(sungguh) bukan surat cinta

this letter... maybe... for you

Hai kamu yang ada di situ…

Let me tell you about this. Pulsa ku habis untuk mengirimkan sms ke kamu,

Dan aku gak punya nyali (lagi) untuk mengirimkan kamu message, atau email atau apapun itu. Entah kenapa. Jangan ditanya alasannya.

Hari ini aku menikmati liburan dengan makna sebenarnya. Tersenyum
karena Spanyol menang di semifinal sehingga bisa kupamerkan (ahay! Padahal dulu aku ga mau mendukung Torres, Villa dan kawan – kawan). Terimakasih untuk itu. Lalu terbangun dengan sepupu kecilku yang menuntut meminta diajarkan menggunakan google, kemudian makan siang dengan lauk dan nasi yang lumayan enak, kemudian dilanjutkan dengan minum jus yang menyegarkan. Lalu menonton alvin and the chipmunks bersama cindil itu, kemudian tidur, kemudiaaaaan……

Lalu kenapa kamu? Bukan yang lain. Entah… kamu yang ada di pikiranku saat ini. Untuk kubagi ceritaku hari ini.

Tahukah kamu? Sore menjelang maghrib tadi sambungan internet di rumahku putus, petir menggelegar dan … hujan deras serta listrik mari. What a perfect condition, right? Jadi berasa tinggal di lereng gunung. Dan, aku teriak waktu petir dengan warna yang mengkilat itu diikuti suara nya menyambangi rumah. Seperti anak kecil. Berharap ada kamu. Hahahahaha. Cuma bercanda, bukan kamu tentu saja, berharap tentang kamu hanya menambahkan daftar yang tidak – tidak saja dalam hidup ku saat ini.

Mampus.

Aku sendirian di rumah, mati lampu, dan bla.. bla.. bla.. horror deh.

Padahal yah memang.. kota ini kan terletak di lereng gunung yah? Eh di kaki gunung, bukan lereng. Hah… meraih Handphone dan satu nama yang terlintas adalah mengirimkan SMS padamu. Untunglah pulsa dan daya batrei tidak mendukung. Jadi selamatlah kamu dari gangguanku

😀

Di sini, dengan gerimis sebagai backsound dan perut yang lapar menemani, membuatku melangkah dalam imajinasi. Mungkin berlari, entah kemana. Mungkin ke sosokmu. Tapi bisa juga ke sosok lainnya. Terlalu lelah menanti untuk berbagi rasa hanya dengan satu orang.

De Javu… kondisi ini selalu kualami. Biar ditebak…. Bagaimana endingnya ini nanti.

Semoga kita masih bisa bersama.

4 Comments

Filed under [drama] lepas

4 responses to “(sungguh) bukan surat cinta

  1. Hmmm

    BTW …saya yakin hari-hari ini akan banyak yang datang kesini …

    Para mereka yang di Ospek …
    dan disuruh buat surat cinta …

    ini contekan yang baik sepertinya

    hahahah …

    salam saya Ais

  2. hoho… cerita2 ya endingnya. I hope the happy one^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s