betapa malu nya saya

waktu : kemarin malam

tempat : terban jaya

pemeran : ais ariani dan seorang pria yang bersinnya mirip agil

begini ceritanya… sejak saya pindah ke kamar depan, saya seringkali mendengar orang – orang lewat di depan jendela saya; dimana ada gang kecil yang membatasi rumah saya dan rumah Pak Nur, sekaligus gang penghubung antara gang utama dengan rumah – rumah yang letaknya di belakang saya.

Dari tukang ronda yang suka ngambil jimpitan, anak – anak SD yang ribut maen petak umpet, terus ibu – ibu yang mau pergi kondangan lewat, atau mas – mas belakang rumah lewat mau beli sarapan di si mbah.

Dan malam itu saya di dalam kamar, tanpa menyalakan laptop, tanpa menyalakan elektronik kecuali lampu. Saya mendengar suara motor yang di dorong di gang depan jendela kamar saya. Gak lama dari suara motor itu, ada orang bersin.

Bersin nya mirip banget sama bersin nya agil. Saya tahu gak berapa lama pasti agil akan buka pintu rumah yang letaknya bersebelahan dengan jendela kamar saya.

Gara – gara bersin itu, saya teriak dari dalam kamar;
“Kedinginan paak…”
dengan nada meledek dan cukup keras dan saya yakin orang itu mendengar.

Yang harusnya terjadi nya :
agil akan masuk dari pintu rumah, terus bakal ngetok pintu kamar saya dan teriak – teriak mbales ledekin saya.

tapi apa yang terjadi kawan – kawan? pintu tak kunjung dibuka, teriakkan tak kunjung terdengar, ledekan saya tak berbalas.
kriik..krikk..

tapi suara berisik itu masih ada.
mampus. orang dengan bersin mirip agil itu bukan agil. mampus.
akhirnya saya sok asik pura-pura nelpon;

“ ho…oh,, kapan kita maen? “
*jeda*
“sabtu juga bisa..”

dari dalam kamar, dengan suara di gede-gede in. gak berapa lama, suara yang terdengar adalah suara pintu rumah pa knur, tetangga saya di buka.
nguingg.. ternyata itu tetangga saya. mas taufik, anak pak nur.

Parahnya lagi, pas saya nanya sama agil ke esokan paginya, dia gak merasa bersin di depan kamar saya. Jadi, semalem itu benar – benar bukan agil.
Argkhhh.. betapa malunya saya. untunglah muka saya gak keliatan. semoga taktik saya pura – pura nelpon itu tersampaikan. hehehehehehehehe

2 Comments

Filed under [drama] sekitar

2 responses to “betapa malu nya saya

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    wakakakakakak….
    untun yang lewat bukan saya

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    yup, moga saja taktik ngeles lewat telponnya kasil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s