pergi dengan genta

kinan, genta dan bima part IV

***

Ki dimana? lunch bareng yuk? udah lama gak lunch bareng Ki

Kinan membaca sms itu dengan tidak bersemangat. Sms itu datang dari Genta. Padahal yang dia harapkan sms itu datang dari Bima,

Pfiuh…..

tidak boleh. Kinan tidak boleh beranjak mengacuhkan Genta. Karena Genta adalah pria – nya, yang selama dua tahun ini bersamanya. Berbagi mimpi bersama, berbagi cerita, berbagi impian, berbagi tawa, berbagi rahasia, dan berbagi segalanya. Apakah karena sepotong kisah maya itu Genta mampu tergantikan oleh Bima?

Rasa ini berbeda. Untuk Genta maupun untuk Bima. Padahal Kinan meyakini bahwa hati itu hanya satu. sayang itu hanya satu. Tentu saja terlepas dari cinta untuk Tuhan, ayah dan Ibu. Itu klise. Atau malah aku yang memaknai cinta secara sempit?

Kinan meyakini bahwa cinta romeo hanya untuk Juliet. Cinta Ayah hanya untuk Ibu. Cinta donald duck hanya untuk deasy duck. Cinta carl hanya untuk Ellie. Cinta Rangga hanya untuk Cinta. Cinta Widyawati hanya untuk Sophan Sophian.

Cinta yang seperti itu tidak mungkin terbagi dua. Kinan yakin itu.

Cinta Kinan lalu untuk siapa?

***

Akan berbeda jadinya jika Bima adalah nyata, dan hadir dalam hari – hari Kinan. Yah…. Bima hadir dalam hari – hari Kinan. Tapi Bima tidak pernah hadir dalam bentuk fisik dan raga. Kinan hadir lewat sapaan di YM, ataupun lewat pesan singkat yang dikirim pria itu lewat handphone.

Berbeda dengan Genta. Genta hadir. Suara nya, genggaman tangannya, perhatiannya, secara fisik nyata.

Bima memahami kesukaan Kinan akan karakter Ellie di film animasi UP. Genta malah mentertawakan imajinasi Kinan tentang Paradise Fall.

Bima memahami bahwa Kinan lebih memilih milkshake strawberry dibandingkan capucinno. Genta berulang kali meminta Kinan untuk berbagi secangkir capucinno dengan nya.

a cup of capucinno

Bima membaca semua puisi Kinan. Genta hanya membaca satu bait, menutup buku puisinya lalu berkata;
“bagus. kita cari makan yuk, aku laper nih. Gado – gado di situ masih ada gak yah jam segini?”

Bima ikut mentertawakan Kinan, sewaktu Kinan bercerita mengenai dirinya yang harus berlari…..

sudah cukup. perbandingan ini tidak seharusnya dilakukan. setiap orang unik. setiap orang berbeda.

Kinan mengetik sms ;
Ki di rumah, Ta. Ta mau ke sini?

2 Comments

Filed under Kinanti Prameswari Putri, [drama] tambahan

2 responses to “pergi dengan genta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s