memaknai ‘berpayungan’

Payung dan maknanya,

###

Di depan saya, dua orang kawan saya berusaha menerobos rintik hujan dengan payung berwarna merah. Jalanan becek, dan terkadang ada kubangan air yang harus mereka lewati. Saya di belakang mereka tertawa pelan melihat arah jalan mereka yang tidak menentu. Kawan yang di sebelah kiri berusaha menyeret langkah si kawan yang di sebelah kanan untuk mengikutinya. Karena, sang kawan yang di sebelah kanan berjalan seenaknya, bermain dengan kubangan, bercanda dengan si becek. Tapi kawan sebelah kiri tidak mau celananya yang baru diganti sore tadi menjadi kotor.

Lalu saya berpikir, susah juga yah berjalan ber payungan bila dua orang di bawah naungannya punya jalan yang di pilih berbeda, walaupun tujuan perjalanan sama. Dan untuk dua orang teman saya itu (dan juga jutaan orang pengguna payung di luar sana)…memiliki satu maksud menggunakan payung; agar tidak basah.
ya toh?

###

pikiran saya kemudian berlari ke hubungan saya dan si dia. Dia dan saya itu punya jalan yang di pilih berbeda, dan pada awal nya kami sepakat membangun sebuah hubungan yang memiliki tujuan yang sama, sebuah tujuan yang sudah lama kami impikan.

lalu saya mulai berpkir kalau yang namanya kita berkomitmen itu sama saja seperti kita berpayungan. Tujuan yang kita punya sama (paling tidak antara saya dan dia), namun jalan yang ingin kami tempuh berbeda. lalu bagaimana kami menyelaraskan langkah?

bagaimana cara kami mensejajarkan langkah kami, di tengah tuntutan dari dunia yang berbeda, di antara lebar langkah yang juga berbeda.

seperti orang berpayungan, saat kami lengah dan tidak mampu mengkomunikasikan pilihan – pilihan langkah kami, yang terjadi adalah; jalanan becek atau bahkan si kubangan air yang harus kami lewati.
atau parahnya lagi, salah satu di antara kami akan pergi karena sudah terlalu basah dan merasa tidak ada perlunya lagi membagi payung.

kamu mau memangnya payungan sendirian?

###

dan, kembali ke kedua kawan saya yang berpayungan tadi, mereka tiba di tempat dengan selamat. walau kawan saya yang sebelah kiri tersenyum puas karena berhasil ‘bermain air’ dengan kubangan, kawan saya yang sebelah kiri tidak marah karena celananya yang baru itu kotor. dia tidak marah. dia pun bisa menikmati perjalanan itu.

###

harus nya saya juga bisa begitu. dua kepala melangkah (dodol, yang melangkah empat kaki yang di bawahnya)… tidak mungkin tidak terjadi konflik. pasti ada. tapi bagaimana kita melangkah dan berkompromi dan ikhlas menerima bimbingan (bagi kami yang wanita), agar tujuan kita bisa tercapai.

mudah – mudahan, dengan mengantri untuk mendapatkan waktu saya bersama dia (beneran ngantri loh. saya lagi ngeliatin dia kerja skrg, setelah 4 jam menunggu, dan masih harus menunggu berapa lama lagi, hanya untuk menghabiskan waktu bersama dia setelah karya dia ini selesai), saya bisa mensejajarkan langkah saya sama dia.karena saya ingin mencapai tujuan bersama – sama;

you and me (maybe)...

dari sini ngambil gambarnya, dan dari sini juga

###

this note speciall for : teman berbagi payungku,

10 Comments

Filed under [drama] cinta melulu

10 responses to “memaknai ‘berpayungan’

  1. pas banget dlm memaknai berpayungan tuh.
    dalam situasi tertentu akan timbul suatu kompromi begini :
    – kamu saja ya yg pakai payung, aku takut kamu kehujanan/kepanasan. biarkan aku yg pake jaket
    – sdh deh kita lipat payungnya, kita hujan2n/panas2n kan lbh asyik..
    – kamu yg pake payung ini, aku nanti sewa ojek payung…:mrgreen:

  2. dalam satu payung harus saling menyelaraskan. bukan berusaha saling mengalahkan. apalagi komitmen antar 2 insan

  3. salam sobat
    trims sudah berbagi makna berpayung ini,,
    memang susah ya kalau berdua dibawah payung,,pasti basah juga dua-duanya ya,,

    salam kenal dari sahabat nun jauh disana.

  4. Hmmm, berpayungan yang sesungguhnya sih artinya baik, cuma kalau berpayungan dengan pengertian dinegativekan ya negative toh mbak Ais ?

  5. adityahadi

    wow, makna yang hebat mbak … salut sama teorinya …

    jadi teringat rekan saya berpayungan, terserah lah kalau dia mau mencari teman berpayungan lain atau gimana, saya lebih sayang sama payung saya, hee hee

  6. yang jadi masalah kadang kita lupa tujuan utama kita berpayungan bersama..jadi suka ribut memilih jalan yang mana yang baik…😀

  7. tapi diingat juga ada konsep pengorbanan mbak. kadang seseorang rela tak berpayungan demi sosok yg dicintanya agar tidak basah terkena hujan. ini biasanya terjadi ketika payung tersebut kecil dan hanya cukup dipakai 1 orang.😉

  8. Reblogged this on dramaLand and commented:

    pengen reblog beberapa tulisan lama. yang ini juga. walau teman berbagi payung saya yang saya tulis di sini sudah bukan teman berbagi payung lagi, namun saya menyadari tulisan ini masih relevan juga yah sama apa yang sedang saya jalani sekarang dengan seseorang.
    tentang memaknai berpayungan.

    terlalu malas untuk mengedit. ya. sudahlah.

    dan terlalu bengong untuk menyadari: KOK BISA SAYA NULIS TULISAN INI? GIMANA CARANYA DULU INI???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s