
    gemana tuh yah kalau gitu? —

  16. zee

    Menurut saya, kualitas seorang musikus terlihat dari bagaimana dia membawakan sebuah lagu atau musik menjadi suatu yg enak didengar. Glen itu batuk aja merdu, secara gitu loh hehee….

    Dan kata2 teman penyiar itu benar banget. Perlu kita bedakan antara ngefans dengan pekerjaan. Yah klopun gak suka secara pribadi, tapi tuntutan pekerjaan mengharuskan kita tahu, maka profesionallah. Ah tapi saya sendiri belum pernah lihat Sm*sh itu…. Belum tertarik😀.

    — ahahahahhahaha. belum tertarik mbak? baguss lohh
    (hahahhahahaa)
    yup. pekerjaan dan selera akhirnya kalau tidak bisa sejalan memang harus bijak menyikapi nya
    (ciee..) —

  17. Anugrha13

    karena kebenciannya mereka jadi populer
    karena kebenciaannya mereka jadi naik daun
    kita tunggu saja apakah mereka akan mengharumkan namanya di tanah indonesia dan selama apakah???

    — yang muncul tiba – tiba, biasanya ngilang tiba – tiba juga sih mas…–

  18. cenat-cenut itu apaan sih artinya…
    hhehe… :p

    — coba dengerin SM*SH, ntar juga nemu loh arti cenat – cenut..
    hihihihi–

  19. kapan ini konsernya?
    sudah lama enggak lihat konser live, sudah cenat-cenut..🙂

    — konsernya jumat kemaren mas,
    seru loh…
    kalau cenat – cenut, jangan kemana – kemana dulu yah
    *hlooh?!?! —

  20. sejak pertama sandhy sondhoro tampil di status facebook teman pas dia menang di jerman itu aku langsung ngefans lho
    suaranya mantap banget…
    dan tompi suka improvnya… satu lagu nggak pernah sama di tangannya…

    — bener banget buMon, satu lagu kalau di bawain Tompi pasti penuh improvisasi..–

  21. Keknya ada yang kurang di bait terakhir sebelum PS, “cinta dan tipis itu bukan sesuatu yang bertolak belakang”. Ada yang gak enak kedengaran nya, bat ani wai😆
    Kalau mendengarkan lagu yang nyanyi Tompi, Glenv Fredly dan Sandy sandhoro pastinya keren karena mereka juga sama2 jago dalam bidang nya. Kalau boyband ala korea itu aku no comment ah😥

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    — makasih pak sugen kritik nya.. udah aku edit loohhh🙂 —

  22. Wow..keren..keren..mbak…
    wits ngomong2 setipis apakah bedanya mbak?hahhaa
    Hmm,kalau ngomong2 masalah profesionalitas memang harus mengesampingkan yang namanya cinta ataupun benci ya mbak..

    — hlahiyah prit (jadi ikut – ikutan manggil prit. hehehehehhe).
    setipis.. hmm… setipis lapisan es di freezer
    *hlooh??–

  23. “cinta dan tipis itu bukanlah suatu yang bertolak belakang, kawan. “
    apakah maksudmu: “cinta dan tipis benci itu bukanlah suatu yang bertolak belakang, kawan. ”

    Hmm…lawan dari cinta mmg tak selalu benci ya Is…
    Tidak peduli…. Hmm,,,,,

    — terimakah titi atas edit an nya.. terlampau semanagt nulis kuwi..
    jadi salah
    *ngeles*
    hehehehhe…–

  24. Sya

    Ya ya beda tipis. Orang yang terlalu mencintai seseoang, ketika disakiti orang yang dicintai bisa berubah menjadi benci terhadap orang itu. Begitu juga sebaliknya, sangking bencinya sama orang, kita sampai ingat kelakuan tuh orang. Karena diingat-ingat melulu, eh lama-lama jadi cinta deh. Duh, serasa film-film ABG ya, hehehe. Psst, sebenarnya saat kita membenci seseorang, itu berarti kita peduli lho…

    — ahahahhahahaha point terakhir itu sya yang mau aku sorot🙂
    kadang sangking benci nya, kita sampai mau mencari tahu apa saja tentang orang itu.. —

  25. gak tau mau komen yang mana dulu
    pertama rada bingung dengan judul dan isinya
    kedua kemanusiaan yang adil dan beradab
    ketiga sandhy sindoro itu lagunya kekmana yaaaa😀
    keempat si sm*sh itu mang lucky aja dan banyak yang sirik meski yah you know him so well lahhhhh
    kelima naik haji bagi yang mampu

    *njinjing sendal*

    — ahahahhahaa…
    ngakak aku kak baca komen mu
    hahahahhahaha.. serius gak tahu sandy sandhoro kak?
    ntar lah kuperdengarkan lagu nya…
    keren kak. klepek – klepek aku dibuatnya —

  26. Daku hanya bisa bilang, itulah profesionalitas, bagaimanapun ketidaksukaan kita, harus mampu kita patahkan karena memang begitulah tuntutan pekerjaan, mau tak mau, suka tak suka kita harus memahaminya..

    bekerja dengan mengandalkan selera suka atau tidak suka, hanyalah menjadikan kita jauh dari profesionalisme tuntutan profesi, baiknya dikesampingkan selera pribadi..🙂

    *haiyah sok tauuuuuuuuuuu*

    — bener bangeet mbak iyha… salut makanya sama para pekerja yang bisa mengesampingkan selera,
    well… that’s life tapi yak😀 —

  27. Kalo kamu piye is????🙂

    Cinta dan benci satu garis linier? Beda koordinat kan yak?
    Benci di titik berapa?
    cinta di titik berapa?
    Bs ditarik persamaan garisnya kah? Dan kemudian titik2 sepanjang persamaan garis itulah yang akan disebut perpaduan cinta dan benci
    Yg semua cinta bisa menghapus kebencian…
    yg semua kebencian bisa lenyap karena cinta…

    Weh is, bs berpuisi matematika aku ternyata…makasih ya, stlh kutemukan blogmu, br kusadari bakat terpendamku banyak, penulis skenario,sekarang bikin puisi ilmiah🙂

    — ahahahahhaha.. mbak dev ini ternyata multi talenta saudara – saudara!
    aku jadi kek plato, yang secara perlahan mengeluarkan bakat terpendam mbak dev😀 —

  28. Pingback: tulisan alien | dramaLand

  29. Kalo pesennya Ibuku Is.. “ojo sengit mundhak ndulit”
    artinya jangan benci, nanti colak colek loh..:mrgreen:
    Ya.. ya.. kebencian memang memicu reaksi berlebihan pada fisik dan psikis.. termasuk jadi terlalu peduli..
    contoh, aku benci ma kamu nih, pasti malah jadi ubeg2 blog kamu dan tanpa disadari terinspirasi (atau terpancing emosi?) lebiihh daripada blog orang lain yang biasa2 aja… *sok idih* :mgreen:

    — hehehehhehee… nandini.. selalu deh membuat aku geleng – geleng kepala dengan bahasa jawa nya ityuuu,
    kebencian memicu reaksi berlebihan pada fisik dan psikis?
    kek nya bener.
    membenci itu bikin cape fisik dan hati (yeaaah.. psikis..) —

  30. bhiberceloteh

    Glek! Tompi, Glenn, Shandy S. nge-remake lagu SM*SH???!!
    Huaaaa pengen liaaatttt..!! ada di youtube ga yah??
    Aku sukkaaa yang kaya gituu.. kaya ‘Cinta Satu Malam’ pernah dinyanyiin ulang sama Afghan! Aduuh siaaallll dikantor ga bisa akses youtubbeee! Gggrrrrr!!

    Bener tuh soal madu dan racunnya.. eh maksudnya benci dan cinta nya..
    Aku ga pernah benci atau marah sama beberapa mantan yg sialan, yang ada hanya aku tidak perduli dengan apa yang terjadi pada mereka sekarang ini.. yaaa kalo tiba2 ketemu bolehlah diselengkat dikit biar jatoh guling2 pria2 itu😆

    — ahahahhahahahaha. gak usah di selengkat dong bhi, mereka akan jatuh kok melihat kamu, terpesona (Aih), atau di cubit cewek di sebelahnya gara – gara … (gara – gara apa? yah biassa lah.. wanita kan suka agak gemana gitu kalau sang kekasih hati bertemu dengan mantan pacar. hehehhehe)..

    btw, kata kawan ku (kek nama majalah), ada di youtube. tapi belon nyari dari kemaren.
    so, kalau udah nemu, aku dikash tahu yak?
    hihihihihihihi —

  31. DSK

    postingn yang kerennnn …..
    lam kenal ya …..

  32. Pingback: trio lestari « dramaLand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s