udah ada yang sebel sama kamu?

Lilik dan saya
Lilik dan saya

namanya Lilik riandita. Dia itu sahabat saya waktu S1. satu – satu nya sahabat saya yang betah jadi temen saya di kampus. hehehehehe… tadi siang saya ketemu dia.

setelah 2 tahun gak ketemu, dia di tengah – tengah nostalgia kita, dia nanya :
“gimana, temen – temen kuliah mu yangbaru udah ada yang sebel sama kamu? kamu kan ngeselin jadi orang. udah jutek, kalau dikasih tahu ngeyel lagi”

hmph…

jadi paham yah kenapa Mr.x bertindak seperti itu…

huahahahahahahahahaha…
berhenti ngomongin 24 to 4, malah ngomongin Mr.x

😉

(sekarang) Mr.X balik jutek

kawans, sudah saya ceritakan yah soal Mr.X?
dan bagaimana akhirnya itu semua menjadi sesuatu yang harus seperti itu…..

hari ini ada kisah lain lagi dari Mr.X, saya bertanya sama dia *dengan nada yang baik loh*
“gimana, tugas kamu udah selesai?”
maksud saya juga baik kok… udah lewat berapa hari dari hari terakhir mata kuliah tersebut, dan dalam beberapa hari lagi mata kuliah tersebut akan tiba, dan kita pun harus siap untuk presentasi (lagi). jadi saya nanya sama dia; eh dia jawab udah… dan bla dan bla… dan bla…

akhirnya saya cuma ngopy soft file punya dia. nah setelah itu, saya sadar kalau saya sekelompok sama Mr.x untuk mata kuliah yang berbeda. bagian saya pun sudah saya rampungin untuk mata kuliah ini. saya kasih tahu ke teman kelompok yang lain, yang menganjurkan saya untuk menggabungkan materi saya dengan materi Mr.x

saya meminta flashdisk Mr.x, dan dia melempar *yah benar* dia melempar flash disk ke meja saya, sampai teman – teman sekelas nengok. saya ambil aja itu flash disk, saya pindah tugas yang sudah saya kerjain ke flash disk dy. saya kembalikan flash disk dy, dengan menaruhnya di ujung meja.

saya merasa harus introspeksi diri.
kenapa dy ampe segitu nya sama saya? apa dy msih tersinggung sama sikap saya?
*yah, saya pernah mentertawakan dy karena dy tidak paham sama apa yg dy tulis*
tapi menurut saya fatal. harusnya kamu bisa paham sedikit dengan apa yang kamu tulis, bukannya berangkat dari nol dan asal copy paste dari berbagai sumber. toh kita udah kuliah, pra pasca pulak, bukan anak SMA yang kalau bikin tugas berdasarkan kuantitas, kualitas lah (agak saya ragukan juga statement saya, secara anak SMA jaman sekarang udah pinter – pinter juga). biar sedikit kalau berbobot, kalu kamu paham betul jauh lebih baik daripada kamu menulis banyak gak ada sedikit pun yang kamu pahamin

itu kan saya lakukan karena dy juga. Dy salah. di mata saya dy menyulitkan dan menghambat. dan itu harus dirubah

dan sekarang, dy kasar sama saya. apa cara saya yang salah yah ‘negor’ dy?

saat kelas B kehilangan ke’ceria’ an-nya

Saya lagi nginep di rumah temen saya. Sebut saja dia mawar (huakakakakakakak… jadi berasa kisah apppa gitu…).

Salah satu dari teman sekelas saya yang belakangan ini (merasa) kehilangan akal, sebut saja dia minah. saya dan teman saya yang lain lagi, sebut saja uwi lagi nginep di tempat minah malam ini. nggarap tugas. entah sejak kapan, kita bertiga udah kaya trio penggarap tugas. kita gak maksud nge gank, tapi entah sejak kapan …. saya, uwi dan si minah sering bareng bwt nggarap tugas. Padahal kadang tugas yang kita garap ini beda kelompok, kadang malahan saya nggarap tugas pendidikan, uwi nggarap abnormal, si minah nggarap ladang kepribadian, tapi kita seneng ajah ngumpul di satu tempat, saling ngeliatin yang laen ngerjain tuugas. serasa termotivasi gitu.

tunggu…. saya bukan mau cerita itu actually. saya mau cerita soal kelas prapasca saya yang mulai menumbuhkan gejala2 ke aneh an. Dulu kelas saya bisa dibilang kelas yang ceria. mirip taman bermain kanak – kanak. Kalau lagi break istirahat, anak – anak sekelas (agak canggung mengistilahkan anak – anak, secara temen2 sekelas saya gak ada yang ‘pas’ dengan sebutan anak – anak) pada keluar ke lorong, ngerumpi, atau gak tetap di kelas, ngobrol dan ketawa – ketawa heboh sambil dengerin musik dari laptop kelas. pokoknya bener – bener berkebalikan lah dengan kelas A di ruangan sebelah, yang saban istirahat muka mereka menghadap ke laptop dan pasang tampang serius.

tappi itu tidak berlangsung lama, kelas B kami sekarang sudah kehilangan ke ceria an taman kanak – kanak kami. Sejak para dosen mulai menagih ( dan memberikan terlebih dahulu sebelumnya) tugas – tugas yang full off pressure.

bukannya tidak menikmati, hanya saja (lagi – lagi) berbincang mengenai kualitas VS kuantitas..

kawan, percaya deh… masih banyak yang mau saya ceritakan. tapi saya sudah benar – benar mengantuk. dan lagi, esok pagi saya ada kuliah pagi (salah satu efek di ajar sama dosen yang cukup aktif : banyak agenda internasional yang mengharuskan beliau terbang ke luar negri, dan membuat jadwal kuliah di obrak -abrik –> alasan kenapa tugas pun menjadi ketat dalam deadline.

once again, this is Life, honey…. full of deadline

kedua temen saya yang mulaiiii
kedua temen saya yang mulaiiii

belajar dari anak kecil

hari ini saya ketemu sama anak kecil, namanya eka, kelas 3SD. saya kenal sama dia gara – gara nganterin sepupu saya pulang ke kostnya. anak kecil ini ternyata anaknya tetannga dari kost-kostannya.

Nah, udah gitu… saya kenalan sama dia
“nama kamu siapa dek? kenalan yuk….”
“eka…”
*saya ngajak salam*
“ais”
*si dia menerima uluran tangan dari saya, saya kegeli-an,gara2 di telapaknya ada permen*

“loh, ini permennya buat mba?”
*dia ngangguk2..*

trus, dia ngasih permen satu lagi. saya bengong. kok dapet permen ampe dua. nih anak baik banget.

“kok mba dapet permen dua?”

dia langsung nunjukin dua permen di tangan dia,
“aku juga punya dua”

tuing. tuing. tuing. anak kecil , punya permen empat, dikasih dua ke saya yang lebih tua daripada dia. saya bengong. tersentuh.

kok bisa dia berbagi seperti itu yah?

saya dan eka
saya dan eka

akhirnya,

kuliah tadi dibatalkan. iyah bener. kuliah yang bikin saya emosi sama si Mr.X gara – gara tugas bagian dia belon dirampungin.

jadi, tadi pagi – pagi saya berangkat dengan optimisme cukup besar buat ‘merebut’ hari ini. yah, agak sombong sih…. tapi saya berpikir bahwa saya bisa dan materi sudah saya kuasai, jadi saya bisa melakukan dua presentasi sekaligus
*sombongnya*

nah…. presentasi yang pertama tuh saya dan kelompok (berbeda dengan kelompok Mr.X yang saya sebut sebelumnya) bisa kami lewati dengan (alhamdulillah) cukup baik.

dan jam setengah4 tadi, harusnya kelas kami di ‘undi’…. kelompok mana yang akan presentasi. Saya bisa dan paham sama materi bagian saya dan materi temennya Mr.X (temen sekelompok saya yang lainnya –> kita sekelompok ada tiga orang), dan saya siaaaaappp buat maju presentasi membawakan materi kita berdua.
tapppi, kita sekelompok ada tiga. bukan dua.

dosen akhirnya mengundurkan jadwal presentasi yang pertama, karena saat ibu dosen bertanya ; “ada yang sudah siap?” tidak ada yang tunjuk tangan.
padahal, saya mau tunjuk tangan. Tapppi… apa iyah saya siap dijutekin sama Mr.X?

akhirnya diundur, dan kelompok saya gak maju minggu ini.

saya langsung BT. sayyya suddah siaaapppp!!!!

tapi yah mau gimana lagih? masa iyah saya mau maju sendirian.

hidup ini kan gak boleh egois. ya kan sa?

.aiSaRiaNi.611

hufff… semangaat deh,

begini ,

maksudnya saya gak mau ngomongin orang kok. beneran deh. tapi saya mau curhat saja sama kamu. Saya tahu, kamu gka bakalan ember dan bilang ini ke siapa – siapa, apalagi sampai ke telinga nya dia.

saya lagi sebel sama seseorang, jangan tanya siapa, yang jelas dia itu orang yang lagi ada dalam lingkungan pergaulan saya sehari-hari. tau gak kenapa saya sebel sama dia?

karena dia gak tahu caranya beradaptasi.
loh? kok?

pernah kan kita ada dalam situasi dimana kita harus berpikir dengan cepat, mengambil keputusan dengan cepat, tapi kawan di sebelah kita malah tidak menyadari akan kegentingan situasi yang terjadi?

contoh :
besok ada mata kuliah yangmengharuskan masing2 kelompok mempersiapkan diri untuk presentasi, karena dosen tidak memberitahu kelompok mana yang akan maju.
sedikt panik. kenapa?
karena nilai mata kuliah ini bergantung pada presentasi ini. hanya bergantung pada presentasi ini. sibuk lah saya menyiapkan materi bagian saya. dan 1/3 materi yang dipegang MR. X, belum saya pahami sampai saat ini. Hufff…

ngerti gak sih apa yang saya maksud?

kata kakak saya, lingkungan kerja nanti akan membawa kita kepada orang2 yang tidak sesuai dengan kita…

well.. that’s life…

*ini cerita pendek, sedikit kenyataan*

hufff…..

john mayer – the heart of Life

I hate to see you cry
Lying there in that position
There’s things you need to hear
so turn off your tears
and listen.

Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won’t all go the way it should
but I know the heart of life is good.

You know it’s nothing new
bad news never had good timing
then the circle of your friends
will defend the silver lining

Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
No it won’t all go the way it should
but I know the heart of life is good.

Pain throws your heart to the ground
Love turns the whole thing around
Fear is a friend who’s misunderstood
but I know the heart of life is good.

I know it’s good.

(John Mayer – The Heart of Life)

recomended by : mba na

Finally, kesampean juga memuat lirik lagu ini di blog….
enak loh lagunya, di dengerin pas lagi mengingat teman yang bersedih

😉

.. menyiapkan kedatangan pandita ratu ke gubuk tercinta,

mamah saya yang cantik dan rupawan mau dateng ke jogja, dalam rangka sepupu saya mau wisuda.

berribu maaf saya haturkan buat mamah saya. saya panik. hari rabu (the day after tomorrow that’s mean…), saya daa jadwal peresntasi. okeh.. yang satu agak – agak gak pasti jadwalnya. tapi yang satu lagi itu Insya Allah akan menghadang saya dan kelompok di hari rabu pagi, jam 08.00 dengan topik “kepribadian menurut Albert Bandura”,

siapa Albert Bandura? dia adalah pengusung teori belajar sosial. teori nya masih cukup baru dibandingin teori Freud, jadi saya beruntung masih bisa dapet video dari mas youtube .

mau tahu lebih lanjut? silahkan masuk kelas prapasca bersama saya…

bukan mamah saya
bukan mamah saya

udah yah.. mau ngosek kamar mandi dulu, mamah saya suka marah kalau kamar mandi saya licin…

btw, gambar di atas saya ambil dari sini

… adik saya yang ganteng punya blog,

masih inget sama adik saya yang namanya agil? yang ganteng, gaya, gaul, okeh banget lah dia.
iyah, beberapa saat yang lalu baru potong rambut ,

nah, tadi barusan iitu dia promosi ke saya, kalau dia punya blog, nah dia promosi deh. udah heboh lah dia ngasih tau saya…

udah heboh lah saya ngeliatnya.
eh ternyata….

yah kamu lihat sendiri saja deh,
hehehehehehehhe

work hard, play harder

pagi tadi, setelah begadang di kost an temen saya, terus…. saya tertidur jam dua – setengah tiga an gitu kalau gak salah.

subuh, seperti biasa, mamah saya telpon saya, setelah itu, saya tidur lagi. Naaah… bangun dari tidur, sekitar jam sembilanan gitu. bangun dari tidur, ngobrol – ngobrol sebentar, abis itu mandi, siap- siap terus ke perpustakan.

sampe perpustakaan jam setengah 11an kalau gak salah. keluar drai perpustakaan pas bel di perpustakaan bunyi
(serius, bel nya bunyi kaya di jaman sekolahan gitu buat nandain perpustakaan bubar) yaitu jam 3 sore. Saya sudah terkantuk – kantuk keluar dari perpus. Tapi begitu temen ngajakin nongkrong,

mata saya langsung terbuka dengan lebar, dan dengan lantang berkata;

“hayuuuk..!! work hard, play harder”

jadi kalau belajar 4jam, nongkrongnya 5 jam?

hihihihihihi,
work , play harder…

bisa gak sih, kulitas dan kuantitas berjalan beriringan?

saya nulisini sambil gelap2an….
maklum, temen saya yang dua orang udah tidur terelap, cuma ngandelin cahaya dari LCD laptop sama dari tipi di depan sana…
di kepala saya lagi ada hal yang berulang kali terbentur – bntur di ruangan otak saya;

apakah kualitas bisa berjalan seiringan dengan kuantitas?

semakin banyak teman saya, apakah hubungan saya sama mereka2 semua masih bisa berkualitas? atau semakin tidak berkualitas? atauuu… kita terpaksa mengurangi secara kuantitas, untuk mendapatkan sesuatu menjadi lebih berkualitas?

semakin saya jarang bertemu dia, saya ngerasa semakin berkualitas lah pertemuan kami.
but in other way, semakin banyak teman saya bertambah, semakin tidak berkualitas hubungan saya sama mereka. berkualitas dalam beda konsep loh.

well, SAYA NGOCEH APA SIH?

memicingkan mata…

…. lagi ada di sudut sebuah tempat yang dulu pernah beberapa kali saya datangi bersama sahabat saya si ari (mau ngelink tadinya… tapi ko males gerakin tangan yak?!?!
*plaaak*

mata saya ke mbak2 di depan saya yang datang dan nongkrong bersama gerombolannya. heboh bener.

serius. daritadi saya bisa nyimak isi dari pembicaraan mereka.. mulai ngomongin peramal, atm mbaknya yang ilang, laptop mbaknya yang gak bisa buka YM..

hmph… mata saya nengok kanan kiri juga, kali aja saya nemu orang yang juga iseng dengerin mereka. kaya nya sih gak ada…

tapi lumayan loh, saya dapet info kalo sky dining yang mau saya datengin sama esa tuh agak2 gak recomended… hmph… nyari tempat baru dong..

btw, mereka gak ganggu sih, tapi cukup bikin kuping saya terpaku ke situ.
*hawa tukang gosip banget yah saya itu?!?!*

membuat janji sama diri sendiri…

Menepati janji itu ternyata susah juga yah. Apalagi janji terhadap diri sendiri. Kaya saya nih… beberapa bulan yang lalu saya janji sama diri saya sendiri buat rajin nulis. Bukan, bukan buat pamer keluhan atau pamer kehidupan, tapi buat arena eksistensi diri saya saja sebagai seorang manusia, dimana saya ingin berbagi pemikiran, perasaan, atau apapun itu. Syukur – syukur dapat teman – teman untuk berbagi.
Tapi nyatanya apa? Sudah beberapa hari belakangan ini saya jarang banget (kalau gak malu dibilang gak pernah) buat buka – buka blog. Boro – boro untuk di depan komputer dan mulai menulis. Untuk membuka wordpress aja saya tidak menyempatkan diri. Kalau blog ini adalah manusia, dia bisa berbicara, saya yakin dia bakal marah karena saya melanggar komitmen yang pernah kita sepakati bersama. Saya bagaikan pepatah habis manis sepah dibuang. Waktu saya bengong – bengong bergembira tanpa kegiatan, saya sering berkeluh kesah dengan blog ini, tapi giliran saya punya kegiatan, saya seolah – olah lupa pada ini blog. Hufff…. Jahat juga saya ini?
Padahal, saya ini Cuma melanjutkan kuliah. Cuma kuliah prapasca pulak, yang ‘Cuma’ 18 sks perminggu. Saya benar – benar menjalankan tugas sebagai mahasiswa. Bukan, bukan disambi dengan berkarya lewat lukisan seperti teman sekelas saya, saya bahkan belum berkeluarga juga, jadi ndak perlu repot meluangkan waktu untuk bermain dengan anak – anak saya, bukan seorang istri juga yang harus menjalankan kewajiban sebagai seorang istri. Saya cuman mahasiswa!!
Ya ampuun… apa aja kerja saya ini??
Membuat janji dengan diri sendiri memang sering saya lakukan, sering juga saya langgar. Niiih… baru aja saya lakukan. Saya dulu pernah berjanji untuk gak ikut – ikutan minum kopi n*sc*ffe classic dengan sedikit aer dan satu setengah gula sendok –sebuah racikan favorit dari seseorang yang mampu membuat saya bergerak pertama kali untuk membuat kopi bagi seseorang-, tapi gara – gara saya kangen sama momen dimana saya membuatkan kopi untuk dia, malam ini saya menyeduh kopi seperti itu (persis, dengan satu setengah gula sendok, dan sedikit aer yang mendidih, di gelas kesukaan dia itu).

gelas favorit nya...
gelas favorit nya...

Berhubung dia nya gak ada, akhirnya saya minum deh kopi itu…
Padahal, suatu hari lalu itu saya pernah berujar sama diri saya sendiri untuk gak akan minum kopi kaya gitu. Gara2 nya saya pernah mules2 waktu iseng nyoba kopi dengan racikan itu. Daan…. Terlepas dari mules atau tidaknya saya nanti (kopi itu baru tandas beberapa menit yang lalu), tetap saja saya melanggar janji terhadap diri sendiri.
Rasanya nih, saya selalu punya excuse untuk memaafkan diri saya yang melanggar komitmen terhadap diri sendiri. Selallllu ajjja ada alasan yang saya karang – karang buat melanggar semua itu. Mekanisme pertahanan ego- kah? Hmph.. kalo opa Freud masih hidup, mungkin saya bisa bertanya sama beliau.
Ccck…..ccck… *geleng – geleng kepala*
Gimana saya bisa menghargai diri saya sendiri sih kalau membuat komitmen terhadap diri sendiri saja saya gak bisa?
*another private speech yang saya lakukan di kamar saya, di tengah teori – teori belajar ini*

Herraan… di antara cognitive learning, behaviorism, classical conditioning, kenapa cuman Vygotsky dan private speechnya yang nyangkut di otak yak?

mamaaah….

Mam,
Maapin ais yah mam….
Ais belum bisa bangun duluan sebelum mamah telpon di saat subuh
Ais belum bisa masak sayur kesukaan mamah,
Ais belum bisa membuat kue untuk hari ulang tahun mamah,
Ais belum juga bisa memberikan sesuatu buat mamah dengan duit ais sendiri…
Ais bahkan belum sempat mengajarkan mamah cara menggunakan komputer,
Ais juga belum memasangkan fasilitas SMS Banking di handphone mamah,
Ais masih seperti sembilan tahun lalu saat meninggalkan rumah,
masih belum bisa bangun subuh sebelum dapat telpon dari mamah,
masih belum bisa memegang duit selain duit yang dikirim mamah,
masih belum bisa membuat bangga mamah,
masih sering membakang kata-kata mamah,
masih belum bisa ada di rumah buat nemenin mamah,
masih belum bisa memenuhi harapan mamah….
masih belum bisa menjadikan mamah sahabat baik,
Ais minta maaf mah, mamah yang terbaik….
Tapi selalu ais sia – sia kan.
Selalu ais protes-i di belakang,
Selalu ais omongin bersama teman-teman…
Yah… ais selalu lupa kalau mamah juga manusia,
Karena di mata ais, mamah itu superwoman…
Yang mampu menghandle semua masalah.
Yang mampu menerima semua keputusan anaknya,
Yang mampu menaruh kepentingan keluarga di atas segala – gala nya,
Yang memiliki pengertiaan besar terhadap suami dan anak – anak,
Yang mau memasakkan ikan untuk keluarga, walaupun membenci bau amis ikan
Yang selalu bangun di saat se isi rumah masih tertidur lelap, hanya untuk membereskan cucian piring
Yang pernah hidup jauh dari suami mamah, hanya untuk menemani kami, anak – anak mama
Yang ais tahu selalu mendoakan kami di sholat-sholat malamnya…
Mah, ais sayaaaaang banget sama mamah, walau tangan ini tak mampu meraih tubuh mamah untuk memeluk erat, walau mulut ini tak mampu mengucapkan dengan lantang…

*kata- kata ini meluncur begitu saja dari hati ini saat saya duduk, dan di dinding depan saya ada foto mamah saya, manis sekali, tersenyum di saat ulang tahun saya yang ke 17. Dan teringat kata – kata mamah saya yang selalu ribut bangunin saya di tiap subuhnya
I Love u, mom…*

DSC00867