italia.kalah.

italia,negara yang masih tetap di hati saya dari tahun 1998 untuk urusan per sepak bola-an.

Jujur,saya bukan tipe wanita gila bola yang hapal jadwal,nama pemaen,harga transfer pemaen,klub yang jadi scudetto,or anything like that.

Tapi,euforia piala dunia selalu membawa saya menjatuhkan pilihan ke italia.Dari tahun 1998,dan tidak berubah sampe sekarang.
Gara-gara satu pria: Fransesco Totti.

Hahahahahaha.Dia pangeran sebenarnya menurut saya.Trully.

Entah sudah di hujat berapa kali saya ini gara-gara mengungkapkan ke gila an saya sama dia.
Dulu waktu SMA saya bahkan punya buku tulis bergambar dia
hahahahahaha.

Namun heran nya,walau dia tidak bermain di tim tahun ini,saya tetap membela itali.
Makanya saya sedih banget waktu semalem itali kalah
😦

ingatan saya jadi terbawa ke tahun 2002,waktu saya sedih banget pas itali kalah melawan korea selatan.
Sampe-sampe saya ogah belajar buat ujian caturwulan (dulu saya masih SMA,masih pake sistem caturwulan,belum pake semesteran).
Hahahaha.Silly juga kalau dipikir sekarang…

Tapi,ke silly an itu masih berlanjut sekarang.Ditambah kenyataan: italia tidak lolos ke 16 besar.Maksud saya: mantan juara dunia,gak lolos ke babak kedua.Not even closer.

Tapi ada pelajaran menarik (bagi diri saya sendiri) yang saya tarik dari pertandingan semalem: beberapa kali azzuri NYARIS membuat gol,menyarangkan bola ke kandang lawan.NYARIS. Tapi tidak. Hanya nyaris. Dan,itu tidak cukup.
Nyaris saja tidak cukup,mate…

Dan..saya sering melakukan itu dalam hidup saya: standar nyaris selalu saya maklumi sebagai usaha pembenaran.
Saya nyaris bekerja di sebuah radio jaringan nasional. Tapi hanya nyaris, karena nyata nya mental saya gak kuat. Dan, itu tidak ada artinya toh?
Saya lulus dengan IPK nyaris mendekati IPK standart, tapi itu nyaris. Dan nyatanya,itu tetap tidak cukup untuk meraih beasiswa ke jenjang berikutnya.

Dalam beberapa kasus,kata ‘nyaris’ kadang disyukuri…seperti nyaris ketabrak truk,nyaris ketinggalan pesawat.
Tapi dalam kasus saya,seringnya kata nyaris ber efek nothing.

Heleh.Dudul.
Ngomongin itali kok ampe ke sini.

Akhirnya,italia berhasil bertemu prancis. Walau pertemuan nya di bandara.

Tapi buat saya…
Itali,selalu di hati
πŸ˜‰

4 Comments

Filed under Uncategorized

4 responses to “italia.kalah.

  1. Salam Takzim
    Suatu permainan harus ada yang kalah dan pasti ada yang menang mbak, apalagi permainan benda bulat. hehehe tetap semangat aja mbak
    Salam Takzim Batavusqu

  2. wah memang mengejutkan Italia gak lolos. Untung Inggris jagoanku lolos^^

  3. wah saya ndak begitu mudenk tentang sepakbola…tapi gak seru juga ya kalo finalnya nati bukan tim jagoan.
    salam kenal ya

  4. Wakakak…Italia sama perancis pertemuan di bandara…duh pake acara tangis2an dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s