buku harian ke 13

saya terpengarah melihat tumpukan buku itu. sudah separuh hari saya mencoba menyusun tumpukan buku itu. tumpukan buku yang bermacam – macam warna nya dan juga bentuk nya beraneka macam.

yang paling bawah itu, yang warna abu – abu dan bertuliskan tahun 1997, buku harian pertama saya. buku itu saya ambil dari meja kerja bapak saya. kata bapak, agenda itu boleh buat saya. Beliau tahu, anak perempuan satu – satu nya ini membutuhkan lebih banyak kertas untuk menulis. Bahkan di usia nya yang masih 12 tahun.

lalu… yang di atas nya itu, yang warna nya merah. masih buku kerja nya bapak, hanya warna nya saja yang berbeda. itu buku harian kedua saya.

berturut – turut ke atas, hingga buku yang teratas; kombinasi antara warna merah dan kuning. buku kerja tahun 2009, mash dari kantor Bapak yang dulu. buku itu belum juga habis halaman nya.

di total – total buku yang ditumpuk itu berjumlah 12. sudah 12 buku harian yang saya punya (ternyata).

pertama kali nulis buku harian itu tanggal 7 oktober 1997. pas ulang tahun si kawan sekelas. pas hari dimana  SMP kami mengadakan semacam darmawisata ke museum – museum yang ada di Jakarta. pas kawan sebangku saya curhat sama saya kalau dia mau memberikan kado istimewa buat si kawan sekelas yang ulang tahun. dan selama beberapa tahun saya sempat merayakan ulang tahun buku harian saya.

yup, tiap tanggal 7 oktober saya menulis di semua buku harian saya yang laen dengan tinta penuh warna, dan tulisan lebay mengalun lah.

tapi saya sudah melupakan itu, hingga hari ini. saya diingatkan kembali kalau tanggal 7 oktober itu adalah hari ulang tahun buku harian saya (dan : ow em ji… serius loh udah 13 tahun lebih?!?!?)

diingatkan kembali, setelah membaca kembali beberapa buku harian saya.

ini semua berawal dari bertamu nya KakJul dan tt ke kamar saya yang berantakan itu. mereka melihat beberapa buku harian saya, dan lalu mengobrol lah kami soal buku harian. tentang pengalaman KakJul dan buku harian yang selalu diberi nama, tentang tt yang menulis di sembarang kertas dan jadi sulit mengumpulkannya

mereka sudah lupa dimana mereka menyimpan buku harian mereka.

dan itu membuat saya pengen mengumpulkan lagi buku harian yang tersebar seantero rumah kontrakan saya yang rapih ini (hahahahhaha).

dan saya menumpuknya di sudut kamar. membaca beberapa diantara nya membuat saya mengalami perjalanan emosi yang cukup kental.

ada hari dimana saya marah – marah sama bapak saya hanya karena Beliau tidak mau mengantarkan saya berangkat latihan silat

ada hari dimana saya nangis sesungukan karena habis dimarahin sama mamah saya.

ada hari dimana saya bertengkar dengan kakak dan adek saya, hanya karena pemakaian televisi.

ada hari dimana saya dengan lebay nya menulis kan secara deskriptif penampilan pacar saya waktu itu

ada hari dimana saya diantar pulang oleh gebetan saya

ada hari dimana saya ‘ditembak’ tanggal 12 November

ada hari dimana saya harus meninggalkan kota purwokerto

ada hari dimana saya…..

ah banyak sekali memori yang tersimpan di ke dua belas buku itu. seperti kotak kenangan. mereka siap di buka kapan saja.

karena saya mencintai menulis.

itu adalah alasan kenapa saya memiliki beberapa buku harian.

Menulis, pada akhirnya adalah budaya.
Budaya menyejarahkan kehidupan. Kehidupan kita.
Menumbuhkan kisah-kisah paripurna di masa depan.
Kisah anak-anak kita. Kisah generasi emas dan platinum.
Yang mau belajar dari banyak kesalahan kita. Semoga.

Saya teringat kalimat pembuka dalam sebuah tulisan sosok itu, dan tulisan itu mbikin saya makin semangat menulis. karena kalimat tersebut mengingatkan saya pada awal mula saya membangun blog ini; saya ingin memiliki sebuah karya.

saya tidak bisa melukis, saya tidak bisa menari, saya tidak bisa menggambar tokoh kartun seperti dia,

tapi saya bisa menulis.

saya bisa menulis tentang hari ini, tentang kemaren, tentang tiap menit yang saya lewati.

hahahahhaa, saya akui, tulisan saya kebanyakan memang untuk konsumsi pribadi; yang berkisar tentang menye’ – menye’ nya saya dan lebay nya saya.

tapi saya yakin, suatu hari nanti lirik lagu benci tapi rindu yang saya tulis kemaren akan di cari orang, setidaknya oleh saya sendiri (hahahahhaa).

tentang dramaLand

sebuah karya yang lahir dari kegemaran saya menulis. dulu saya gak PD. suwer. saya gak PD membangun blog beneran. dulu saya punya blog di FS, yang isinya sama seperti buku harian saya (persis!). tidak banyak di baca orang, karena saya memang memilih untuk tidak mau dibaca orang.

maksud saya, kawan – kawan sekampus saya yang dulu adalah mereka yang jago menulis. mengkritisi. menulis dengan cerdas dan pilihan kata yang pintar.

itu membuat saya gak PD setengah mati. gak kebayang kalau ada yang bilang;

“idiih.. katanya anak Filsafat, kok nulis yang kek begitu. Shallow deh..”

lalu pada tahun 2009 lah saya memutuskan membangun blog ini. saya memutuskan untuk tidak perduli pada pikiran – pikiran orang yang menyebut saya shallow.

awalnya saya menyebutnya bukan panggung dramaLand. saya hanya menyebutnya blog saya.

hingga akhirnya proses pencarian jati diri blog itu membentuk panggung dramaLand ini.

saya semakin semangat menulis. persis seperti semangat saya menulis buku harian saya.

mencoba untuk (meminjam kalimat sosok itu) : Membuat catatan akan sejarah kehidupan.

sejarah kehidupan tersendiri buat saya. ini panggung dramaLand saya, dan ini sejarah kehidupan saya. kalaupun ada sejarah kehidupan orang lain yang masuk di dalamnya, mereka hanyalah pemain pendukung bagi panggung saya.

Tujuan saya memiliki blog hanya ingin menulis, melanjutkan kegemaran saya dengan buku harian saya dulu itu.

Seperti yang Sosok itu inginkan ; hanya ingin bermain pada “blog murni”. Pure blog. Sosok itu hanya ingin menjadi blogger sejati.Saya pun ingin seperti itu. Hanya menulis. Menulis sebuah blog tanpa mengejar komen, mengejar SEO, atau mengejar apapun. Hanya menulis. (Bukan berarti saya gak suka di komen in, atau gak suka kalau yang ngeliat blog saya banyak. Saya suka. Tapi itu bukan tujuan saya… )

Saya sependapat dengan pendapat Sosok itu yang menyatakan bahwa blog adalah media mencurahkan ide apapun, melalui tulisan.

namun, terdapat bonus yang tidak bisa dipungkiri yang sangat saya syukuri; saya menambah banyak kawan dengan blogwalking.  Seperti yang Sosok itu sering lakukan juga, sosok itu menjaga silaturahmi dengan blogwalking.

(yeaah walaupun belakangan ini saya sedang membutuhkan waktu yang cukup panjang, mata yang tidak cepat lelah, dan koneksi yang bagus untuk lebih lancar blogwalking. hehehehehehe)

dan, inilah si buku harian ke 13 saya ; panggung dramaLand tercinta.

🙂

*tulisan sedikit panjang yang dibuat untuk kontes nya Bang Aswi ini di dukung oleh gambar dari sini dan kedua belas buku harian saya.

😀

antara lombok ijo, wowfest dan batik

hai, nama saya ais. saya blogger pemula. karier (saaahhh) per blog an saya dimulai sekitar tahun 2005 (kalau gak salah) mulai nulis di blog nya Friendster. tulisan nya kacau, labil dan bla bla nya… layaknya ABG pada masa itu lah.

lalu dua tahun lalu sekitar bulan may saya memulai membangun blog di wordpress. hingga akhirnya pada suatu hari di bulan Februari 2011 ini, saya bertemu dengan begitu banyak kawan – kawan dari dunia maya. beneran saya gak nyangka.

serius.

saya sangat amat tidak menyangka, bisa bertemu dengan Kak Julie si Gerhana Cokelat dan bisa menjadi kawan se kamar selama dua malam.

(hahahhahahaha)

Anda benar sodara – sodara, ini adalah kopdar terpanjang saya. saya kopdar sama kakJul itu 3 hari dua malam. Pertama kali ketemu sama kakJul itu hari jumat kemaren. saya dan nandini (iyah,sama nandini lagi) bertemu dengan kakJul di sebuah acara pameran yang digelar di salah satu mall di Jogja.

Pertama kali nyampe di tempat pameran, kami celingak – celinguk. mencoba mencocok kan ingatan kami tentang KakJul yang sudah kami himpun dari blog dan FB nya. Lalu ada seorang wanita yang mirip dengan kakJul dalam bayangan kami.

Kata pertama kami adalah; “kecil yah ternyata..”

hehehehehe.

KakJul itu beneran kecil loh. jangan tertipu dengan perkataan nya waktu ketemu sama idana dan hani di Bali yang bilang dia kek raksasa.

aselinya, dia kecil (dibandingkan dengan saya dan nan. hehehehehe).

Sisa siang itu kami habiskan dengan berburu batik di salah satu toko yang jadi favorit saya dan mungkin beberapa warga dan turis di Jogja.

Setelah agak sore, kami balik ke hotel, setelah sebelumnya mampir dulu ke mall, untuk foto – foto

😀

malamnya

Lokasi : Lombok Ijo.

Latar Belakang suasana : hujan gerimis yang saya yakin kalau saya sendirian sangat amat mendukung hati yang galau (heleh)

Peristiwa : Kopdar antara kawan – kawan yang diprakarsai oleh KakJul (ebat juga kan kakak ku satu itu?)

Ini serius loh. Kalau bukan karena KakJul, saya mungkin belum tentu bisa bertemu dengan kawan – kawan seperti:

Bunda Tutinonka yang ramaaah bangeeet dan cihuy membuat saya kepikiran juga untuk kopdar di ruang karoke (hehehhehe. yuuuk Bunda Tutiii…)

Mbak Anna yang cantik dan jogja banget. tapi masih kalah jogja dari nan sih kalau dari gaya bicara (hehehehhe). Mbak Anna yang datang bersama Mas Nug sudah lebih dulu melakukan reportase atas kopdar lombok ijo dan foto – foto nya Mas Nug kereen banget (termasuk momen dimana kamera nya Mas Nug menangkap ketawa saya yang sangat amat tidak anggun. saya ketawa dengan mendongak kan kepala dengan super heboh. sedangkan sebelah saya bunda tuti tertawa dengan anggunnya. ntah apa yang saya tertawakan)

Mbak Mida yang baru pertama kali juga bertemu di restoran itu (dan belon maen ke rumah nya sebelumnya!), mbak mida yang berwajah lucu (pipi nya menggemaskan! hehehehe) ini baru pindah lagi ke Jogja, setelah sebelumnya sempat berpetualang ke Cirebon. Bukan begitu Mbak?

🙂

Gak lupa Mas Gugun dan kawan – kawan dari komunitas canting ada Mas Hendra (yang mirip kiper timnas. hihihihihi), Mas Deddy (yang duduk di pojokan), Mas Tosse (bukan Josse Morinho loh, ingat. idiiih.. jauh kali iss).

kita belum banyak mengobrol yah mas – mas semuaa.. kapan – kapan saya bakalan minta diajak ketemu ah kalau kawan saya yang itu ketemuan sama kalian semua

🙂

btw, mas Gun… maaf sore kemaren kami gak jadi maen ke tempat nya Mas Gun. maaf yah 😦

dan tidak lupa beberapa kawan yang pernah bertemu sebelumnya; nandini yang harus pulang lebih dulu, tt yang hari ini berkeliling bersama saya dan KakJul (gemanah ti, kita jadi kan proses mencari partner untuk barengan make sarimbit? hahahahhaha). dan si ari fotografer dadakan yang okey banget mengambil pose saya yang ini

sumpah cuman iseng.

malam itu ditutup dengan cukup manis oleh saya dengan seulas senyum saat tidur.

kenapa saya tahu saya senyum saat tidur?

Karena saya memiliki kenangan yang sangat indah tentang hari itu.

Esoknya dan esok nya

saya menyadari, bahwa berkomunikasi di dunia nyata juga bisa sangat menyenangkan, se menyenangkan berkomunikasi di dunia maya, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing – masing

jika tidak bertemu dengan KakJul, mana saya tahu kalau KakJul doyan bandrek, doyang ngemil melati, doyan ke Burjo, doyan tampil cantik dengan rok – rok batik favoritnya,

burjo favorit kakJul

terimakasih banyaak untuk semua kawan yang saya temui akhir pekan kemarin. terimakasih untuk cerita – cerita yang tak tersampaikan, gambar – gambar yang saya pinjam

(terutama untuk Nandini dan ari atas kolaborasi kamera dan penjepretnya). hahahahaha.

terimakasih juga untuk ini 🙂

 

dan minggu sore tadi, saat melepas (saaahhh..) kepergian KakJul di lobi hotel bersama tt, saya merasakan perasaaan yang tidak terdefinisikan. entah appa,

saya sangat setuju dengan oom enha yang selalu bilang ; this is the beauty of blogging, dan juga pakDhe cholik yang bilang :

Sungguh, bersahabat dengan anda menjadikan hidup saya semakin berwarna-warni.

bukan begitu kawan?

kami semua

***

The heart of blogging is linking…linking and commenting. Connecting and communicating – the purpose of the Internet

[George Siemens]

* Foto – foto di atas diambil beberapa dari kamera nandini captured by ari, yang terakhir minjem dari tempat nya tt (hehehehhe, maklum.. saya kan kopdar gak modal)

😀

2 hari bersama kakJul

hahahhahahaa….

(ketawa dulu)

ini lah akibat ke gaptek an tingkat tinggi saya : saya gak punya kamera digital. bluetooth laptop saya mati dari beberapa bulan yang lalu. pulsa saya cekak buat upload foto via handphone.

jadi saya gak punya bukti buat pemberitaan heboh bulan ini

(lebay sedikit)

saya ketemu dengan KakJul (akhirnya). dan sudah dua hari ini saya bersama dia.

kakJul, nandini, ais

mulai dari cemilan melati (hahahahahha), jalan – jalan di mirota batik, sessi pemotretan di kamar nya KakJul,  terus makan di burjo, ketemu artis di lobi hotel dan photo bareng, ketemu mantan pacar adek ipar nya KakJul.

ah banyaak cerita. beneran. tapi nanti yah. saya mau mandi dulu yah

😀

benci tapi rindu

dipopulerkan oleh : Diana Nasution

Bukan hanya sekedar penghibur
Diriku ini sayang
Bukan pula sekedar pelepas

Rindumu oh sayang
Sakit hatiku


Kau buat begini

Kau datang dan pergi

Sesuka hatimu

Oh… kejamnya dikau

Teganya dikau padaku

Kau pergi dan datang
Sesuka hatimu
Oh… sakitnya hati
Bencinya hati padamu

Sakitnya hati ini

Namun aku rindu

Bencinya hati ini

Tapi aku rindu

dinyanyikan dengan sepenuh hati oleh : ais ariani

*clingak – clinguk nyari temen karoke*

tentang hujan (sekali lagi)

Ini tentang hujan

Hujan yang kerap hadir saat kita bersama,

Membawa kehangatan di ujung jari,

dan juga di hati

Tapi hujan ini kan tidak mungkin berlangsung selamanya

Begitu juga dengan kita.

Lalu saat kita tidak bersama, akankah hujan masih berarti untuk masing – masing kita?

Atau … saat sudah tidak ada hujan lagi antara kita, akankah hati ini tetap menghangat?

 

*tulisan tentang hujan ini di sponsori oleh : hati yang galau, hujan, dan gambar dari sini

balada pin ATM

 

Cerita ini berawal dari komen – komen kawan – kawan yang ada di cerita saya beberapa waktu yang lalu. Tentang seorang sahabat yang menggunakan tanggal lahir gebetan nya sewaktu SD untuk pin ATM nya. Ada beberapa kawan yang ternyata menggunakan cara yang sama (hahahhaahahaha).

Saya jadi mau cerita nih, jaman saya masih deket sama si barista. Waktu itu hubungan kami cukup dekat, hingga saya sampai mengetahui pin ATM nya.

Cerita nya singkat, waktu itu saya di mintai tolong oleh dia untuk mengambil duit di ATM dia. Saya mengetahui pin ATM nya deh jadinya, yang ternyata tanggal lahir mantan pacarnya sebelum bersama saya (see? Bukan hanya wanita loh yang menggunakan tanggal lahir seseorang untuk jadi PIN ATM..)

Pertama kali suruh ngambilin saya sok cool. Tidak menunjukkan gejala mau makan orang alias cemburu (hahahahha). Tapi saat itu memang buat saya no big deal sih (ya iyalah.. lah wong dulu pin ATM saya tanggal jadian saya dengan si mantan. Untung saja si barista gak tahu itu. Hahahahahha)

Kejadian –tolong – ambilin – duit – di ATM – ku – dong – oleh si barista berlangsung secara reguler. Karena dia malas berurusan dengan hal – hal kek gitu, sampailah kartu ATM nya menjadi penghuni tetap dompet saya untuk beberapa waktu.

Hingga sewaktu waktu iseng saya ganti pin ATM dia. Bukan dengan tanggal lahir saya, atau tanggal lahir si Pinokio. Tapi tanggal pertama kali saya jadian  dengan si Barista!

Dan celakanya, saya lupa ngasih tahu dia. Saat dia mau mengambil duit di ATM, dia menelpon saya. Untunglah saat itu dia gak ngomel. Hehehehhehe.

Tapi gara – gara itu, tiap mau ngambil duit sendiri, dia pasti nelpon saya :

Hoi Beb.. berapa pin ku?

Yang kalau lagi BT sama dia, saya jawab : ‘meneketehe’

Hahahhahaahahaha.

Mengingatkan saya sama mamah saya yang punya kemampuan menghapal pin ATM bapak saya, nomor handphone bapak saya, pajak kendaraan bapak serta ketiga anak nya, nomor handphone ketiga anaknya, tanggal lahir keluarga besar nya.

Sementara saya? Berulang kali di omelin mamah saya gara – gara telat mengirimkan STNK untuk bayar pajak kendaraan .

Jadi kesimpulan nya, penggunaan tanggal lahir serta nama orang  terhadap PIN ATM dan password email saya dengan tujuan supaya saya gak lupa. Kalau orang – orang tersebut dekat ataupun pernah dekat secara emosional sama saya, biasa nya saya hapal. Lah wong saya ajah masih hapal nomor handphone pertama mantan pacar pertama saya (hahhahahahahhaa..)

please, berkompromilah kali ini

hari ini, saya girang. gak girang all day sih…

sempet agak BT tadi pas tahu internet rumah masih belon di bayar sama adek saya, sempet BT juga sih waktu jalan – jalan ke Mirota Batik di Malioboro saya gak beli apa – apa (terus ngapain di sana?), sempet BT juga sih waktu pulang ke rumah menemukan kontrakan saya kebanjiran gara – gara saluran air kesumbat sampah yang bukan di sebabkan oleh saya dan adek saya (BT bangeeeeet!!)

tapi semua itu sirna begitu tahuuuu…

kalau tulisan saya di muat di blog nya oom enha.

hoohohohoho. beberapa hari yang lalu pas oom enha bikin postingan undangan untuk jadi penulis tamu di blognya, saya langsung semangat blogger 2011 (sahh).

semangat – semangat, tapi bingung mau nulis apa

(hehehehehhe)

pas dibilang tentang jaman SMA, saya langsung ngeborong buku harian saya. saya buka – buka itu buku harian yang jumlahnya agak sedikit banyak.

iyah, saya nulis buku harian dari jaman SMP. saya ceritain yah kapan – kapan

🙂

naah pas buka buku harian yang tahun 2002 (ow em ji.. itu udah 9 tahun yang lalu yah jebule )

saya nemu sepotong tulisan yang menurut saya “SMA” banget (rasanya loh..)

hohohohoho.

silahkan menikmati tulisan saya di sini yah.

terimakasih buat oom enha atas kesempatan nya

🙂

dan terimakasih sudah memberi saya ide untuk mengangkat tema tentang buku harian saya

(hahahhahaha… ternyata buku harian saya menjadi harta buat saya sekarang)

😀

satu - satu nya foto jaman SMA yang ditemukan di laptop 😀

ps : internet rumah setelah dibayar sama agil : malah melambat koneksi nya.

please, berkompromilah sama saya kali ini

🙂

senin ceria

Ini sebenarnya agak memalukan. Membuktikan  banget kalau saya gak tahan menghadapi godaan.

Ceritanya begini : pagi ini saya semangat berkobar mengerjakan usulan tesis yang tertunda lebih dari seminggu. Saya memutuskan akan bertapa di perpustakaan pasca, tempat saya biasa bertapa.
Rencananya saya berangkat sehabis jam makan siang, maksudnya biar bisa makan di rumah dulu. Biar jadi agak hemat gitu. Tahu kan maksud saya?

Hehehehehe.

Keadaan pagi yang aman damai sentosa antara saya dan chiklit saya sedikit terganggu oleh sms si beruang kutub bernama Cesar. Dia ngiming – ngimingi saya untuk dateng ke perpustakaan fakuktas saja, jangan ke perpustakaan pasca. Ntah lah bagaimana ceritanya pagi itu, saya jadi siap – siap berangkat ke perpustakaan fakultas. Itu sekitar jam sebelasan saya berangkat ke fakultas. Setiba nya di kampus,saya  ketemu sama beberapa kawan di lobi fakultas, hahaha hihihi dulu, sambil nyeret seorang kawan ke perpustakaan fakultas lantai 3.
Seriously, I dunno what to do begitu sampai perpust. Saya duduk di sebelah cesar. Kami berempat, bersama mbak anggit dan winda. Awalnya ngobrol – ngobrol hahaha hihihi lagi. Akhirnya saya memutuskan re write beberapa alinea dari sebuah text book yang memiliki beberapa teori dari permasalahan yang mau saya angkat.
Saya bilang;

“setengah jam lagi yah baru keluar makan siang, abis itu aku mau pindah perpust ke pasca. Ada Lia di situ. Kan bisa dunlud jurnal banyak – banyak juga di situ
Semua setuju untuk break makan siang jam setengah satu.

Tapi di sela – sela itu kami mengobrol soal mbak anggit yang mupeng ke  Nanamia, semacam tempat makan pizza yang terletak di daerah Gejayan.

Ntah siapa yang mulai, dan bagaimana ceritanya, setengah jam kemudian kami nerempat sudah rapih jali di mobilnya mbak anggit menuju Gejayan, tempat makan pizza itu.

Janji kami waktu itu adalah : nanti habis makan pizza, kami mau kembali ke perpustakaan; agak sedikit merasa berdosa sih saya dan mbak anggit yang baru nyampe di kampus belum ada berapa jam, cuman hahahaha hihihi, kok udah cabut lagi. Tapi kan janji; akan kembali ke kampus lagi.

apa nama pizza ini? saya pun gak tahu 😀

Tapi…  Setelah tandas 3 Pizza yang terdiri dari dua medium Pizza dan satu Large Pizza a la Nanamia, ternyata janji pada diri sendiri itu tinggal janji. Karena keempat dari kami sepakat untuk : go home.

Semua sepakat akan rumus ini :

perut kenyang + siang yang panas + internet kampus yang lelet = lebih baik pulang ke rumah.

Dan pulang lah kami ke rumah dengan perut kenyang sambil sedikit ‘berkomentar’ soal cuaca yang sangat panas siang tadi.
Sampai di rumah, setelah pamer sama adik saya soal : saya – makan – pizza – gratis – di nanamia. Saya tidur dengan sukses.
Satu hari tidak produktif (lagi!!).

winda - mbak anggit - saya

***
Sedikit keterangan tentang Nanamia : sebuah tempat makan pizza a la pizza italia, dengan pizza panggangan di tungku yang tipis – tipis itu loh,dengan topping cukup beragam. Tempatnya klasik, tidak ber AC, dengan interior a la Itali (kek nya loh). Harga minuman berkisar antara 3 – 18 rb (kalau gak salah). Makanan nya antara lain pasta – pastaan, pizza, salad dan pencuci mulut yang lumayan enak (cheese cake nya lumayan).  kisaran pizza nya harga nya rata – rata 40rb an gitu. Terdiri dari ukuran medium dan large. Medium itu terdiri dari 6 potong, Large nya terdiri dari 8 potong.
Dan sering ada beberapa orang asing yang nongkrong di situ. Saya juga pernah sama si mantan makan di situ, dan si mantan di senyum in sama seorang bule yang gay. Dan saya ngegodain dia habis – habis an. Dan dia (si mantan, bukan si gay) ngambek sama saya gara – gara saya godain dia ama si pria asing itu. Sakit hati saya double: Udah kalah pamor ama cowok, pake di jutekin lagi sama dia!

Terus dulu pernah double date gitu barengan sama humate saya dan suami nya, serta saya dan kapten. Guess what? Balik dari situ saya dan kapten muter nyari nasgor. Sejak itu kapten gak pernah mau saya ajak makan di situ. Dia bilang: mendingan  kamu ajak temen kamu ajah deh yang laen.  Catatan : kalau pasangan kamu punya kapasitas perut cukup besar, dan biasa makan di warung ramesan dan angkringan, jangan ajak dia ke situ untuk makan besar. Tapi untuk semacam ngemil gitu, bolehlah…

Ya ampuuuun… kek nya beneran saya gak berbakat yah mendeskripsikan tempat makan? Bukan mendeskripsikan, malah menceritakan pengalaman ini mah!

cesar, si penggoda 😀

lazy sunday

hari ini hari minggu. sama seperti hari minggu kemaren, saya berniat (niatnya ini serserius loh) bangun agak lebih pagi dibandingkan hari minggu lain nya.

kenapa?

karena saya punya misi khusus.

misi khusus itu bernama : sepeda – an.

pagi tadi, sama seperti minggu kemaren, saya telat bangun (as usual).

tapi minggu ini jelas berbeda dibandingkan minggu kemaren. hari minggu ini walau kesiangan, saya punya tempat tujuan yang menyenangkan dalam acara minggu pagi an ini.

saya mau menuju ke hotel tempat kawan saya menginap selama di Jogja. hotelnya letak nya di Jalan Kaliurang KM 5.5 . Kira – kira kurang lebih 6 kiloan gitu dari rumah kontrakan saya. melaju lah saya dengan handphone sebagai pengganti MP3 saya yang ilang

(ihiks. jadi sedih sama itu MP3).

menggowes sepeda dengan diiringi lagu nya Lucky – by Mocca. melihat beberapa orang yang juga bersepeda. dan saya belum pernah merasa se powerfull itu menggowes sepedah selama seminggu belakangan ini (ya iyalah, wong saya sepedahan seminggu sekali. hahahahha).

berturut – turut playlist di handphone saya menemani saya dengan breakaway – nya Kelly Clarkson yang membuat saya semakin semangat nge gowes, dilanjut dengan semakin – nya D’massiv yang jadi lagu wajib karoke saya dan agil,  Firework -nya Katty Perry (serius, itu lagi asyik banget, apalagi pas bagian ‘Cause baby, you’re a firework Come on, show ’em what you’re worth. Make ’em go, oh. As you shoot across the sky.. ),  dilanjut dengan suara khas Fadli yang di iringi oleh PADI nya dengan lagu elok – nya yang bikin saya termehek – mehek (hahahahahhaaha).

berlanjut dengan hentakan piano dari Frau yang memainkan lagu favorit saya ; sepasang kekasih yang pertama bercinta di luar angkasa, selesai dengan duet Frau dengan seorang pria yang sampai sekarang saya gak tahu namanya, playlist saya melanjutkan ke lagu nya Dewa – 19 dengan ‘Aku disini untukmu’ ; sedikit mellow, namun irama nya masih rancak

dan kemudian.. sampailah saya di depan hotel tempat kawan saya menginap. dan muncul lah dia, dengan kaos merah dan terlihat segar dengan dandanan minimalis. bikin saya ngerasa kucel setelah sepedahan dan sedikit ngos – ngosan (sedikit ajah, biar gaya.. hehehehehe).

sambil menunggu kakak nya, kami mengobrol. saya biasa memanggil dia Gher, saya kenal dia dari jaman SMA. dia adek kelas saya waktu SMA. kakak dia adalah kawan seangkatan saya waktu SMA. dia ini umurnya lebih muda dari saya, tapi punya pemikiran – pemikiran yang melampaui usianya. makanya, pernah ada masa dimana saya sering curhat sama dia. hanya saja belakangan ini, kami jarang ngobrol karena rutinitas dan kesibukan kami yang tidak seirama.

kalau mau tahu kisah kasih saya jaman SMA dan awal – awal kuliah, dia termasuk orang yang tahu banget (walau mungkin sekarang agak – agak lupa yah Gher?)

setelah menghabiskan sepiring nasi kuning dan beberapa obrolan mengenai kabar terbaru saya (idih.. saya baru nyadar, tadi saya kebanyakan cerita yah?), saya pamit untuk ngegowes lagi. kali ini tujuan saya : pasar minggu pagi di daerah kampus.

sepanjang Jalan Kaliurang, saya berpapasan dengan beberapa penggowes sepedah yang lengkap dengan helm nya yang bikin saya mupeng. sementara ini, saya cuman sepedahan a la kadarnya; namanya juga lagi trial. kalau udah serius, kali ajah besok mamah saya mau ngadoin saya helm sepedah (hehehehehe. ngarep).

dan kembali lagi playlist lagu di handphone saya putar. tidak banyak lagu di playlist saya, jadi dengan ditambah Tompi dengan Menghujam jantungku dan Coldplay dengan yellow nya, Float dengan Pulang, Ipank dengan sahabat kecil dan In To you by adhitya Sofyan, saya kembali memutar playlist dari awal,

hmmm…

banyak pemandangan indah yang saya lihat hari ini. termasuk pria berkaos hijau dan ber helm hitam termasuk pemandangan pasar minggu pagi nya, yang memuat segala macam barang (kalau kata Gher, dari alat tukang sampe kutang, you just name it!), sampe segala makanan, yang mbikin saya sedikit mupeng.

yaaa… salah satu tips berolahraga yang tepat adalah jangan membawa duit yang banyak memang. agar tidak tergoda untuk berhenti dan membeli seuatu yang impulsif  (atau : meilih rute yang tidak melewati pasar, mungkin? ) hehehehhe..

terimakasih buat bang aswi

😀

*wait.. dimana lazy nya? kok judulnya lazy is?

karena sesudah sepedahan plus sarapan dan reunian itu, saya tidur sampe agak sore gitu. hahahahhaha…

episode : sbb

sumpah. saya norak. saya katrok.

tapi saya mau membagi ini dengan maksud nyari temen. serius deh, segala macam bahasa sms ini membuat saya bingung.

untuk singkatan umum seperti gue jadi gw, atau kapan jadi kpn, atau lagi jadi lg,

masih sedikit shock waktu dikirimi sms kek ILU IMU INU yang (jebule) artinya I Love You, I Miss You, I Need You. Shock nya bukan karena kepanjangan nya itu (eh itu juga ding, dibilangin I Love You gitu, saya kan sedikit lebay *cuman dikit*,  agak kaget. apalagi sama dia). tapi lebih karena saya gak terima kalimat seindah I Love You disingkat jadi ILU. dimannna sisi indahh nyaa??

(jangan tanya yang kirim SMS itu siapa, saya malu jawabnya. hihihihihihi)

kemaren – kemaren itu saya sempet heran dapet sms dengan singkatan baru lagi. Awal nya gak penting buat saya mencari tahu kepanjangan dari kata itu, tapi saat sudah beberapa orang menggunakan nya, saya jadi semacam terpaksa mencari tahu kepanjangan kata itu (yah kek saat semua orang ngomongin SM*SH dan kamu gak pernah dengerin, jadi kek berasa :  hah? serius gw gak tahu itu apaan? tapi kok seluruh dunia ngomongin? gw kudu tahu gak nih? penting gak penting gitu)

KEJADIAN PERTAMA

awalnya, sms an sama seorang kawan;

From : ***i

sbb mba..

kencinge gak lancar itu, hohoho… ama pusing + lemes.. skrg uda mendingan..cm msh lemes. hohoho

pikir saya tiga urup depan itu agak gak penting untuk dibahas. secara saya udah paham sama maksud sms si kawan ini, saat saya tanya keadaan Ibu nya. dan si kawan ini umur nya jauh di bawah saya, jadi saya pikir cuman singkatan khas ABG biasa yang saya tidak perlu mengetahuinya.

KEJADIAN KEDUA

tiba lah saya ber sms an dengan sepupu saya, saya bertukar kabar dengan dia.

From : E****

Sbb mba bikin sendiri ma ank” , iiah bsk lbr, d lapangan mb

bahasa ini agak sedikit rumit diterjemahkan. tapi saya paham bahwa dia lagi merancang sepeda fixie nya, esok hari sekolahnya libur, dan dia lagi menonton basket di lapangan.

dan penjelasan tiga huruf di depan nya saya pikir tidak butuh juga. saya masih bisa membaca informasi yang saya butuhkan.

dan saya beranggapan itu semacam kode ABG jaman sekarang yang tidak perlu saya pahami. karena sepupu saya ini seumuran sama si kawan yang pertama tadi.

KEJADIAN KETIGA

tibalah saya ber SMS an dengan kawan SMA saya beberapa hari kemudian

From : Y****

Sbb.. healah, farid itu semalem bth ngeprint doang is,berhubung aku ga ada printer jd ak rekomendasi k kamu,ngunu.. dia pagi ini ujian d auditorium fib soale.

healaaah… ini yang sms bukan ABG, ini kawan SMA saya. kalau dalam mata kulaih perkembangan, dia sudah masuk masa dewasa awal. tapi kok tiga hurup di awal masih ada.

LALU….

akhirnya dengan muka badak saya nanya sama dia, apa kepanjangan tiga hurup di depan sms dia : sbb (iyah setelah itu dia mengatai – ngatai saya katrok, )

saya pikir itu singkatan : sebagai berikut.

tapi kok disambung sama kalimat laen gak nyambung.

dan tahu kah apa kepanjangan nya?

gak tahu?

Mau tahu?

serius mau tahu?

Tapi janji dulu jangan bilangin saya maksa. karena ini singkatan bukan berasal dari saya. suwer loh..

bener mau tahu?

yakin?

okey,

sbb itu singkatan dari : Sori Baru Bales.

saya sering tidak memperhatikan waktu guru bahasa Indonesia saya menjelaskan bagian mengenai akronim saat saya SD, SMP maupun saat saya menempuh pendidikan menengah atas. tapi saya yakin se yakin yakin nya, Sori Baru Bales itu sudah pasti tidak bisa di singkat sbb. tidak sesuai kaedah per akroniman

*protes*

udah katrok, pake protes lagi si ais…

***

PS : saya mengucapkan selamaat untuk yang berulang tahun hari ini, seperti janji kita pada purnama penuh, seperti itu pula hari lahir mu akan kuingat (hahahhahaha…) selamat ulang tahun, ndut. wish u all da best with your career, family, and life

🙂

PS (lagi) : saya lagi belum bisa BW se heboh biasanya kawan. maaf yah. saya gak sibuk. tapi lagi gak bisa mengatur waktu

😦

***

postingan ini di sponsori oleh Mr. Simpson yang saya colong dari sini.

gagaL

Pernah gagal?

Saya pernah. Dan berulang kali. Namun kegagalan yang sangat membekas dalam hidup saya terbagi dua, dan itu cukup mempengaruhi saya dalam mengambil beberapa keputusan penting dalam hidup. Kegagalan – kegagalan tersebut adalah:

1.      Gagal dalam study

Saya menempuh waktu yang cukup lama dalam study S-1 saya di hutan belantara itu. Rata – rata saat saya menempuh pendadaran untuk Ujian Skripsi, kawan – kawan saya sudah dua tahun lebih dulu lulus. Saya menempuh masa S1 saya dengan waktu lima tahun lebih 4 bulan. Memangnya kamu ngapain Is?

I do… nothing.

Seriously,saya gak ngapa – ngapain selama masa study saya. Saya tidak bekerja sambilan, saya tidak ikut pertukaran pelajar, saya tidak ikut program apapun yang bisa membuat saya berhenti kuliah (termasuk program menikah. Hahahahahha).

Saya hanya mengikuti kejuaran Grand Prix Marching Band Tahun 2005 bersama Tim Marching Band kampus saya, dan itu sama sekali tidak bisa dijadikan alasan tertunda nya kuliah saya.

Makanya pas tahun 2009 saya di wisuda bersama 14 kawan se fakultas, saya girang bukan kepalang. Saya lulus, dengan nilai Skripsi A. Skripsi yang saya kerjakan setahun (In fact : skripsi itu hanya butuh penyelesaian 3 minggu. Hebat kan saya?). Apa saja bisa orang lakukan kalau terdesak. Itu lah pesan moral dari masa itu (hehehehhehehe).

Kok bisa setahun? Penghitungan itu dimulai dari pertama kali saya menyusun proposal, seminar proposal, hingga survey dan bertemu orang – orang di lapangan, hingga bimbingan kilat dengan Ibu dosen yang hebat, sampai akhirnya saya sidang selama satu setengah jam mempertanggungjawabkan karya tulis saya di depan empat dosen, itu semua waktu nya kurang lebih satu tahun.

Well.. di antara setahun nya itu saya sempet ikut Tim Marching Band di Jakarta, saya sempet menghadiri pernikahan kakak saya, saya sempet pindah rumah, saya sempet hura – hura hore bersama geng Terban, saya sempet foto – foto di Tugu, sempet melanglang buana dari satu coffe shop ke coffe shop lain bareng my partner in crime.

sempet jalan sama geng terban sampe maen kartu di pocinan

Ada loh masa dimana saya kerjanya hanya : tidur – makan – nongkrong.

(enak kan? )

Efek gagal dalam kasus ini : belum bisa mengangguk waktu ada yang ngajak nikah, karena bertanggungjawab menyelesaikan kuliah yang kedua ini terlebih dahulu. nothing. saya menikmati semua nya dengan hati riang (yah walaupun sesekali ngomel karena tugas tiada berujung, i enjoy it actually)

2.      Gagal dalam berkomitmen

Jenis kegagalan yang kedua ini saya alami berulang kali. Saya sering menjalani hubungan dengan lawan jenis. Jujur, dari semuanya saya selalu pengen serius berkomitmen.

Bahkan saat pertama kali pacaran dengan si gitaris, saya sudah ber andai – andai pengen bisa mengajarkan anak saya piano, pengen punya rumah kek gemanah dan bla bla bla. Tapi hubungan itu kandas, karena banyak hal. Perbedaan keyakinan, perbedaan pandangan mengenai komitmen, hingga kesalahan saya yang tidak bisa membagi waktu antara dia dan kehidupan sosial saya.

Namun kegagalan paling pahit yang saya alami adalah saat membina komitmen dengan si barista.

Saat itu satu minggu menjelang pendadaran skripsi saya. Saya diputuskan si dia dengan alasan : maaf – saya – tidak – bisa – menikah. Tentu saja dengan kalimat yang diperhalus. Sangat diperhalus hingga beberapa bulan kemudian saya mendengar dia menikah.

Yah.. mungkin waktu itu saya gak denger utuh kalimatnya. Harus nya kalimat itu berbunyi : maaf – saya – tidak – bisa – menikah – SAMA – KAMU.

(hahahahhahaha)

Saya membina hubungan dengan keluarga mereka juga, itu salah satu bukti saya serius dalam ber komitmen. Semua mantan orang yang pernah berkomitmen dengan saya, saya pasti kenal dengan orangtua mereka. Paling tidak saya pernah bertemu dengan mereka. Bahkan sama Ibu nya si Barista asal Medan itu.

Efek gagal berkomitmen : kehilangan tali silatuhrahmi, karena mereka rata – rata menolak berhubungan baik dengan saya setelah putus dengan saya. Kenapa? Jawaban saya : meneketehe. Saya mah welcome – welcome aja mau berkawan dengan mereka. Tapi nyaris dari mereka membenci saya. Kalau tidak membenci, mereka ke GR an setengah mati dikira saya masih mengenang mereka atau mau minta balikan.

Kegagalan itu semua sekarang bisa saya tertawakan. Tapi percaya lah, kegagalan itu pernah saya tangisi dan saya jadikan kambing hitam untuk hidup saya yang berantakan.

Guess what? Padahal semua kegagalan itu disebabkan oleh DIRI SAYA SENDIRI.

Bukan berarti hidup saya yang sekarang sudah rapih beres dan benar serta sempurna.

Tidak. Hidup saya masih tanda tanya. Life is process. And everything Happen for reason kan?

Kegagalan – kegagalan tersebut membawa saya pada titik ini : masih kuliah dan berusaha membangun komitmen dengan kapten. Apakah itu semua saya sesali? Tidak… hidup itu terlalu indah untuk saya sesali. Kalau saya lulus tepat waktu, mungkin saya tidak jatuh cinta pada dunia blog.

dramaLand mungkin tidak akan hadir

hehehhehehehe.

Saya menulis ini untuk mengingatkan diri saya sendiri agar saya tidak terjebak pada ke gagalan yang sama ; karena saat ini saya sedang membangun motivasi intrinsik saya untuk mulai mengerjakan Tesis. Karena jujur, kecenderungan untuk ke arah penundaan sudah mulai tampak, walaupun sedikit sekali dan itu harus bisa di cegah sebelum saya benar – benar masuk ke zona nyaman saya seperti waktu dulu itu.

Sebaik – baik nya motivasi adalah motivasi intrinsik dari dalam diri sendiri

tapi tidak pernah menyesal memiliki masa ini

kangen sama kamu

beberapa bulan belakangan ini saya sedang rindu dengan seseorang. bukan kapten. bukan orangtua, bukan dosen saya, bukan gerombolan power rangers saya, bukan mas rangga yang di perpust (hah.. itu mah yang rindu si Lia!)

saya rindu dengan seorang kawan.

eh, sahabat. eh, kawan. eh apapun lah. saya lagi kangen sama dia

terakhir hang out bareng

dia yang pernah mengajak saya beli ember waktu dia mau pindah kost – kost an. dia yang pernah di cemburui oleh salah seorang pacar saya (kesan nya pacar saya banyak yah kalao ngomong gitu?), dia yang pernah sering mengajak saya berbelanja untuk kebutuhan cafe nya dulu, dia yang pertama kali mengajak saya nongkrong di alkid, sekaligus jadi yang pertama ngajakin saya masangin di tengah dua pohon beringin di alkid.

ah udah aaah.. ntar dia GR lagi.

i miss u, yos. really

pernah gak sih merindukan kehadiran seorang sahabat? merindukan cengangas – cengenges bareng? merindukan waktu yang dihabiskan bersama, walaupun isinya cuman ngobrol gak jelas. entah apa yang dirindukan…

ah udah ah ntar dia GR…

ps : selamat ulang tahun buat seseorang lainnya, seseorang  yang ngaku nya okey. yang ngaku bahagia bersama dia. saya berharap kamu benar – benar bahagia bersama dia.

okey?

🙂

sebal tiada berujung

Lapor! Hari ini saya batal menemui mamah saya yang cantik di Purwokerto.

Gara – gara nya : saya males. saya takut kehujanan. karena kalau kehujanan, saya luntur.

huhuhuhu. saya menggila seharian di rumah di Harpitnas ini. Masak sop keasinan, ngomel – ngomel gara – gara lantai atas rumah saya berantakan gak keruan, koneksi yang kampr*t. mengganggu eksistensi saya di jagad maya ini. Tiap BW, DC melulu!

😦

saya BT se BT – BT nya. suwer.

Ya Allah, ampuni hamba Mu ini Ya Allah.

maaf kalau hari ini hamba ngomel – ngomel terus.

Miranda Hobbes: Is it just me or is Valentine’s Day on steroids this year?
Carrie Bradshaw: No it’s the same, we just played for the other team.*

*ke BT an ini sedikit terobati; karena menonton film sex and the city the movie di salah satu TV swasta. Have I told you? kalau film itu adalah film favorit saya (look at my widget! itu beberapa percakapan dari sex and the city favorit saya)

semoga esok hari lebih menyenangkan

🙂

hari pink!

hai. kalau kawan – kawan memperhatikan dengan cukup baik, eh gak cukup baik juga kelihatan kok. ah, intinya : coba deh perhatikan pusat perbelanjaan terdekat dari rumah kawan – kawan. hiasan apa yang terlihat di pusat perbelanjaan?

warna merah?

itu udah telat. kalau warna merah yang dominan di ikuti ornamen – ornamen dari negri panda,  berarti pusat perbelanjaan nya kurang update. karenaa… nyaris tiap pusat perbelanjaan yang saya datangi akhir – akhir ini, warna pink lah yang mencolok. bikin sakit mata.

benar saudara – saudara… besok adalah tanggal 14 februari, empat hari menjelang seseorang ulang tahun dan satu hari menjelang seseorang lainnya ulang tahun (berasa Pegawai TU, hapal tanggal lahir orang – orang).

hari yang kata orang hari valentine. sebelum sepakat bahwa itu adalah produk kapitalis biar dagangan laku (terutama pabrik cokelat dan kawan – kawan nya), saya termasuk mereka yang pernah menikmati “valentine’s day”..

jaman SMP, kawan sekelas saya memberikan cokelat ke kawan – kawan sekelas. katanya dia merayakan hari valentine. cokelat gratis bo. siapa yang nolak. karena waktu SMP duit jajan saya sering habis buat beli majalah dan komik, makanya makan jajanan cokelat kek gitu termasuk mewah buat saya. secara mamah saya agak pelit untuk jajanan seperti itu.

jaman SMA, pacar saya waktu itu, jalan kaki dari rumah dia ke rumah saya dan tiba di rumah saya jam enam pagi (saya masih di kamar mandi), membawakan saya semacam boneka berbentuk hati dengan tulisan ‘I Love You’ berwarna merah. saya sumringah cengar – cengir di kasih itu sambil bilang;

nduut.. aku kan gak nyiapin apa – apa. makasih banget. aku jadi gak enak sama kamu’

ouch…

semacam ini lah hadiah dari dia waktu itu 😀

kami berangkat ke sekolah bareng – bareng dan saya memasukkan cokelat ke tas dia secara sembunyi – sembunyi (tentu saja saya menyiapkan sesuatu! waktu itu kan saya korban kapitalis dan marketing. hahahahha).

agak gemana gitu sih, soalnya beberapa hari sebelum nya kawan – kawan dari rohis menyebarkan selebaran tentang ‘Valentine yang haram’.

Jaman Kuliah. saya memanfaatkan moment valentine itu untuk jualan bunga! Hahahahha. jadi ceritanya waktu itu saya pernah jadi ketua dalam suatu kepanitiaan acara di Kampus, acara diadakan akhir bulan februari. Saya ngompor – ngompori bagian dana Usaha untuk jualan bunga pas malam sebelon Valentine dan pas tanggal 14 nya di perempatan – perempatan besar sekitar kampus, termasuk di bunderan kampus. bunga nya laku loh dan kepanitian kami lumayan untung untuk jualan bunga itu.

sekarang. tahun lalu saya pernah bersama seorang kawan menemani dia ke pusat perbelanjaan di kota ini, bulan februari begini lah. yah sebut saja namanya Mirota (pusat perbelanjaan nya, bukan temen saya). saya ngiler ngeliat cokelat – cokelat di pajang.

bukan ngiler dengan tulisan menye’ – menye’ nya. saya ngiler sama cokelatnya. suwer. saya berlama – lama memandang display ‘valentine’ itu. sampe kawan saya bilang;

kalau elu cewek gue, udah gue tarik tangan lo daritadi. bengong ngeliatin begituan

dalam hati saya mbatin; “kalau elo pacar gue. gue udah ngerengek minta beliin satu. biar deh dibilang korban kapitalis. yang penting dapet cokelat.”

saya lemah sama cokelat. pernah saya berantem hebat sama kapten. lagi adu argumen dan saya mewek se jadi – jadi nya, gak mau menerima apapun argumentasi dia, dia keluar dari rumah saya. tanpa pamit. saya mewek lagi sampe mata saya bengkak dan sesungukan.

pikir saya begini : “setdah.. pacar saya. pacarnya lagi nangis, malah di tinggal. huaaaaaaaaaaaa.. hiks. hiks. hiks.” (kuwi ceritane lagi nangis sambil meluk – meluk guling).

tidak berapa lama, dia kembali. membawa es krim coklat favorit saya. sebut saja McFlurry.

tahu kah apa yang saya lakukan? saya tersenyum. menerima dengan sumringah es krim cokelat. lupa akan air mata dan segala adu argumentasi yang dilakukan sebelumnya.

dengan sisa air mata dan mata bengkak, saya tersenyum memegang es krim cokelat itu. dengan semangat memakan nya.

cukup bawa ini kalau saya ngambek. serius.

dan tersenyum penuh kemenanganlah si kapten; pacarnya yang ngambek bisa ditaklukan dengan es krim cokelat. (iyah, saya lah si wanita yang sangat gampangan di bujuk kalau marah, bawakan saja saya es krim cokelat, cokelat batangan, atau pria berwana cokelat).

tuh kaan jadi cerita ke mana – mana…

so, makna Valentine buat saya?

Hari dimana marketing tidak perlu susah payah berpikir strategi untuk menjajakan dagangan nya, hari dimana cokelat berdisplay dengan angkuh dan penuh pesona di tiap pusat perbelanjaan, hari dimana saya mengikat diri di rumah, biar gak mupeng beli cokelat!

🙂

bagaimana menurut kawan – kawan.. pernah kah mengalami Valentine penuh arti? Atau termasuk yang menentang perayaan semacam itu? Atau justru termasuk yang memanfaat kan sebagai peluang bisnis?

Pendapat apapun itu, indah loh kalau kita bisa juga menghargai pendapat orang lain.

anyway, saya sekalian mengucapkan selamat ulang tahun untuk sepupu saya yang cantik, Maria Valentine. Panjang umur, Tin. sukses persiapan bulan mei nya. (ulang tahun nya masih besok juga sih… hehhehehee)

selamat ulang tahun, tin (sebelah titin siapa yah? kenal gak?)