pendangkalan cara berpikir

teman – teman dan orang – orang di sekeliling saya terkadang membuat saya merasa minder.

kenapa?

saat mereka mengetahui saya pernah kuliah di filsafat.

apalagi saat mengetahui saya memiliki blog ini, mereka berharap menemukan tulisan – tulisan mengenai filsafat. dan ternyata… saya rasa mereka merasa cukup kecewa saat tulisan saya ternyata tidak mengenal tokoh Plato, Socrates, Decartes, Kant, Heidegger, atau filsuf manapun….

termasuk Paulo Freire, si mbahnya skripsi saya.

terus pikiran saya melayang ke kelas yang hari ini saya hadiri. Kelas yang menyenangkan dan berisi empat presenter yang mencoba membagi informasi mengenai paper yang mereka baca. ada dua paper yang menarik mengenai hermeneutika dan semiotika.

dan saat itu mendadak saya di ajak kembali ke masa – masa kuliah saya di filsafat.

waw….

tau tidak; ternyata… saat mempelajari filsafat melalui ilmu lain memang sulit. kerangka berfikir yang sudah di bangun di ranah ilmu tersebut ternyata mampu membuat alam pikir kita menjadi terbatas. ter reduksi yah istilahnya?

entah ini sebuah keberuntungan atau appa, tetapi… *bagaimana menjabarkannya dalam kalimat?* : pengkhianatan saya dari filsafat ke psikologi ternyata membuat cara berfikir saya menjadi sempit dan sangat psikologis.

membuat hal – hal yang fundamental menjadi sedikit terlupakan.

dan, beruntung saya sempat mengenal filsafat. walaupun pertanyaan mengenai hakikat dan makna merupakan pertanyaan yang belum tentu bisa saya jawab.

it’s not easy to be me;

menyebrang dan kemudian menyandingkan kedua cara berpikir (untungnya tidak jauh berbeda, hanya mengalami sedikit pengkrucutan),
yang berat adalah : saat orang – orang berharap lebih dari cara berfikir saya.

i’m just commoner. really.

  • Posted in: Uncategorized
  • Tagged:

9 Comments

  1. Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-bening bila memang memungkinkan untuk datang di persilahkan, salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien

  2. ternyata kuliah filsafat, trus filsafatnyah mana ??πŸ˜‰

    semangat always nengπŸ˜‰

    • ais

      dulu sempet kuliah di filsafat, kang…
      tapi sekarang lagi menimba ilmu di psikologi.

      makasih yah kang

  3. tetap semangat ya..

    • ais

      makasih:)

  4. suka suka sukaaa
    ais aku suka tulisanmu
    aku juga suka filsafat
    aku suka tapi tak tau bagaimana mencintainya
    ajari aku dong:)

    • ais

      waduh mbak… aku bingung mengajari mencintainya,
      aku pinjemin buku aja gimana?
      catetan belajar filsafat yang aku tahu : lepaskan semua pandangan ilmiah, agama atau apapun yang kita miliki…
      bebas.. lepas…

  5. Filsafat … dan … Psychologi …

    wah ini menarik nih …

    (terus terang saya baca dua – tiga kali nih Is …)

    Salam saya

    • ais

      hehehehehehe.. semoga bermanfaatπŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 569 other followers