dunia hanya sedang berputar*

* meminjam istilah nya mengenai dunia hanya sedang berputar

yup. dunia hanya sedang berputar. dan kali ini saya sedang tidak menikmati perputaran ini. bukan, bukan tidak bisa merasakan. hanya tidak bisa menikmati.

karena nyatanya perputaran dunia saat ini sedang berlangsung sedikit membawa rasa yang berujung galau di hati. resah.

(iyah, memang dibuat sedikit lebay)

bukan karena masalah pertemanan itu
(untuk itu saya ngucapin makasih banget loh sama temen – temen yang sudah urun komen. belum selesai sih masalahnya, tapi membuat saya sedikit tenang)

dan juga bukan hanya karena belum bisa menemukan definisi pulang.

kedua hal itu juga jadi pemikiran saya.

namun, ada hal lain yang membuat saya sedang tidak menikmati perputaran ini.

Astaghfirullah, kok kesan nya saya tidak bersyukur banget yah?

tapi mungkin perasaan saya seperi percakapan antara Miranda Hobbes dan Carrie Bradshaw (yup, Sex and the city. Film. yang pertama):

Miranda Hobbes: Is it just me or is Valentine’s Day on steroids this year?

Carrie Bradshaw: No it’s the same, we just played for the other team.

***

yup, it’s same. we (in this case : me!!) just played for the other team

Advertisements

cirebon (sekali lagi)

hai. saya sudah tiba di cirebon.

perjalanan dimulai dengan sedikit mengacau sih. saya ketiduran di sofa ruang tengah rumah. mamah saya harus berteriak untuk membangunkan saya. lalu itu semua membuat saya berlari – lari untuk tiba di loket di stasiun gambir.

sesuai arahan mamah, jam 17.00 itu ada kereta cirebon ekspress. dengan bekal duit di tangan, saya PD berlari ke loket. ternyata tidak ada cirebon ekspress jam 17.00. melainkan ada nya argo jati.

horeeh.. naik kereta bagus. dengan duit sedikit terancam tidak sampai di Jogja raya. Pikirkan saja nanti yah, yang penting menikmati perjalanan.

Lalu perjalanan pulang (iyah belum nemu makna kata itu sampai sekarang, jadi katanya saya ganti dulu yah?) menuju Jogja raya kali ini dimulai.

saya senang melakukan perjalanan, apalagi sendirian. gak. saya bukan backpaker atau semacamnya (mungkin).

saya menyukai ide : datang ke suatu kota dan merasa terasing dan baru untuk beberapa saat. menikmati rasa. walau beberapa kota yang sering saya singgahi pernah menjadi bagian dari hidup saya.

tapi tetap saja. rasa asing itu tetap hadir.

dan anehnya, saya menyukainya.

hanya untuk beberapa saat. lalu saya ingin segera pulang.

*apa kata ganti untuk kata itu?*

***

Lanjutan dari sini

***

anyone?

bukan teman yang baik

menjadi teman itu butuh seni. dan saya tidak memiliki seni untuk menjadi teman yang baik.

kenapa?

entah.

nyatanya saya selalu salah dalam persoalan perteman- an ini.

habis dikritik, diperbaiki, coba mengerti. ternyata langkah nya pun masih salah.
maksud baik gak selamanya di tangkap dengan baik.

yaaa… yaa… mungkin saya yang masih terlalu dangkal dalam me makna-i hidup,
mungkin saya yang terlalu sensitif menerima itu semua,
mungkin saya yang terlalu manja juga, tidak pernah mengalami masalah yang besar.

    bagi saya masalah adalah saat pacar tidak bisa di hubungi,
    bagi saya masalah adalah saat harus mengerjakan tugas dengan waktu yang di buru
    bagi saya masalah adalah saat saya mau beli buku, duit bulanan saya gak cukup
    bagi saya masalah adalah saat saya sakit, saya jauh dari mamah
    bagi saya masalah adalah saat seorang kawan menjauhi saya
    bagi saya masalah adalah saat orangtua saya sakit, dan saya jauh dari mereka
    bagi saya masalah adalah saat harus memilih topik penelitian, dan saya sedang buntu
    bagi saya masalah adalah…..

yang jelas berbeda dengan kamu,
mungkin sedikit dangkal.

si penyusup

malam minggu kemaren,

saya di depan laptop semaleman, dari saya buka mata sampe ini mata terkantuk – kantuk. tulisan ini harusnya sudah dari dua malam lalu. tapi ada beberapa kendala yang terjadi, sehingga baru terpubliss sekarang (tentu saja dengan sedikit edit -an).

malam minggu kemaren saya bertemu dengan rekan – rekan saya jaman SMA, jaman menghabiskan masa muda (aih… pilihan kata saya….) di kota ngapak tercinta. Kami ngobrol di confrence via YM. Kawan saya yang satu lagi di kalimantan, yang satu di Jogja, dan saya di sini. hehehehe.

Lagi ngobrol – ngobrol seru… pembicaraan menarik kami ke masa SMA. Lalu ingatan saya terseret (meminjam bahasa seorang kawan) ke masa itu. masa putih abu – abu. Masa muda, beda dan berbahaya (hahahahaha). Masa AADC booming, lengkap dengan kaus kaki panjang dan tas – tas ransel plastik. Masa itu bukan jaman millenium kawan. Millenium sudah lewat dua tahun. Tapi handphone dan kamera digital belum di tangan. Internet masih barang langka. Saya harus ke warnet kalau mau online. Chattingnya belum mengenal YM atau FB, masih pake mirc. hahahaha..

di masa itu lah saya mengenal dalri andita, temen sekelas sewaktu kelas dua SMA N 1 Purwokerto. Dulu kami nge geng barengan dua orang kawan lain. Namanya Titin dan Fajar Wulan (nge geng nya gak beneran loh.. itu cuman karena tempat duduk kami sering depan – belakang gitu, jadi kami sering main bareng).

yang membuat saya teringat sama persahabatan kami itu di malam minggu kemaren adalah perbincangan saya sama dita di conference itu: karena secara tiba – tiba dita mengungkit keikutsertaan saya di Paduan Suara sekolah, dengan alasan yang enggak banget.

serius (serius enggak banget – nya…)

sampe sekarang saya suka geleng – geleng kepala kalau inget alesan itu.

alesan nya gak lain gak bukan adalah : kakak kelas. Kakak kelas yang di wisuda.

jadi ada tradisi wisuda yang seperti pelepasan di SMA kami. yang boleh dateng adalah siswa – siswi kelas 3 dan orangtua, serta adik – adik kelas yang bertugas.

Saya dan dita dan waktu itu kelas dua. Dita tergabung dalam paduan suara, dan paduan suara bertugas di hari wisuda. Saya pengen banget hadir di acara wisuda itu (iyah… iyah.. alasan saya mau hadir itu gara – gara saya ngegebet kakak kelas tiga yang mau lulus. dan prospek melihat dia mengenakan jas tuh kayak nya kesempatan yang tidak boleh terlewatkan).

nyari akal.

saya dan titin dan fajar. Nyari akal buat hadir di acara wisuda. Sengan satu alasan yang sama : pengen liat kakak kelas gebetan kami mengenakan jas dan kalau ada kesempatan bisa foto bareng sama mereka (berharap).

petugas adik kelas yang hadir terdiri dari : Paduan suara, pemain gamelan, penari, penerima tamu, pembawa acara.

kami saya maksudnya gak bisa maen gamelan (jelas), gak bisa nari (sangat jelas), tidak cukup goodlooking untuk jadi penerima tamu. Dan di angkatan kami pembawa acara itu sudah ada satu orang yang tak tergantikan. Pilihan nya hanya paduan suara.

lalu… *tring *

teringatlah kami sama kawan kami, dita. Dengan ‘setia kawan’ nya dita mengajak kami menyusup ikut paduan suara. Jadilah satu hari menjelang hari wisuda, berbekal surat ijin dari ruang piket (masih ada gak sih ruang piket sekarang di sekolahan?), kami berempat yang satu kelas itu dapet ijin keluar untuk latihan nyanyi.

kami menyusup.

sebelah kanan deret nomor dua dari depan : dita - titin - fajar - saya

demi melihat gebetan memakai jas. dan tahukan kawan – kawan semua.. pemandang gebetan – mengenakan – jas – itu – berlangsung berapa menit?

Dua kali satu menit.

Satu menit pertama saat mereka memasuki tempat upacara wisuda dan harus melewati kelompok paduan suara.

Satu menit kedua saat mereka dipanggil satu per satu dan menerima ijazah dari kepala sekolah.

Sisanya… gebetan kami duduk nun jauh dari tempat kami bertugas menyanyikan lagu.

πŸ˜€

itu adalah peristiwa yang gak mungkin kami berempat lupakan. Gak.. bukan karena sang gebetan nya. Tapi niat kami buat belajar nyanyi (iyah, suara saya fals….), bela – bela in dateng ke sekolah saat kawan seangkatan kami diliburkan, menggunakan seragam dan bernyanyi. dan, sehari setelah itu anggota paduan suara kembali bertugas untuk upacara.

saya dan tiga kawan penyusup lainnya masih ikut bertugas untuk bernyanyi saat upacara.

itulah yang terkenang. Kebersamaan kami yang sangat indah untuk ditertawakan dan dikenang. Ke ‘bodoh’ an kami yang bela – bela in untuk menyusup ke anggota paduan suara. hanya demi dua menit melihat sang gebetan mengenakan jas.

ah masa muda
*sok tua deeeh….

kami minus fajar dan plus ida,

PS : buat Farid yang tadi ikut nimbrung, makasih loh udah ngingetin satu jam bersama di rental musik. terimakasih juga udah ngingetin kalau suara saya lumayan. lumayan datipada enggak ada vokalisnya
πŸ˜€

selamat hari anak!!

23 juli 2010…..

selamat hari anak untuk anak – anak Indonesia. semoga semakin diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik,
dan semoga bisa menjadi generasi yang bisa memajukan bangsa ini.

berhubung status saya masih jadi anak (-nya mamah saya), jadi hari ini saya mau cerita soal kegombalan mamah saya.

hari ini saya ngasih les privat sama mamah saya soal komputer. cuman berlangsung satu jam sih. tapi seru. secara mamah saya terakhir berurusan dengan teknologi adalah handphone dan mesin ATM. heboh lah saya mengajarkan beliau bagaimana cara menyalakan komputer, cara buka word, kemudian cara membuka jendela untuk tersambung dengan dunia maya. Beliau punya ccount di jejaring sosial memang, itu dibuka kalau ada anak – anak nya ajah, buat berhubungan dengan kawan SMP nya yang di amrik katanya.

Setelah selesai, saya sama mamah duduk menatap layar komputer, sambil dengerin lagu yang keluar dari speaker di ssisi kanan LCD. lagunya Agnes Monica, judulnya matahariku. secara tiba – tiba mamah saya bilang:

” iyah, kamu kan matahari mamah”

aih…..

mamah dan saya,

rasanya detik itu seperti berhenti.

saya. terpukau. sama. kalimat. mamah.

saya tidak perduli lagi sama lirik lagu agnes monica yang itu kaya gimana. Saya langsung membuat lagu itu jadi lagu favorit saya.

buat saya, hari ini sangat berkesan sekali.

selamat hari anak, semoga anak – anak Indonesia di luar sana masih bisa merasakan kebahagian yang saya rasakan malam ini

πŸ˜€

genggaman tangan yang melemah,

genggaman tangan ini kurasa melemah,
entah apa dan siapa yang salah

mungkin hati yang lemah,
terlena dengan mudah

dulu, rasa saja cukup sudah

namun kini rasa pun tak kan pernah cukup untuk menutup resah

mengapa?

entah.

tak kan kuijinkan satu butir pasir pun merusak rasa yang ramah,

percaya, percayalah…
aku tetap simpankan kuatku untukmu.

sedikit terlupakan…

saya punya keponakan.
keponakan beneran.

bukan anak dari sepupu, atau anaknya temen yang saya panggil keponakan. tapi ini keponakan langsung anak dari kakak saya yang ganteng dan istrinya yang cantik itu.

please welcome,
muhamad zaidan arrasyid :

10 menit yang pertama

kami memanggilnya zidan. dia lah sekarang selebrity nya keluarga kami.

semoga menjadi anak yang shaleh yah dek’, hormat kepada wanita, berguna bagi agama, nusa dan bangsa, satu lagi : semoga jadi presiden πŸ˜€

we love u, dan!
πŸ˜€