me, my mother, my li’bro and the others….

[ what a week]….
minggu ini penuh huru-hara. mamah saya datang ke jogjakarta. kebayanglah senangnya hati ini, mamah datang ke jogja, pacar pun sudah balik lagi ke jogja, dan rutinitas pun bertambah.. horreh…mestinya saya joged2 senang. Tapi yang ada saya kehabisan napas [rasanya]…. Maklum, setengah tahun tidak mengerjakan apa-apa. untuk kembali bergerak dengan ritme baru rasanya butuh banyak napas, karena yang ada seringnya saya keteteran. agak-agak mengorbankan beberapa hal, termasuk waktu sama esa. tapi sepertinya tidak masalah buat dia.. secara dia juga sibuk sama seseorang [someone yang tidak mungkin aku cemburui…hehehehehehe]…

tapi ada satu hal yang saya syukurin banget darii kedatangan mamah saya ke jogja; ade saya yang ganteng itu akhirnya mau potong rambut!!
okeh, saya perkenalkan dulu ke ade saya, namanya muhammad aridha, biasa dipanggil agil. dan saya biasa manggil dy agila. dy punya rambut yang udah satu tahun gak dicukur. okeh2 saja kalo rambut dy a la gadis sampul dan iklan shampo. tapi ini rambutnya antara perpaduan giring [vokalis nidji] dan edy brokoli [dulu pernah jadi vokalis harapan jaya]. ini saya tampilkan phutu dy :

agil dan mamah
agil dan mamah

itu phutu dy beberapa jam sebelon dy digiring ke salon sama mamah dan saya. entah apa yang dibilang sama mamah saya, yang jelas adik saya akhirnya berhasil digiring ke salon.
daaan…
taraaaaaaaaa…

agil dipotong rambutnya
agil dipotong rambutnya

gantengkan?
perubahan agil yang tiba2 mau diajak ke salon itu menjadi bukti ketangguhan mamah saya dalam membujuk ade saya. sesuatu kekuatan yang ga dimiliki oleh orang lain..
^_^

btw, saya lagi BT berat nih sama kebijakan kampus saya . arkghhk… tapi mata ini bener2 lagi gak bisa diajak kompromi, padahal mulut ingin memaki *ups*
oncooom itu portaal!!

FB, reality show dan privasi..

saya kecipratan amarah seseorang,tanpa paham betul sebab nya.
Bingung?Pasti.

Tapi mau nya sok cool.Biarkan saja dia mau nya apa.Urusan nya bukan sama saya. Sama orang terdekat saya,

actually agak2 kesel juga.Secara dia mengumbar amarah dia d depan publik [baca : di wall di facebook saya,dan itu bukan dtujukan bwt saya jg], bikin saya terbengong2.

Terus saya lebay *sperti biasa*, mikir…apa gni yak jadi artis, yg kehidupan nya terekspos.
Ya ga sih,sejak ada FB tuh kek nya semua orang jadi banci tampil.Pengen nya eksis dimana2. Gak perlu kan di definisi kan seperti apa?
No offense loh ini. Karena saya juga termasuk didalamnya.Dan,saya termasuk banci tampil juga.

Ada ga sih persamaan FB, reality show dan pergeseran makna privasi?
Kok saya pikir2…reality show sama FB punya kesamaan yah?
Sama-sama menggeser makna privasi.

Jadi kapan itu,saya pernah gak bsa tidur. Saya setel tipi. Pindah2 chanel. Klik. Ktemu sama sebuah acara namanya c*rh*t . Sadis. Cuma itu kata yang keluar dari bibir saya. Kok bisa orang2 itu mengumbar aib mereka di tv nasional? Pake gampar2 an gtu lagi.

Ga jauh beda sama orang yang mengumbar emosi via FB?
Ah.Saya juga bingung, karena saya juga termasuk salah satu pelaku.

Apa akan ada masa dimana saya ikut reality show seperti itu?

*tulisan ini dibuat di tengah2 kegelisahan saya bergumul dengan tugas saya yang membuat kepala saya agak2 berat bwt d angkat*
lebay.Padahal cuma resume 6lembar text.

Belajar.

Hai kawan, hari ini saya belajar hal baru dan berkenalan dengan seseorang yang baru. Actually bukan berkenalan, kenal nya udah lama,tapi baru ngobrol tadi sama dia. Menyenangkan obrolan via YM itu. Dia itu temen SMA nya esa, tapi kalo di urut2,kita pernah satu kampus jaman dulu, sebelum dia pindah ke kampus dia skrg.
Mengobrol lah kita.Awal nya ngomongin esa [hahahahaha…tapi saya belum sempet cerita kalo dia ngilang].
Yah, obrolan biasa antar wanita lah -yang gak penting ditulis di sini juga apa isinya-

sampe akhirnya, kita ngomongin keunikan. Sampai lah dimana dia punya statement yang menurut saya unik. Dia bilang gini ,
“sebenernya pamali kalau kita bilang kita itu unik. Karena orang unik itu berbeda, dan suka susah untuk diterima”
huaaa…Baru tau saya ada orang yang punya pendapat kaya gitu. Biasa nya kan orang kalau unik,beda…yah mau nya kelihatan beda. Eh dia malah gak mau merasa unik. Walaupun dia memang berbeda,
dan saat nulis ini pun saya lagi terlibat pembicaraan dengan dia, tentang keyakinan dan kebenaran. Yang kita yakini sebagai dua hal yang berbeda. Apa yang kita yakini, sudah pasti kita anggap benar. Tapi begitu juga dengan sesuatu yang benar, bukan berarti harus kita yakini.

Itu juga yang ibu dosen saya bilang; ada yang namanya kebenaran dan ada yang namanya kepercaya an [dulu waktu saya kuliah filsafat, ada beda nya antara kepercayaan dan keyakinan. Tapi lagi2 saya lupa apa bedanya]

nah, yang saya heran adalah kenapa yah banyak orang takut untuk belajar filsafat,atau menganggap filsafat tuh tabu,aneh,menyeramkan,kuno dan sebagai nya..

Pdhal,kami di filsafat tidak mempelajari apapun untuk merusak keyakinan. Kami -sama seperti pengetahuan lainnya- belajar mencari kebenaran. Dengan cara apa? Banyak cara yang kami gunakan. Satu yang pasti, kami membebaskan pikiran kami berjalan kemana pun.
Termasuk soal apa yang kita yakini. Japi bukan karena meragukan apa yang kita yakini. Karena saat mempertanyakan kebenaran, apa yang kita yakini harus kita sisihkan dulu.

Bagaimana kita mengkombinasikan kedua hal tersebut,itu menjadi tanggungjawab diri pribadi, merujuk pada kematangan individu masing2.

Makanya,filsafat itu gak ada dalam kurikulum sekolah menengah, apalagi sekolah dasar. Kenapa? Karena, kematangan individu anak usia sekolah, dirasa kurang mampu untuk menerima stimulus seperti apa yang ada di filsafat.

Hmph,apa ini udah dipahamin semua orang sih ternyata?

*thank you ce bwt chattingan kita,nice to know you more,bu…*

perkembangan terbaru dari esa yang MIA [Missing In Action] : ibunya nelpon saya pas saya lagi kuliah, gak saya angkat. Tapi beliau sms, bertanya “apa angka bilang akan pulang ke sini hari ini?”
toweeng…

Oh, esa…you’re still the unpredictable one..
831 lah hon…

Mensyukuri hidup

Ceritanya begini,kemaren itu ada seorang sahabat mengirimkan sepotong sms ke saya,dia menceritakan ke apes-an dia menghadapi hari…mulai dari jadwal sidang yang mundur,sampe ke apes-an dia dengan hal kecil lainnya,sebagai seorang sahabat yg -ingin- nya menyemangati,saya menulis kata2 yg saya pikir bisa stidaknya menyemangati dia,atau at least bisa bikin dia ngrasa, u’re just not alone.

Tapi nyata nya salah,dia malah membalas dengan kalimat2 pesimisme sejati yang berujar ingin mematikan hasrat. Saya bilang: “gak usah hidup aja skalian”

dan d jawab “gud idea”
toweeng…

Hari saya bergulir.Cerita beralih ke sahabat saya lain nya, saya iseng buka FB dia, iseng aja…mau liat apa sih yang bisa digosip in darì situ *halah*, sampe saya menemukan potongan2 kalimat ;
“mungkin aku mau meninggalkan jiwa ku juga”

“aku ingin segera tahu epilog hidupku”

toweeng…[lagi]

suraaam….suraaam…

Saya pernah diajarkan untuk tidak takut mati,karena bisa bertemu dengan Rasulullah S.A.W,tapi tidak pernah benar2 menginginkannya, sampai menyuarakan nya. Terpikir pun tidak. Karena, saya sadar ada banyak hal dalam hidup yang patut saya syukuri -terlepas dari ada atau tidak masalah-

apa saya yang tidak mampu memahami jalan pikiran dua sahabat saya ìtu? Apa saya yang tidak pernah mengalami masalah se berat mereka?
Hei, Tuhan tidak memberikan ujian tanpa sebab.

Sobat, ingatkah kamu pernah berkata padaku di suatu masa;
‘ Tuhan tidak bermain dadu dengan alam semesta ‘

everything happens for reason.

Kamu tau dimana kamu membangkitkan dirimu, orang lain tidak. Jangan pernah anggap masalah mu berat, karena semakin tangguh kamu, semakin berat memang langkah yang harus di ambil

saya memang cuma wanita manja yang merasa masih banyak yang harus dipelajari, tapi saya yakin bahwa dunia ini tercipta bukan tanpa arah. Saya harus mengambil peran dalam dunia, itu yang saya yakini. Sekecil apa pun, dengan tangan kita sendiri, my hands are small I know but they’re mine,not yours…

Selamat puasa kawan,maaf kan semua khilaf …

🙂

ps : untuk ari dan yan, aku mrindukan berbagi optimisme bersama kalian. Mungkin aku jahat. Tak memahami pesimisme kalian, aku egois, mungkin?

berpikir,

cogito ergosum, kata2 yang pasti dikenal oleh makhluk2 yang bergumul dengan philosophy, termasuk si ais ini. eh, tapi orang gak belajar filsafat juga pasti mengenal kata2 ini juga kan?

ini saya mau cerita soal pengalaman saya … tadi saya kuliah, mata kuliahnya judulnya ‘psikologi umum’ . Dosennya sungguh sangat kreatip dalam mengajar, beliau melempar2 boneka hypo kepada tiap2 mahasiswa, untuk menjelaskan atau memberi contoh kata-kata yang ada di papan tulis. kenapa saya bilang kreatip? karena dari semua dosen yang mengajar di prapasca, cuman dia yang tidak menggunakan media laptop dan proyektornya, dia menggunakan spidol dan papan tulis saja, dan of course the cute hypo. mulai dari kata-kata psikologi, cognitif, conation, psycomotoric, …..

dan di situ lah saya menyadari kegagalan saya menyerap informasi *hloh?!?!* seminggu saya belajar psikologi, saat ditanya apa itu ‘psikologi’ saya cuman mampu menjawab arti etimologisnya saja (itu pun kurang tepat!!). padahal… 7hari bergumul dengan kata2 itu.

]ya ampuun….ini bagaimana sih, masa kata itu pun saya gak bisa menjelaskannya. saya kan bukan orang awam yang memahami psikologi sebagai ilmu jiwa, saya harusnya lebih memahami apa arti psikologi itu, setelah mendengar dan ‘belajar’ kata2 itu selama 7 hari.

apa sih makna berpikir itu?

saya sampe bingung, dan saat lagi berusaha ngerjain tugas, saya mengalami kesulitan mengambil intisari dari teks yang saya baca. Oh My… apah ini efek dari nganggurnya otak saya? otak saya kan udah jarang saya pake sejak tanggal 31 januari kemaren, sekali nya dipake bekerja keras adalah masa2 di bulan april-mei itu, selain itu, otak saya ini kebanyakan saya pake buat mencari perbendaharaan kata2 untuk ngomelin orang, memuji orang, ngomongin orang *ups, itu lagi berusaha bangeeet saya kurangin semuanyaa*

apa benar, kalau otak jarang dipake, bisa menyusut? menyusut bukan secara sebenarnya loh,
dan saat kapan sih otak itu dipake? sebenarnya?

huaaah..
baru Liat metrotv tadi, katanya udah ada yang mulai puasa besok yah? Pemerintah udah ngeluarin pengumuman resmi belon toh?

selamat ulang tahun ais..

selamat ulang tahuun…
rencananya saya mau ngepost kegiatan saya hari ini…

tapi gara2 keasyikan bales ucapan2 selamat yang ditujukan buat saya, jadi lupa deh sama tujuan awal membuka dunia maya ini..

ceritanya,
hari ini saya ulang tahun. dapet kado apa?

gurameh bakar dari ibunya esa

iyaah..dapet kado itu dari Ibu nya esa, yang nelpon saya pagi2 untuk ngambil gurameh bakarnya. huiiih…
uenaaak guramehnya. Ibu nya udah ngasih kado, anaknya malah belon ngasih apa2 buat saya selain telpon dia di malam tanggal 17 itu.
tapi, buat saya kado dari ibu nya dan obrolan setengah jam bersama Ibu nya itu sudah cukup buat saya kok.

di penghujung hari ini, saya kepleset di tangga kost-an my partner in crime. atit. Kecetit soalnya. tapi tetap bersemangat..karna ada semangkuk chocomelt untuk saya nikmati..
apaitu chocomelt?

ini chocomelt itu:

chocomelt

tertarik?
bisa ditemui di momento, jembatan merah, gejayan, jogjakarta…

Temaans… aku mengatuuk sekali… maapkalnlah kalo postingan kali ini ngawur dan melenceng jauuuh…

bsok aku lanjutkaan lagiih….

penampilan baru

buruk sekali produktifitas saya belakangan ini. Banyak kebimbangan yang harus di pikirin, setelah dilihat-lihat… tulisan saya kemarin-kemarin memang sedikit emosian yah. dan sangat membosankan. huahahahahahaha…

sebelum membuka cerita saya, saya mau menceritakan sedikit kesibukan saya belakangan ini. Saya bisa dibilang banyak memulai sesuatu yang baru dalam hidup ini. Ada beberapa keputusan besar yang saya ambil, termasuk masalah penampilan saya. Bingung? Pasti. Kebingungan itu sebenarnya sudah ada sejak tahun kemaren, bulan ramadhan tahun kemaren saya sempat mendapatkan tamparan keras dalam perjalanan rohani saya. Dan, tamparan itu hilang ditelan kesibukan mengejar banyak hal. Dan, tamparan itu datang sekali lagi, lewat sebuah mimpi. Di mimpi itu ada seorang tua berjalan ke arah saya, dia bertanya “katanya kamu mau pake jilbab? Kapan kamu mau memulainya?” dengan PD nya saya menjawab, “nanti kalau sudah menikah..” Lalu bapak tua itu menjawab, ” lah..kamu kan sudah menikah, itu suami mu ada disebelah mu..” jeng..jeng..jeng.. *seperti bunyi Quintom dan snare dipadukan dengan bass drum*

saya langsung terbangun dari mimpi itu. Deg..deg..deg…

saya terus berpikir keras dan merasa gelisah sepanjang sisa minggu. berulang kali suara di kepala teriak2, “APA YANG KAMU TUNGGU?!?!”

iyayah, apa yang saya tunggu?

saya buka-buka lagi file2 yang sempat saya kumpulkan tentang jilbab. mentok, pada satu keputusan; saya harus memulai ini. Atau, saya akan menunda nya entah sampai kapan.

pertanyaan-pertanyaan kecil muncul di kepala saya , buaanyaak banget. Tapi saya memantapkan hati. Bismillahirrahmanirrahim, saya berpegang pada Mu Ya Allah,

saya jarang membuatkan keputusan sendiri dalam hidup saya, tapi untuk yang satu ini, keputusan yang benar2 saya ambil sepenuhnya dari dorongan hati saya sendiri, tanpa paksaan dari orang tua, pacar, teman, ustadz, dosen, guru… atau siapapun itu. karena selama ini, setiap orang yang mengusik penampilan saya, saya selalu tutup kuping. Karena saya mau, saat keputusan menggunakan jilbab saya ambil, itu benar-benar datang dari diri saya sendiri, yang Insya Allah Lillahita’ala. Makanya saya juga bingung kalau ditanya ; “kenapa e pake jilbab?” hmph… hmph… hmph… semua orang kan udah tau jawabannya kan?

dulu, saya berkeputusan akan menggunakan jilbab saat hati saya sudah saya gunakan jilbab dulu dan pengetahuan saya tentang agama sudah jauh lebih berkembang. Tapi sejak keputusan itu dibuat setahun lalu, gak banyak yang berubah dari itu semua.

Makanya, saya kadang meminta maaf sama kerudung saya ini. Saya belum banyak memahami maknanya, masih suka ngawur dalam bertindak, masih suka ketawa ngakak, masih suka teriak2 kalau ngomong, masih suka ngebohong, masih suka gak bisa ngatur emosi, masih suka gak bisa jaga body language kalau di depan umum, masih banyak lah yang perlu dibenahi, masih belum paham benar….

masih suka bermuka aneh
masih suka bermuka aneh

ini cuma sedikit curahan hati ajah, buat kamu-kamu yang tiba2 bertanya gravatar saya kemana.. karena saya gak bisa ganti gravatar blog saya ini!!!
*gaptek mode : on*

image?

Waktu SMP, image saya anak baik2, gak punya geng, gak punya pergaulan yang eksklusif, gak bego-bego banget, gak pinter-pinter banget juga, ikut ekskul Merpati putih sama Teater (makanya, suka dibilang anak MP atau anak Teater), rata-rata banget lah seorang marsita ariani sewaktu SMP. Kalau ada yang nanya “ais yang mana?” jawaban-jawaban yang tersedia standart, “ais yang anak OSIS? ais yang anak MP? ais yang sering bareng dinka-rintis? ais yang mobil jemputannya warna biru? yang sejemputan bareng ani sama ijul? ais IX C ?”

Itu image bukan?

Waktu SMA, saya melewati 3 bulan pertama masa SMA saya di Jakarta sebelum pindah ke Purwokerto. Masa – masa SMA saya di Jakarta saya lewatin dengan penuh sukacita. Saya bergaul cukup eksklusif dengan beberapa temen aja, saya jadi gerombolan anak ‘belakang’ yang suka bikin heboh. Pas saya pindah ke purwokerto, temen-temen sekelas saya waktu itu saya suruh nulis kenang-kenangan buat saya. Rata-rata disitu menyayangkan kepindahan saya, karena menurut mereka saya cukup ‘asyik’ diajak bertemen (hahahahaha… bener loh itu yang mereka tulis, saya gak bohong).

Itu image bukan?

Masa SMA saya di Purwokerto bisa dibilang titik balik terbesar dalam kehidupan saya sampai saat ini. Walau sempet sebel sama keputusan pindah itu, tapi saya berterimakasih sangat sama kedua orang tua saya yang memindahkan saya ke kota kecil itu. Karena di situ lah saya belajar banyak hal. Gak usah di ceritain detail belajar apa ajah, kaya nya udah pernah saya bahas juga. Kalau di Tanya ais yang mana, beberapa akan ada yang jawab, “oh… ais yang sering bareng Fajar, ais yang adiknya mas arsyid, oh… ais yang tukang TP, ais yang pradana, ais yang penyiar,ais yang anak IPS”

Itu image bukan?

Lepas SMA, saya melanjutkan kuliah ke kota Jogja. Alhamdulillah, dapet kampus negri. Di kampus saya gak punya banyak temen. Selain memang kampus saya tergolong fakultas yang jarang penghuninya, saya juga jarang bersosialisasi, udah gitu saya juga gak ikut OSPEK (buat adek2 calon mahasiswa baru : jangan ditiru yah, soalnya masa2 OPSEK adalah masa2 buat eksis, biar di kenal).Selesai jam kuliah, saya langsung balik ke kost, jarang banget ikut nongkrong sama temen2 se angkatan. Saya juga kadang suka lupa nama temen2 sekampus. Esa yang sama2 temen se angkatan pun, baru saya kenal di tahun ke 3 saya kuliah. Itu juga karena satu kelompok untuk diskusi di kelas Filsafat Agama. Saya dikenal tukang bolos, pemalas, agak2 belet, tukang main, tukang pacaran, asosial. Poko nya manusia kampus yang tidak eksis sama sekali lah di kampus. Ke lulus an saya yang terlambat satu setengah tahun pun patut disyukuri, setidaknya saya berhasil lulus dengan ijazah, gak kena seleksi alam kaya beberapa temen yang memutuskan cabut dari filsafat.

Itu image bukan?

Sekarang saya mau masuk ke dunia baru. Bener-bener baru. Karena saya hampir tidak mengenal (calon) temen2 saya itu. Gak ada bayangan banget dalam benak saya. Tapi saya pengen membangun ‘image’. Saya pengen dikenal sebagai ais yang lain. Bukan ais yang tukang pacaran, bukan ais yang anak marching, bukan ais yang rada2 belet, bukan ais yang moody, bukan ais yang drama Queen (sepertinya susah, that’s in my blood… ahahahahahahahaa), bukan ais yang judes.

Wait, itu image bukan yah?!?!?!

Image itu seperti apppa siiih?!?!

sabar

Ini hasil obrolan saya dengan seorang sahabat. Saya lagi curhat sama dia soal ke gelisahan saya soal hubungan saya sama esa. Terus, setelah habis semua cerita saya, saya sampai di titik bilang gini sama dia,

“ya udahlah, udah tau juga esa begitu. Mau apalagi? Kalau gue BT juga cuman bikin capek”

Di bales sama dia,

“cie… udah sampai tahap menerima dia apa adanya nih?”

“bismillah, mencoba untuk sabar aja sih. Kata pak Ustadz, sabar itu gak berbatas. Sabar itu harus di ikuti dengan ikhlas.”

“Hahahahaha, kok sama kaya Ustadz deket rumah gue. Jangan-jangan mereka satu perguruan lagi?!? Sabar emang gak ada batas nya, tapi manusia kan terbatas”

“hohohoho, terbatas untuk memahami makna sabar?”

“bukan, terbatas untuk mau bersabar…”

Saya nyengir. Tersindir.
Padahal saya tahu juga, maksud dia bukan nyindir saya. Tapi lumayan juga kata-kata dia itu. Bikin saya mikir.

Saya mau. Mau buat sabar. Oh yah?

menurut kamu?

menjebak diri sendiri = masokis?

Hari ini hari pertama saya kuliah prapasca, saya baru sadar…kalo saya belum jadi mahasiswa sepenuhnya.Saya masih jadi calon mahasiswa. Sampai akhir tahun ini, itu pun kalau saya lulus. Amiin…

Tp bukan itu, yang bikin saya bingung, seneng,salting, dsb…

Minggu tanggal 9kmrn,esa pulang ke jogja.Sore nya,saya jemput dia d stasiun.Saya anter k rumah.Sampe rumahnya,jeng..jeng..jeng..ada pengajian keluarga besarnya. Saya langsung niat balik badan, kabur. Atau, lewat pintu samping,sekedar ketemu ayah-ibu nya, terus cabut. Eh, esa ngajak saya masuk, lewat pintu depan, salam-an sama saudara2nya.
*salting abis*
saya emang ngerasa jago kandang. Cuma berani ngomong di lingkungan yang nyaman, tapi di lingkungan baru, saya jadi patung jaim paling oke. Itu yang terjadi kemaren minggu.
Dengan kondisi hubungan saya sama esa yang masih belum beres, saya dihadapkan dengan kondisi seperti itu. Tau gak?Ternyata saya masih berhasrat menimbulkan kesan baik di depan keluarga besarnya yg ada hari itu. Aneh.

Ke aneh an jg terjadi malam ini. Saya habis hang-out sama ayah-ibu, dan kedua adikny esa. Kita ber enam makan malem terus lanjut nonton UP (itu pilem recomended dagh!!).Seneng?Seneeng bgt, sampe ga berhenti cengar-cengir smaleman…

Tapi kata2 seorang teman yang menampar saya. Dia bilang saya cewek tolol karena terlalu mudah memaafkan esa. Dia bilang,saya itu sangat amat mudah ditebak, termasuk masokis juga.

Sudah tau bakal kecewa,sudah tau bakal sakit hati,tapi tetap bertahan.

Saya bingung.Gak terima juga kalau saya dibilang korban cinta buta.

Orang tidak bisa jatuh cinta dan menjadi pintar dalam waktu bersamaan.Itu kata mbah einstein.Bener bukan?

richard gere dalam pretty women

Sudah malem, bukan nya tidur, saya malah ada di depan tipi.
Kali ini gak ada choky sitohang menemani saya, tapi ada om richard gere menemani saya, beberapa jam menjelang kuliah perdana saya.

Saya gak punya insomnia, saya yakin itu. Tapi,beberapa hari belakangan ini saya tidur selalu di atas jam 2pagi.

Tapi malam ini harusnya gak boleh gini. Saya harus nya sudah memejamkan mata, kalau hari perdana saya sebagai mahasiswa (lagi) gak mau rusak gara2 saya kurang tidur.

Lah, namun mata ini enggan terpejam je.Kepriben…
*jogja+pwkt bergabung di sini*

dua malam belakangan ini saya ditemenin dua film yang sudah pernah saya nonton, tapi gak pernah bosen untuk saya tonton lagi,lagi dan lagi…
kmrn ada the terminal, malem ini saya bersama Pretty women,

ada banyak film yang gak pernah bosen saya tonton berulang kali dengan alasan yang berbeda2. The terminal untuk alasan ketekunan yang dimiliki Viktor(saya terharu banget nonton pilem itu, dan salut banget sama Viktor, sambil berharap punya ketekunan seperti itu), pretty women untuk om richard gere (sama lagu fallin’ nya juga sih).

dan esa sayang untuk senyum manisnya,

loh?!??
What I’m talking about yah?

saat ada orang datang dan meminta maaf,

saya pasti memaafkan. tapi berat rasanya buat melupakan. ya gak sih?

itu juga mungkin yang terjadi dengan message permintaan maaf dari seorang kawan. saya bingung mau bales apaan. gak ada ide.

sebenernya kesalahan yang dia lakukan gak seberapa besar sih, hanya saja saya lagi emosi berat saat ketemu sama dia. dan, yaah… saya paling gak suka sama orang yang omongan nya gak bisa dipegang (*ngomong sambil menjauhkan kaca di depan muka*)

saya juga kadang suka ngerasa omongan saya gak bisa dipegang, tapi karena saya gak suka sama sifat itu, saya berusaha banget buat ngilangin ituh…

lagi bongkar2 blog lama saya (yang lagi dipikir2 buat dihapus saja, hehehehehe..)
nemu satu tulisan yang saya suka banget sampe sekarang…

teRimaKaSih unTuk kaU yaNg meNinggaLkanku
kaRena haL itU membuaT ku LeBih meNghaRgai aTas aPa yaNg kuMiLiki seKaRang

TeRimaKaSih unTuk kaU yaNg meNinggaLkanku
kaReNa kaU mengaJaRkan ku unTuk berTaHaN

teRiMakaSih unTuk kaU yaNg meNinggaLkanku
kaReNa kiNi aKu berBeda taNpa mu..
aKu kiNi LeBih teGar mengHaDapi hiDup
aKu kiNi maMpu berPijaK di aTas kaKi – kaKi ku senDiri,
taNpa haRus berSandar di baHu mu LaGi
aKu kiNI maMpu meNahaN aiR maTaku,
kaRna tak aDa kaU yaNg meNghaPus aiR maTaku
aKu kiNi maMpu terSenyum tuLus,
taNpa kaU yaNg meNghibuRku
aKu kiNi maMpu unTuk meLihaT duNia deNgan caRa yang berBeda
LaGi – LaGi taNpa kaU di siSi ku

mesKi ku tak reLa aTas kePergianmu,
dan saNgat berHaraP unTuk kaU kembaLi,

ku teTap berTeRimaKaSih unTuk mu aTAs kePerGian mu

versi lengkapnya nih ada di sini

jangan salah sangka, kalimat2 itu ter rangkai bukan karena saya ditinggal pacar, tapi karena saya ditinggal sahabat saya yang ngirim sms begini ; “maaf yah Lun, cewe’ku marah kalau aku sering2 sms kamu”

sms yang simple, tapi cukup bikin saya gondok. secara cewe itu dateng belakangan dalam hidup sobatku itu..
masih emosi kalau inget ampe sekarang, padahal kejadian itu udah bertahun2 lama nya lewat…

lagi2 gak ada hubungannya awal tulisan ini sampe akhir…

saat mulut lelah untuk berkata,

hanya tangan yang mampu berjalan di atas keyboard ini,
dan juga di atas keypad handphone,

bukan untuk selamanya, hanya untuk beberapa saat saja.

aku mau belajar mendengarkan,
karena katanya manusia itu dikaruniai dua telinga dan hanya satu mulut, bukan tanpa maksud. harus lebih banyak mendengar, bukan begitu?

aku mau belajar lebih bersabar,
karena katanya, sabar itu tak berbatas. jadi … yah just try and hope

aku mau belajar mencintai diriku lebih,
karena katanya, kalau bukan kita sendiri, siapa lagi yang akan mencintai diri kita?

aku mau belajar untuk pasrah,
karena, hidup ini memang milik kita, tapi bukan MILIK kita. masih ada Yang Maha Segalanya…
kata bapak, minta apa saja kepadaNya, Dia pasti akan memberikan

🙂

aku cuman manusia biasa kok,
semua orang tahu itu kan yah?

… H -8

menjelang saya kuliah.

tau gak… yang membuat saya sedih dari bertengkar dengan esa kali ini apa? karena dari bulan desember tahun lalu, saat dia mulai nyatain perasaan dia ke saya, ada dua bulan special yang saya nantikan. Pertama itu bulan mei, bulan dimana saya wisuda, karena saya pengen banget dia hadir di wisuda saya. Karena dia termasuk yang memberi semangat banyak di titik terjatuh saya saat nyusun skripsi. udah sempet ngebayangin segala gimana rencana hari wisuda saya, udah minta kado apa sama dia. Tapi itu semua terlewatkan tanpa dia, karena dia harus mengejar mimpi nya yang lain. saat itu saya terima dengan lapang dada, karena dia bilang, “ini juga buat kita” aih…. gombal juga yah dia?
yang kedua adalah bulan agustus ini. Karena dia ulang tahun. saya pengen aja dia melewatkan hari special dia itu dengan saya, dengan keadaan yang sangat amat special. Tapi, apa nyatanya… 3hari menjelang dia ultah, saya masih gak bertegur sapa sama dia. Bahkan keberadaan dia dimanapun sekarang saya gak tahu. Kepengeen banget saya meluruskan kesalahpahaman ini. tapi sebagian hati ini melarang. karena saya sudah terlalu sering melakukan langkah ‘pertama’ tiap kali kita bertengkar. Sering loh saya yang bilang , “udah deh..mendingan kamu gak usah telpon2 aku lagi, kita gak usah berhubungan lagi dulu” dan akhirnya saya yang ngubungin dia dulu an. Pernah dia ngilang tanpa rimba, gak ada kabar, gak ada berita, dan dengan gagah berani saya datengin rumahnya (beneran deh, mendatangi rumah dia itu kadang membuat saya pengen pipis, entah kenapa… rumah dia suka bikin saya deg2an atas kemungkinan bertemu dengan orangtua dia), cuman buat lihat muka suntuk dia yang ternyata tidak bermasalah sama saya, tapi sama diri dia sendiri. pertengkaran2 kecil kita selalu berakhir dengan inisiatif dari saya (duluan), walaupun saya tahu (saya percaya sajalah,) dia punya inisiatif, tapi gak tau kenapa, terkadang saya gak sabaran.

menghitung hari, jadi rutinitas saya sejak tanggal satu kemaren. ada banyak agenda di bulan agustus, seperti yang udah pernah saya bilang. dan, di ujung sana… di ujung bulan agustus (gak ujung2 banget sih sebenernya), bakal ada bulan yang selalu bikin saya ngerasa damai (gak lebay loh yang ini, tapi serius..); yaitu bulan ramadhan. entah kenapa, dari saya kecil, saya udah seneng banget sama yang namanya bulan puasa. kalau waktu kecil sih alesannya simpel; karena makanan di rumah -entah kenapa- jadi jauuuh lebih enak dibandingkan bulan2 yang lain (time for kolak singkong, es cendol, kijing, bakwan goreng pake bumbu kacang..), huih..makanan yang ada cuman di bulan puasa rasanya (dulu mikirnya gitu..hi3..)

lah..ini mau ngebahas apa sih.. kok jadi lompat2 begini?

seperti biasa lah… saya kan manusia yang memang suka gak fokus
hastalavista ajahlah

;p