nyata dan maya (lanjutan: sepotong kisah dari bangku taman)

Berkembang.

Wanita itu mencoba menahan rasa yang perlahan berkembang. Karena ia sendiri tidak memahami apa yang ia rasakan. Jujur, ia merindukan kehadiran Bima, sang pria yang dengan santainya meninggalkannya di bangku taman.

Sekaligus heran, apa yang ia rindukan kehadiran dari Bima? Bima hadir, namun Bima tidak pernah hadir untuk dirinya. Hah… ambigu. Selalu saja begitu. Hal – hal yang berhubungan dengan Bima selalu saja hadir dalam dunia yang ambigu.

Namun entah kenapa, ia selalu tertarik dengan ambiguitas Bima.
Perlahan, ia meraih handphone yang terletak di tas nya. Cetak.. cetik.. cetak … cetik… jari nya lincah menari di atas keypad handphone.

Jangan tanya kenapa aku rindu padamu, Bima. Karena aku pun tahu kita tidak punya apapun untuk dirindukan. Namun, tidak bolehkah aku hanya merindukan sosokmu? Tidak rindu pada siapa dirimu, atau apa dirimu, atau apa yang kita miliki. Aku hanya rindu padamu, Carl*.

Semoga Bima paham. Lalu saat Bima paham, ia akan meminta Bima menjelaskan padanya apa yang sedang terjadi antara mereka.

Tak lama, handphone yang ada dalam genggamannya berbunyi. Perlahan ia membuka handphone. Balasan. Dari Bima.

anggap saja aku maya. anggap saja aku tak nyata. karena nyatanya, aku tidak ada dalam hidupmu. seperti saat kau menghapusku dari friend list mu di account itu. semudah itu.

bagaimana dengan mimpi kita? going to Paradise Fall?

Paradise Fall itu tidak nyata, sama seperti obrolan kita dua minggu ini. toh itu dilakukan di dunia maya. buat apa kamu tanyakan lagi? Carl dan Ellie pun tak nyata

tapi buat ku itu nyata

tidak, Kinan. Ellie, Carl dan Paradise Fall itu tidak nyata. itu tidak nyata. kalau itu nyata, disebut siapa kah Genta itu?

Kinan, sang wanita terhenyak membaca sms yang terakhir dikirim oleh Bima. Sejenak dia melupakan Genta, pria yang sudah dua tahun menjadi teman berbagi mimpi dan impian. Berdua dengan Genta, Kinan memiliki sesuatu. Berdua dengan Bima, Kinan pun yakin memiliki sesuatu. Sesuatu yang (menurut Bima) tidaklah nyata.

Lalu bagi Kinan, yang mana yang nyata?

***

carl and ellie

*Carl Fredricksen, Ellie dan Paradise Fall bagian dari film UP, film animasi terbaik pada tahun 2010.

* carl and ellie

7 Comments

Filed under Kinanti Prameswari Putri, [drama] tambahan

7 responses to “nyata dan maya (lanjutan: sepotong kisah dari bangku taman)

  1. pilih yg nyata aja deh kalo yg mengejar yg maya bikin pegel hati

  2. ternyata hubungan itu tak sekedar saling memahami tapi lebih dari itu

    asyik mba!

  3. seperti saat kau menghapusku dari friend list mu di account itu. semudah itu. hmmm apakah semudah itu, ini yang sulit. met malam

  4. imanjinasi saya ke mana2 saat membaca artikel 1 (sebelumnya) dan kemudian berlanjut membaca artikel di atas.
    **urusan rindu rumit nian ya

  5. jadi keinget cerita pribadi niy, tp woteper lah prend, nyang penting msh bnyk nyang lain🙂

  6. julianusginting

    yang nyata aja terkadang susah dipahami, kenapa mesti yg maya..aduh,,pusinggg

  7. hmm saya milih yang nyata2 aja deh kalo memang masih berharga untuk di pertahankan.
    Kalo urusan remove friend dari friend list aku pernah lho saling meremove dan akhirnyan saling meminta lagi^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s