buat chulun,

hai chulun..apa kabar kamu?

Semoga kamu baik-baik saja,sudah hampir seminggu undangan pernikahan elektronik berbentuk message di facebook aku terima,dan aku masih belum percaya kalau aku (akhirnya) tidak datang di hari sahabatku menikah.
Menyesal kah aku?

Sangat.Aku tidak pernah membayangkan bahwa aku akhirnya tidak melihat kamu bersanding dengan wanita pilihanmu…
Padahal,masih jelas dalam ingatan ku bagaimana kencan pertama mu dengan nya (*yeah..bagian kamu bolos dan mancing sama dia),lalu bagaimana kalian bertengkar,bagaimana kamu mati-mati an membela dia di depan orangtua mu,sampai bagian ketidak suka an dia sama aku (lewat sms : maaf yah Lun,cewek ku gak suka kalo aku sering-sering sms kamu).

Dan,saat semuanya akan berawal dengan chapter yang baru,aku bahkan tidak ada di sana untuk melihat kebahagian mu.

Aku marah karena kamu tidak perduli pada ku,aku marah karena kamu tidak membalas smsku,telponku,message,chattinganku…

Aku memutuskan pada akhirnya untuk benar-benar melepasmu sebagai sahabat.Tidak ada lagi yang tersisa,kecuali email-email kita yang masih membuat aku tertawa kala aku membacanya lagi,kecuali cerita persahabatan sewaktu SMA kita bersama dua orang kawan lain nya yang mungkin tidak pernah murni persahabatan,

Sedih?Pasti.Sangat.
Kamu tidak tahu bagaimana rasanya menahan keinginanku untuk membalas telpon dan sms mu..
Kamu tidak tahu kalau aku meminta kawan mu untuk menceritakan bagaimana wanita pilihan mu..
Kamu tidak tahu bahwa aku menyesal dan bingung memulai memperbaiki hubungan dengan mu..

Aku masih peduli,tapi tidak tahu bagaimana caranya.

I’m happy for you,Lun..
absolutely happy for you.

Congrats on your wedding,Lun.

betapa malu nya saya

waktu : kemarin malam

tempat : terban jaya

pemeran : ais ariani dan seorang pria yang bersinnya mirip agil

begini ceritanya… sejak saya pindah ke kamar depan, saya seringkali mendengar orang – orang lewat di depan jendela saya; dimana ada gang kecil yang membatasi rumah saya dan rumah Pak Nur, sekaligus gang penghubung antara gang utama dengan rumah – rumah yang letaknya di belakang saya.

Dari tukang ronda yang suka ngambil jimpitan, anak – anak SD yang ribut maen petak umpet, terus ibu – ibu yang mau pergi kondangan lewat, atau mas – mas belakang rumah lewat mau beli sarapan di si mbah.

Dan malam itu saya di dalam kamar, tanpa menyalakan laptop, tanpa menyalakan elektronik kecuali lampu. Saya mendengar suara motor yang di dorong di gang depan jendela kamar saya. Gak lama dari suara motor itu, ada orang bersin.

Bersin nya mirip banget sama bersin nya agil. Saya tahu gak berapa lama pasti agil akan buka pintu rumah yang letaknya bersebelahan dengan jendela kamar saya.

Gara – gara bersin itu, saya teriak dari dalam kamar;
“Kedinginan paak…”
dengan nada meledek dan cukup keras dan saya yakin orang itu mendengar.

Yang harusnya terjadi nya :
agil akan masuk dari pintu rumah, terus bakal ngetok pintu kamar saya dan teriak – teriak mbales ledekin saya.

tapi apa yang terjadi kawan – kawan? pintu tak kunjung dibuka, teriakkan tak kunjung terdengar, ledekan saya tak berbalas.
kriik..krikk..

tapi suara berisik itu masih ada.
mampus. orang dengan bersin mirip agil itu bukan agil. mampus.
akhirnya saya sok asik pura-pura nelpon;

“ ho…oh,, kapan kita maen? “
*jeda*
“sabtu juga bisa..”

dari dalam kamar, dengan suara di gede-gede in. gak berapa lama, suara yang terdengar adalah suara pintu rumah pa knur, tetangga saya di buka.
nguingg.. ternyata itu tetangga saya. mas taufik, anak pak nur.

Parahnya lagi, pas saya nanya sama agil ke esokan paginya, dia gak merasa bersin di depan kamar saya. Jadi, semalem itu benar – benar bukan agil.
Argkhhh.. betapa malunya saya. untunglah muka saya gak keliatan. semoga taktik saya pura – pura nelpon itu tersampaikan. hehehehehehehehe

saya benci Long distance relationship

tau gak apa yang bikin saya benci?
Bukan,bukan bagian : malem mingguan gak bisa berbagi se porsi es krim favorit.
Bukan juga bagian : gak bisa memeluk dia saat saya mau nangis gara-gara tugas yang gak selesai(gak saya kerjakan tepatnya),
bukan juga bagian : gak bisa nodong minta traktir saat gak punya duit (dan dulu gak tiap hari kok)
bukan juga bagian : gak bisa ngajak nonton saat ada film bagus di bioskop
bukan juga bagian : tidak bisa bermanja-manja an minta antar jemput di kampus kalau kumat malesnya.

Bukan itu semua yang saya benci dari Long Distance Relationship ini,karena perlahan…kondisi itu semua sudah bisa saya handle dengan lumayan baik 3minggu ini.

Tapi,yang bikin sebal adalah: saat ada pembicaraan serius,dan sambungan telpon terputus.Bukan karna bad signal.Tapi karena pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini..

Kere hore.

Itu yang membuat miris.Dan pengen rasa nya melemparkan diri ke pulau itu..

In your dream,ais ariani…

melangkah lagi

Pagi ini, kau awali harimu
Dengan kesedihan yang begitu dalam
Biar ku usap air matamu
Ku kan ada di sini, selalu bersamamu

Angkatlah wajahmu, tebarkan senyummu

Terus melangkah, jangan menyerah

Melangkah lagi, jangan berhenti
Kau kan mengerti
Makna terbaik dari semua yang tlah terjadi

Terus melangkah, jangan menyerah

Melangkah lagi, jangan berhenti
Kau kan sadari
Rahasia indah yang tersimpan di hari nanti

Teruslah melangkah, jangan menyerah

Dan biarlah semua yang tlah berlalu
Jangan kau sesali, sambutlah hari baru
Tegakkan wajahmu, tumbuhkan asamu

Teruslah melangkah, jangan menyerah

melangkah lagi by gita gutawa.

hari ini

menutup hari dengan cinta,
karna kekasih hati memberi berita
walau hanya sekedar kata,
itu sudah membuat bahagia

kalimat pun terangkai belum usai,
penantian baru akan dimulai.

Hidup ini perjuangan,termasuk perjuangan menahan rindu…

Capt,831 always

nyatamu

pegang erat hati ini,
gelisahku tidak jua larut.

Seperti menggenggam udara kosong,
berharap pada sesuatu yang tak nyata.

Aku sampai di titik tidak bisa menentukan apakah ini realitas ataukah hanya mimpi.

Senyum mu seolah nyata.
Genggaman mu masih terasa.

Sadarkah kau,kau adalah gelisahku?

gelisah yang tak bernama..

Saya baru menyandarkan tubuh di kasur ini..
Baru pulang selarut ini.
Ntah kenapa,hati ini gelisah…

Gelisah kenapa?
Karna tumpukan tugas after mid di depan mata?
mungkin.
Karna kekasih di sana tidak membalas pesan?
mungkin.
Karna membayangkan ibunda di rumah sendiri malam ini dan tidak jauh dari lokasi kerusuhan koja?
mungkin.
Karna baru pulang selarut ini?
mungkin.
Karna UTS yang sudah usai dan merasa tidak menjalaninya?
mungkin.
Karna beberapa kewajiban tertunda menanti ditunaikan?
mungkin.

Duhai kawan…
Gelisah apa ini namanya.

Bukan senyum yang kuingin,
bukan pelukan yang kudamba,
bukan materi yang kuharap.

Lalu apa?
Entah.Sesuatu untuk meredakan gelisah ini.

Gelisah yang teramat sangat,tanpa kutahu sebabnya.

Padahal,baru saja kuyakini…bahwa bahagia atau tidak itu pilihan.

Pilihan bagi kita untuk menyikapi suatu peristiwa.

Kita adalah pemilik pikiran kita.Kita yang berhak menentukan.

Tarik selimut saja lah kawan,buang gelisahmu..
atau larutkan saja dalam gelap lalu telan bersama lelapmu.

huru – hara UTS

silahkan keluarkan semua buku catatan dan textbook kalian… karena ujian kali ini bersifat open book. dengan waktu….

*terdiam*
… lima belas menit

dan kami pun tersenyum. horrreee…!!!

sambutan yang cukup heboh bergemuruh di ruang 104 dan membuat pengawas tersenyum.

duhai kawan, indah bukan ujian terakhir saya tengah semester ini? dengan soal lebih dari 30, waktu yang disediakan hanya 15 menit. Yah… ada aturan open book, dan soal multiple choice…. apalagi kalau bukan indah namanya?

membuat semua menjadi dilematis…. memilih membuka buku dengan resiko kehabisan waktu, atau… hajar saja dibaca soalnya dan dijawab yang penting selesai?

saya memilih untuk memadukan keduanya….

membuka buku dilakukan, menembak pun dilakukan..

betapa indahnya masih bisa memilih

😉

Setia…

Tadi ketemu sama temen lama saya,ketemu nya di POM Bensin.Lucu juga kalau dipikir pertemuan itu..
Temen saya ini partner organisasi saya selama masa bakti satu tahun di dewan ambalan.
Heran nya,dia gak banyak berubah..
Ada obrolan singkat antara kami.Sangat singkat,mengingat nyaris 7tahun kami gak ketemu,mengingat juga kami dulu adalah partner selama satu tahun.Ada banyak hal yang harusnya kami bicarakan…
Tapi karna lokasi agak kurang memungkinkan buat ngobrol kuga kali yah makanya obrolan kami kurang lama.

Ada satu hal dari omongan dia yang membuat saya jadi berpikir;
“motor kowe ket ganu ra’ ganti-ganti yo is..”
*terjemahan:
motor kamu dari dulu gak ganti-ganti yah is..

disambut setelah itu,obrolan nostalgia kami sewaktu masih SMA..
Namun yang membuat saya mikir,
iya yah..motor saya sangat setia menemani saya nyaris 9tahun,kalau dia manusia dia mungkin banyak bercerita soal kisah saya selama 9tahun terakhir.Ada tawa,canda,tangis,perjuangan,dan banyak lagi.
Si saksi bisu,yang mungkin bisa menangis mengingat bagaimana saya memperlakukan dia.Hehehe.

Bukan hanya motor,nomor ponsel saya juga gak pernah ganti.Kecuali satu nomor yang sudah saya miliki,sejak di bangku SMA,itu pun karena kebakar nomornya.

Saya orang setia yah?

Hehehehe..

that day… *part2*

Kawan, pernahkah kalian menangis di depan umum? Kali pertama saya menangis di depan umum saya sudah lupa. Waktu kecil dulu pasti saya pernah menangis di depan umum. Tapi, sekeras usaha saya mengingat kejadian pertama kali nangis di depan umum, saya tetap tidak menemukannya. Sudah lupa.

Namun, yang masih saya ingat kejadian menangis di depan umum pertama kali adalah sewaktu almarhumah nenek dari pihak bapak meninggal. Saya nangis sewaktu jenazah beliau tiba di rumha. nangis Bombay. itu sewaktu kelas satu SMP. kemudian di susul dengan sewaktu penurunan jabatan OSIS saya sewaktu SMP. Kenapa nangis? Karena jalan saya untuk menuju jabatan itu agak berliku ( bagi siswa SMP, dan cukup prestisius pulak jabatan dan embel – embel anak OSIS. minimal, jadi mudah dicari lah. kan bisa njawab “ais anak OSIS” kalau ada yang nanya ais yang mana.), dan kelekatan saya dan teman – teman sesama OSIS sangat menyenangkan dan saya sedih saat itu harus berakhir.

Kejadian berikutnya yang saya ingat saat saya menangis di depan umum adalah saat beberapa jam menjelang pemakaman almarhumah mbah dari mamah saya. Saya menangis (lagi – lagi) saat jenazah almarhumah tiba di rumah duka. Saya menangis karena semua orang menangis, terutama mama saya yang meraung di pelukan saya. dan juga, karena wajah si mbah yang sangaaaaat cantik, membuat saya menangis. entah kenapa.

Kejadian berikutnya saya menangis di depan umum yang saya ingat adalah saat saya dan dia sedang mengobrol di warung kopi blandongan, tempat nongkrong di Jogja (benar – benar tenpat yang jogja banget, sebelas dua belas sama angkringan Lik man). Saya nangis gara-gara saat itu kami sedang ‘perang’, and then… ada kucing di kaki saya, saya jerit dan jadi bahan tertawaan meja sebelah. Saya nangis.

Berikutnya adalah saat saya dan esa bertengkar di rumahnya. Saya kesal, saya pulang sambil nangis dan menuntun motor keluar dari Kauman.

Sama seperti dua kejaidan di atas, hanya saja settingnya di terminal Blok M. karena kekeselan dan ke tidak sabaran plus ke emosi an saya, saya marah sama esa dan pergi begitu saja ke shelter busway dan menangis sesengukan di sana..

Dan, kejadian berikutnya.. kejadian yang masih fresh from the oven adalah kejadian pagi ini, di Bandara Adisutjipto. Saya nggak mampu menahan air mata saya saat melepas kepergian esa. Saya nangis saat dia masuk ke ruang tunggu Bandara, tambah kenceng saat saya tahu pesawatnya boarding. Dan hasilnya mata bengkak saya jadi tontonan tukang parkir yang saya kasih karcis parkir.
Padahal, tiap kali sehabis nangis, saya selalu bercermin. meyakinkan diri sendiri bahwa wajah saya setelah nangis bukan wajah terbaik saya ( mata dan hidung merah, diikuti ada ingus yang mengalir? euuwwww….). Tapi itu tidak membuat saya berhenti melakukannya di depan umum.
KEnapa?

Karena, menangis itu tidak bisa saya tahan. Saya mungkin berbakat sedikit jadi artis sinetron…
Hahahahaha

you and me before this distance

the day..

Jogja pagi ini..
Semuanya tampak seperti semula.Seperti apa adanya.Tidak ada yang luar biasa..

Hanya di dia lah sesuatu yang berada di luar kebiasaannya.

Mungkin,di hari biasa dia masih terlelap tiduR,atau masih asyik di depan komputer setelah semalaman tidak tidur demi mengejar deadline.

Tapi pagi ini,dia sudah siap dengan koper di tangan,dan senyum bahagia.

Dia akan pergi..meninggalkan kota,keluarga,teman-teman dan tentu saja kekasihnya.

Demi mengejar impian yang dipendam nya sekian lama.

Adakah yang bersedih atas kepergiannya?Banyak.Teman-teman,keluarga,dan juga kekasihnya.

Namun mereka turut merasakan kebahagiaan yang dirasakannya.Dan,turut merasa bangga bahwa dia mampu meraih impiannya.

Dia yang selalu percaya akan kekuatan mimpi,
dia yang tidak pernah mengatakan tidak,
dia yang pantang menyerah,
dia yang membuat orang-orang di sekitarnya ikut berbicara; “akhirnya..”

dia
adalah
kekasihku..

bercanda bersama teman..

ceritanya begini… di suatu sore yang mendung, saya dan seorang teman saya berbincang tentang seseorang…

dia :
” ya ampuuuunnn.. dia tuh ngegemesin banget yah. udah cakep, manis gitu… terus pinter, agamanya bagus lagi..”

saya :
” ho..oh…”

*terdiam*

saya :
“kowe ngerti sekang ndi nek agamanya bagus?”
terjemahan : kamu tahu darimana kalau agamanya bagus?

dia :
“waktu itu aku liat dia pulang sholat jumat..”

saya :
*ngangguk – ngangguk*
“padahal kan itu biasa ajaaaaaaaaa…”

namanya juga standar. pasti beda antara individu lain dan individu lain.