playlist tambahan

di rentang waktu yang berjejal dan memburai,

kau berikan,

Sepasang tanganmu terbuka dan membiru, enggan

Di gigir yang curam dan dunia yang tertinggal, gelap membeku

Sungguh, peta melesap dan udara yang terbakar jauh.

Kita adalah sepasang kekasih yang pertama yang bercinta di luar angkasa

Seperti takkan pernah pulang (yang menghilang)

kau membias di udara dan terhempaskan cahaya

Seperti takkan pernah pulang, ketuk langkahmu menarilah di jauh permukaan

Jalan pulang yang menghilang, tertulis dan menghilang,

karena kita, sebab kita, telah bercinta di luar angkasa

 

* syair di atas itu adalah lagu Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa byΒ  Frau, musisi indie (sepertinya) yang berasal dari Jogja (anak antro UGM kalau ndak salah). info tentang dia bisa kawan – kawan cari di google. hehehehehe…

saya lagi tergila – gila sama lagu ini. karena lagu ini seperti jangkar ingatan, tiap mendengar lagu ini, saya terbawa pada memori itu…

πŸ™‚

kemarin itu,

saya habis terkapar sakit. menggigil badan ini. dingiiiin rasanya. entah kenapa. dikasih obat untuk menurunkan panas, eh malah kepala ini yang sakit. ya sudah… saya hanya berbaring di kamar ini. diam. menikmati sakit yang sedang diberikan oleh Nya.

mungkin, Dia sedang menegur saya untuk sayang sama badan saya.

mungkin, Dia sedang menegur saya untuk tidak terlalu memforsir waktu saya di depan laptop (ntah hapa – hapa yang saya kerjakan di depan laptop, nyatanya tugas saya tidak berkurang juga secara jumlah).

mungkin, Dia sedang menegur saya untuk lebih care sama diri saya sendiri (egois tuh boleh gak sih sebenarnya?)

mungkin, Dia sedang memberikan alasan bagi mamah saya untuk datang ke Jogja dan menjenguk anaknya yang manis ini

πŸ˜€

mungkin, saya sedang diberi tahu bahwa sehat itu nikmat

alhasil, handphone dan laptop saya jauhkan dari jarak pandang. mencoba kembali menikmati waktu tanpa dua benda itu. huhuhuhuhuhu….

menikmati waktu bersama sepupu – sepupu saya,ternyata cukup menyenangkan yah.

alya, sepupu saya yang doyan makan pizza

terlewat deh beberapa moment untuk mengucapkan selamat hari guru, moment mengucapkan selamat ulang tahun kepada mereka yang ulang tahun tanggal 27 dan 28 november kemaren,mengucapkan selamat jalan untuk dia yang sudah kembali ke pulau di barat sana, mengucapkan selamat datang kepada yang telah hilang selama 33hari,

tapi, begitulah hidup. saat kita mendapatkan sesuatu… kita pasti kehilangan sesuatu

πŸ™‚

hati hati...

selamat ulang tahun

tiga : buat mamah dan dua orang lain yang berulang tahun

 

happy birthday to you…

akhir pekan kemaren ada beberapa orang terdekat saya yang ulang tahun.

termasuk mamah saya tersayang, yang hari rabu minggu kemaren berhasil membuat punggung saya bertato merah – merah (alias : kerokan).

uhuy cihuy lah emak saya. beliau dateng ke Jogja hanya untuk ngerokin anak perempuannya yang sedang terkapar masuk angin kebanyakan begadang.

I Love you, mom….

hingga anaknya akhirnya bisa eksis lagi deh di dunia maya. selamat, selamat datang kembali untuk diri saya

πŸ˜€

dua puluh november

saya duduk di sudut sebuah tempat, yang pernah saya datangi bersama teman – teman.

duduk sendirian, dengan background belakang saya ini ada ABG – ABG yang juga sedang mengerjakan tugas. mereka heboh, lebih banyak mulut yang bekerja dibandingkan tangan mereka (sepertinya). padahal saya sudah menutup salah satu kuping saya dengan earphone (gak dua – dua nya, ntar kalau ada apa – apa saya gak denger kan gak lucu. bukan berarti bakal ada yang manggil juga, sok tenar banget). suara mereka masih kedengeran loh…ngomongin PJ (ihiyyy..kan ada yang baru jadian. PJ nya dongg...Β  -Pajak Jadian – wow.. udah lama banget saya gak ndenger kata – kata itu), niat mereka buat jadi relawan (bayangin.. kan relokasi nya diatas juga, gw takuut.. gw mau jadi dapur umum ajah. paling aman), and bla.. bla.. blaaa…

ini hari sabtu, ngapain siih mahasiswa – mahasiswa inni masih ngerjain tugas? dandaan sonooo… ntar malem kan malem mingguuu..

*sambil berkemas – kemas meninggalkan tempat ini, biar gak keliatan nganggur – nganggur banget pas malem minggu*

πŸ˜€

 

sekali lagi,

malam ini di kampung tempat saya ngontrak rumah baru takbiran… sholat ied pun baru akan diadakan besok pagi di lapangan situ.

padahal saya udah asik nyate tadi soreΒ  (hahahahhahaha…)

lebaran yang berbeda ini cukup membuat saya bingung. berhubung belum punya suami buat dijadikan imam, saya bertanya sama mamah saya : “mam.. lebaran kapan?”

mamah saya bilang, mamah lebaran hari rabu.

saya tanya adek saya; lebaran kapan…. dia balik nanya; lebaran kapan. ikut pemerintah!, jawab saya.

jadilah, saya memutuskan lebaran hari rabu. tapi malam tadi entah kenapa saya pengen lebaran hari selasa. pengen se pengen – pengen nyaΒ  (halah..) tapi apadaya, si kebo ini baru tidur lepas subuh dan bangun jam setengah sepuluh

anak. gadis. macam. apa. bangun. jam. segitu.

gara – gara tugas sih

gak. gara – gara saya sendiri.

lalu, malam ini… saya sedih denger takbir. saya selalu sedih denger takbir, apalagi kalau sedang tidak di rumah orangtua saya, bersama orangtua saya. entah kenapah.

meleleh lah air mata ini, apalagi denger takbir keliling anak – anak kampung saya yang lewat berkali – kali di depan rumah saya.

huaaaaaaaaaaaaah…. mamah… saya mauuuu pulaaaang…

selamat idul adha buat kawan – kawan semua

πŸ™‚

markibo!

mari kita menjadi kebo

itu dulu bahasa yang saya gunakan dengan seseorang untuk mengganti kalimat ‘met bobo yah’ sebenar nya singkatan nya bukan itu, awalnya : mari kita bobo. tapi setelah lama kelamaan kok kata – kata itu berkesan sok manis yah?

(hahahahahahaha..)

hurrraaay.. dua makalah yang menjadi momok saya dua hari ini kelar. jadi saya mau bobo bentar sebelum menuju kampus pukul 09.00 nanti.

ini lah buah dari penundaan. membuat saya harus begadang dua malam berturut – turut. padahal, tugas – tugas ini sudah diberikan jauh hari sebelum hari ini.

oleh karena itu kawan, janganlah menunda. menunda bukan pekerjaan, apalagi keahlian.

 

12 dan bilangan diantaranya di bulan november

ini hari kedua belas di bulan november. dari dulu, saya jatuh cinta pada bulan november dan bulan agustus. untuk bulan agustus jangan pernah ditanyakan yah alasan nya (iyah, karena saya ulang tahun di bulan itu). dan juga, biasanya kan banyak perlombaan yang diadakan di bulan agustus, jadi saya yang masih SD dan SMP dulu itu punya kesempatan buat eksis ke tetangga (hahahahhahaha).

kenapa november? karena sebuah lagu november rain kah? atau karena hal lain? entah, sampai saat ini november selalu memberi senyum di sudut hati saya. jujur.. bukan karena kenangan jaman SMA itu kok. kenangan itu sudah tersimpan rapih di sudut. entah sudut mana (hahahahahaha)

rasanya seperti melewati jalanan di depan SMA kamu. haru. dan entah apa rasanya lagi… ada terselip rasa yang indah, seperti itu lah rasa nya hati saya melewati bulan november. apalagi november tahun ini.

iyah, apalagi november tahun ini.
menanti bilangan satu berganti dua, dan berujung di tujuh.

cobaan atau ujian itu jadikan saja sebagai media untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik, ya kan?
keep focus
πŸ™‚

manusia biasa

akui saja lah… ada banyak hal yang diragukan di sini

ada banyak hal yang patut dipertanyakan di sini

ada banyak hal yang …. yang…..

argkhhhh…..!!!!!

diam.

sejuta kata ku itu di suatu masa yang tidak berguna. Lalu kamu akan berjalan, berusaha membangun dunia mu sendiri. mengejar apa yang kamu sebut obsesi. tidak peduli pada apa pun (dan siapa pun) yang peduli padamu.

berlebihan.

satu kataku kemudian bermakna banyak. Lalu aku akan menjadi tidak perduli. aku meng – garam – i luka ku sendiri. Lalu apa yang menjadi pedulimu?

saat satu – satu nya yang kamu peduli kan adalah dirimu sendiri.

Lalu kenapa tidak kau akhiri saja ini semua? Kalau nyatanya yang tersisa hanya luka yang tersayat semakin dalam. karena kamu tahu, aku tidak pernah bisa berjalan menjauh. karena kamu tahu, bagiku lebih mudah untuk melihat punggungmu menjauh. dan, jangan pernah kembali jika kamu belum bisa menghargai apa yang bisa aku lakukan.

malam dan puding beraroma kopi

akan tiba waktunya,

saat kita benar – benar berjalan di bawah payung kita,

payung kita bersama..

berjalan, menghindari genangan air,

atau malah justru menikmatinya.

tunggu saja,

namun bagaimana jika saat ini..

kita berdoa… lalu membantu sesama,

dan berharap keadaan menjadi jauh lebih baik untuk semua

πŸ™‚

amiiin…

lalu, tentang yang lain:

terimakasih untuk media yang hadir,

atas perhatian dan pemberitaan nya,

mari bersama – sama menjaga agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Permintaan maaf sudah dilakukan,

tapiii….

*berpikir memilih kata*

bijak lah memberikan informasi, agar tidak membuat panik.

Bencana terkadang membuat beberapa pihak menjadi panik, akan tetapi media yang menjadi sumber informasi diharapkan tidak mendramatisir keadaan yang membuat panik.

Ingatlah Pasal 18 tentang Prinsip-Prinsip Jurnalistik:

– angka 3 yaitu Tidak menghasut dan menyesatkan,

– angka 4 yaitu Tidak mencampuradukkan fakta dan opini,

– angka 7 yaitu Tidak membuat berita bohong, fitnah atau cabul,

– angka 8 yaitu Lembaga penyiaran wajib tunduk pada kode etik jurnalistik yang ditetapkan oleh dewan pers

(Sumber : di sini)

sama – sama saling menjaga

πŸ™‚

*postingan ngalor – ngidul, sekali lagi.

harap maklum*

maaf yah kawans

belakangan ini lagi belum bisa sering-sering nengokin blog,
ataw blogwalking ke tempat kawan semua.

maaf…

lagi ngurusin cucian niiiihhhh…

udah berapa hari, belum kering.

soalnya, jemuran nya gantian sama agiL πŸ™‚

tidak bisa menjemur di luar, karena keadaan di luar rumah kurang lebih seperti ini;

belakang rumah: pinggir kali code

well…
semoga keadaan Jogja menjadi jauh lebih baik buat semuanya yah
πŸ™‚

mana.kompas.saya.

beberapa hari belakangan ini, saya seperti berjalan tanpa arah.
serius.

tanpa dapat dipahami dan dimengerti,
seolah – olah pandangan saya tertutup oleh mendung yang bergelayut.

kerjaan saya hanya menunda, menunda dan menunda.

saya mengerjakan apa yang tidak bisa saya kerjakan besok.
apa yang bisa saya kerjakan besok?
yah saya kerjakan besok.

menunda, dan menunda…

buat apa mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan besok?

jangan ditiru.

ini buruk.
kacau.

benar kata kawan saya yang presentasi senin kemarin : dia melaporkan dari sebuah penelitian bahwa 95% mahasiswa melakukan prokrastinasi.

apa itu prokrastinasi?

besok saya jelaskan.
kan masih bisa besok…

*ngeloyor pergi*