hanya wanita biasa

Hai kamu,
Sadarkah kamu, aku hanya wanita biasa…
yang sesuka hati membayangkan pernikahan kita,
namun langsung merubah pembicaraan saat membicarakan urusan dapur

yang senang dan berujar ingin memiliki begitu banyak anak,
dan langsung menutup kuping saat ada orang membicarakan proses persalinan

yang senang bergosip dengan teman-temannya,
dan mengumpat-umpat saat ada yang membicarakan dirinya

yang sangat senang dan tersenyum sumringah saat melihat adegan pernikahan di film yang ditonton [ yah kamu benar, sambil membayangkan pernikahan kita]

yang memohon dengan sangat untuk diberi kalimat-kalimat rayuan,
dan menuduh kamu gombal saat kamu memuji-mujiku

sadarkah kamu kalau aku hanya wanita biasa seperti itu?

sadarkah kamu,
aku hanya wanita yang ingin dicintai dengan setulus-tulusnya, tanpa dibagi?

aku hanya wanita,
biasa…

yang tertawa bahagia saat kamu membisikkan kalimat-kalimat saktimu [ include the -831-]
dan menangis tersedu saat kamu mengacuhkan aku

yang selalu membanggakan kamu dan pekerjaanmu di hadapan orang-orang sekitarku,
namun membenci pekerjaanmu saat pekerjaanmu mengalihkan perhatianmu dari ku,

yang selalu berusaha mencari tahu seperti apa wanita terdahulu mu [ yah walau terkadang cemburu besar saat mendengar kamu menyebut nama mereka…],
dan selalu berusaha menjadi lebih baik dari mereka semua

yang selalu senang mendengarmu bercerita tentang segala hal, dunia mu dan orang2 didalamnya,
kecuali saat mendengar bibirmu menyebut wanita lain selain ibu dan adikmu

yang selalu tertawa mendengar lelocunmu,
se aneh apa pun lelucon mu

yang selalu bangga dengan apa pun yang kamu kerjakan,
meskipun aku tidak begitu paham apapun tentang itu

yang selalu mencari dan menunggu hari dimana kamu memandangku dengan tatapan mata ajaibmu itu,
dan membenci dengan sangat saat kamu memandang wanita lain dengan pandangan itu

yang mau menunggu mu tidur, di saat aku datang ke rumah mu [melihat kamu terlelap benar-benar pengalaman yang intim buat aku],

yang tetap setia menunggu mu datang,
seberapa telat pun kamu terlambat

yang selalu memandang mu seperti superhero,
se menyerah apapun kamu…

yang selalu merasa termotivasi dengan kata-kata kamu, apa pun itu..

yang selalu percaya pada apa itu yang namanya komitmen,
berulang kali itu terlupakan oleh mu, aku tetap percaya

percayalah,
aku hanya bagian dari wanita-wanita itu

wanita biasa…
yang pandai menagih janji
yang piawai memainkan emosi
yang senang dipuji
yang memiliki harapan yang tak kan kunjung henti

aku hanya wanita biasa,
kamu lah yang membuat aku luar biasa….

me and you

me and you


*Special for my 24 to 4,
Ingatkan aku, bahwa aku pernah memujamu seperti ini…
Waiting for our lucky 11 ;) *

About these ads

7 thoughts on “hanya wanita biasa

    • huehehehehehehe, dua tahun dari sekarang alamat emailnya belon berubah kang?
      kalo berubah dikasih tau yak, karena kek nya belon ada undangan sebelon saya lulus kuliah (lagi) kecuali undangan yang laen…
      hihihihihihihi… :)

  1. Wuih, keren..

    – ais ariani:
    mas aim, kamu kok bisa sampek sini,
    mbikin aku tersipu malu saja sama masa-masa aku mabok cinta
    (hahahahhahahaha…) … —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s