aku dan sahabatku

Kamu punya sahabat? Saya punya. Punya… (ngitung…) sekitar 10 orang. Atau mungkin lebih. Atau malah kurang. Tadi malam saya mencoba menginventaris sahabat2 saya. Saat ini sih, bisa dibilang sahabat saya cuman wawa my beloved humate, ari my partner in crime, esa my superman, mas yudi my best chulun ever, and then ada yayan, yang ntah sejak kapan mulai rajin bercerita soal biduk asmaranya. Mereka-mereka itu adalah orang yang paling tau perkembangan ‘ke jiwaan’ saya saat ini. Mereka2 lah yang saya sms penuh dendam saat saya sariawan kemaren, mereka lah yang saya mintai doa restu (selain ortu, tentu saja) saat saya mau pendadaran, mereka tau banget kalau saya berantem sama esa (hahahaha..), mereka cukup rajin meminta traktiran saat saya ulang tahun (dan jarang saya penuhi), mereka lah orang2 yang saya tuju saat saya tertimpa masalah, mereka lah yang tau bagaimana saya sebenarnya. Ke lima orang itu adalah orang2 terdekat saya saat ini. Kalau saya adalah capres, dan kamu adalah lawan politik saya, lari saja ke mereka. Mereka tau apa kejelekan2 saya. Walaupun saya menyangsikan juga apakah mereka bakal memberitahu kamu. Karna, sepengetahuan saya, mereka mencintai saya dan setia pada saya, membela apapun yang saya perbuat (hahahaha… )
Dalam pertemanan saya membuat jenjang2 (ini berbentuk lingkaran, bukan tangga loh..) tertentu.
·    Pertama, adalah mereka2 yang hanya tau nama dan wajah saja. Kalau bertemu hanya say ”hai” , cipika-cipiki, tanya kabar. Sudah. Begitu saja. Mereka2 yang masuk dalam lingkaran ini adalah temen2 jaman kuliah dan sekolah dulu, teman2 saya pas masih di Marching Band (Ugm maupun Ginus), temen pas sebelahan di ESQ dulu, temen2 milis CC yg blakangan ini sering gw absen pas kopdar. Dan sebagainya, dan sebagainya

Temen2 milis CC, salah satu contoh dari grup 'pertama'

Temen2 milis CC, salah satu contoh dari grup 'pertama'

·    Kedua, adalah mereka2 yang cukup dekat dengan saya dan cukup tau saya berpacaran dengan siapa tapi tidak tau konflik apa yang terjadi antara saya dan pacar, cukup tau saya sudah lulus kuliah tapi gak tau bahwa saya punya niat ngelanjutin S2. Mereka yang masuk dalam lingkaran ini biasanya orang2 yang pernah dekat di suatu masa, di suatu waktu (temen2 CG Marching Band UGM yang ikut main tahun 2005 dan 2006, temen2 KKN, temen2 di iradio, dsb,dsb…)
·    Ketiga, the closer one. Adalah mereka2 yang saya sebut lima orang tadi di awal.loh, kenapa si mas esa yang autis itu masuk ke dalam jenjang pertemanan ini? Nanti saya jelaskan. Satu – satu saja dulu.

sahabat2ku saat ini, minus yayan dan si chulun

sahabat2ku saat ini, minus yayan dan si chulun

Lalu… apa yang membuat orang2 itu bisa berada di jenjang ketiga? Satu yang pasti adalah komunikasi. Ditambah chemistry antara kami, jadilah mereka sahabat2 saya. Mereka berlima rajin menjalin komunikasi dengan saya. Apa mungkin mereka ter-Gredasi ke jenjang kdua? Mungkin. Mungkin bgt. Mas yudi adalah calon kuat manusia yang akan ter gredasi menjadi teman biasa. Kenapa? Sulitnya berkomunikasi dengan dia membuat saya dan dia menjadi sangat jauh.padahal, beberapa tahun yang lalu saya dan dia hampir tiap hari berkirim email. Email yang sangat tidak penting, actually. Bercerita tentang wanita2 di sekeliling dy, tentang bagaimana dy menghadapi tanah sumatra tempat dy merantau. Lucu. Dy mampu membuat joke2 konyol yang kadang membwt saya ngakak. Kepadatan kerjaan dy dan usia yang terus bertambah dewasa, membwt kemampuan saya dan dy untuk dalam satu frame rasanya sulit.
Satu orang yang saya rasa telah ter gredasi dengan sukses sejak beberapa bulan yang lalu adalah Andi Nadia Radinka, sahabat saya sejak SMP. Saya kenal dengan dinka sekitar tahun 1997, di ekstra kulikuler Merpati Putih (yah, saya pernah berlatih silat dlu). Tiga tahun SMP saya penuh dengan cerita kehebohan kita berdua (mulai dari Latihan MP dan ujian kenaiakn tingkat, buku curhat kita, pelantikan OSIS, dan bla..bla.. bla..). Sampai beberapa tahun yang lalu saya memiliki satu kewajiban saat saya pulang ke jakarta.

gaya yaH gw sama dinka?

phutu ini diambil tahun 2006, saya dan dinka

Selain bertemu orangtua, saya ’wajib’ untuk hadir di depan dy. Sekedar say ’hai’ atau sekedar dicuekin sama dy, yang penting saya setor muka sama dy. Dy sahabat yang sangat baik. Sangat loyal, dan bersedia melakukan apa saja untuk sahabatnya. Dimanapun saya berada, dy pernah menjelajah di kota tempat saya tinggal. Saat saya masih di purwokerto, dy hadir dalam perayaan ulang tahun saya yg ke 17. Saat saya di jogja raya ini, dia berlibur selama beberapa hari dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa jogja (kemana2 naek mtr, makan di burjo, nongkrong di angkringan lik man sambil nyoba kopi joss, )Tapi, lagi2 karena perebdaan ritme hidup membuat saya dan dy menjadi sulit berkomunikasi. Saat bertemu di YM kami lebih sering saling gak tegur sapa. Padahal, awal2 saya keluar dari jakarta, kita punya ritual untuk chatting seminggu sekali.

Perubahan2 tersebut terjadi begitu saja. Seperti seleksi alam. Seperti saat kmu sedang merapihkan phonebook di HP kamu, dan menghapus beberapa nama yang sudah lama gak kamu hubungin.Perlahan tapi pasti, walau chemistry itu masih ada, namun me redup. Karna ritme hidup yang sulit untuk di sesuaikan.
Saya menulis ini karena saya sdang merindukan mereka2 yang pernah ada dalam lingkup ‘sahabat’. Mereka2 adalah :
a)     Septriani Dwi Saputri (dan gerombolan KANSAS kami, sahabat2 saya waktu di sekolah Dasar, yang sudah tidak saya temukan lagi jejak mereka)
b)    Andi Nadia Radinka, Rintis Sayekti Harini P. Dua sahabat saya yang pernah menjadi wanita2 sakti Balik Dua (ahahahahaha..)
c)    Dwike Indriany, Rozy PM, Anidyah, Shinta W. (teman2 saya waktu SMP, yang masih bisa ditemukan di FB, namun kehilangan kata2 kalau harus ber akrab2 ria)
d)    Fajar Wulan K., Titin N.P, Ajeng, Septy Endah, Meirna, mereka2 yang banyak membantu saya di SMA Ngapak tercinta…
e)    Lilik Riandita; best campusmate ever! Kangen sekali sama diskusi2 filsafat sok bermutu ala kita.
f)    Winda, Adelima Putri, bekas humate jaman KKn yang pernah menjadi saudara dalam kurun waktu dua bulan…

Mengutip kata2 Mas esa, saat kita mendapatkan sesuatu pasti kita kehilangan sesuatu dan saat kita kehilangan sesuatu kita juga mndapatkan sesuatu yang lain. Seperti persahabatan, mungkin mereka2 yang hadir sebagai sahabat saya saat ini akan ter gredasi menjadi teman biasa. Namun, saya percaya akan hadir juga sahabat2 baru dalam hidup saya nanti. Bukan berarti mereka2 yang ter gredasi tidak berarti bagi saya, mereka tetap meninggalkan jejak. Seperti pepatah yang sering saya dengar (tapi gak tau siapa yang mengucapkannya ) , Some people come into our live and Quickly go. Some stay for a while and leave a footprint in our heart, and we are never ever be the same. Tapi, sahabat saya yang tak lekang oleh waktu bagi saya adalah : kertas2 buku harian saya 🙂

9 Comments

Filed under [drama] lepas, [drama] sekitar

9 responses to “aku dan sahabatku

  1. guskar

    klo blog ini masuk kategori sahabat yang mana, ais?

  2. marsita ariani

    waduh itu dy kang.. saya bingung kalau ditanya itu. jelas blog ini gakmasuk kelompok dua, apalagi kelompok satu. tapi, untuk dibilang kelompok 3 dan mensejajarkan mereka dgn kelima orang itu… rasanya aneh.
    mungkin saya harus bwt kelompok baru. untuk memasukkan buku harian dan blog saya ini….
    karena bersama blog dan buku harian, konflik yang ada relatif rendah (ahahahahaha..)

  3. Si Anak Balik 2 yg tetap oke

    Hiksss… aku jadi terharu bacanya.. (walao gondok jadi golongan tergredasi) ;p
    yah, maaf kan aku ya teman… memang jarak dan waktu yg membuat kita jadi menjauh… apalagi dgn kehidupan menggila gue di kantor dan sekelilingnya..
    sedih sih kalo mengingat dulu gimana kita bener2 tiap hari contact2an.. (harus menjadi si nomer 1 yg tau, hehe).
    People changes… but for sure, you’ll always be my 1st best friend and ever…
    Duh, jadi pengen balik ke SMP lagi jadinya…
    miss you, pal…

    • marsitariani

      *terharu* baca comment lo din, ga nyangka, kalo ternyata elo nyempetin diri bwt baca blog ini..

      makacih yah, ternyata berproses itu ga mudah, apalagi kalo proses itu harus mengalami kehilangan orang seperti dirimu, tapi hidup ini kan kaya roda yahh
      (*ahahahahaha. sudah lama tidak mengucapkan kata2 itu)

      miss u so much…..

  4. marsitariani

    thank tou🙂

  5. dwike

    aiisss,, gw masih ada disini kok..
    walaupun secara raga gw ga nyata buat lo, tp hati ini ada buat lo..

    NB. thanks uda jadiin gw salah satu sahabat lo..

    mari kita kumpul2 lagi, tp bakal ada yg bakal bawa juniornya lhoo..

    • ais

      huaaaaaa…. terharu.. sahabat – sahabat ku masih ingat. hehehehehehe.. makasih yah wik. bisa nyasar ampe sini yah😀

  6. Jd kangen2 sahabat2 saat sd smp sma n kul..bener ais .. Apa yg ais tulis jg aku rasain..

    — ais ariani:
    bunaaafff…lama tak bersua!
    apa kabar??! —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s