Dear Me: A Letter To my 16 year old self

Tadi… pas buka WP, saya nemu postingan dengan judul yang menarik, mirip dengan judul yang saya buat  –> Dear Me: A Letter to my 16 Year Old Self 

di situ Traci bercerita kalau dia menemukan sebuah majalah yang didalamnya memuat sebuah publikasi buku yang berjudul : Dear Me: A Letter to my Sixteen Year Old Self’, edited by Joseph Galliano. Buku itu berisi 75 tulisan orang-orang terkenal (ada J.K Rowling, Hugh Jackman, Stephen King, dan masih banyak lagi..). mereka menulis surat untuk diri mereka sendiri di umur mereka yang jauh lebih muda. Dan si Traci yang postingannya saya baca, juga melakukan hal yang sama.

dan kalau kamu buka web buku tersebut, kamu bakal menemukan surat-surat dari pembaca untuk diri mereka sendiri di waktu muda.

di sini, saya juga akan melakukan hal yang sama. seru banget deh keknya, dan sepertinya akan jadi surat yang panjang. Hahahaha…

hey my 16 year old, this for u :)

Dear Aren,

yeah… aku tahu saat ini kamu lagi senang-senangnya menulis nama ‘Aren’ di penjuru kelas. hentikanlah Vandalisme seperti itu. Tidak baik bagi adek kelas kamu melihat seluruh penjuru kelas diisi dengan tulisan ‘Aren was here’ tanpa tahu siapa Aren itu. Makhluk apa Aren itu. Aren yang mereka tahu adalah gula jawa. Kamu akan menemukan suatu hari nanti bahwa ‘Aren was here’ sudah tidak keren sama sekali.

Cobalah fokus untuk belajar, dan berhentilah bermain setiap pulang sekolah, karena di akhir caturwulan kedua, wali kelas mu akan senang menyindirmu: si siswa aktif di organisasi tetapi peringkat dua terbawah. Well, ditambah: Mamahmu akan selalu mengingatkanmu bahwa kamu bukannya bodoh, hanya saja malas dan terlalu senang bermain – main.

Yeah.. nilai akuntansimu memang bagus, sangat bagus malahan untuk seseorang yang memiliki nilai matematika begitu rendah. Pertahankan itu. Karena, gedung kuliah Fakultas Ekonomi di kampus idamanmu lebih keren dibandingkan gedung kuliah fakultas lain yang kamu idamkan. Ttapi ingatlah bahwa nilai akuntansi saja tidak akan cukup untuk menembus Fakultas idaman di Universitas terkenal itu. Jangan terlalu sering bolos les (!!!).

Berhentilah untuk berusaha membuat Jurusan Bahasa diadakan, karena: itu tidak akan terjadi saat kamu menginjak kelas 3. Seberapa seringnya kamu bernyanyi di kelas mengenai mars Jurusan Bahasa itu.

Kamu bertemu dengan seorang sahabat yang hebat bernama Fajar. Dia memberikan begitu banyak pelajaran begitu banyak buat kamu (yeah..walaupun kamu harus mengerjakan ulangan Akuntansinya, tapi dia tetap sahabat yang baik kok!). Dan kamu akan bersahabat dengan dia bertahun-tahun kemudian, walaupun kamu akan mengalami begitu banyak masalah dengan dia. Yeaah.. bagian dia putus dari pacarnya yang akan menjadi sahabatmu kelak, itu akan membuat Fajar menjauh dari kamu, dan berusahalah lebih untuk memahaminya, karena sahabat seperti Fajar akan sulit kamu temukan, bahkan sepuluh tahun kemudian, kamu akan menemukan teman lain, tapi tidak ada yang seperti dia.

Oh iya, kamu akan terjun ke dunia yang kamu cintai: dunia radio. Kamu menjadi penyiar muda bersama beberapa kawan satu sekolah, dan nikmati saja itu. Kamu akan menaksir teman penyiar muda-mu, penyiar seniormu, atau bahkan kakak dari rekan penyiar mudamu (yess, mas satu itu memang tampan dan mempesona, tapi dia akan mmematahkan hatimu, tapi nikmati saja perasaan diinginkan oleh pria berseragam).

Gak usah repot memikirkan dengan sepenuh hati siapa yang akan jadi pacar kamu, karena: si wahyu teman penyiar muda-mu itu sepertinya homo, Vian senior mu itu akan hilang kontak dalam waktu setahun, dan Mas berseragam itu akan menikah dengan anak atasannya di kesatuan. Mereka akan mewarnai hari-harimu tentu saja, dan itu sangat menyenangkan. Tapi tidak usah dipikirkan sampai pusing, nikmati saja.

suatu hari, kamu akan bertemu dengan Gitaris tampan yang akan memberikan begitu banyak pelajaran juga dalam hidupmu, tapi ingat: Jangan lepaskan kesempatanmu di dunia penyiar karena dia, teruslah datang tiap malam minggu, dan senin sore ke radio. Bukankah kamu sangat menikmati dunia siaranmu? Toh kamu masih bisa pacaran di hari lain. Kamu masih bisa berjalan – jalan di minggu pagi (nikmati-lah minggu pagi di GOR!), kamu bahkan bisa menghabiskan waktu seharian di hari minggu bersama dia… walau hanya untuk baca komik bareng, nonton VCD, atau makan es duren di Purbalingga.

Tetaplah bekerjasama dengan tim majalah sekolah dan juga majalah dinding, kuatkan dan kumpulkan niat untuk membuat buku tahunan (dan oh yaaa… coba kamu ‘galak’ saat kawan-kawan mu meminjam buku tahunan SMP mu. karena sekarang aku mencarinya tidak ketemu!!).

Soal pria? ah jangan pusing… pria akan datang dan pergi dalam kehidupanmu. Bahkan pria yang sedang kamu taksir mati-matian sekarang akan menjadi kawan mengobrol yang menyenangkan, walaupun ia tidak menjadi kekasihmu. Ia hanya akan menjadi ‘kakak’ yang baik untukmu (dan semakin banyak ‘kakak’ dalam hidupmu ke depan nanti, percayalah…)

Kamu akan dicoret dari tim Basket memang, dan itu aku paham.. sangat menyedihkan. Tapi ingatlah kata-kata temanmu: ‘Ah.. mending kamu gak masuk, tim nya parah banget. dia (dia yang menggantikan tempatmu di tim inti) kemampuannya payah banget‘.

Yeah… kamu akan membenci banyak orang, termasuk dia yang merebut tempatmu di tim inti basket, dan beberapa temanmu di Pramuka, dan soal surat kaleng yang mengkritik kepemimpinanmu? jangan ambil pusing, pengirim surat itu bisa saja salah satu teman dekatmu, sesama ‘pejabat’ di Dewan Ambalan. Dia hanya tidak puas sama kinerjamu, don’t take that too personal. Dan soal kakak kelas yang sebel sama kamu? Gak usah diambil pusing… mereka juga akan berhenti sebel sama orang.

And just for your information, kamu tidak akan pernah berhenti dibenci orang. Because you’re just human beings. You also make mistakes like the others. You just have to try learn from your mistake. And sometimes people just hate you for no reason. They hate you for a simple reason: envy.

oh iya satu lagi: berhentilah untuk makan gula pasir! Jagalah kesehatan gigi kamu walaupun behel di gigimu sudah dilepas! Karena gigimu akan rusak kalau kamu tidak menjagany. oh iya satuuuu lagi: kamu mungkin akan membenci  orangtua mu karena tiap larangan yang mereka keluarkan membuatmu kesal, tapi sadarilah: itu semua BENAR BENAR untukmu, bukan untuk mereka. Mereka melakukan larangan- larangan itu, karena mereka sudah pernah ada di posisi mu: menjadi remaja 16 tahun. Dan, ketahuilah bahwa orangtua-mu sudah banyak melakukan begitu banyak kompromi kepadamu.

wow, aku menulis surat yang lumayan panjang buat kamu ternyata. Akan ada part dua sepertinya (hahahahaha..). Keep writing. tetap menulis di buku harianmu, karena aku membaca buku itu tiap hari. You’re my inspiration, Aren!

and always remember: that every person comes in your life for a reason, even they come up with dislikeness. Some people come into your life and quickly go, some stay for a while and leave a footprints in our heart, and we are never ever be the same.

Love u,

ais ariani (yes, there no more ‘aren’ here..)

eh ya ampuun.. ternyata seru juga loh nulis kek gini.  Pantesan di situs buku itu ada beberapa pembaca yang menulis di situ. kira-kira sapa yah yang mau ngado buku ini ke saya? :mrgreen:

If you could send a letter to yourself aged 16, what would you write in it?

***

P.S : ada yang nanya Aren itu apa? atau ada yang bisa memberikan jawabn?

25 thoughts on “Dear Me: A Letter To my 16 year old self

  1. ei buset itu surat panjang bener yak
    tapi asyik juga sih bacanya
    wlo selama membaca itu ga bisa konsen karena pikiranku malah sibuk mengurusi kira2 aku bisa ga ya menulis surat untuk diriku di saat usiaku 16thn? Hmm …

    well, Aren, ku kiraini karena dirimu mengira Aren adalah nama yang tepat untukmu yang berkulit sawo kematengan itu, emang persis gula aren kan warnanyahehehe … so? tepat tidak seperti itu?

    eh harga bukunya berapa? klo 10rb nti saya belikan yah hahaha

    — ais ariani:
    huahahhahaha… kalau yang it usih katanya temenku, tapi aselinya bukan itu Mbak Nik, kepanjangan gitu
    iih bukunya belon terbit di Indonesia. Kira-kira bakalan di translate ga yah sama penerbit sini?? —

      • sudah dicari sampai di lorong gelap oleh suami, blom keluar Is :D karna ini buku baru keluar Okt kemarin katanya :D
        ywd sekarang berharap aja ada yg ngadoin.

        atau Ais bikin GA disini,tapi nanti yang ngasih hadiah bukan Ais tapi pengunjung hahahaha

        – ais ariani:
        healaaaahhh jebule buku baru toh.. ide yang bagus itu Mbak buat bikin GA, hadiahnya tapi dari peserta.
        layak dipertimbangkan kuwi :mrgreen:

  2. Panjang tapi seru ya. Lebih seru lagi, pas nemuin tiga tanda seru di kalimat, jangan terlalu sering bolos!!!, hehe..
    Menarik, bikin tulisan untuk diri sendiri di usia segitu.

    – ais ariani:
    kali aja bis abuat surat anakku besok kalau anakku udah umur 16 tahun Mas :mrgreen:

  3. Mbak Ais ngasih fotonya kok ngirit banget? :D

    lama nggak bs berkunjung nih saya mbak, gmn kbrnya?! hehe..

    – ais ariani:
    kabar baek Mas Wien, aku juga lama gak ke tempat Mas Wien kok :)
    kabarku baek. fotonya ada yang laen sih mas, tapi malu mau masukin. aku kan pemalu. hihihihihi.. —

  4. nulisnya sekarang? kepada diri sendiri saat 16 tahun? ah.hhaha.. *tutup muka deh eike*

    — ais ariani:
    kok tutup muka Mbak Hiil?
    knapo? hayo hayo hayo.. mbikin juga dong Mbak .. —

  5. Huwaaa….aku malah pernah bikin surat buat aku di usia 30 pas aku msh 17 taon Iiiis…tapi entah dimana surat itu, dan aku jg lupa isinya apaan aja hahahaha…

    Ditunggu yg berikutnya neng ;)

    — ais ariani:
    huaaaa.. itu seru banget Teh.. ih kalau amsih ada, bisa dijadiin postingan ituuu… —

  6. ini tulisanmu waktu 16 tahun ya Ais atau nulisnya sekarang tp ceritanya pas 16 tahun…?pengen nulis kayak ini juga sih :)

    – ais ariani:
    nulis sekarang Mbak Ina, tapi buat diriku yang enam belas tahun,
    idenya nyontek dari buku itu…
    seru loh ternyata, –

  7. dari awal udah mau nanya aren itu apa atau siapa ? :)

    – ais ariani:
    Aren itu gula jawa mbak Lid
    huehehheheh..
    itu adalah nama yang aku gunakan pas jaman SMA, bukannama panggilan, tapi kek nama pena gitu
    (appa siiih..)
    huehehhehehe… –

  8. hahahaha….lucu juga idenya..
    dan aku membayangkan dirimu jaman berseragam putih abu2
    (juga membayangkan diriku sendiri tentunya :D)

    — ais ariani:
    ada banyak phutunya Mbak Titiii… tapi ya ituu.. aku masih trondol dan fungkeeeh. :mrgreen:
    biar bayanganmu tambah jelas. hahahhahaha..
    yuukk bikin yuuuk.. —

  9. ini kebrapa kalinya ya? masuk blog ini dengan perasaan galau… dan komen klo lagi galau.. #yagitudeh

    ya.. berhubung lagi…. #yagitudeh, komennya di tulisannya selajutnya aja deh..

    – ais ariani:
    (sekali lagi) *melengos*
    huuuuuuuuuuu… —

  10. Idiiiih…nggak bisa ah nulis kayak gini mah, susaaaah…selain umur 16 tahun saya biasa-biasa aja, saya juga nggak punya kegiatan heboh yang menarik buat ditulis…huhu, poor me :(

    — ais ariani:
    bu Irrrmaaa… kan gak harus menceritakan kegiatan di sekolah, ini pas aja aku dulu SMA siswa aktif. kan bisa cerita tentang apppa ajjja gituuu pas remaja, cerita belajar masak atau belajar naek motor. hihihihihihi… —

  11. A letter for me (when I was young ?)

    ini keren juga nih …
    ini someway somehow semacam refleksi diri ya Is …
    apa kebodohan yang kita lakukan dulu …
    apa kesuksesan yang pernah kita raih dulu …
    And we learn from that …

    (as serius kali om ini …)

    salam saya Is

    – ais ariani:
    eh tapi bener loh oom, jadi bisa buat anak kita besok (e?)
    huehhehehehe…
    buat refleksi dirinya juga, karena kita kek diingetin lagi soal kesalahan yang kita buat, biar jangan diulang.. —

  12. Pingback: seandainya aku @unggulcenter #RantaiCerita #Seandainya « dramaLand

  13. menarik sekali

    tiba2 jadi pengen reuni hahaahha

    trims mungkin aku mau bikin juga ah suatu saat.. ceritanya mungkin kayak Laskar Pelangi :) eh itu masih SD ya kejauhan ya

    – ais ariani:
    hahahhaa… gpp kali Kang, malah mungkin lebih banyak cerita serunya loh :)

  14. Pingback: hei you birthday girl! « dramaLand

  15. Pingback: Dear Me: A Letter to My 16-year-old Self « Aburuqayyah's Notes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s