salah kostum di cirebon

Saya berterimakasih dengan sangat sama temen saya. Yang merekomendasikan Restoran Jumbo di daerah Cirebon. Yah…. Makanan nya enak. Enak banget.Tappi… how can I say this?

Okeh, saya ceritakan dengan baik dan benar kostum saya; sandal jepit, kaos tidur, cardigan buluk, bergo item yang biasa saya pake kalo pergi ke angkringan depan. Kostum bapak saya lebih ajaib ; sarung dan baju koko merah.

Malam ini saya, mamah saya dan bapak saya ber rencana mencari makan malam di Cirebon. Kami baru tiba di kota Cirebon sekitar sore hari. Setelah melepas lelah, saya di ajak mamah saya mencari makan. Setelah heboh nanya sama semua orang yang saya kenal buat nanya tentang makanan yang direkomendasikan yang ada di Cirebon, saya menuju rekomendasi kawan saya, nama restorannya Jumbo. LEtaknya di jalan siliwangi, Cirebon sederet sama pasar swalayan Y*gya, deketan sama pasar pagi Cirebon. Yah.. dengan kostum begitu yang saya sebut di atas.

Saya pikirkan karena cuman makan malam, dan take away pulak. siapa yang butuh berpakaian rapih?

ternyata saya memang gak bakat jadi artis, karena kan kalau jadi artis harus tampil rapih setiap saat, malam ini buktinya saya sangat malas mengganti kaos tidur saya.

ya sudah, sampai di tempat makan saya bengong. waddduh… ini mah memang restoran. bukan seperti dalam pikiran saya.

dan saya pun sukses menggembel di restoran itu.

salah kostum

tapi, capcay nya beneran enak loh

😉

tersipu malu

tadi malem saya tersipu malu,
gara-gara menerima telpon.Ah,bisa ditebak lah telpon dari siapa…
*cengar-cengir*

soalnya si dia bilang gini sama saya:
“iyah,kamu berubah.Jadi lebih sabar”
dan ada beberapa kalimaT dari dia setelah itu yang bikin saya tidur dengan mimpi yang indah.

Aku sayang sama kamu,angko…

***

“halo,bisa berbicara dengan kapten kapal?”

“yah,saya sendiri.Ada apa?”

“mau melaporkan,ada bagian kapal yang bocor…”

(memotong)”kata siapa bocor?”

“yes capt,bagian haluan bocor”

“kita perbaiki bersama”

***

that’s why I love u,
congragulation for your performance capT
;*

jogjakarta ; 4 tahun lalu…

jogja, 26 mei 2006…

tanggal yang mungkin akan sulit dilupakan bagi saya, dan puluhan ribu warga jogja pada waktu itu.

gempa Jogja, yang merenggut nyawa sekitar 5.000-an (maaf kalau salah, saya gak punya data statistik pasti soal itu). akan ada banyak cerita di balik kejadian itu. mungkin seperti :

– beberapa orang yang sedang berada di kamar mandi dan keluar hanya dengan pakaian se ada nya (itu pun kalo sempat berpakai an)
– jam di rumah teman saya yang tergeletak di tanah, dan menunjukkan waktu saat kejadian tersebut terjadi
– malam setelah kejadian, dimana tiap supermarket kehabisan bukan hanya stock barang, tetapi juga karyawan
– juga malam setelah kejadian, jogja menjadi kota mati, listrik banyak tidak menyala di beberapa titik
– spanduk di daerah bantul yang terbentang ; “derita kami bukan tontonan”
– Kuliah Kerja Nyata yang mengambil jatah 8 sks di dalam kurikulum kampus kami berganti menjadi Kuli Kuli Nyata, hasil plesetan kawan – kawan seangkatan yang dapat jatah KKN penanganan gempa yang tersebar di JOgja dan sekitarnya

banyak hikmah yang bisa saya ambil. namun setelah empat tahun kejadian tersebut berlalu, yang tidak bisa saya lupakan bukan hanya sekedar rasa panik dan ketakutan serta kebingunan, namun juga rasa syukur, bahwa kami pernah di sadarkan, pernah di tegor; hidup ini tidak selama nya.

hikmahnya ?

hmph.. ada banyak buat saya!

yang meyakinkan saya bahwa Tuhan, sayang sama hamba Nya dan peristiwa itu meyakinkan saya bahwa seburuk – buruk apa pun peristiwa, akan ada hikmah di balik Nya.

Tuhan tidak membiarkan suatu peristiwa terjadi tanpa sebab.
untuk itu, saya tidak pernah percaya dengan apa yang namanya ‘kebetulan’.

😉

there’s no secret and privacy in this world,Pal

Face it.

you can know everything from google now,

we called that way with ‘gugling’,
right?

Have you ever try that way?

Try to find your self at google,
avoila!!!

Thanks God for technology
😉

*terjemahan ngasal a la anak muda jaman sekarang: gile,jaman sekarang gampang banget mau eksis yak!
Lo udah pernah nyoba gugling nama lo?Atau nama calon pacar,mantan pacar,atau nama mantan nya pacar lo?
Lo bisa tau banyak juga loh dari google.

kalau pernah melihat film up in the air, pasti akan setuju dengan Alex Goran yang bilang kalau wanita modern jaman sekarang mencari tahu soal calon pacarnya lewat google

and, that’s worth it to try
😀

Catatan buat diri sendiri,

hari ini,ada kejadian yang cukup bikin hari saya semarak.

Dan membuat posisi saya sebagai peneliti dipertanyakan.
Mana ada coba peneliti kehilangan kertas pertanyaan dan mendapati tape recordernya rusak 15menit sebelum wawancara,dan telat datang di janji awal.
Saya gak boleh bilang ‘saya kan baru belajar’,karna ini berakibat fatal.
Dua jam obrolan saya dengan narasumber gak bisa saya bikin verbatim nya.
Padahal minggu depan saya harus mempresentasikan progress penelitian saya ini.

Ngomong-ngomong soal presentasi,dua presentasi yang saya siapkan untuk hari ini ditunda sampai minggu depan.

What a day.

Untunglah,hari ini saya bertemu dengan orang hebat yang mampu membuat saya terinspirasi.Dan membuat saya mampu tersenyum..

Thanks God
😉

dear Mr. Sunshine

dan kamu tidak lah akan menjadi mr.sunshine ku lagi,
kamu akan segera menjadi sunshine orang lain.

perih hati ini mengingat kesempatan yang pernah kulewatkan untukmu
namun aku tahu dan aku sadar, bahwa kamu akan menjadi lebih bahagia jika tidak bersamaku

kenapa?

because you’re just too good to be true for me.

dan, kusadari bahwa aku ternyata bisa lebih menikmati hidup tanpa mu

hei, this not that cynical..
or another ironic

😉

bersahabat dengan rindu

hai kawan,lama rasanya sudah tidak bercerita.
Kenapa?

Ingin rasanya berbagi ini semua.Tapi bingung memulai dari mana.Yang ada hanya rasa,rasa dan rasa…

Kangen banget sama ‘sepi time’ yang pernah saya miliki.Bukan tidak bersyukur,

saya menikmati (sangat) dinamika kehidupan saya sebulan belakangan ini.
Yah,saya memang rindu pada dia,namun…saya menikmati rindu itu.Akhirnya saya bersahabat dengan si rindu itu.

menikmati perhatian kecil dia,cerita-cerita dia dari seberang sana,pertanyaan-pertanyaan dia,telpon-telpon dia,

nyatanya memang si rindu tidak perlu dibunuh.Di rangkul saja,jadikan teman.

Kemudian nikmati hidup dengan rindu itu.

Tadi saya lagi ngomongin apa yah?Kenapa jadi bercerita panjang lebar soal rindu?

Ditarik ke dalam diri,saya kemudian menikmati hidup belakangan ini with my own hand.
Saya,akhirnya…bisa menciptakan kebahagian.

Tanpa mengandalkan dia,saya mampu berkata;
“yes,i’m happy with myself”

*ah,mungkin bisa saya edit lagi tulisan ini…*