kampus : satu

malam ini saya mau berbagi sedikit tentang kuliah saya hari ini,

setelah saya pikir – pikir… selama saya nge blog kek nya saya jarang (apa malah gak pernah?) membagi ilmu saya sama panggung drama saya ini.

oke, semoga bermanfaat yah buat kawan – kawan…

***

hari ini, saya presentasi sebuah makalah yang di susun bersama kawan – kawan saya. kami sekelompok terdiri dari empat orang termasuk saya. mata kuliah yang kami ikuti adalah “Prevensi dan Intervensi pada Anak dan Remaja

kami kelompok delapan, alias terakhir. kelompok sebelum kami ada yang membahas prevensi terhadap anak membolos, anak yang game addicted, remaja perokok, anak yang ADHD, dan lain – nya (gak apal bo saya ternyata)

kelompok kami membahas satu topik yang sebenarnya sudah cukup banyak dibahas intervensi dan prevensinya : yaitu prevensi terhadap tindak Aborsi.

tapi mungkin kami melangkah terlalu jauh; karena prevensi yang kami ajukan adalah sex education.

tahu kah kawan bahwa sex education di Amerika Serikat itu sendiri P memiliki dua perdebatan besar, yakni di antara mereka yang liberal (sexual liberals) dan konservatif (sexual conservatives).

yang inti perbedaan nya adalah :

liberal lebih menekan kan pada penggunaan alat kontrasepsi, sedangkan konservatif menekankan pada bagaimana remaja diajarkan untuk menunda melakukan aktifitas seksual hingga mereka menikah.

nah prevensi yang kelompok kami ajukan adalah sex education konserfatif yang berupa abstinence education. penekannya adalah bagaimana remaja diajak untuk berpantang (abstinence) berhubungan seksual sampai mereka menikah.

dan tindak prevensi ini saran kami dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah, baik itu sekolah dasar maupun sekolah menengah,

tunggu.. tunggu mungkin akan sedikit terkejut membayangkan anak SD diajarkan sex education. inget gak sih jaman kita SD sex education yang diajarkan seperti apa?

saya ajah nyaris lupa, seinget saya kami anak perempuan dan anak laki – laki nya dipisah. kami yang perempuan diajak ke suatu ruang kelas dimana ada seseorang asing yang bukan guru kami yang menjelaskan tentang sistem reproduksi (yang ternyata kami dapati lagi saat kami menginjak kelas 2 SMA

sex education yang kelompok kami maksud bukan hanya sekedar itu, melainkan sex education yang seperti Sex Can Wait curiculum series, yang pernah dikembangkan oleh Denny & Young ( 2006). dimana kurikulum dirancang dengan memenuhi point – point penting sebagai berikut :

1.Knowing Myself (self-esteem, reproductive anatomy and physiology, changes associated with puberty, values and decision making skills),
2.Relating to Others (development and enhancement of communication skills),
3.Planning My Future (goal setting and life planning)
see? tidak hanya berurusan dengan reproduksi. tidak ada pembahasan mengenai sex intercourse, karena seperti yang Dosen saya bilang; sex intercourse (atau yang disebut dengan ‘begituan’ tadi di kelas) itu semua sudah tahu bagaimana melakukan nya. itu naluri.
yang dibahas adalah penerimaan diri dengan tubuh yang sudah berubah, bagaimana nilai dalam kehidupan, bagaimana mengambil sikap, bagaimana membangun komunikasi dengan orang lain, bagaimana merancang tujuan masa depan.

belajar seks itu gak tabu, karena point penting yang harus digarisbawahi adalah : transfer pengetahuan mengenai seks yang di sesuaikan dengan kondisi sosial dan norma yang berlaku di masyarakat. bukan seks nya (Creagh, 2004)

***

*ngelap jidat. baru kali ini saya nulis se serius ini di sini.

semoga bermanfaat. pertanyaan lebih lanjut bisa dilayangkan via YM saya yak*

:D

***

daftar pustaka :

Creagh, Stephanie. 2004. Pendidikan Seks di SMA di Yogyakarta. Tugas Study Lapangan Australian Consortium For In Country Indonesian Studies

Denny, George & Young, Michael. 2006. An Evaluation of an Abstinence-Only Sex Education Curriculum: An 18-Month Follow-up. Journal of School Health  October 2006, Vol. 76, No. 8.

11 thoughts on “kampus : satu

  1. kadang itu yang rancu di masyarakat, yg dipikir tentang sex education selalu disangkutkan dengan pembelajaran tentang melakukan sex >.< pola pikir seperti itu dulu yang harus diubah sehingga bisa menerima tentang sex education :)


    – bener nge. jujur ajah sebelum membuat makalah itu, aku tadi nya berpikiran sempit seperti itu juga.
    pas mbaca jurnal yang ada itu, aku ngangguk – ngangguk setuju. sex education ityu perlu..

  2. oo gitu

    *padahal gak baca* :p

    deek aq besok pulaang :D

    – gpp kak. aku rasa panjang juga ini postingan,
    kali aja ada yang butuh inpo soal sex education.
    oh iya.. besok tanggal empat yah kak. ada cerita banyak sepertinya kak
    *sok tahuu* —

  3. Kalau nggak ada pelajaran seks (yg seperti itu), jadinya malah bikin penasaran Dan orang terdekat yg bisa ditanyai ya teman sebaya.. Nah, itu seringkai malah bikin kacau pengetahuan soalnya sama2 nggak ngerti, hehe…

    – nah iyah, kalau temen sebaya nya juga paham, nah kalau temen sebaya nya malah menjerumuskan?
    bisa repot itu.. hehehe —

  4. Yes bener banget sex education itu penting,, dan mengetahui sex education dar kecil akan membentuk karaktek pribadi si anak
    Aku setuju banget kalau sex education bukan semata-mata tentang bagaimana melakukannya,, tapi hal-hal lain yang menurut aku lebih penting
    Pola pikir remaja yang cenderung ingin tahu,, penasaran tapi tidak diimbangi dengan ilmu yg cukup yang bikin mereka akhrnya lebih cenderung cari tahu sendiri misalnya nonton dvd porno dan kemudian imbasnya praktek

    Selain sekolah harusnya kita memulai pelajaran itu dari rumah dari keluarga,, karena keluarga adalah sekolah pertama anak-anak


    – bener put, berangkat dari keluarga, tapi mengintervensi keluarga kan sangat personal dan cukup mikro.
    mulai dari yang sedikit makro, pemerintah pun harusnya ikut perhatian sama masalah ini.
    tapi mungkin masalah pemerintah sudah banyak kali yah put? :D

  5. Pagi mbak Ais…..
    pengen menyapa saja …
    apa di negara kita sudah ada ya sex education
    kok tetik kagak ingat >_<

    – dulu aku di SD pernah dapet kek gitu Tik, waktu SD sih.. modelnya kek gitu —

  6. Sudah ada gak yah referensi atau buku untuk tuntunan para orang tua dalam menyampaikan sex education yang benar kepada anak? Tapi referensinya yang sudah mengakomodir budaya di Indonesia alias bukan refersni dunia barat.

    – tenang.. sedang aku godok bersama teman – teman.
    (hahahahaha)
    cuman bercanda loh Kang, kalau yang itu aku belon tahu. hehehehehe —

  7. woww….. saya suka aneh sih melihat jaman skrg masih ada orang yang memandang sex education sbg hal tabu ^__^

    – padahal harusnya ndak gitu yah deb.. —

  8. Sebenarnya pendidikan sex usia dini sangat penting
    tapi sayang, kebanyakan orang di Indonesia menganggapnya tabu..
    padahal itu penting banget..
    Makasih bnyk infonya ya Mbak

    – bener banget, harusnya ada pelatihan buat mereka yang mau mengajarkan sex education yah,,
    sama – sama, semoga berguna buat kita semua yah :)

  9. lumayan bagus loh tulisan na…pi law bisa bahasan na lebih detail lagi….terutama tentang point-point yang ana bilang to…

    – terimakasih saran nya, :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s