siapa aku,

gelisah.
Hati ini gelisah.

Seperti bermain dengan benang kusut,
berusaha menguraikan makna yang terpendam,memahami simbol yang ada

aku adalah aku,terlarut oleh emosi yang menguasai

tak pernah takut lagi aku menghadapi masa depan,tak perduli lagi dengan jutaan diksi yang tak terjawab,

hanya bermodalkan keyakinan aku mencari tahu siapa aku

Advertisements

Laporan orang hilang!

Laporan orang hilang

yogya, akhir desember 2009…

Saya mendatangi kantor polisi terdekat, kemudian saya di sapa oleh petugas yang sedang bertugas di pos;
petugas : selamat siang mbak, ada yang bisa saya bantu?
saya : saya mau membuat laporan pak!
petugas : laporan apa mbak?
saya : laporan orang hilang,
petugas : siapa yang hilang mbak?
saya : pacar saya pak
petugas : terakhir kali bertemu kapan mbak?
saya : kamis malam, 17 desember 2009
petugas : terakhir bisa berkomunikasi?
saya : jumat siang, 18 desember 2009
petugas : sudah coba di hubungi di rumah?
saya : belum
petugas : (bingung) sudah di cari di rumahnya mbak?
saya : belum
petugas : (tambah bingung) sudah dihubungi teman – teman dekatnya mbak?
saya : sudah.
petugas : lalu? menurut mereka, dia dimana?
saya :ada di rumah.
petugas : loh.. jadi masalahnya dimana mbak? Apa yang mau dilaporkan?!?!?!
saya : dia hilang dari hari saya, dan hati saya…

nyari in kamu

Where is he?

saya dulu penggila serial sex and the city, berharap kehidupan saya dan teman – teman saya seperti ke empat orang itu (kecuali bagian sex bebas dan kehidupan tanpa orangtua, because I Love my family), maksud saya.. kehidupan mereka tuh *kalau kata Samantha* Faboulus!!

dan, di antara karakter mereka semua, saya suka sama karakter charlote. hahahahaha.. drama, drama, dan kecintaan dia terhadap prince charming, membuat saya geli. dan, menyadarkan diri (seperti melihat cermin)..

tiba – tiba, saya ingat kata – katanya charlote , pas dia nangis di depan teman – temannya dan merasa deperate menemukan her prince charming;

“Where is he?”

dan, saat ini pun saya bertanya :
“Where is he?”

is he?

is he my only one?

dunno

proses, waktu dan ?

Trust,

Kepercayaan itu membutuhkan proses. Bukan berdasarkan waktu, tapi berdasarkan proses. kaitannya proses, tidak melulu dengan waktu. Waktu, memang penting dalam membiarkan proses bekerja. Namun adakalanya, proses bukan membicarakan waktu. tapi apa yang terjadi, dengan kata lain apa yang berproses.
got my point, buddy?
hahahahahahaha..
proses, memiliki waktu sebagai unsurnya. karena, tanpa waktu proses tidak akan bekerja. namun, selain waktu ada hal yang lebih penting lagi. Yaitu, apa yang berproses. Jika waktu yang ada lama namun proses nya tidak membawa sebuah hasil, untuk apa? Begitu juga jika waktu yang ada minim, namun proses berhasil, jauh lebih bermakna bukan?
kepercayaan, bukan membutuhkan waktu. Namun membutuhkan proses. dan, proses tidak selalu membicarakan waktu.

jika kamu mampu berproses dengan cukup baik dan dapat menghasilkan sebuah kepercayaan dengan cukup baik, waktu bukanlah hal yang penting. karena, bagi saya.. hasil dan proses harus berjalan beriringan.

kota roma tidak dibangun dalam satu malam, ada proses di tiap harinya.
candi prambanan memang di bangun dalam satu malam, namun tetap ada proses di tiap detiknya
hargai proses.

saat ini,

aku dan kamu sedang butuh berjalan lepas. tidak di bawah payung kita.

pilih jalanmu sendiri,

aku tetap di sini, di bawah payung kita…

menunggumu kembali

kembali atau tidak, cukup beritahu aku…

kalau di tempat kau berjalan tidak ada sinyal HP,
beritahu saja pada angin yang berhembus,

nyatanya,
angin lebih dekat denganku daripada dirimu…

and this one also for you.

* thanks to putri

selamat tahun baru hijriah !!!

tadi malem, saya nge date sama si 24 to 4. nonton sang pemimpi, itu film lumayan kok. tapi agak nyesel saya, kenapa si ariel yang di pasang jadi arai. karena dia sukses bikin saya agak2 ilfil sama sosok arai. tapi, tak apalah… bukan tugas saya juga ngomentarin itu film. tugas saya hanya menikmati, ya kan?
hehehehehehe…

yah, karena saya ngotot nonton fil itu pas hari pertama si rilis, saya sama 24to4 dapet yang jam setengah sepuluh malem, dan dapet deretan N (depaN. hahahahahaha). jadi yah lumayan mantep ngeliatin ikal – arai – jimbrong…

setelah selesai nonton, sambil jalan… saya sama dia mencoba ngobrolin film itu, termasuk adegan saya nangis gara – gara liat ikal ngejar bapaknya. saya nangis. inget bapak saya yang nyari duit buat saya dan dua saudara saya kuliah. dan kadang saya masih suka bandel. saya terus jadi pengen ikut – ikutan ikal buat bilang ; “ayah saya ayah nomor satu di dunia!!”

habis nonton, kita lanjut jalan – jalan. kata temen saya, di sekitaran benteng ada acara. *acara apaan?* untuk itu lah saya dan esa nyelonong ke sekitaran benteng. dan beneran loh, rame di sana. orang pada jalan.

iyah, jalan kaki. mubeng benteng. kirab.

siapa aja yang ikut?

enggak tahu. ada beberapa bule, ada banyak orang lokal, bahkan ada yang pake kursi roda ikut kirab. saya noleh ke mas-mas yang bawa saya itu;
“acara apaan sih ini? maksudnya apa?”

lalu dijabarkan sama mas satu itu, kalau itu acara yang di ada in pas malem satu suro, dengan mubeng (muuterin) jokteng (pojok – pojok benteng itu loh). saya pernah juga di ajak sama mas itu keliling jokteng. nah, imajinasi saya jadi bermain – main. coba saya jadi anaknya sultan, mau saya jadi in restoran itu jokteng yang jalan paris (*ngarang banget kan saya??*). pasti rame deh.. hehehehehe

balik lagi ke kirab yang tadi saya ceritain. saya bingung. apalagi pas diajakin sama mas satu itu buat ikut an jalan. menurut mereka yang jalan; yang mereka laku-in itu buat mensucikan diri sambil merenung. makanya jalannya gak boleh di sambi ngobrol, gak pake alas kaki juga.

tapi saya belum nemu manfaatnya buat saya, jadi saya memilih gak ikut an, dan memilih untuk nonton sambil bilang “kok bisssa?? mereka jalan, rame2, diem2an, nyeker2an gitu?”

dan kok bissa.. saya baru tahu?

basi banget sih?

tapi gak ada yang lebih basi dibanding si mas yang ngajak saya nonton itu, dia juga baru tahu ada acara seperti itu, padahal rumah dia, kampung dia, merupakan jalur yang di lewati orang – orang kirab itu.
heboh dan garing lah dia….

anyways, selamat tahun baru hijriah kawan…

semoga bisa tambah dekat dengan Nya di tahun 1431 H ini

πŸ˜‰

konsisten?

..mengucap janji itu mudah,namun yang sulit itu konsistensi kita untuk menepatinya.

Sama seperti kata-kata “easier write than done”,
kalau perbuatan saya sejalan dan se irama dengan apa yang saya tulis, saya yakin akan lebih mudah saya berkata;

“Life is so beautifull,yes I know…”

namun terkadang, kesulitan yang saya miliki adalah: konsistensi.

Yah, konsistensi. 11huruf yang sangat mudah ditulis, dilafalkan (apalagi saat kamu marah, coba deh ngomong ke orang; “dasar.Gak konsisten banget pegang omongan”, pasti puas.Hehehehe), tapi lumayan susah buat dilakonin.